• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.10 Uji Evaluasi Tablet

3.10.1 Uji homogenitas warna tablet

Dilihat permukaan tablet bagian atas, bawah, dan sisi bulatan tablet apakah terdapat bintik-bintik warna selain warna kuning. Warna dibandingkan dengan

3.10.2 Uji kekerasan tablet

Penetapan kekerasan tablet menggunakan alat Strong cobb hardness tester. Cara: sebuah tablet diletakkan antara anvil dan punch tegak lurus, tablet dijepit dengan cara memutar skrup pemutar sampai lampu stop menyala. Knop ditekan, dan dicatat angka yang ditunjukkan jarum penunjuk skala pada saat tablet pecah. Percobaan ini dilakukan untuk 5 tablet. Syarat kekerasan tablet 4 kg–8 kg (Parrott, 1971).

3.10.3 Uji friabilitas tablet

Penetapan friabilitas tablet menggunakan alat Roche friabilator. Cara: ditimbang 20 tablet yang telah dibersihkan dari debu (A) dimasukkan ke dalam alat dan diputar selama 4 menit. Tablet dikeluarkan dan dibersihkan dari debu kemudian ditimbang (B), kehilangan bobot tidak lebih dari 0,8 % (Banker dan Anderson, 1994).

Friabilitas dapat dihitung dengan rumus:

3.10.4 Uji waktu hancur tablet

Penetapan waktu hancur tablet menggunakan alat Disintegration tester. Alat ini terdiri dari suatu rangkaian keranjang, gelas piala berukuran 1000 ml termostat untuk memanaskan cairan media antara 36o hingga 38° dan alat untuk menaikturunkan keranjang dalam cairan media pada frekuensi yang tetap antara 29 kali hingga 32 kali per menit melalui jarak tidak kurang dari 5,3 cm dan tidak lebih dari 5,7 cm. Rangkaian keranjang terdiri atas 6 tabung transparan yang kedua ujungnya terbuka, masing-masing dengan panjang 7,75 cm ± 0,25 cm,

tabung-tabung ditahan pada posisi vertikal oleh dua lempeng plastik, masing-masing dengan diameter 9 cm, tebal 6 mm, dengan 6 buah lubang, masing-masing-masing-masing berdiameter lebih kurang 24 mm dan berjarak sama dari pusat lempengan maupun antara lubang satu dengan lainnya.

Cara : Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang, masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. Angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Sediaan dinyatakan hancur sempurna bila sisa sediaan, yang tertinggal pada kasa alat uji merupakan masa lunak yang tidak mempunyai inti yang jelas. Waktu hancur tablet tidak lebih dari 30 menit. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang dari 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Dengan cara ini harus dipenuhi persyaratan waktu hancur (Depkes RI., 1995).

3.10.5 Uji penetapan kadar parasetamol

3.10.5.1 Pembuatan larutan dapar fosfat pH 5,8

Masukkan 50 ml kalium fosfat monobasa 0,2 M ke dalam labu tentukur 200 ml, tambahkan 3,6 ml NaOH 0,2 M, kemudian tambahkan air sampai tanda (Depkes RI., 1995)

3.10.5.2 Pembuatan larutan induk baku dalam dapar fosfat pH 5,8

Timbang seksama 25 mg parasetamol BPFI dimasukkan ke dalam labu tentukur 25 ml, dilarutkan dengan dapar fosfat pH 5,8 sampai garis tanda, lalu dikocok homogen (konsentrasi 1000 mcg/ml) (LIB I). Dipipet sebanyak 1 mL larutan tersebut, dimasukkan kedalam labu tentukur 25 mL, dicukupkan dengan

Diperoleh larutan induk baku dengan konsentrasi 40,080 mcg/ml (LIB II). 3.10.5.3 Pembuatan kurva serapan

Dari LIB II Parasetamol, dipipet sebanyak 1,62 ml dan dimasukkan ke dalam labu tentukur 10 ml, diencerkan dengan dapar fosfat pH 5,8 sampai garis tanda. Dikocok homogen maka akan diperoleh konsentrasi 6,5 mcg/ml. Diukur serapannya pada panjang gelombang 200-400 nm dan sebagai blanko digunakan dapar fosfat pH 5,8.

