~ Indah Komsiyah ~
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) memiliki agenda rutin, yaitu rapat kerja (Raker) Tahunan. Raker yang dilaksanakan FTIK merupakan kelanjutan dari Raker Institut yang dilaksanakan tanggal 5 sampai dengan 7 Februari 2020 kemaren. Raker IAIN Tulungaung telah menghasilkan rumusan rencana kerja untuk satu tahun kedepan. Rumusan kerja yaang telah diplenokan pada Raker Institut selanjutnya ditindak lanjuti pada Raker Fakultas salah satunya yaitu FTIK.
FTIK menetapkan jadwal Raker tanggal 13 sampai dengan 15 Maret 2020 di Probolinggo atau lebih komunikatif daerahnya disebut Bromo. Hotel yang menjadi pilihan panitia untuk Raker adalah Lava View Lodge, tempat ini berhadapan langsung dengan wisata gunung Bromo. Pengumuman tanggal dan tempat Raker untuk sebagian peserta disambut dengan riang gembira, tetapi sebagian yang lain harus mengerucutkan dahi atau kurang bahagia. Bromo sebagai tempat wisata kelas Internasional tentu sangat asyik dan menyenangkan. Sedih, karena kondisi cuaca lagi musim hujan. Apalagi ditelisik di gogle map posisi wisata Bromo dikelilingi gunung dan jalan menuju lokasi penuh dengan tanjakan. Dilematis menghantui perasaan dan pikiran penulis antara berangkat dan tidak. Akhirnya penulis minta ijin ke suami, 3 sikecil dirumah dan pembantu. Informasi Raker ini,
sontak membawa suasana tidak menyenangkan untuk keluargaku. Mereka akhirnya bisa memahami setelah aku berusaha memahamkan dengan mengiyakan berbagai kompensasi sebagai prasyarat boleh berangkat Raker.
Jumat 13 Maret 2020 akhirnya kita berangkat Raker ke Bromo. Sayang pada waktu berangkat Raker saya tidak bisa hadir tepat waktu dikampus sebagaimana bapak ibu yang lain. Mereka mungkin harus kecewa dengan keterlambatan saya beberapa menit. Kondisi tersebut bukan disengaja tetapi karena ada keribetan sikecil nomor 4 rewel tidak mau ditinggal. Kebingungan dan kegalauan antara tega dan tidak tega terjadi. Akhirnya telpon berdering berulang-ulang sampai saya tidak sempat mengangkat. Detik terakhir sudah klimaks telpon saya angkat ternyata rombongan menunggu saya. Saya segera bergegas berangkat kekampus karena sudah ditunggu rombongan. Pikiran tidak tenang terus terngiang-ngiang tangisan si kecil di sepanjang perjalanan. Maklum si kecil nomor 4 masih berumur 3 tahun. Alhamdulillah kegalauan berkurang, saya yakin itu seiring juga dengan redanya rewel si kecil. Itulah fakta ikatan batin ibu dan anak.
Rombongan Raker berangkat sekitar pukul 08.00 dari kampus IAIN Tulungagung. Perjalanan pada menit 90 sampai Blitar dan kurang lebih jam 11.30 sampai dialun-alun Malang. Sholat Jumat dilaksanakan di Masjid jamik Malang dekat alun-alun. Kita para ibu-ibu istirahat dimobil sebagian turun mobil menikamati indahnya pemandangan di alun-alun Malang. Kurang lebiih jam 12.45 perjalanan dilanjutkan menuju ke Probolinggo (Bromo). Keletihan mulai terasa setelah perjalanan 4 jam. Fakta terbukti ternyata daerah Probolinggo untuk menuju lokasi Bromo jalanannya berlikuk-likuk dan menanjak. Pusing dan mual
mulai terasa ketika mobil melaju pada jalan yang berbelok dan menanjak. Dzikir dan pasrah yang bisa kita ikhtiarkan. Akhirnya kurang lebih jam 15.00 sampai lokasi hotel tempat kita menginap dan melaksanakan Raker.
