menyempurnakan draft kita tentang perubahan Undang-Undang 33 yang akan kita lakukan pembahasannya pada tanggal 28-29 yang akan datang.
Selanjutnya di dalam masa sidang ini Komite IV juga telah menindaklanjuti beberapa hal yang terkait dengan aspirasi masyarakat, yang sekaligus kemarin kita lakukan waktu di Aceh, yaitu tentang penyelesaian kasus CPNS Departemen Keuangan. Jadi kasusnya adalah mereka dulu waktu konflik para pegawai atau PNS Pajak disana melarikan diri, meninggalkan daerah itu, seperti juga terjadi di Papua dan di Ambon. Nah, kemudian diangkat beberapa pegawai lokal. Nah, pegawai-pegawai lokal itu kemudian menjadi CPNS tetapi sebagian dari mereka tidak bisa menjadi PNS karena tidak lulus dalam prajabatan. Kemudian mereka yang tidak lulus ini mengajukan kasusnya sebagai keluhan kepada anggota-anggota kita dari Komite IV, kemudian Komite IV mediasi persoalan itu. Dan untuk Aceh alhamdulillah kemarin sudah dicapai kesepakatan bahwa keseluruh pegawai CPNS yang gagal prajabatan itu akhirnya dijadikan sebagai tenaga honorer di tempat itu di masing-masing daerah untuk bidang-bidang yang mereka sebelumnya telah kerjakan. Dan itu telah disepakati bersama dan kemarin juga telah hadir di dalam pembahasan kita di Aceh para pegawai itu, dan mereka menerima itu.
Untuk masa sidang ini, sisa masa sidang berikutnya Komite IV akan menindaklanjuti beberapa persoalan yang terkait dengan aspirasi masyarakat, yaitu yang pertama tentang kasus Inalum Sumatera Utara. Yang Insya Allah akan kita lakukan pembahasan bersama pada tanggal 27 Februari yang akan datang. Komite IV juga akan membahas tentang kenaikan harga BBM pada tanggal 5 Maret. Ini dikaitkan dengan persoalan pengawasan kita terhadap APBN. Untuk selanjutnya pada masa kerja anggota di daerah yang akan datang Komite IV menitipkan pesan kepada seluruh anggota DPD RI untuk mulai menampung usulan-usulan daerah yang terkait dengan RAPBN tahun 2013.
Saya kira itulah Bapak-Ibu yang bisa disampaikan. Dari Komite IV tidak ada satupun yang harus diputuskan pada kesempatan hari ini.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
124. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI) Baik, tepuk tangan buat kita semua, khususnya kepada pimpinan Komite IV yang telah menyampaikan progress report-nya. Terima kasih. Saya rasa tidak ada pertanyaan ya Komite IV ya? Bisa kita terima progress report-nya.
Baik, ini yang terakhir, kita persilakan Kelompok DPD di MPR untuk menyampaikan progress-nya sampai dengan SMS yang sebentar ini.
125. PEMBICARA :
Pimpinan, PPUU belum pimpinan.
126. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI) PPUU juga? Maaf, maaf Pak Bambang kalau begitu. Baik kalau ada ya, tadi saya dikasih tahu cuma ada dua. Silakan kalau ada. Maaf.
Sebentar ya, baik sidang yang mulia, sekarang kita dapat kehormatan para finalis lomba blogger dan twitter DPD RI. Temanya lomba blog dan twitter ini adalah "seandainya saya menjadi anggota DPD RI". Mudah-mudahan nanti seandainya hilang akan menjadi anggota DPD RI tahun 2025 mendatang. Terima kasih atas kedatangannya, mohon duduk ditempat masing-masing adik-adik sekalian untuk mengikuti sidang yang terhormat ini.
Silakan banyak kursi kosong sebelah kanan. Baik kami persilakan kepada pimpinan PPUU untuk menyampaikan.
127. PEMBICARA : Hj. HAIRIAH, SH., MH. (KALBAR) Bismillahirrohmanirrohim.
Saudara pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia yang kami hormati. Saudara-saudara anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.
Hadirin yang kami hormati, juga Ibu Sesjen, Wasesjen beserta jajaran kesekjenan. Dan Bapak dan Ibu para peserta blog dan twitter tadi. Selamat datang di paripurna DPD RI.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua.
Om Swastyastu.
