PERIODE BERJALAN 319.852.644 5.905.042 325.757.686 INCOME FOR THE PERIOD
20. SHORT-TERM EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek merupakan gaji yang masih harus dibayar.
Short-term employee benefits liability represents accruals for salaries.
21. UTANG BANK 21. BANK LOANS
a. Utang bank jangka pendek a. Short-term bank loans
30 September 2015/ 31 Desember 2014/
September 30, 2015 December 31, 2014
Dalam Rupiah In Rupiah
PT Bank OCBC NISP Tbk 370.000.000 239.000.000 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank ANZ Indonesia 150.000.000 - PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank DBS Indonesia 70.000.000 70.000.000 PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 48.955.942 13.546.279 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Total 638.955.942 322.546.279 Total
b. Utang bank jangka panjang b. Long-term bank loans
30 September 2015/ 31 Desember 2014/
September 30, 2015 December 31, 2014
Dalam Rupiah In Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 968.750.000 699.000.000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 416.812.096 330.473.954 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 184.852.000 183.226.000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank DBS Indonesia 138.800.000 129.906.250 PT Bank DBS Indonesia
Indonesia Eximbank 55.539.255 33.856.255 Indonesia Eximbank
b. Utang bank jangka panjang (lanjutan) b. Long-term bank loans (continued)
30 September 2015/ 31 Desember 2014/
September 30, 2015 December 31, 2014
Dalam Rupiah In Rupiah
Jatuh tempo dalam satu tahun 145.507.810 61.960.099 Current maturity
Dikurangi: biaya transaksi (1.358.335) (1.243.420) Less: transaction costs
Neto 144.149.475 60.716.679 Net
Setelah dikurangi bagian jatuh tempo
dalam satu tahun 1.619.245.541 1.314.502.360 Net of current maturity
Dikurangi: biaya transaksi (7.744.342) (7.345.285) Less: transaction costs
Neto 1.611.501.199 1.307.157.075 Net
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
Grup memperoleh pinjaman dari Mandiri sebagai berikut:
The Group obtained loan from Mandiri as follows:
Perusahaan dan entitas anak The Company and subsidiaries
Pada bulan Agustus 2012, Perusahaan dan entitas anak tertentu mendapat fasilitas Import General Facility (IGF) sebesar Rp30.000.000, yang bersifat revolving, digunakan untuk pembayaran supplier/vendor/kontraktor dengan maksimal tenor 180 hari. Pada bulan Mei 2013, fasilitas ini telah ditingkatkan menjadi Rp50.000.000. Fasilitas ini berlaku hingga bulan Mei 2016. Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 9,52%-10,25% pada periode 2015 (2014: 8,96% sampai dengan 9,52%). Saldo pinjaman pada tanggal 30 September 2015 sebesar Rp48.955.942 (31 Desember 2014: Rp13.546.279).
In August 2012, the Company and certain subsidiaries obtained Import General Facility (IGF), revolving loan amounting to Rp30,000,000, which is used for payment to supplier/vendor/contractor and is repayable within 180 days. In May 2013, the facility has been increased to the amount of Rp50,000,000. This facility remains available for drawdown until May 2016. The credit facility bears interest at 9.52%-10.25% in 2015 (2014: 8.96% to 9.52%). The outstanding loan as of September 30, 2015 amounted to Rp48,955,942 (December 31, 2014: Rp13,546,279).
Perusahaan The Company
Pada bulan Juni 2010, Perusahaan mendapat fasilitas kredit investasi dari Mandiri sebesar Rp170.000.000, digunakan untuk perluasan kebun kelapa sawit yang akan dilunasi dalam jangka waktu maksimal delapan (8) tahun terhitung sejak tanggal perjanjian kredit. Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman ini dan akan jatuh tempo pada bulan Desember 2017. Saldo pinjaman pada tanggal 30 September 2015 sebesar Rp119.750.000 (31 Desember 2014: Rp146.000.000). Pada periode 2015, Perusahaan telah melakukan pembayaran kepada Mandiri atas fasilitas pinjaman ini sebesar Rp26.250.000 (31 Desember 2014: Rp20.000.000). Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 10,75% pada periode 2015 (2014: 10% sampai dengan 10,75%).
