• Tidak ada hasil yang ditemukan

: Setiap ruang pre-Hilbert merupakaan ruang bernorma

Dalam dokumen Pengantar. Pengantar Analisis Fungsional (Halaman 23-27)

Teorema 3.1.9 : Setiap ruang pre-Hilbert merupakaan ruang bernorma.

Bukti : Diambil sebarang dua vector x dan y di dalam ruang pre-Hilbert H sebaraang skalar 𝛼. Telah diperoleh, Teorema 3.1.4,

(i) ||x|| β‰₯ 0 dan ||x|| = 0 jika dan hanya jika x = πœƒ . (ii) ||𝛼x|| = |𝛼|.||x||.

(iii) Tinggal memperlihatkan ||x + y|| ≀ ||x|| + ||y||.

||x + y||2 = <x + y,x + y> = ||x||2 + <x,y> +<y,x> + ||y||2

≀ ||x||2 + |<x,y>| +|<y,x>| + ||y||2 ≀ ||x||2 + 2.||x||.||y|| + ||y||2 = {||x|| + ||y||}2 . Jadi terbukti bahwa ||x + y|| ≀ ||x|| + ||y||. ∎

Catatan penting :

Karena Setiap ruang Pre-Hilbert merupakan ruang bernorma, maka setiap pe- ngertian, setiap sifat, setiap lemma, dan setiap teorema yang berlaku/benar pada ruang bernoma berlaku pula pada ruang pre-Hilbert.

Definisi 3.1.10 : Ruang Hilbert adalah ruang pre-Hilbert, sebagai ruang bernor- ma, yang lengkap.

Conton 3.1 (c)

1. Menurut Contoh 3.1 (b) nomor 1, l2 merupakan ruang pre-Hilbert dan karena l2, sebagai ruang bernorma, lengkap, maka l2 merupakan ruang Hilbert.

3.2 Basis ortonormal

Teorema 3.2.1 : Diketahui barisan {xk} dan barisan {yk} di dalam ruang pre- Hilbert H, x, y πœ– H dan 𝛼 sebarang skalar.

(i) Jika {xk} konvergen ke x dan {yk} konvergen ke y, maka {𝛼xk} konvergen ke 𝛼x, {xk + yk} konvergen ke x + y, dan {<xk ,yk>} konvergen ke <x,y>.

(ii) Jika {xk} dan {yk} barisan Cauchy, maka {<xk ,yk>} dan { ||xk|| } barisan Cauchy dan oleh karena itu konvergen.

Bukti ; Jika {xk} barisan Cauchy, maka {xk} terbatas, sebab untuk bilangan real 1 ada bilangan asli N sehingga jika k, l β‰₯ N bear bahwa

23 ||xk – xl|| < 1 yang berakibat ||xN|| - 1 < ||xk|\ < ||xN|| + 1 untuk k β‰₯ N’

Dengan mengambil bilangan

M = maks{ ||x1||, ||x2||, . . . ,||xN-1||, ||xN|| + 1 }

||xk|| ≀ M untuk setiap k yang berarti {xk} terbatas.

Berdasarkan hasil tersebut dengan mudah bagian (ii) dan bagian (i0 yang terakhir.

∎

Mudah difahami bahwa setiap barisan ortogonal dapat dibawa ke barissan orto- normal.

Contoh 3.2 (a)

1. Barisan { 1, sin π‘₯, cos π‘₯, sin 2π‘₯, cos 2π‘₯, . . . . } merupakan barisan orthogonal pada [βˆ’πœ‹, πœ‹] terhadap inner-product <f,g> = ∫ π‘“βˆ’πœ‹πœ‹ (x)g(x)dx di dalam ruang pre-Hilbert koleksi semua fungsi yang terintegral pada [-πœ‹, πœ‹] sebab

∫ sin π‘šπ‘₯βˆ’πœ‹πœ‹ cos 𝑛π‘₯dx untuk setiap m dan n.

Teorema 3.2.3 : Jika {zk} barisan bebas linear di dalam tuang pre-Hilbert H, ma-ka ada barisan ortonormal {xk} sehingga [{zk}] = [{xk}] ( mrmbangkitkan ruang-bagian yang sama ).

Teorema 3.2.4 : ( Kesamaan dan ketidaksamaan Bessel )

Jika {xk} barisan ortonormal di dalam ruang pre-Hilbert H, maka untuk setiap x πœ– H benar bahwa

(i) ||x – βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk>xk ||2 = ||x||2 – βˆ‘βˆžπ‘˜βˆ’1|<x,xk |2 , (ii) ||x||2 β‰₯ βˆ‘βˆžπ‘˜βˆ’1|<x,xk>|2 .