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga sidang pada hari ini dapat kita laksanakan. Laporan yang kami sampaikan kepada hari ini adalah berkaitan dengan kegiatan harmonisasi, pembulatan, dan pemantapan konsepsi usul rancangan undang-undang yang telah dijalani oleh Komite II. Proses harmonisasi usulan rancangan undang-undang tersebut tentang jalan dan telah kami selesaikan sebagaimana ketentuan Pasal 112 tata tertib DPD RI. Dalam proses tersebut prinsip-prinsip rancangan undang-undang sebagaimana Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan menjadi dasar harmonisasi oleh Panitia Perancang Undang-Undang. Pelaksanaan harmonisasi pembulatan dan pemantapan konsepsi ini telah kami laksanakan pada tanggal 26 sampai dengan 28 Januari 2012.
Dalam pelaksanaan harmonisasi tersebut yang juga melibatkan anggota dan tenaga ahli Komite II telah menyepakati untuk melakukan penyempurnaan terkait dari segi legal drafting untuk mewujudkan keselarasan konsep rancangan undang-undang dengan Pancasila. Tujuan nasional Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan memuat kesesuaian unsur filosofis, yuridis, sosiologis serta politis. Khusus rancangan undang-undang tersebut sebagaimana ketentuan Pasal 108 Ayat 3 tata tertib DPD RI telah kami sampaikan kepada pimpinan untuk menjadi bahan putusan pada hari ini. Dan tadi juga sudah diputus oleh pimpinan tentang usulan dari Komite II tentang Rancangan Undang-Undang Jalan.
Demikian laporan yang kami sampaikan dalam sidang paripurna ini. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua. Om Shanty Shanty Shanty Om.
128. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI) Terima kasih kepada pimpinan PPUU Ibu Hj. Hairiah yang telah menyampaikan progress report-nya tadi. Mudah-mudahan apa yang telah diputuskan tadi Undang-Undang Jalan membawa manfaat bagi kita semua.
Baiklah Bapak-Ibu sekalian ini yang terakhir. Saya ingin mendengar laporan dari pimpinan Kelompok, Ketua Kelompok Pak Bambang Soeroso. Kami persilakan.
129. PEMBICARA : Dipl. Ing. H. BAMBANG SOEROSO (KETUA KELOMPOK DPD DI MPR)
Yang pertama kami ingin menyampaikan aspirasi dari rakyat yang sangat menginspirasi kita yang dituangkan dalam sebuah pantun yang datangnya dari Provinsi Riau. “Kupu-kupu hinggap di dahan, tumbuh subur buah delima, kalau kita inginkan perubahan, mari berjuang bersama-sama”. “Cek, cek Burhan memasang bubu”. Maaf, maaf. “Cik Burhan memasang bubu, bubu di ikat di tiang yang ringkih, perubahan bukanlah untuk ditunggu, melainkan sesuatu yang harus di raih. Ini adalah kulmilasi dari aspirasi masyarakat yang di bawa oleh Pak Hardi Selamat Hood, dari masyarakat atau rakyat yang ada di Provinsi Bengkulu, maaf Provinsi Riau, oh Kepri ya. Maaf.
Baik, bismillahirrohmanirrohim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua. Om shanty, maaf Om Swastyastu.
Mohon maaf, ini saya banyak keseleo karena terlalu banyak berbicara, jadinya. Bapak dan Ibu yang kami hormati, ijinkanlah kami menyampaikan beberapa progress strategis yang terkini yang ingin kami sampaikan untuk kepentingan kita di dalam rangka kita menghantar perjuangan ini di pintu gerbang ter-delivery-nya perjuangan kita di Majelis Permusyawaratan Rakyat yang memang sudah kita targetkan pada tahun 2012 ini. Kalau kita melihat, kita cermati benar-benar milestone atau program kerja kita yang tertera di dalam milestone tadi, maka kita bersepakat tahun 2012 ini adalah tahun-tahun kulminasi dari semua etape kegiatan yang mendorong terhadap perjuangan Bapak-Ibu untuk mensukseskannya di MPR nanti. Oleh karenanya ada beberapa hal strategis yang ingin kami sampaikan.
