PROFIL PENGANGGURAN 2001 ‐ 2006
2.6. Setengah Pengangguran
2.6.2 Setengah Pengangguran Sukarela
2.6.2 Setengah Pengangguran Sukarela 2.6.2.1. Setengah Pengangguran Sukarela menurut Propinsi, 2002‐2006
Berdasarkan Tabel 2.10 propinsi yang memiliki TSP Sukarela terendah selama periode tahun 2002‐2006 adalah Propinsi DKI Jakarta yaitu berkisar antara 3,48 persen sampai dengan 5,18 persen, sedangkan propinsi yang memiliki TSP
Sumber: Sakernas 2001‐2006, BPS
Sukarela tertinggi selama periode tahun 2002‐2006 adalah NTT yaitu berkisar antara 23,55 persen sampai dengan 33,11 persen.
Tabel 2.10. Tingkat Penganggur Sukarela menurut Propinsi, Tahun 2002 – 2006
PEB NOP PEB AGT
NAD 19,50 23,31 17,99 16,67 15,53 15,38 13,73 SUMATERA UTARA 15,61 15,71 14,64 12,32 13,20 13,16 13,60 SUMATERA BARAT 16,41 16,81 14,31 15,71 15,48 15,17 15,40 RIAU 17,83 15,01 9,13 11,57 11,01 15,05 16,83 JAMBI 16,54 17,01 19,17 13,34 13,79 20,06 17,63 SUMATERA SELATAN 20,85 25,73 20,47 21,61 20,13 19,99 21,96 BENGKULU 16,29 12,15 17,62 13,11 14,25 14,53 14,11 LAMPUNG 22,39 18,87 19,44 18,10 16,72 17,61 17,53 BABEL 22,37 20,44 13,37 12,68 13,48 13,80 13,49 KEP. RIAU - - - - - 5,85 5,62 DKI JAKARTA 3,72 3,87 3,91 3,48 3,92 4,50 5,18 JAWA BARAT 12,27 11,79 9,60 10,47 9,44 10,66 9,07 JAWA TENGAH 17,54 16,53 14,99 15,90 15,60 16,62 16,50 DI YOGYAKARTA 16,21 17,83 16,66 16,12 17,44 15,62 14,56 JAWA TIMUR 19,60 17,21 15,09 16,45 16,98 16,40 16,62 BANTEN 1203 9,60 9,22 10,38 8,16 9,50 7,99 BALI 12,19 10,08 15,34 13,12 13,74 12,76 12,78 NTB 13,21 12,02 9,36 12,43 12,76 11,13 11,01 NTT 32,01 33,11 23,55 27,41 31,71 29,63 29,58 KALIMANTAN BARAT 16,26 17,77 15,26 15,82 13,68 18,26 14,89 KALIMANTAN TENGAH 11,27 10,42 12,28 13,75 11,56 17,11 17,27 KALIMANTAN SELATAN 13,32 16,77 13,73 13,66 14,67 15,76 14,13 KALIMANTAN TIMUR 10,17 16,43 10,52 13,12 8,82 10,11 7,90 SULAWESI UTARA 19,19 18,68 14,01 13,67 14,52 15,96 14,87 SULAWESI TENGAH 17,35 17,49 19,24 17,97 15,12 15,77 17,42 SULAWESI SELATAN 20,92 19,58 18,59 19,60 18,69 18,51 16,47 SULAWESI TENGGARA 16,82 12,08 15,94 17,95 18,38 17,17 18,33 GORONTALO 18,16 30,99 12,15 17,74 12,46 12,08 18,30 SULAWESI BARAT - - - - - 24,96 20,81 MALUKU 27,96 19,08 8,04 11,89 10,77 7,95 12,93 MALUKU UTARA 12,56 19,51 17,54 17,97 16,38 19,58 24,21 PAPUA BARAT - - - - - 16,67 19,89 PAPUA 22,33 17,57 21,83 14,54 14,35 21,60 21,90 TOTAL 16,55 15,86 13,97 14,48 14,17 14,79 14,41 2005 2006 PROPINSI 2002 2003 2004 Sumber: Sakernas 2002‐2006, BPS
http://www.bps.go.id
TSP Sukarela bulan Agustus 2006 cenderung menurun dibandingkan dengan tahun 2002 pada sebagian besar propinsi, tetapi ada pula beberapa propinsi yang mengalami kenaikan TSP Sukarela, dua diantaranya yang cukup significant adalah Maluku Utara dan Kalimantan Tengah. Pada tahun 2002 TSP Sukarela Maluku Utara hanya sebesar 12,56 persen sedangkan pada bulan Agustus 2006 mengalami kenaikan sebesar 11,65 persen menjadi sebesar 24,21 persen. Kalimantan Tengah pada tahun 2002 sebesar 11,27 sedangkan pada bulan Agustus 2006 menalami kenaikan sebesar 5,99 persen menjadi sebesar 17,27 persen.