Bukti : Karena {xk} barisan ortonormal, maka <xi ,xj> = 0 untuk setiap i β‰  𝑗 dan

<xi ,xi> = 1 untuk setiap i . Oleh karena itu untuk setiap x πœ– H diperoleh :

24 (i) ||x – βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk>xk ||2 = < x - βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk>xk , x - βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk>xk >

= ||x||2 – βˆ‘βˆžπ‘˜βˆ’1|<x,xk |2 . (ii) Akibat (i) : ||x||2 β‰₯ βˆ‘βˆžπ‘˜βˆ’1|<x,xk>|2 .

Definisi 3.2.5 : Barisan ortonormal {xk} di dalam ruang pre-Hilbert H disebut basis ortonormal (orthonormal basis ) jika untuk setiap x πœ– H ada barisan bi-langan {π›Όπ‘˜} sehingga

x = βˆ‘βˆžπ’Œ=πŸπœΆπ’Œxk . Contoh 3.2 (b)

1. Barisan {ek} di dalam l2 dengan ek berupa barisan yang unsur ke-k sama dengan 1 sedankan unsur lainnya sama dengan 0 meupakan basis ortonormal di ruang bernorma l2 .

2. { 1

√2πœ‹ , sin π‘₯

βˆšπœ‹ , cos π‘₯

√ πœ‹ , sin 2π‘₯

βˆšπœ‹ , cos 2π‘₯

βˆšπœ‹ , . . . . } merupakan basis ortonormal di dalam ruang pre-Hilbert C(-πœ‹, πœ‹).

Teorema 3.2.6 : Jika ruang pre-Hilbert H mempunyai basis ortonormal, maka H merupakan ruang Hilbert dan homeomorphik dengan l2 .

Bukti : Katakan {xk} basis ortonormal ruang pre-Hilbert H. Jadi, seiap x πœ– H ada barisan bilangan {π›Όπ‘˜} sehingga

x = βˆ‘βˆžπ‘˜=1π›Όπ‘˜xk yang berakibat

||x||2 = <x,x> = <βˆ‘βˆžπ‘˜=1π›Όπ‘˜xk , βˆ‘βˆžπ‘˜=1π›Όπ‘˜xk > = βˆ‘βˆžπ‘˜=1|𝛼k|2 < ∞ Kenyataan ini mengatakan setiap x πœ– H menentukan dengan tunggal {π›Όπ‘˜} πœ– l2 . Sebaliknya, diambil sebarang {π›Όπ‘˜} πœ– l2 . Jelas vector xn = βˆ‘π‘›π‘˜=1π›Όπ‘˜xk πœ– H untuk setiap n, Karena barisan { <xn ,xn> } = { βˆ‘π‘›π‘˜=1|π›Όπ‘˜|2 } konvergen ke βˆ‘βˆžπ‘˜=1|𝛼k|2 <

∞, maka barisan {xn} konvergen x πœ– H dengan x = βˆ‘βˆžπ‘˜=1π›Όπ‘˜xk πœ– H. Jadi fungsi A dari H ke l2 dengan rumus

A(x) = A(βˆ‘βˆžπ‘˜=1π›Όπ‘˜xk) = {π›Όπ‘˜} πœ– l2

merupakan fungsi bijektif. Lebih lanjut, Karena untuk sebarang himpunan tertutup G βŠ‚ l2 bearkibat π΄βˆ’1(G) βŠ‚ H tertutup dan, sebaliknya, untuk sebarang himpunan tertutup F βŠ‚ H berakibat A(F) βŠ‚ l2 tertutup, maka A merupakan homeomophisma yang berarti terbukti bahwa H dan l2 homeomorphik. ∎

Definsi 3.2.7 : H ruang pre-Hilbert. S βŠ‚ H dikatakan total jika x πœ– H sehingga

<x,s> = 0 untuk setiap s πœ– S berakobat x = πœƒ.

25 Teorema 3.2.8 : Diketahui {xk} barisan ortonormal di dalam ruang pre-Hilbert H. Tiga pernyataan di bawah ini ekuivalen.

(i) {xk} total.

(ii) {xk} basis ortonormal.

(iii) ||x||2 = βˆ‘βˆžπ‘˜=1|<x,xk>|2 untuk setiap x πœ– H.

Bukti : (i) ⟹ (ii) : Diambil sebarang x πœ– H. Jika

x – βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk βŠ₯ xi untuk setiap i

berakibat x – βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk = πœƒ yang berarti x = βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk . Jika x linear terhadap suatu xi, diperoleh

< x – βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk ,xi > = <x,xi - <x,xi = πœƒ

yang berakibat x – βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk = πœƒ yang berarti x = βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk .

Berdasarkan kenyataan tesebut, dapat disimpulkan bahwa {xk} basis ortonormal.