3.10.5.4 Pembuatan linieritas kurva kalibrasi

Dari LIB II dipipet 0,76; 1,12; 1,48; 1,84 dan 2,24 ml, dimasukkan ke dalam labu tentukur 10 ml, kemudian dicukupkan dengan dapar fosfat pH 5,8 sampai garis tanda, sehingga diperoleh konsentrasi 3,2 mcg/ml; 4,4 mcg/ml; 6 mcg/ml; 7,2 mcg/ml dan 8,8 mcg/ml. Diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum.

3.10.5.5 Penetapan kadar tablet parasetamol

Timbang seksama sebanyak 20 tablet, kemudian digerus sampai homogen. Ditimbang sejumlah serbuk setara dengan 25 mg parasetamol sebanyak 6 kali, masing-masing dimasukkan ke dalam labu tentukur 25 ml, kemudian cukupkan dengan dapar fosfat pH 5,8 sampai garis tanda, dikocok homogen maka diperoleh larutan dengan konsentrasi teoritis 1000 mcg/ml. Saring dengan kertas saring, filtrat pertama dibuang dan filtrat selanjutnya di tampung. Dari larutan tersebut dipipet sebanyak 0,16 ml dan dimasukkan ke dalam labu tentukur 25 ml, diencerkan dengan dapar fosfat pH 5,8 kemudian dicukupkan sampai garis tanda, maka diperoleh larutan dengan konsentrasi 6,4 mcg/ml. Kemudian diukur serapannya pada panjang gelombang 243,0 nm dengan dapar fosfatp H 5,8.

3.10.6 Uji disolusi tablet

Alat terdiri dari sebuah wadah tertutup yang terbuat dari kaca atau bahan transparan lain yang inert, suatu motor, suatu dayung yang terdiri dari daun dan batang sebagai pengaduk. Batang berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertikal wadah dan berputar dengan halus tanpa goyangan yang berarti. Daun melewati diameter batang sehingga dasar daun dan batang rata. Jarak 25 mm ± 2 mm antara daun dan bagian dalam dasar wadah dipertahankan selama pengujian berlangsung. Daun dan batang logam yang merupakan satu kesatuan dapat disalut dengan penyalut inert yang sesuai. Sediaan dibiarkan tenggelam ke dasar wadah sebelum dayung mulai berputar. Sepotong kecil bahan yang tidak bereaksi seperti gulungan kawat berbentuk spiral dapat digunakan untuk mencegah mengapungnya sediaan. Media disolusi tablet parasetamol menggunakan 900 ml larutan dapar fosfat pH 5,8 Caranya: Masukkan 900 ml larutan dapar fosfat pH 5,8 ke dalam wadah, pasang alat, biarkan media disolusi hingga suhu 37o ± 0,5o dan angkat termometer. Masukkan satu tablet ke dalam alat, hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan yang diuji dan segera jalankan alat pada laju kecepatan 50 rpm. Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu yang dinyatakan, ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan media disolusi dan bagian atas daun dari alat dayung, tidak kurang 1cm dari dinding wadah. Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi (Depkes RI., 1995).

Dari hasil penetapan kadar, yang diperoleh seperti yang tertera dalam masing-masing monografi, hitung jumlah zat aktif dari masing-masing dari 10 tablet dengan anggapan zat aktif terdistribusi secara homogen. Persyaratan keragaman bobot atau keseragaman kandungan terletak antara 85,0 hingga 115,0% dari yang tertera pada etiket dan simpangan baku relatif kurang dari atau sama dengan 6,0% (Depkes RI., 1995).

Dokumen terkait