Suasana dingin tapi indah bisa kita rasakan. Turun dari mobil kita langsung bergegas keresepsionis untuk menikmati minuman hangat dan makanan kecil, serta mengambil kunci kamar. Lega sudah bisa sampai lokasi dengan selamat. Cuaca dingin ternyata mengecilkan nyali untuk mandi. Saya menantang diri dengan mandi memanfaatkan fasilitas air hangat yang ada. Alahamdulillah lelah letih berkurang setelah mandi air hangat sekalipun agak pusing. Saya merebahakan badan sejenak seusai shalat, seraya menunggu instruksi pelaksanaan pembukaan Raker FTIK.
Alhamdulillah, pembukaan dilaksanakan bakda Maghrib. Hadir dalam pembukaan warek 1, warek 2, warek 3 IAIN Tulungagung. Pembukaan dimulai dengan pembawa acara ibu Khusna. Acara diawali dengan pembukaan membaca surat Al Fatihah dipandu oleh pembawa acara. Selanjutnya pembacaan ayat suci al-Quran oleh pak Mustofa, dilanjut sambutan ibu dekan FTIK Hj. Binti Maunah kemudian dibuka secara resmi oleh Warek 1 , bapak Abdul Aziz. Acara pembukaan ditutup dengan doa yang dipandu oleh KH. Arif Faizin.
Acara dilanjutkan materi yang disampaikan oleh wadek 1, wadek 2 dan wadek 3 FTIK serta kabiro IAIN Tulungagung. Dinginnya malam itu membuat badan menggigil ditambah ngantuk seiring waktu tambah malam. Acara malam itu berakhir kurang lebih jam 24.00. Usai acara kita bergegas kekamar untuk istirahat. Dingin malam
semakin menjadi meskipun sudah berselimut, pakai jaket serta kaos kaki. Ternyata hawa dingin menjadikan tidur tidak dapat nyenyak. Waktu malam itu berlalu hingga sampai pukul 05.00. Suara berisik gemuruh mobil jip dan sepeda motor menuju lokasi kawah Bromo terdengar sejak dini hari. Cuaca dingin sekali mengurungkan niatan saya untuk jalan-jalan keluar. Aku memberanikan diri mandi air hangat. Singkat kata waktu terus bergulir dan tiba saatnya untuk mengawali aktivitas Raker dengan sarapan dulu sebelum fun game. Kurang lebih pukul 08.15 fun game dimulai dengan pemandu bernama Paksi.
Kegiatan fun game diawali dengan pemanasan gerakan ringan. Kita diminta membentuk lingkaran saling berhadapan. Kegiatan ini sangat menyenangkan serta membuat pikiran dan tenaga menjadi fresh. Ada satu permaian yang mengesankan bagi saya yaitu ketika dibentuk kelompok kurang lebih 13 orang satu kelompok. Tugas kelompok diawali dengan menunjuk ketua kelompok. Selanjutnya ketua kelompok ditugaskan menunjuk wakil ketua. Amanah memimpin kelompok akhirnya ditugaskan ke wakil ketua. Pemandu meminta para wakil maju kedepan untuk membuat motto, nama kelompok dan yel-yel dengan bermusyawarah kepada anggota kelompok. Kelompok kami cukup kompak. Ide pertama muncul terkait motto kelompok yaitu; warek, kuat, sehat. Warek karena enak makannya, kuat karena tidak lesu dan makannya bisa tercukupi, sehat karena warek dan kuat. Nama kelompok, kita musyawarahkan harus senada dengan motoo, yaitu muncul ide Temu Lawak. Nama kelompok Temu Lawak terinspitrasi pada menyebarnya virus corona saat ini. Temuan ahli telah membuktikan bahwa empon-empon salah satunya Temu