(ii) ⟹ (iii) : Karena {xk} basis ortonormal maka untuk setiap x πœ– H benar bahwa x = βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk yang berakibat

||x||2 = <x.x> = <βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk , βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk > = βˆ‘βˆžπ‘˜=1|<x,xk>|2 . (iii) ⟹ (ii) : Berdasarkan kesamaan terakhir dapat ditarik kesimpulan bahwa

x = βˆ‘βˆžπ‘˜=1<x,xk> xk

untuk setiap x πœ– H. (ii) ⟹ (i) Setiap basis tentu merupakan himpuanan total. ∎ Definisi 3.2.9 : Ruang Hilbert H dikatakan separabel ( separable ) jika H mem-punyai barisan ( hingga atau tak hingga ) yang total. Ruang Hilbert yang mempu- nyai basis disebut ruang Hilbert klasik ( classical Hilbert space ).

Teorema 3.2.10 : Jika H ruang Hilbert, maka dua pernyataan di bawah ini eku-ivalen.

(i) H separable.

(ii) H mempunyai basis ortonormal.

Bukti : (ii) ⟹ (i) : Cukup jelas, menurut Teorema 3.2.8. (i) ⟹ (ii) : Karena ruang Hilbert H separable maka H memuat barisan {zk yang total. Oleh karena itu tentu ada barisan bagian {zki} βŠ‚ {zk} yang bebas linear sehingga [{zki}] = [{zk }]. Ber=

dasarkan Teorema 3.2.3, terdapat barisan ortonomal {xk} sehingga [{zki}] = [{xk}].

Karena {xk} total, menurut Teorema 3.2.8, {xk} merupakan basis ruang Hilbert H.

∎

Teorema di bawah ini tak sukar membuktikannya.

26 Teorema 3.2.10 : Jika K merupakan ruang-bagian tertutup di dalam ruang Hil-bert H, maka K lengkap ( ruang HilHil-bert bagian ).

3.3 Komplemen ortogonal

Definisi 3.3.1 : Jika H ruang pre-Hilbert dan A βŠ‚ H, himpunan 𝑨βŠ₯ = { x 𝝐 H : x βŠ₯ a dan a 𝝐 A }

disebut himpunan komplemen orogonal ( orthogonal complement set ) him- punan A.

Teorema 3.3.2 : : Jika H ruang pre-Hilbert dan A βŠ‚ H, maka 𝐴βŠ₯ merupakan ru- ang-bagian tertutup.

Bukti : Karena untuk setiap x, y πœ– 𝐴βŠ₯ dan scalar 𝛼, 𝛽 benar bahwa

<𝛼π‘₯ + 𝛽𝑦,a> = 𝛼<x,a> + 𝛽<y,a> = 0

untuk setiap a πœ– A, maka 𝐴βŠ₯ ruang linear. 𝐴βŠ₯ ruang pre-Hilbert sebab inner-pro- duct < , > berlaku pula pada 𝐴βŠ₯. Diambil z sebarang titik- limit himpunan 𝐴βŠ₯ dan sebarang barisan {xk} di dalam 𝐴βŠ₯ yang konvergen ke z ( lim

π‘˜β†’βˆžπ‘₯π‘˜ = z ). Karena untuk setiap a πœ– A diperoleh <z,a> = lim

π‘˜β†’βˆž< π‘₯π‘˜,a> 0, maka z πœ–π΄βŠ₯ . Jadi terbukti 𝐴βŠ₯ tertutup. ∎

Teorema 3.3.3 : Jika A dan B dua himpunan di dalam ruang pre-Hilbert H, maka pernyataan-pernyataan di bawah ini bear.

(i) A βŠ‚ 𝐴βŠ₯βŠ₯ .

(ii) A βŠ‚ B ⟹ 𝐡βŠ₯ βŠ‚ 𝐴βŠ₯ . (iii) 𝐴βŠ₯βŠ₯βŠ₯ = 𝐴βŠ₯ .

Bukti : (i) : Setiap a πœ– A pasti a πœ– 𝐴βŠ₯βŠ₯, sebab a tegak lurus dengan setiap anggota 𝐴βŠ₯. (ii) : Karena setiap x πœ– 𝐡βŠ₯ tegak lurus setiap anggota B, maka x tegak lurus se-tiap anggota A yang berarti x πœ– 𝐴βŠ₯. Jadi terbukti 𝐡βŠ₯ βŠ‚ 𝐴βŠ₯ .(iii) : Karena A βŠ‚ 𝐴βŠ₯βŠ₯. berdasarkan (ii) diperoleh 𝐴βŠ₯βŠ₯βŠ₯ βŠ‚ 𝐴βŠ₯ . Berdasarkan (i) diperoleh 𝐴βŠ₯ βŠ‚ 𝐴βŠ₯βŠ₯βŠ₯ . Jadi terbukti 𝐴βŠ₯βŠ₯βŠ₯ = 𝐴βŠ₯ . ∎

Teorema di bawah ini tak sukar mebuktikannya.

Teorema 3.3.4 : A ruang-bagian tertutup di dalam ruang Hilbert H jika dan

Dalam dokumen Pengantar. Pengantar Analisis Fungsional (Halaman 23-27)

Dokumen terkait