In June 2010, the Company obtained investment credit facility from Mandiri amounting to Rp170,000,000, which was used for plantation expansion and is repayable in maximum eight (8) years starting from the loan agreement date. The Company has used all the loan facility amount which will be due in December 2017. The outstanding loan as of September 30, 2015 amounted to Rp119,750,000 (December 31, 2014: Rp146,000,000). In 2015, the Company has repaid Mandiri for the credit facility amounting to
Rp26,250,000 (December 31, 2014:
Rp20,000,000). The investment credit facility bears interest at 10.75% in 2015 (2014: 10% to 10.75%).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
(lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”) (continued)
Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)
Seluruh pinjaman dari Mandiri di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha berikut tanaman, bangunan perumahan, bangunan pabrik, dan mesin milik Perusahaan (Catatan 12 dan 13).
The facilities are collateralized by landrights, including plantation, buildings, and machineries of the Company (Notes 12 and 13).
Seluruh pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan antara lain untuk memperoleh pinjaman atau memberikan pinjaman kecuali dalam rangka transaksi dagang yang lazim dan Perusahaan dapat memenuhi persyaratan rasio keuangan yang disebutkan dalam perjanjian kredit, melakukan penyertaan baru, bertindak sebagai penjamin, memindahtangankan agunan atau harta yang dapat mempengaruhi pelaksanaan kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan merger, pengambilalihan atau peleburan, mengajukan permohonan pailit dan melakukan pembayaran bunga atas pinjaman atau melunasi pinjaman kepada pemegang saham atau perusahaan afiliasi, kecuali pinjaman dari entitas anak. Pinjaman mengharuskan Perusahaan untuk memenuhi
persyaratan rasio keuangan sebagaimana
disebutkan dalam perjanjian kredit.
The loan contains certain restrictions on the Company such as, among others, obtain new loan or give borrowing unless in the ordinary course of business of the Company and the Company is able to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreement, participate in new investment, provide guarantee, transfer of collateral or the
Company’s assets which can have adverse effect to the Company’s ability to fulfill its obligation to
Bank, conduct merger, acquisition or consolidation, file bankruptcy and pay interest or repay the loan to shareholder or affiliate companies, except loan from subsidiaries. The loan requires the Company to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreement.
Pada bulan Juni 2015, Perusahaan mendapat fasilitas kredit dari Mandiri. Fasilitas maksimal Rp250.000.000, digunakan antara lain untuk membiayai pengembangan usaha, yang akan dilunasi dalam jangka waktu maksimal enam (6) tahun terhitung sejak tanggal perjanjian kredit dan akan jatuh tempo pada Juni 2021. Sampai dengan
30 September 2015, Perusahaan telah
menggunakan fasilitas pinjaman ini sebesar Rp250.000.000. Pembayaran angsuran fasilitas pinjaman ini kepada Mandiri akan dimulai setelah 30 Juni 2017.
In June 2015, the Company obtained loan facility from Mandiri. The facility at the maximum credit amount of Rp250,000,000 is used to expand the plantation activities and capital expenditure, which is repayable in maximum six (6) years, starting from the loan agreement date and will be due in June 2021. Until September 30, 2015, the Company has used the loan facility amounting to Rp250,000,000. Repayment of the loan to Mandiri will start after June 30, 2017.
Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 10,75% per tahun pada periode 2015.
The above facility bears interest at 10.75% per annum in 2015.
Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan berikut tanaman, bangunan perumahan, bangunan pabrik, dan mesin milik Perusahaan dan Sungai Rangit, entitas anak. (Catatan 12 dan 13).
The facility is secured by landrights and buildings usage rights, including plantation, buildings, and machineries of the Company and Sungai Rangit, subsidiary (Notes 12 and 13).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
(lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”) (continued)
Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)
Pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan antara lain untuk memperoleh pinjaman kecuali dalam rangka
transaksi dagang yang lazim, melakukan
penyertaan baru, bertindak sebagai penjamin, melakukan merger, akuisisi, ekspansi usaha atau investasi baru, memindahtangankan agunan atau harta. Pinjaman mengharuskan Perusahaan untuk
memenuhi persyaratan rasio keuangan
sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kredit.