Lawak adalah penangkal ampuh virus corona. Temu Lawak apabila dikonsumsi secara rutin dapat menjadikan tubuh warek karena makannya enak, kuat karean suplay makanan tercukupi sehingga tidak malas dan sehat karena warek serta kuat tadi. Keluarga kami dalam keseharian selalu mengkonsumsi Temu Lawak yang diiris tipis kemuadian dikeringkan selanjutnya direbus. Irisan temu lawak kering kita rebus dengan air, setelah mendidih kita tiriskan dan siap dikonsumsi ditamabah dengan madu secukupnya. Alhamdulillah kebiasaan mengkonsumsi temu lawak ini sekalipun terasa pahit, ketiga anak saya yang masih kecil sudah terbiasa meminumnnya untuk konsumsi keseharian. Pembaca bisa mempraktekkan mulai sekarang apalagi ditengah maraknya virus corona saat ini. Motto dan nama kelompok Temu Lawak ternyata membawa berkah bagi kelompok kami, karena berhasil menjadi juara satu dari tiga kelompok yang ada. Kita sangat puas dan gembira dengan fun game yng disiapkan panitia. Waktu terus berlalu dan fun game diakhiri, selanjutnya persipan diskusi materi di Hall Hotel.
Diskusi kelompok kami membahas tentang Renstra FTIK. Anggota kelompok yang membahas Renstra ini terdiri dari 16 orang. Diskusi diawali dengan doa dipinmpin oleh bapak Fatkhul Mujib. Kita dipersilahkan memncermati Renstra yang sudah dishare digroup Raker. Diskusi berjalan cukup serius dan menyenangkan serta menegangkan. Kita (peserta Raker), tiba-tiba menerima informsi mendadak. Pak Kabiro dan Warek satu menyampaikan bahwa kita semua para peserta Raker harus waspada terhadap virus corona yang informasinya terus santer penyebarannya. Informasi terkait Corona ini sontak membuat kita cemas dan takut. Doa dan Dzikir
mewarnai kegalauan ini. Makan siang tiba waktunya, tetapi selera makan menjadi berkurang karena tergerus oleh ketakutan dan kecemasan. Makan siang sudah selesei, kita bergegas kekamar untuk melaksanakan sholat dan istirahat sejenak. Informasi persiapan paacking pulang kita terima. Packing segera kita laksanakan dan persiapan penutupan dan pulang. Sepanjang perjalan pulang informasi perkembangan virus corona di media sosial semakin santer. Perjalanan pulang cukup singkat karena rombongan mobil memanfaatkan fasilitas via tol. Sehingga sekitar empat jam setengah sudah tiba dikampus. Alahamdulillah akhirnya sampai dirumah dengan selamat dan sehat. Raker, temu lawak dan corona menjadi serba serbi singkat yang bisa penulis bagikan kepada pembaca. Semoga bermanfaat.
Indah Komsiyah, lahir di Tulungagung, tanggal 18 Mei 1976. Tempat tinggal penulis di Sumberdadi RT 02 RW 05 Sumbergempol Tulungagung. Aktivitas keseharian adalah sebagai Tenaga Pendidik di IAIN Tulungagung. Riwayat Pendidikan; Sekolah Dasar di SDN 3 Sumberdadi, Sekolah Menengah Pertama di SMPN 1 Tulungagung, Sekolah Menengah Atas di SMAN 1 Kauman, S1 di STAIN Tulungagung Jurusan PAI, S2 di Universitas Negeri Malang jurusan Teknologi Pembelajaran, S3 di IAIN Tulungagung jurusan Manajemen Pendidikan Islam, saat ini dalam proses penyeleseian Disertasi. Keluarga kecil penulis: Suami H.Koirudin (50 thn), 4 (empat) putra putri ; M.Hanif Ahza Abbas (18 thn), Alisha Naila Helga (11 thn), Ahmad Gustin Tsaqib Abbas (7 thn) dan Aida Fitria Zahra (3 thn). Email [email protected].