Bab IV Pembahasan
4.1. Sifat User
4.1.1. Kemampuan memilih
Yang dimaksud dengan kemampuan memilih adalah kemampuan user untuk melakukan pilihan terhadap layanan yang diberikan oleh suatu sistem. Termasuk dalam hal ini adalah kemampuannya untuk memilih antar memakai sistem atau tidak.
Kemampuan memilih juga menunjuk pada kemampuan pengguna dalam memilih untuk tidak menggunakan beberapa bagian, atau bahkan keseluruhan sistem. Disini seorang pengguna memiliki kebijakan setiap kali berhadapan dengan pilihan.
Dalam penelitian ini yang tergolong dalam kemampuan responden untuk memilih adalah sebagai berikut :
Tabel IV. Responden yang tahu tentang layanan data sistem GSM (GPRS), pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem GSM dan CDMA.
Tahu layanan data GSM dan CDMA ? Frekuensi Observasi Persentase Tahu 100 100% Tidak tahu 0 0% Total 100 100%
Semua responden baik responden untuk sistem GSM (GPRS) maupun sistem CDMA tahu tentang apa yang dimaksud dengan layanan data, hal ini terlihat pada tabel IV, sehingga dengan mengetahui maksud dari layanan data diharapkan responden sudah memahami dengan pasti apa saja yang terkait dengan layanan data tersebut.
Dalam T&T edisi Januari 2004, dijelaskan bahwa layanan data adalah value added service yang disediakan oleh operator telepon seluler baik berbasis GSM maupun CDMA, sehingga pengguna telepon seluler tidak hanya mendapatkan layanan komunikasi suara namun juga dapat melakukan komunikasi data, video dan bahkan gabungan dari ketiganya.
Layanan data sistem GSM yang banyak digunakan oleh responden berdasarkan urutannya dari jumlah yang besar ke jumlah yang kecil adalah download fitur tambahan (ringtone, wallpaper) 38,6%, berita, informasi dan horoskop 20,5%, MMS 15,9%, video call 11,4%, send email 9,1%, mobile banking 4,5%, kemudian layanan lainnya dari jawaban responden belum ada yang menggunakan, dapat dilihat pada tabel V.
Tabel V. Layanan data operator GSM yang sering digunakan oleh responden pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem GSM dan CDMA
Layanan data yang sering digunakan
Frekuensi Observasi
Persentase Download fitur (ringtone, wallpaper) 34 38,6% Berita, informasi & horoskop 18 20,5%
MMS 14 15,9%
Video Call, Video streaming 10 11,4%
Send email 8 9,1%
Mobile banking 4 4,5%
Tabel VI. Layanan data operator CDMA yang sering digunakan oleh responden pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem
GSM dan CDMA Layanan data yang
sering digunakan
Frekuensi Observasi
Persentase Berita, informasi & horoskop 28 25,9% Download fitur (ringtone, wallpaper) 25 23,1%
Send email 19 17,6%
Mobile banking 16 14,8%
MMS 7 6,5%
Lainnya 7 6,5%
Video Call, Video streaming 6 5,6%
Total 108 100%
Berdasarkan tabel VI diatas, layanan data sistem CDMA yang banyak digunakan oleh responden berdasarkan urutannya dari jumlah yang besar ke jumlah yang kecil adalah berita, informasi dan horoskop 25,9%, download fitur tambahan (ringtone, wallpaper) 23,1%, send email 17,6%, mobile banking 14,8%, pengguna MMS dan layanan lainnya masing-masing 6,5%, sedangkan yang memanfaatkan untuk video streaming 5,6% dari pengguna layanan CDMA.
Sedangkan untuk urutan operator seluler yang digunakan oleh responden untuk mengakses layanan data ialah : Mobile 8 (Fren) 32%, Telkomsel (Halo, Simpati, As) 26%, Telkom (Flexi) 18%, Exelcomindo (Xplore, Bebas, Jempol) 17% serta Indosat (Matrix, Mentari, IM3) 7%, dapat dilihat pada tabel VII. Hal ini juga tidak terlepas dari daerah lokasi tempat penelitian dilakukan yakni di Yogyakarta, karena di kota ini operator-operator seluler yang berkembang masih terbatas, operator seluler seperti Esia dan Blue belum dikembangkan di daerah Yogyakarta.