The loan contains certain restrictions on the Company such as, among others, obtain new loan unless in the ordinary course of the business of the company, enter into new investment, act as guarantor, merger, acquisition, business expansion or new investment, transfer of collateral or the
company’s assets. The loan requires the Company
to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreement.
Sungai Rangit Sungai Rangit
Pada bulan Agustus 2009, Sungai Rangit mendapat fasilitas kredit dari Mandiri dengan rincian sebagai berikut:
In August 2009, Sungai Rangit obtained loan facilities from Mandiri, with the following details:
a. Fasilitas maksimal Rp215.000.000, digunakan untuk membayar utang dari fasilitas kredit di PT Bank Central Asia Tbk, yang akan dilunasi dalam lima (5) tahun lima (5) bulan terhitung sejak tanggal perjanjian kredit. Sungai Rangit telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman ini dan telah dilunasi pada bulan Desember 2014.
a. Facility at the maximum credit amount of Rp215,000,000 to repay the investment credit from PT Bank Central Asia Tbk. The facility is repayable in five (5) years and five (5) months, starting from the loan agreement date. Sungai Rangit has used all the loan facility amount and paid in December 2014.
b. Fasilitas maksimal Rp85.000.000, digunakan untuk membiayai kebun dan pengeluaran modal serta kebutuhan lainnya, yang akan dilunasi dalam delapan (8) tahun enam (6) bulan terhitung sejak tanggal perjanjian kredit. Sungai Rangit telah menggunakan seluruh fasilitas kredit ini dan akan jatuh tempo pada bulan Desember 2017. Sisa saldo pinjaman pada tanggal 30 September 2015 sebesar
Rp49.000.000 (31 Desember 2014:
Rp61.000.000). Pada periode 2015, Sungai Rangit telah melakukan pembayaran kepada Mandiri atas fasilitas pinjaman ini sebesar
Rp12.000.000 (31 Desember 2014:
Rp11.000.000).
b. Facility at the maximum credit amount of Rp85,000,000 to expand the plantation activities and capital expenditure, which is repayable in eight (8) years and six (6) months, starting from the loan agreement date. Sungai Rangit has fully utilized the loan facility amount which will be due in December 2017. The outstanding loan as of September 30, 2015 amounted to Rp49,000,000 (December 31, 2014: Rp61,000,000). In 2015, Sungai Rangit has repaid Mandiri for such credit facility amounting to Rp12,000,000 (December 31, 2014: Rp11,000,000).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
(lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”) (continued)
Sungai Rangit (lanjutan) Sungai Rangit (continued)
Pada bulan Mei 2013, Sungai Rangit mendapat fasilitas kredit dari Mandiri. Fasilitas maksimal Rp550.000.000, digunakan antara lain untuk membiayai pengembangan usaha, yang akan dilunasi dalam jangka waktu maksimal 8 tahun terhitung sejak tanggal perjanjian kredit dan akan jatuh tempo pada Desember 2020. Sampai dengan 30 September 2015, Sungai Rangit telah menggunakan fasilitas pinjaman ini sebesar
Rp550.000.000 (31 Desember 2014:
Rp492.000.000). Pembayaran angsuran fasilitas pinjaman ini kepada Mandiri akan dimulai setelah 31 Desember 2015.
In May 2013, Sungai Rangit obtained loan facility from Mandiri. The facility at the maximum credit amount of Rp550,000,000 is used to expand the plantation activities and capital expenditure, which is repayable in maximum 8 years, starting from the loan agreement date and will be due in December 2020. Until September 30, 2015, Sungai Rangit has used the loan facility amounting to
Rp550,000,000 (December 31, 2014:
Rp492,000,000). Repayment of the loan to Mandiri will start after December 31, 2015.
Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 10,75% per tahun pada periode 2015 (2014: 10% sampai dengan 10,75%).
The above facility bears interest at 10.75% per annum in 2015 (2014: 10% to 10.75%).
Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan berikut tanaman, bangunan perumahan, bangunan pabrik, dan mesin milik Sungai Rangit (Catatan 12 dan 13).
The facility is collateralized by landrights and buildings usage rights, including plantation, buildings, and machineries of Sungai Rangit (Notes 12 and 13).
Pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak Sungai Rangit antara lain untuk memperoleh pinjaman atau memberikan pinjaman kecuali dalam rangka transaksi dagang yang lazim, melakukan penyertaan baru, bertindak sebagai penjamin, memindahtangankan agunan atau harta, melakukan merger pengambilalihan atau peleburan, mengubah susunan pengurus atau pemegang saham Sungai Rangit, mengajukan permohonan pailit, dan melakukan pembayaran bunga atas pinjaman kepada pemegang saham atau perusahaan afiliasi. Pinjaman mengharuskan Sungai Rangit untuk memenuhi persyaratan rasio
keuangan sebagaimana disebutkan dalam
perjanjian kredit.
The loan contains certain restrictions on Sungai Rangit such as, among others, obtain new loan or give borrowing unless in the ordinary course of the business of the company, enter into new investment, act as guarantor, transfer of collateral
or the company’s assets, enter into a merger or
acquisition, change the composition of Sungai
Rangit’s management or shareholders, file
bankruptcy, and pay interest of loan to shareholder or affiliate companies. The loan requires Sungai Rangit to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreement.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(“BNI”) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”)
Sawit Selatan (“SS”) dan Selatanjaya Permai
(“SJP”) Sawit Selatan (“SS”) and Selatanjaya Permai (“SJP”)
Pada bulan Agustus 2011, SS dan SJP, entitas anak, menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”).
In August 2011, SS and SJP, subsidiaries, signed Loan Agreements with PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk (“BNI”).
SS dan SJP mendapat fasilitas kredit investasi (Pokok dan Interest During Construction “IDC”) dari BNI masing-masing sejumlah Rp244.123.689 (terbagi dalam 3 tranche) dan Rp282.006.294 (terbagi dalam 3 tranche), digunakan untuk investasi pembangunan kebun kelapa sawit Inti, masing-masing tranche mempunyai tenor sebelas (11) tahun termasuk empat (4) tahun masa tenggang untuk setiap tranche.
SS and SJP obtained investment loan facilities
(Principal and Interest During Construction “IDC”)
from BNI totaling to Rp244,123,689 (consist of 3 tranches) and Rp282,006,294 (consist of 3 tranches), respectively, for oil palm plantation expansion, each tranche is repayable in eleven (11) years including four (4) years of grace period.
Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 11,5% pada periode 2015 (2014: 10,75% sampai dengan 11,75%).
The above facilities bear interest of 11.5% per annum in 2015 (2014: 10.75% to 11.75%).
Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha berikut tanaman dan bangunan kantor milik SS dan SJP (Catatan 12 dan 13). Pinjaman di atas juga dijamin dengan jaminan korporasi yang diberikan oleh Perusahaan.
The facilities are collateralized by landrights including plantation and office buildings of SS and SJP (Notes 12 and 13). The facilities are also collateralized by corporate guarantee from the Company.
Pinjaman di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak SS dan SJP antara lain untuk
mengadakan merger, memindahtangankan
dan/atau menyewakan perusahaan, mengubah bentuk dan status hukum perusahaan, membayar
utang subordinasi, memberikan pinjaman,
melakukan investasi, membagikan laba atau
membayar dividen, menerima pinjaman,
mengambil finance lease, mengikatkan diri sebagai
penjamin, membubarkan perusahaan, dan
merubah susunan direksi dan komisaris
perusahaan. Pinjaman mengharuskan SS dan SJP untuk memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kredit.
The loan contains certain restrictions on SS and SJP such as, among others, enter into merger, transfer and/or lease the companies, change legal status of the companies, repay subordinated loan, provide loan, enter into investment, pay share profit or dividend, obtain loan, obtain finance lease, act as guarantor, dissolve the companies, and change
directors’ and commissioners’ of the companies.