2.6.2.2. Setengah Pengangguran Sukarela menurut Jenis Kelamin Tahun 2001‐2006
Merujuk pada Grafik 2.4 TSP Sukarela menurut jenis kelamin pada tahun 2001‐2006 dapat ditarik kesimpulan bahwa TSP Sukarela perempuan selalu lebih tinggi daripada TSP Sukarela laki‐laki. TSP Sukarela Perempuan yang terendah terjadi pada tahun bulan Agustus 2006 yaitu sebesar 21,78 persen sedangkan yang tertinggi terjadi pada tahun 2001 yaitu
2001 2002 2003 2004 PEB 2005 NOP 2005 PEB 2006 AGT 2006 25,55 25,41 24,13 21,83 22,70 22,16 22,78 21,78 10,91 11,31 10,97 9,44 9,57 9,68 10,22 10,20 0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 Laki-laki Perempuan sebesar 25,55 persen. TSP Sukarela laki‐laki yang tertinggi terjadi pada tahun 2002 yaitu sebesar 11,31 persen sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2004 yaitu hanya sebesar 9,44 persen. Perbandingan TSP Sukarela perempuan dengan TSP Sukarela laki‐laki cukup jauh yaitu dua kali lipat lebih.
Grafik 2.4 Tingkat Setengah Penganggur Sukarela menurut Jenis Kelamin, Tahun 2001‐2006
Pada periode tahun 2001‐2006, TSP Sukarela baik laki‐ laki maupun perempuan cenderung menurun. TSP Sukarela laki‐laki pada tahun 2001 sebesar 10,91 persen mengalami
penurunan sebesar 0,71 persen menjadi 10,20 persen pada Agustus 2006, begitupula dengan TSP Sukarela perempuan sebesar 25,55 persen pada tahun 2001 turun sebesar 3,77 persen menjadi sebesar 21,78 persen pada Agustus 2006. 2.6.2.3. Setengah Pengangguran Sukarela menurut Tingkat Pendidikan, 2001‐2006
Gambaran umum TSP Sukarela menurut pendidikan tertinggi adalah terjadi penurunan TSP Sukarela pada Agustus 2006 dibanding pada tahun 2001 pada hampir semua tingkat pendidikan kecuali Diploma I/II dan Universitas. TSP Sukarela Diploma I/II pada tahun 2001 sebesar 22,30 persen mengalami kenaikan sebesar 2,59 persen menjadi sebesar 24,89 persen pada Agustus 2006 dan TSP Sukarela Universitas pada tahun 2001 sebesar 10,76 persen sedangkan pada Agustus 2006 mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen menjadi 11,13 persen (lihat Tabel 2.11).
Tabel 2.11. Tingkat Setengah Penganggur Sukarela menurut Pendidikan Tertinggi, Tahun 2001 – 2006
PEB NOP PEB AGT
TDK/BLM SEKOLAH 33,60 33,05 28,64 27,47 30,20 31,42 33,47 33,02 TDK/BLM TAMAT SD 24,37 24,81 25,26 22,14 22,64 23,28 24,71 24,00 SD 17,49 17,96 18,84 16,29 16,60 16,84 17,36 16,67 SLTP UMUM/SMP 11,29 11,36 10,93 9,57 10,50 9,83 9,56 9,79 SLTP KEJURUAN 14,10 12,22 12,64 10,06 13,00 11,56 11,43 12,13 SLTA UMUM/SMU 5,95 6,43 6,03 5,42 5,30 4,84 5,86 5,53 SLTA KEJURUAN/SMK 8,51 7,92 7,45 6,42 7,13 5,83 6,08 6,41 DIPLOMA I/II 22,30 21,83 22,65 24,56 21,12 21,47 19,23 24,89 AKADEMI/DIPLOMA III 11,67 10,39 10,86 8,65 9,35 10,02 8,67 8,20 UNIVERSITAS 10,76 11,45 11,67 11,07 10,73 11,89 11,23 11,13 TOTAL 16,49 16,55 15,86 13,97 14,48 14,17 14,79 14,41 2005 2004 2006 PENDIDIKAN TERTINGGI 2001 2002 2003
Selama kurun waktu 6 tahun yaitu tahun 2001‐2006, tampak bahwa pekerja yang tidak/belum sekolah mendominasi setengah penganggur sukarela dibandingkan perkerja dengan tingkat pendidikan lainnya, hal ini dikarenakan TSP Sukarela tidak/belum sekolah selalu menjadi yang tertinggi dibandingkan tingkat pendidikan lainnya yaitu berkisar antara 27,47 persen sampai dengan 33,60 persen. Selama kurun waktu tersebut SLTA Umum/SMU mempunyai TSP Sukarela yang paling rendah yaitu hanya berkisar antara 4,84 persen sampai dengan 6,43 persen