Yang pertama adalah hasil survei LSI yang telah dilakukan tiga minggu yang lalu, yang kemarin sudah disampaikan kepada pimpinan, dan ini akan kami sampaikan kepada Bapak dan Ibu sekalian, khususnya terhadap persepsi persfektif masyarakat di seluruh Indonesia terhadap kinerja, terhadap eksistensi DPD, dan terhadap harapan yang sangat sekali besar terhadap perjuangan kita untuk menata sistim ketatanegaraan. Ada satu item yang sangat menarik terhadap survei tadi, terhadap DPD agar ikut memutuskan undang-undang yang berkaitan dengan kepentingan daerah, itu masyarakat 78% berharap sangat dari DPD. Untuk menindaklanjuti hasil pengawasan terhadap pemerintah, kami ulangi, hasil pengawasan langsung kepada pemerintah harapan masyarakat itu 74%. Kemudian masyarakat berharap bahwa DPD dapat bersama-sama dengan DPR membuat undang-undang 70%. Dan bersama-sama DPR memberikan persetujuan atas APBN 71%.
Kemudian, yang paling harus kita cermati adalah masyarakat setuju jika dilakukan amandemen perubahan ke-5 terhadap Undang-Undang Dasar 1945 untuk meningkatkan kewenangan DPD, khususnya berkaitan dengan penanganan apa yang diperjuangkan dalam aspirasi daerah itu 65%. Jadi, pada prinsipnya hal-hal tadi mencerminkan atau sebuah potret, dimana apa yang telah Bapak dan Ibu lakukan sebagai kerja politik kemarin-kemarin ini untuk membangun sebuah awareness kepada masyarakat, itu ditangkap oleh masyarakat dengan data yang sangat sekali akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dan ini akan di-publish oleh LSI pada minggu kedepan ini, sehingga masyarakat mengetahui benar bahwa apa-apa yang Bapak-Ibu perjuangkan adalah merupakan juga bagian kehendak dari sebagian masyarakat, rakyat yang ada di Indonesia.
Bapak-Ibu, nanti kami akan sampaikan ke ruang masing-masing hasil lengkap daripada survei tadi, dan ini akan kita tracking kembali pada 4 atau 5 bulan mendatang sebelum kita menyampaikan naskah usul perubahan ini ke Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Pekan konstitusi yang seperti kita cermati telah berlangsung sejak tanggal 30 Januari sampai dengan 3 Februari Tahun 2012 yang lalu. Yang menghadirkan 42 negarawan, tokoh bangsa, para prominen-prominen ahli, dan tokoh-tokoh ormas (organisasi masyarakat) yang merupakan adalah tokoh-tokoh nasional yang mereka berbicara tentang dibutuhkannya atau diperlukannya perubahan dalam sistim ketatanegaraan kita. Benang merah yang kita dapatkan adalah bahwa beliau-beliau itu para tokoh bangsa itu sangat menyetujui bahwa konstitusi atau sistim ketatanegaraan itu perlu ditata ulang. Saya akan menyitir beberapa pidato Ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDIP. Dari sekian rangkaian halaman yang berjumlah hampir 17 halaman, yang ingin saya sampaikan adalah, ini kata Bu Mega ini bukan kata Bambang Soeroso Pak, “Saya perlu garis bawahi, tidak berarti bahwa amandemen ke-5 Undang-Undang Dasar 1945 tidak dimungkinkan. Sebagai sebuah dokumen yang merupakan hasil kesepakatan, perubahan itu adalah keniscayaan.” Ini adalah sebuah statement politik, statement kebangsaan yang disampaikan oleh Ibu Megawati pada keynote-nya pada saat membuka Pekan Konstitusi yang kita gelar kemarin ini.
Pada tataran media, pekan itu mendapatkan porsi dalam tujuh besar berita yang sangat aktual dan sangat hangat. Ini kami juga ingin mengapresiasi kepada para jurnalis yang telah dengan sangat intens mengikuti perjalanan-perjalanan tadi. Dan kerja sama Pekan Konstitusi kemarin kita lakukan bersama dengan ICIS (International Center of Islamic Scholars) yang dipimpin oleh Pak KH. Hasyim Muzadi. Pekan Konstitusi atau Dialog Kebangsaan Jilid ke-2 ini segera juga akan kita lakukan dengan menambah lebar kerja sama kita dengan para tokoh elit-elit bangsa, termasuk dengan ICMI Pak Irman, yang nanti malam kami sudah direspons dan sesegera mungkin untuk melakukan dialog. Karena kita ketahui ICMI adalah sebuah lembaga dimana dihuni oleh para intelektual muslim Indonesia yang sangan concern terhadap persoalan-persoalan bangsa ini.