The loans require SS and SJP to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreements.
Sampai dengan 30 September 2015, SS dan SJP telah menggunakan fasilitas pinjaman ini masing-
masing sebesar Rp106.648.806 dan
Rp165.044.893 (31 Desember 2014: Rp89.194.679
dan Rp134.232.833). Pembayaran angsuran
fasilitas kredit investasi kepada BNI akan dimulai setelah empat (4) tahun masa tenggang untuk setiap tranche.
As of September 30, 2015, SS and SJP have utilized the loan facility amounting to Rp106,648,806 and Rp165,044,893 (December 31, 2014: Rp89,194,679 and Rp134,232,833), respectively. Repayment of the loan to BNI will start after four (4) years of grace period for each tranche.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(“BNI”) (lanjutan) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) (continued)
Lanang Agro Bersatu (“LAB”) Lanang Agro Bersatu (“LAB”)
Pada bulan Agustus 2012, LAB mendapat fasilitas kredit investasi (Pokok dan Interest During Construction “IDC”) dari BNI sejumlah Rp323.000.000 (terbagi dalam 3 tranche), digunakan untuk pembangunan kebun kelapa sawit, fasilitas kredit investasi tersebut mempunyai tenor sebelas (11) tahun termasuk empat (4) tahun masa tenggang untuk setiap tranche.
In August 2012, LAB obtained investment loan facilities (Principal and Interest During Construction
“IDC”) from BNI totaling to Rp323,000,000 (consist
of 3 tranches), for oil palm plantation expansion, the facilities are repayable in eleven (11) years including four (4) years of grace period for each tranche.
Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 11,5% pada periode 2015 (2014: 10,75% sampai dengan 11,75%).
The above facilities bear interest of 11.5% per annum in 2015 (2014: 10.75% to 11.75%).
Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha berikut tanaman, bangunan, kendaraan dan alat- alat berat milik LAB (Catatan 12 dan 13). Pinjaman di atas juga dijamin dengan jaminan korporasi yang diberikan oleh Perusahaan.
The facilities are collateralized by landrights including plantation, building, vehicles and heavy equipment of LAB (Notes 12 and 13). The facilities are also collateralized by corporate guarantee from the Company.
Pinjaman di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak LAB antara lain mengadakan merger, mengubah bentuk atau status hukum
perusahaan, mengubah anggaran dasar
perusahaan atau susunan pengurus atau
pemegang saham, menggunakan dana
perusahaan atau kredit untuk tujuan di luar usaha yang dibiayai bank, mengalihkan usahanya kepada pihak lain, menjamin dalam bentuk apapun kepada pihak lain, menerima fasilitas kredit baru,
membagikan laba atau membayar dividen,
membuka usaha baru, atau bertindak sebagai penjamin, melakukan investasi baru, membayar hutang subordinasi, menjual dan/atau menyewakan
harta, membubarkan perusahaan, dan
interfinancing antar Grup selain dalam rangka meningkatkan kinerja bisnis dan keuangan perusahaan. Pinjaman mengharuskan LAB untuk
memenuhi persyaratan rasio keuangan
sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kredit.
The loan contains certain restrictions on LAB such
as, among others, merger, change company’s
business entity or legal status, change the Articles of Association or management or shareholders, use company fund or credit facility other than the purpose as financed by the bank, divert/transfer to another party, give any form of guarantee to another party, accept new credit facilities, share profit or pay dividend, open new business, or act as guarantor, make new investment, repay subordinated loan, sell and/or leased assets, dissolve the company, and do interfinancing between work Groups unless for increasing the
company’s work performance and finance. The
loans require LAB to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreements.
Sampai dengan 30 September 2015, LAB telah menggunakan fasilitas pinjaman ini sebesar
Rp145.118.397 (31 Desember 2014:
Rp107.046.442). Pembayaran angsuran fasilitas kredit investasi kepada BNI akan dimulai setelah empat (4) tahun masa tenggang untuk setiap tranche.