Sumber: Sakernas 2001‐2006, BPS
2.6.2.4. Setengah Pengangguran Sukarela menurut Kelompok Umur, 2001‐2006
Berdasarkan Tabel 2.12 dapat dilihat bahwa pada periode tahun 2001‐2006 kelompok umur (60+) tahun mempunyai TSP Sukarela yang tertinggi dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Kelompok umur (60+) tahun mempunyai TSP Sukarela terendah pada tahun 2004 yaitu sebesar 30,90 persen dan tertinggi pada tahun 2002 yaitu sebesar 38,96 persen. Selama periode tahun 2001‐2006 kelompok umur yang mempunyai TSP Sukarela terendah dibandingkan dengan kelompok umur yang lain adalah (20‐24) tahun. Kelompok umur (20‐24) tahun mempunyai TSP Sukarela terendah pada Nopember 2005 yaitu sebesar 5,43 persen sedangkan tertinggi pada tahun 2001 yaitu sebesar 8,06 persen.
Selama periode tahun 2001‐2006 TSP Sukarela cenderung menurun pada hampir semua kelompok umur kecuali (60+) tahun. Kelompok umur (60+) tahun pada tahun 2001 sebesar 35,76 persen mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen menjadi sebesar 36,14 persen pada Agustus 2006.
Tabel 2.12. Tingkat Setengah Penganggur Sukarela menurut Kelompok Umur, Tahun 2001 – 2006
PEB NOP PEB AGT
15 - 19 11,82 9,68 8,98 7,93 9,09 6,93 7,99 7,27 20 - 24 8,06 7,38 7,56 5,67 5,76 5,43 5,46 5,61 25 - 29 10,87 10,90 10,54 8,78 8,78 8,66 8,98 8,58 30 - 34 12,88 13,43 12,46 10,74 10,92 11,61 11,10 11,13 35 - 39 16,41 15,79 15,23 13,58 13,61 12,90 12,96 13,17 40 - 44 17,25 17,14 17,85 15,31 16,17 15,38 16,02 15,06 45 - 49 18,79 19,39 19,05 16,85 17,91 17,28 18,08 17,64 50 - 54 22,50 22,25 23,11 19,73 21,47 20,84 22,67 21,58 55 - 59 28,10 28,28 27,85 24,03 25,35 26,67 26,75 24,96 60 + 35,76 38,86 31,08 30,90 33,14 33,47 36,71 36,14 TOTAL 16,49 16,55 15,86 13,97 14,48 14,17 14,79 14,41 2001 2002 2003 KELOMPOK UMUR 2004 2005 2006 2.6.2.5. Setengah Pengangguran Sukarela menurut Daerah Tempat Tinggal, 2001‐2006
Secara umum TSP Sukarela di daerah pedesaan selalu lebih tinggi dibandingkan dengan TSP Sukarela di daerah perkotaan selama periode tahun 2001‐2006 (lihat Grafik 2.5). Pada tahun 2001 TSP Sukarela daerah perkotaan hanya sebesar 9,39 persen sedangkan TSP Sukarela daerah pedesaan mencapai 21,43 persen dan pada Agustus 2006 TSP Sukarela
Sumber: Sakernas 2001‐2006, BPS
daerah pedesaan sebesar 8,17 persen sedangkan daerah perkotaan sebesar 18,81 persen. Grafik 2.5 Tingkat Setengah Penganggur Sukarela menurut Daerah Tempat Tinggal Tahun 2001‐2006 2001 2002 2003 2004 Peb '05 Agt '05 Peb '06 Agt '06 21,43 21,63 20,63 18,17 18,68 18,64 19,27 18,81 9,39 9,48 9,06 7,95 8,49 7,82 8,37 8,17 0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 Perkotaan Pedesaan Sumber: Sakernas 2001‐2006, BPS
Selama periode tahun 2001‐2006, TSP Sukarela tertinggi pada daerah perkotaan dan pedesaan terjadi pada tahun yang sama yaitu tahun 2001 masing‐masing sebesar 9,39 persen dan 21,43 persen. TSP Sukarela terendah untuk daerah perkotaan terjadi pada tahun 2005 bulan Nopember yaitu sebesar 7,82
persen sedangkan untuk daerah pedesaan terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar 18,17 persen .