Bapak dan Ibu sekalian yang kami hormati, next action yang akan kita lakukan adalah menggelar sebuah dialog secara bersama-sama dalam sebuah kepanitiaan bersama yang telah dibentuk oleh pimpinan-pimpinan fraksi politik di MPR. Pada tanggal 14 Desember yang lalu telah kita bentuk dan itu adalah merupakan sebuah semangat kebersamaan saya kira, partai politik melalui fraksi-fraksinya dengan Bapak-Ibu yang ingin mendialogkan secara bersama, kemudian akan menemukan dan akan bermuara kepada kesamaan common platform kita terhadap usul yang akan kita dorong bersama-sama. Perjalanan ini nanti akan kita mulai pada Maret minggu kedua dan seterusnya melalui sebuah format, Pak Irman, karena mereka beliau-beliau itu tidak dapat setiap saat, maka formatnya adalah melalui suatu konsinyering setiap dua minggu sampai dengan mereka membubuhkan tanda tangan terhadap usul perubahan itu di dalam naskah kita.
Bapak dan Ibu sekalian yang saya hormati, kemudian kita juga akan melakukan seri dialog kembali dengan ketua-ketua umum partai politik yang sudah akan kita mulai besok dengan Ketua Umum Hanura, Pak Wiranto, yang akan kita sepakati bersama juga terhadap common platform terhadap persoalan-persoalan bangsa yang tercermin di dalam naskah perjuangan Bapak-Ibu menata sistim ketatanegaraan kita.
Bapak dan Ibu sekalian, oleh karenanya maka kami mohon dengan sangat, karena upaya-upaya kita bersama ini adalah demi kepentingan bangsa dan negara, maka pemahaman kita terhadap muatan, ulangi, muatan materi di dalam 10 isu strategis itu tentunya harus kita dalami bersama-sama. Oleh karenanya kami juga akan menggelar sebuah orientasi atau semacam TOT-lah kira-kira kepada kita semua untuk kita bisa berbagi dan mendiskusikan terhadap argumentasi apa yang mungkin terantisipasi harus kita jawab dan kita jelaskan kepada teman-treman dari partai politik.
Bapak-Ibu, dan para sahabat sekalian yang kami hormati. Saat sekarang ini partai politik ingin sekali mendengarkan apakah yang Bapak katakan dukungan masyarakat itu merupakan dukungan yang benar-benar riil. Maka, statement, testimoni, ataupun dukungan
dari seluruh stakeholder kita termasuk stakeholder yang ada di daerah itu menjadi barometer atau kerangka acuan bagi mereka untuk mendukung perjuangan kita. Oleh karenanya, maka sarasehan daerah yang bermuara kepada sebuah konsensus daerah di masing-masing provinsi ini kami harapkan dapat Bapak-Ibu lakukan pada masa reses besok pada bulan April ini. Ini adalah kesempatan terakhir bagi Bapak dan Ibu untuk melaksanakan itu dan sekaligus adalah melaksanakan uji publik terhadap muatan tadi dengan perguruan tinggi yang selama ini selalu terlibat di masing-masing provinsi kita dalam rangka menyusun, merumuskan dan sekaligus menganalisa. Jadi kami akan segera memfasilitasi kegiatan tadi di provinsi Bapak dan Ibu sekalian, termasuk adalah mengekspor para tokoh nasional yang kemarin sudah memberikan dukungan dan statement-nya kepada tokoh-tokoh daerah yang nanti akan Bapak himpun di dalam prosesi atau kegiatan-kegiatan tadi. Kami hanya ingin mengingatkan bahwa besok pada kunjungan atau reses kita itu adalah kesempatan terakhir, karena kami sudah menghitung kalau ini dilakukan nanti ke depan pada reses itu waktunya sudah sangat mepet Pak.
Kemudian, ada 14 provinsi Bapak dan Ibu, saya kira bisa dilihat di caption yang ada di hadapan Bapak dan Ibu, 14 provinsi yang belum mengadakan sarasehan daerah tadi, kemudian 26 provinsi yang belum menyelenggarakan uji publik. Kami harapkan ini menjadi catatan khusus bagi PR (pekerjaan rumah) kita semua nanti ketika kita melaksanakan reses di daerah.