Tabel VII. Operator yang digunakan untuk mengakses layanan data oleh responden pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem
GSM dan CDMA. Operator yang digunakan untuk
Mengakses layanan data
Frekuensi Observasi
Persentase
Mobile 8 (Fren) 32 32%
Telkomsel (Halo, Simpati, As) 26 26%
Telkom (Flexi) 18 18%
Exelcomindo (Xplore, Bebas, Jempol) 17 17%
Indosat (Matrix, Mentari, IM3) 7 7%
Lainnya 0 0%
Total 100 100 %
Yang menjadi pertimbangan awal saat responden menentukan operator yang digunakan untuk mengakses layanan data dapat dipetakan sebagai berikut : 34% karena tarifnya lebih murah, 28,2% paket perdananya murah, 26,8% jaringannya luas, 25,2% fitur-fitur layanan lebih lengkap, serta alasan lain sebanyak 7,4%, dapat dilihat pada tabel VIII.
Tabel VIII. Alasan responden memilih operator untuk layanan data pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem GSM dan CDMA
Alasan memilih operator seluler untuk layanan data
Frekuensi Observasi
Persentase
Tarif lebih murah 51 34%
Paket perdananya murah 53 28,2%
Jaringan luas 41 26,8%
Fitur-fitur layanan lebih lengkap 35 25,2%
Lainnya 8 7,4%
Total 188 100%
Dengan demikian dapat diketahui bahwa user lebih cenderung melihat berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakses layanan data dari suatu sistem seluler daripada berbagai keunggulan yang ditawarkan.
User memiliki hak untuk menentukan pilihan yang sesuai dari berbagai pilihan yang ditawarkan. Namun demikian dalam suatu keadaan tertentu pilihan itu sangat terbatas. Dalam studi ini dapat dilihat bahwa dari berbagai pilihan layanan data seluler baik GSM maupun CDMA tentu saja tidak secara merata layanan tersebut digunakan oleh user, tentu saja dengan berbagai alasan dan pertimbangan.
4.1.2. Motivasi
Besar kecilnya motivasi yang dimiliki user sangat berpengaruh dalam mengatasi berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam pemakaian suatu sistem. Yang tergolong motivasi responden menggunakan layanan data dalam penelitian ini adalah :
Tabel IX. Alasan responden menggunakan layanan data dari sistem GSM pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem GSM dan CDMA
Alasan responden menggunakan layanan data Frekuensi Observasi
Persentase
Sarana informasi dan hiburan 31 47,7%
Kebutuhan komunikasi 26 40%
Membantu tugas dan pekerjaan 8 12,3%
Lainnya 0 0,00%
Total 65 100 %
Tabel X. Alasan responden menggunakan layanan data dari sistem CDMA pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem GSM dan CDMA
Alasan responden menggunakan layanan data Frekuensi Observasi
Persentase
Kebutuhan komunikasi 37 34,6%
Sarana informasi dan hiburan 37 34,6%
Membantu tugas dan pekerjaan 33 30,8%
Lainnya 0 0,00%
Dari tabel IX, diketahui bahwa alasan responden sistem GSM menggunakan layanan data untuk sarana informasi dan hiburan sebanyak 47,7%, kebutuhan komunikasi sebanyak 40%, untuk membantu tugas dan pekerjaan sebanyak 12,3% serta tidak ada responden yang menjawab untuk keperluan lainnya.
Untuk responden dari sistem CDMA yang terlihat pada tabel X dapat dilihat bahwa 34,6% responden menggunakan layanan data untuk kebutuhan komunikasi serta sarana informasi dan hiburan. Sebanyak 30,8% responden menggunakannya untuk membantu tugas dan pekerjaan. Sama seperti dengan responden sistem GSM, tidak ada responden yang menjawab untuk keperluan lainnya.