As of September 30, 2015, LAB has utilized the loan facilities amounting to Rp145,118,397 (December 31, 2014: Rp107,046,442). Repayment of the loan to BNI will start after four (4) years of grace period for each tranche.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
(“BRI”)
Mutiara Bunda Jaya (“MBJ”) dan Telaga Hikmah
(“TH”) Mutiara Bunda Jaya (“MBJ”) and Telaga Hikmah (“TH”)
Pada bulan Juli 2011, MBJ dan TH, entitas anak, menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”). MBJ dan TH mendapat fasilitas kredit investasi dari BRI
masing-masing sebesar Rp127.600.000 dan
Rp122.900.000, digunakan untuk refinancing dan pengembangan kebun kelapa sawit Inti. Fasilitas ini akan dilunasi dalam sepuluh (10) tahun sejak penandatanganan perjanjian termasuk enam (6) tahun masa tenggang
In July 2011, MBJ and TH, subsidiaries, signed Loan Agreements with PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (“BRI”). MBJ and TH obtained
investment loan facilities from BRI amounting to Rp127,600,000 and Rp122,900,000, respectively, for refinancing and expanding the oil palm Inti plantation. The facilities are repayable in ten (10) years starting from the date of the signing of the loan agreements date including six (6) years of grace period.
Tingkat bunga pinjaman sebesar 12% pada periode 2015 (2014: 11% sampai dengan 12%).
The above facilities bear interest of 12% in 2015 (2014: 11% to 12%).
Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha berikut tanaman, bangunan perumahan, dan mesin masing-masing milik MBJ dan TH (Catatan 12 dan 13).
The facilities are collateralized by landrights including plantation, buildings, and machineries of MBJ and TH (Notes 12 and 13).
Pinjaman di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak MBJ dan TH antara lain untuk mengajukan permohonan pailit, mengikatkan diri sebagai penjamin, memperoleh pinjaman investasi,
mengubah Anggaran Dasar atau susunan
pengurus atau pemegang saham, membayar bunga atau utang pemegang saham dan menyewakan aset. Pinjaman mengharuskan MBJ dan TH untuk memenuhi persyaratan rasio
keuangan sebagaimana disebutkan dalam
perjanjian kredit. Pinjaman juga membatasi hak MBJ dan TH, apabila tidak memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kredit, antara lain untuk melakukan investasi atau penyertaan modal kecuali di bidang usaha sejenis, membagi keuntungan atau dividen tunai, melakukan merger dan/atau akuisisi kecuali di bidang usaha sejenis, memberikan pinjaman kepada pemegang saham di luar core business dan memberikan pinjaman kepada perusahaan afiliasi, di luar piutang usaha.
The loan contains certain restrictions on MBJ and TH such as, among others, file bankruptcy, act as guarantor, obtain new loan, change the Articles of Association or management or shareholder, pay interest or principal to shareholders and leased assets. The loan requires MBJ and TH to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreements. The loan also restrict MBJ and TH, provided certain financial ratios as mentioned in the loan agreements are not met, among others, enter into investment unless in the same business, pay cash dividends, merger and/or acqusition unless in the same business, provide loan to shareholders beyond core business and provide loan to affiliated company, except trade receivables.
Sampai dengan 30 September 2015, MBJ dan TH telah menggunakan fasilitas pinjaman ini masing- masing sebesar Rp87.781.000 dan Rp97.071.000
(31 Desember 2014: Rp87.100.000 dan
Rp96.126.000).
As of September 30, 2015, MBJ and TH have utilized the loan facility amounting to Rp87,781,000 and Rp97,071,000 (December 31, 2014: Rp87,100,000 and Rp96,126,000), respectively.
PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) PT Bank DBS Indonesia (“DBS”)
Sampoerna Bio Fuels (“SBF”) Sampoerna Bio Fuels (“SBF”)
Pada bulan September 2010, SBF mendapat fasilitas kredit dari DBS dengan rincian sebagai berikut:
In September 2010, SBF obtained loan facilities