Itulah beberapa hal strategis yang ingin kami sampaikan Pak Ketua. Dan saya kira kemarin ada beberapa hal semua informasi, semua denyut nadi dari perjuangan ini harus tersampaikan secara utuh kepada kita semua, maka sekarang kami sudah akan memanfaatkan komunikasi per-email dan per-twitter, tadi yang Ibu Hemas juga sampaikan, kita semua dapat berkomunikasi meskipun tidak melalui majelis ini, melalui media sosial tadi. Termasuk adalah memanfaatkan website kita yang memang sekarang sudah aktif Ibu Hemas, dan ini kita sudah memberikan apresiasi juga kepada rekan-rekan kita khususnya antara RRI dan TVRI. Dan sekaligus kami juga ingin melaporkan bahwa nanti program kedepan ke PR-an atau campaign design kita, Pak Ketua. Ini mudah-mudahan bisa menjadi catatan Pak Ketua dan khususnya Ibu Sekjen dan Pak Wasekjen. Campaign atau sosialisasi kita ini sesuai dengan hasil survey yang masih dirasakan kurang ini perlu kita tingkatkan pada 2012 mendatang.
Dan saya ingin juga melaporkan kepada Bapak dan Ibu hasil rapat pimpinan dengan kami, dengan PURT, Sekjen dan Ketua BK, telah menyepakati bahwa Kelompok DPD itu sejatinya atau seyogyanya harus didukung dengan sebuah pembiayaan yang compact di dalam rangka kita melaksanakan semua kegiatan strategis yang amat sangat mendesak itu.
Sekali lagi atas segala perhatian, dengan segala hormat kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa meridhoi kepada kita semua, perjuangan kita. Dan sekaligus memberikan kesehatan yang paripurna kepada kita semua sehingga kita dapat melaksanakan tugas-tugas konstitusional kita dengan sebaik-baiknya demi amanat rakyat sebagai pemegang kedaulatan di republik ini.
Terima kasih.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera.
Om Shanty Shanty Shanty Om.
130. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI) Baik, terima kasih kepada Ketua Kelompok Pak Bambang Soeroso. Barangkali ada pertranyaan soal kepentingan Kelompok? Baik kalau tidak Bapak-Ibu sekalian, jadi progress report Kelompok ini memang menjadi prioritas kita pada tahun ini. Dan mudah-mudahan
besok pertemuan pimpinan Kelompok dengan pimpinan Partai Hanura akan berlangsung baik. Dan itu kita harapkan berikut-berikutnya akan bisa lebih kita maksimalkan lagi. Dan tentu kita semua nanti yang menjadi ujung tombak atau kebersamaan dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan negara, cita-cita daripada pendiri republik untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dan sejahtera lahir batin.
131. PEMBICARA : Dipl. Ing. H. BAMBANG SOEROSO (KETUA KELOMPOK DPD DI MPR)
Pak Ketua, sedikit saja, sebagai informasi kepada kita semua bagi teman-teman yang nanti pukul 19.00 punya waktu, karena kita akan diterima dan akan membuka sebuah dialog yang sangat sinergis dengan ICMI di Kuningan.
132. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI) Jadi nanti malam bagi teman-teman yang ada waktu di rumahnya Pak Habibie ya, jam 7, bagi yang bisa untuk hadir bagus sekali kesempatan bisa bertemu untuk bisa berbicara, tentu dalam kaitan bagaimana kerja sama ICMI dan Kelompok.
Demikianlah Bapak-Ibu sekalian, para hadirin yang berbahagia. Kita akan menutup sidang paripurna ini. Dan juga ingin mengingatkan kepada kita semua bahwasa sidang paripurna ke-11 akan berlangsung pada tanggal 5 April. Jadi tinggal hanya beberapa hari lagi dengan agenda penutupan masa sidang III. Untuk itu kita harapkan pada masa-masa sidang ini kita dapat mengoptimalkan, memanfaatkan waktu dalam menjalankan tugas konstitusi kita. Dan sekali lagi kami ucapkan alhamdulillah sidang paripurna ke-10 ini kita tutup dengan mengucapkan Wabilahitaufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Om Shanty Shanty Shanty Om.
SIDANG DITUTUP PUKUL 10.15 WIB