Dari hasil ini jelas terlihat yang menjadi motivasi utama responden menggunakan layanan data adalah untuk pemenuhan kebutuhan komunikasi serta sebagai sarana informasi dan hiburan, kemudian motivasi lain yang mendasari adalah sebagai alat untuk membantu tugas dan pekerjaan responden.
Jika pengguna mempunyai motivasi tinggi maka lebih banyak usaha yang dikeluarkan untuk mengatasi masalah dan kesalahpahaman. Atau, jika pengguna tidak bermotivasi tinggi untuk menyelesaikan sebuah tugas dalam sistem maka komitmen pengguna dapat berkurang, dan akan terjadi keengganan untuk mempelajari atau menggunakan bagian-bagian yang rumit serta tidak sesuai dengan kebutuhan user saat itu.
4.1.3. Pengetahuan
Kesesuaian antara keinginan dan pengetahuan yang dimiliki pengguna sistem juga mempengaruhi kebergunaan dari suatu sistem. Tabel XI mengungkapkan bahwa responden dari sistem GSM menyatakan bahwa sistem sesuai dengan keinginan dan pengetahuan yang dimikili 50%, sistem kurang sesuai dengan keinginan dan pengetahuan 26%, sistem jauh dari yang diharapkan 14%, serta 10% dari responden untuk sistem GSM menyatakan bahwa sistem sangat sesuai dengan keinginan dan pengetahuan yang dimiliki.
Tabel XI. Kesesuaian antara pengetahuan dan keinginan responden dengan layanan data sistem GSM pada penelitian perbandingan layanan data pada
sistem GSM dan CDMA Kesesuaian layanan
data sistem GSM
Frekuensi Observasi
Persentase Sistem sesuai dengan keinginan dan
pengetahuan yang dimiliki
25 50% Sistem kurang sesuai dengan keinginan
dan pengetahuan yang dimiliki.
13 26%
Sistem jauh dari yang diharapkan 7 14%
Sistem sangat sesuai dengan keinginan dan pengetahuan yang dimiliki
5 10%
Total 50 100 %
Sedangkan tabel XII mengungkapkan bahwa responden dari sistem CDMA menyatakan bahwa sistem sesuai dengan keinginan dan pengetahuan yang dimikili 62%, sistem sangat sesuai dengan keinginan dan pengetahuan yang dimiliki sebanyak 38%, serta tidak ada responden dari sistem CDMA yang menyatakan sistem kurang sesuai maupun sistem jauh dari yang diharapkan.
Tabel XII. Kesesuaian antara pengetahuan dan keinginan responden dengan layanan data sistem CDMA pada penelitian perbandingan layanan data pada
sistem GSM dan CDMA Kesesuaian layanan
data sistem CDMA
Frekuensi Observasi
Persentase Sistem sesuai dengan keinginan dan
pengetahuan yang dimiliki
31 62% Sistem sangat sesuai dengan keinginan
dan pengetahuan yang dimiliki
19 38% Sistem kurang sesuai dengan keinginan
dan pengetahuan yang dimiliki.
0 0%
Sistem jauh dari yang diharapkan 0 0%
Total 50 100 %
Pengetahuan yang dipilih pengguna untuk diterapkan dalam sebuah kerja, baik pengetahuan tersebut sesuai ataupun tidak, dapat dipertimbangkan sebagai sebuah variabel yang berperan dalam kedayagunaan sebuah sistem.
4.2.Fungsi Sistem
4.2.1. Kemudahan Dipelajari
Kemudahan dipelajari merujuk pada usaha yang diperlukan untuk memahami dan menguasai sistem. Kemudahan pakai suatu sistem tidak secara langsung berkaitan dengan kemudahan sistem untuk dipelajari. Ada sistem yang mudah dipakai tetapi tidak mudah dipelajari.