2.6.2.6. Setengah Pengangguran Sukarela menurut Lapangan Pekerjaan, 2001‐2006
Berdasarkan Tabel 2.13 menunjukkan bahwa selama periode tahun 2001‐2006 jumlah setengah pengangguran sukarela paling banyak berada pada sektor pertanian yaitu berkisar antara 10 juta orang sampai dengan 11 juta orang. Jumlah setengah pengangguran sukarela tertinggi kedua ditempati oleh sektor perdagangan yaitu berkisar antara 1,8 juta orang sampai dengan 2,2 juta orang.
Selama periode 2001‐2006 jumlah setengah penganggur sukarela sebagian besar sektor/lapangan pekerjaan mempunyai trend yang meningkat. Berdasarkan Tabel 2.13 lapangan pekerjaan yang mempunyai trend jumlah setengah penganggur sukarela menurun adalah sektor pertanian, pertambangan, industri, dan perdagangan.
Tabel 2.13. Jumlah Setengah Penganggur Sukarela menurut Lapangan Pekerjaan, Tahun 2001 – 2006
(dalam ribuan)
Pebruari Nopember Pebruari Agustus PERTANIAN 11 172,4 11 542,0 11 657,4 10 028,7 10 429,4 10 414,3 11 116,0 10 354,8 PERTAMBANGAN 89,6 53,5 47,0 66,7 32,2 54,1 62,6 63,5 INDUSTRI 1 071,1 1 096,2 907,3 745,2 947,3 914,9 887,9 964,7 LISTRIK, GAS DAN AIR 5,0 3,7 7,2 9,8 9,8 6,3 17,0 12,0 BANGUNAN 72,2 78,2 66,3 81,1 46,6 67,1 82,9 79,0 PERDAGANGAN 2 007,8 2 168,6 1 918,2 1 884,7 2 053,3 1 786,3 1 851,2 1 868,7 ANGKUTAN 172,2 166,1 137,5 154,6 170,7 150,2 152,7 192,1 KEUANGAN 46,5 38,7 40,1 39,6 60,6 62,8 56,4 87,2 JASA 1 657,8 1 533,2 1 512,7 1 518,7 1 573,0 1 547,9 1 487,7 1 704,1 TOTAL 16 294,6 16 680,2 16 293,7 14 529,2 15 322,8 15 003,9 15 714,3 15 325,9 2004 2005 2006 LAPANGAN PEKERJAAN 2001 2002 2003
2.6.2.7. Setengah Pengangguran Sukarela menurut Status Pekerjaan Utama, 2001‐2006
Dari Grafik 2.6 menunjukkan bahwa selama periode tahun 2001‐2006 setengah penganggur sukarela yang jumlahnya terbesar adalah setengah penganggur sukarela dengan status pekerjaan utama pekerja tak dibayar yaitu sekitar 5 juta orang sampai dengan 6 juta orang. Tertinggi kedua adalah setengah pengangguran sukarela dengan status
Sumber: Sakernas 2001‐2006, BPS
pekerjaan utama berusaha dibantu buruh tidak tetap yaitu sekitar 4 juta orang sampai dengan 5 juta orang.
Setengah penganggur sukarela dengan status pekerjaan utama pekerja tak dibayar mencapai angka yang tertinggi pada tahun 2001, sedangkan pada status pekerjaan utama berusaha dibantu buruh tidak tetap terjadi pada tahun 2002. Grafik 2.6 Jumlah Setengah Penganggur Sukarela menurut Status Pekerjaan UtamaTahun 2001‐2006 (dalam jutaan) 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00
2001 2002 2003 2004 Peb 2005 Nop 2005 Peb 2006 Agt 2006
BERUSAHA SENDIRI
BRSH DIBANTU BURUH TDK TETAP BERUSAHA DIBANTU PEKERJA TETAP
BURUH/KARYAWAN PEKERJA BEBAS PERTANIAN PEKERJA BEBAS NON PERTANIAN PEKERJA TAK DIBAYAR
Sumber: Sakernas 2001‐2006, BPS