Tabel XIII mengungkapkan bahwa 46% responden dari sistem GSM menyatakan layanan data dari sistem GSM mudah dipakai namun sulit dipelajari, 44% menyatakan layanan data itu mudah dipakai, mudah dipelajari, 8% layanan data itu sulit dipakai, mudah dipelajari, serta 2% menyatakan layanan data itu sulit dipakai, sulit dipelajari.
Tabel XIII. Pendapat responden tentang kemudahan dipelajari dari sistem GSM pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem
GSM dan CDMA Pendapat responden tentang kemudahan
dipelajari dari sistem GSM
Frekuensi Observasi
Persentase Layanan data itu mudah dipakai, sulit dipelajari 23 46% Layanan data itu mudah dipakai, mudah dipelajari 22 44% Layanan data itu sulit dipakai, mudah dipelajari 4 8% Layanan data itu sulit dipakai, sulit dipelajari 1 2%
Total 50 100 %
Sedangkan tabel XIV mengungkapkan bahwa 74% responden dari sistem CDMA menyatakan bahwa layanan data dari sistem CDMA mudah dipakai dan mudah dipelajari, 26% responden menyatakan layanan data itu mudah dipakai namun sulit dipelajari. Sedangkan tidak ada responden (0%) yang menyatakan layanan data itu sulit dipakai, mudah dipelajari serta layanan data itu sulit dipakai, sulit dipelajari.
Tabel XIV. Pendapat responden tentang kemudahan dipelajari dari sistem CDMA pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem
GSM dan CDMA Pendapat responden tentang kemudahan
dipelajari dari sistem CDMA
Frekuensi Observasi
Persentase Layanan data itu mudah dipakai, mudah dipelajari 37 74% Layanan data itu mudah dipakai, sulit dipelajari 13 26% Layanan data itu sulit dipakai, mudah dipelajari 0 0% Layanan data itu sulit dipakai, sulit dipelajari 0 0%
4.2.2. Kemudahan Memakai
Setelah memahami dan menguasai sistem, kemudahan memakai merujuk pada usaha yang dibutuhkan oleh pengguna untuk mengoperasikan sistem tersebut.
Tabel XV. Pendapat responden tentang kemudahan memakai layanan data dari sistem GSM pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem
GSM dan CDMA Kemudahan memakai layanan data
dari sistem GSM
Frekuensi Observasi
Persentase Layanan data itu lebih mudah digunakan karena
telah terbiasa menggunakannya
34 68%
Sama saja 14 28%
Layanan data itu lebih mudah digunakan karena banyak perubahan dari sistem
1 2% Layanan data itu lebih sulit karena banyak
perubahan dari sistem
1 2%
Total 50 100 %
Didapat bahwa 68 % responden menyatakan bahwa layanan data dari sistem GSM lebih mudah digunakan karena kecenderungan responden telah terbiasa menggunakannya, 28% responden merasa sama saja sejak pertama menggunakan layanan data tersebut, 2% responden menyatakan layanan data dari sistem GSM lebih mudah digunakan karena pengaruh banyak perubahan yang dilakukan oleh penyedia layanan kepada sistem, dan bahkan 2% responden menyatakan dengan adanya perubahan dari sistem layanan data itu menjadi lebih sulit, hal ini dapat dilihat pada tabel XV di atas.
Pada tabel XVI dapat dilihat bahwa 58% responden pengguna layanan data sistem CDMA menyatakan bahwa layanan data itu lebih mudah digunakan karena telah terbiasa menggunakannya, 26% menyatakan layanan itu menjadi
sama saja, sedangkan tidak ada responden (0%) yang menyatakan bahwa layanan itu menjadi lebih sulit digunakan.
Tabel XVI. Pendapat responden tentang kemudahan memakai layanan data dari sistem CDMA pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem
GSM dan CDMA Kemudahan memakai layanan data
dari sistem CDMA
Frekuensi Observasi
Persentase Layanan data itu lebih mudah digunakan karena telah
terbiasa menggunakannya
29 58% Layanan data itu lebih mudah digunakan karena
banyak perubahan dari sistem
13 26%
Sama saja 8 16%
Layanan data itu lebih sulit karena banyak perubahan dari sistem
0 0%
Total 50 100 %
Awalnya, kemudahan digunakan dan kemudahan dipelajari tampak sebagai dua konsep yang berbeda. Akan tetapi, kemungkinan sebuah sistem mudah dipelajari tapi sulit digunakan juga dapat terjadi. Sebagai contoh, sebuah sistem yang mudah dipelajari. Sistem tersebut dijelaskan secara jelas dan perintahnya dapat membimbing pengguna dengan mudah dalam menjalankan tugas yang bervariasi. Akan tetapi, saat pengguna telah mengetahui sistem dengan baik, perintah yang pada awalnya sangat membantu dapat menjadi penghalang dan menghabiskan waktu. Dengan kata lain, jika pengguna tidak diberi shortcut dalam melaksanakan suatu perintah, dan jika semuanya terus-menerus dijelaskan kembali kepada pengguna, sistem itu menghalangi pengguna, walaupun pada awalnya mudah dipelajari.
Disisi lain, sebuah sistem yang memiliki banyak perintah yang disingkat dan sedikit penjelasan akan sulit dipelajari tetapi mudah digunakan. Perintah dari
sistem itu bekerja bagi pengguna yang baru pertama kali memakainya. Namun perintah macam itu tidak akan menghalangi pengguna yang sudah berpengalaman. Singkatnya, konsep mudah dipelajari dan mudah digunakan berbeda satau sama lain dan berdiri sendiri.
4.2.3. Kecocokan Kerja
Kecocokan kerja merujuk pada tingkat kesesuaian antara fungsi dan informasi yang disediakan oleh sistem dengan kebutuhan pengguna.
Tabel XVII. Kesesuaian Fungsi dan Layanan Sistem GSM pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem GSM dan CDMA
Kesesuaian fungsi dan layanan sistem GSM
Frekuensi Observasi
Persentase Fungsi dan layanan sistem sesuai
dengan keinginan
27 54% Fungsi dan layanan sistem tidak
sesuai dengan keinginan
16 32% Fungsi dan layanan sistem jauh
dari yang diharapkan
4 8% Fungsi dan layanan sistem sangat
sesuai dengan keinginan
3 6%
Total 50 100 %
Tabel XVIII. Kesesuaian Fungsi dan Layanan Sistem CDMA pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem GSM dan CDMA
Kesesuaian fungsi dan layanan sistem CDMA
Frekuensi Observasi
Persentase Fungsi dan layanan sistem sesuai
dengan keinginan
32 64% Fungsi dan layanan sistem sangat
sesuai dengan keinginan
16 32% Fungsi dan layanan sistem tidak
sesuai dengan keinginan
2 4% Fungsi dan layanan sistem jauh
dari yang diharapkan
0 0%
Dari tabel XVII didapatkan bahwa 6% responden yang menggunakan sistem GSM menyatakan fungsi dan layanan sistem sangat sesuai dengan keinginannya, sedangkan untuk sistem CDMA 32% responden menyatakan hal yang serupa (tabel XVIII). Selanjutnya 54% responden GSM dan 64% responden CDMA menyatakan fungsi dan layanan sistem sesuai dengan keinginan responden. Untuk responden yang menyatakan bahwa fungsi dan layanan sistem tidak sesui dengan keinginan diperoleh hasil 22% untuk responden GSM dan 4% untuk responden CDMA. Sedangkan untuk responden yang menyatakan bahwa fungsi dan layanan sistem jauh dari yang diharapkan diperoleh 8% dari responden GSM dan 0% (tidak ada) untuk responden CDMA.
Kecocokan tugas ini mengacu pada ruang lingkup dari informasi dan fungsi-fungsi yang disediakan oleh sebuah sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna. Singkatnya, sebuah sistem dapat menjadi mudah dipelajari dan digunakan, akan tetapi apakah sistem itu bekerja dengan baik? Pertanyaan ini mempertanyakan apakah sistem mempunyai fungsi-fungsi yang dibutuhkan, seperti halnya informasi yang dibutuhkan pengguna.
4.3. Sifat Pekerjaan
4.3.1. Frekuensi
Frekuensi merujuk kepada seberapa sering suatu pekerjan dilakukan oleh user. Untuk layanan yang jarang dipakai sebaiknya memberikan dialog yang detil dan bertahap tetapi untuk layanan yang sering dipakai dibutuhkan bentuk dialog yang sederhana.
Tabel XIX. Usia penggunaan operator seluler yang digunakan untuk layanan data dari sistem GSM oleh responden pada penelitian perbandingan layanan
data pada sistem GSM dan CDMA Usia penggunaan operator
Untuk layanan data
Frekuensi Observasi
Persentase
1 – 2 tahun 17 34%
Lebih dari 3 tahun 16 32%
2 – 3 tahun 15 30%
Kurang dari 1 tahun 2 4%
Total 50 100 %
Tabel XX. Usia penggunaan operator seluler yang digunakan untuk layanan data dari sistem CDMA oleh responden pada penelitian perbandingan
layanan data pada sistem GSM dan CDMA Usia penggunaan operator
untuk layanan data
Frekuensi Observasi
Persentase
1 – 2 tahun 29 58%
Kurang dari 1 tahun 15 30%
2 – 3 tahun 6 12%
Lebih dari 3 tahun 0 0%
Total 50 100 %
Tabel XIX dan tabel XX di atas menjelaskan tentang lama penggunaan sistem seluler untuk mengakses layanan data. Diperoleh hasil untuk sistem GSM, 34% responden menggunakannya selama 1-2 tahun, 32% lebih dari 3 tahun, 30% 2-3 tahun, dan 4% telah menggunakan sistem GSM untuk mengakses layanan data kurang dari 1 tahun.
Sedangkan untuk responden dari sistem CDMA diperoleh hasil 58% responden telah menggunakannya sekitar 1 – 2 tahun, 30% responden kurang dari 1 tahun, 12% responden telah menggunakan antara 2 – 3 tahun sedangkan 0% (tidak ada) respoden yang menggunakan sistem CDMA untuk mengakses layanan data selama lebih dari 3 tahun.
Eason (1976) mengatakan bahwa jika pengguna melakukan tugas yang jarang mereka lakukan, pengguna tersebut mengharapkan suatu perintah yang dapat membimbing dalam menjalankan tugas tersebut. Disisi lain, perintah semacam itu kurang sesuai jika dipergunakan pada tugas-tugas rutin. Pengguna tugas yang rutin mengharapkan sebuah perintah yang singakt dan padat. Hal ini dikarenakan mereka dapat dengan mudah mengingat langkah-langkah yang diperlukan dalam tugas dan biasanya tidak membutuhkan bantuan atau saran.
4.3.2. Keterbukaan
Keterbukaan merujuk kepada suatu pekerjaan yang dapat dimodifikasi. Keterbukaan suatu pekerjaan ditentukan seberapa banyak kebutuhan informasi user berubah-ubah.
Tabel XXI. Pendapat responden tentang menu dari sistem GSM pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem GSM dan CDMA
Pendapat responden tentang menu dari sistem GSM
Frekuensi Observasi
Persentase Pilihan menunya telah ditetapkan oleh sistem,
namun saya masih dapat mengubahnya walaupun sangat terbatas
19 38%
Pilihan menunya terbatas sehingga saya harus menyesuaikan keinginan saya dengan menu yang tersedia pada system
17 34%
Tersedia berbagai pilihan menu sehingga saya dapat memilih sesuai dengan keinginan
10 20% Pilihan menunya telah ditetapkan oleh sistem 4 8%
Tabel XXII. Pendapat responden tentang menu dari sistem CDMA pada penelitian perbandingan layanan data pada sistem GSM dan CDMA
Pendapat responden tentang menu dari sistem CDMA
Jumlah Persentase Tersedia berbagai pilihan menu sehingga saya dapat
memilih sesuai dengan keinginan
28 56% Pilihan menunya terbatas sehingga saya harus
menyesuaikan keinginan saya dengan menu yang tersedia pada system
18 36%
Pilihan menunya telah ditetapkan oleh sistem 3 6% Pilihan menunya telah ditetapkan oleh sistem, namun
saya masih dapat mengubahnya walaupun sangat terbatas
1 2%
Total 50 100 %
Pendapat responden tentang menu layanan dari sistem GSM dan CDMA pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel XXI dan tabel XXII di atas. Sebanyak 38% dari responden pengguna sistem GSM menyatakan bahwa pilihan menu telah ditetapkan oleh sistem, namun user masih dapat mengubahnya walaupun sangat terbatas. Selanjutnya 34% responden menyatakan pilihan menunya terbatas sehingga user harus menyesuaikan keinginannya dengan menu yang tersedia pada sistem. Responden yang menyatakan bahwa sistem menyediakan berbagai pilihan menu sehingga user dapat memilih sesuai dengan keinginannya sebanyak 20%. Sedangkan responden yang menyatakan pilihan menunya telah ditetapkan oleh sistem sebanyak 8%.
Untuk responden dari sistem CDMA yang menyatakan bahwa sistem menyediakan berbagai pilihan menu sehingga user dapat memilih sesuai dengan keinginannya sebanyak 56%. Responden yang menyatakan pilihan menu dari sistem CDMA terbatas sehingga user harus menyesuaikan keinginannya dengan menu yang tersedia pada sistem sebanyak 36%. Untuk responden yang
menyatakan pilihan menu telah ditetapkan oleh sistem sebanyak 6%. Sedangkan 2% dari responden menyatakan bahwa pilihan menu telah ditetapkan oleh sistem, namun user masih dapat mengubahnya walaupun sangat terbatas.
Tabel XXIII dan tabel XXIV di bawah ini menunjukkan seberapa jauh sistem memberikan kebebasan kepada user untuk memodifikasi suatu layanan pada kedua sistem :
Tabel XXIII. Pendapat responden tentang kebebasan untuk mengubah layanan dari sistem GSM pada penelitian perbandingan layanan data pada
sistem GSM dan CDMA Kebebasan untuk mengubah
layanan sistem GSM
Frekuensi Observasi
Persentase Sistem memberikan kebebasan kepada saya
untuk bisa mengubah-ubahnya namun dalam batas-batas tertentu
21 42%
Sistem dapat diubah-ubah namun saya harus meminta/mengkonfirmasi ke penyedia layanan dari sistem tersebut
20 40%
Sistem bersifat tetap dan tidak dapat diubah- ubah lagi
6 12% Sistem memberikan kebebasan kepada saya
untuk bisa mengubah-ubah sesuai dengan keinginan
3 6%
Tabel XXIV. Pendapat responden tentang kebebasan untuk mengubah layanan dari sistem CDMA pada penelitian perbandingan layanan data pada
sistem GSM dan CDMA Kebebasan untuk mengubah
layanan sistem CDMA
Frekuensi Observasi
Persentase Sistem memberikan kebebasan kepada saya
untuk bisa mengubah-ubahnya namun dalam batas-batas tertentu
32 64%
Sistem memberikan kebebasan kepada saya untuk bisa mengubah-ubah sesuai dengan keinginan
17 34%
Sistem bersifat tetap dan tidak dapat diubah- ubah lagi
1 2% Sistem dapat diubah-ubah namun saya harus
meminta/mengkonfirmasi ke penyedia layanan dari sistem tersebut
0 0%
Total 50 100 %
Responden yang menyatakan bahwa sistem GSM memberikan kepada user untuk bisa mengubah-ubah namun dalam batas-batas tertentu sebanyak 42%. Responden yang menyatakan sistem GSM dapat diubah-ubah namun user harus meminta/mengkonfirmasi ke penyedia layanan dari sistem GSM sebanyak 40%. Selanjutnya responden yang menyatakan bahwa sistem memberikan kebebasan kepada user untuk bisa mengubah-ubah sesuai dengan keinginannya sebanyak