YANG SIGNIFIKAN
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGEMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Pertimbangan (lanjutan) Judgments (continued)
Penyisihan atas Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha - Evaluasi Individual (lanjutan)
Allowance for Impairment Losses on Trade Receivables - Individual Assessment (continued)
Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga (jika tersedia) dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan untuk penurunan nilai piutang usaha. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 5.
In these cases, the Group uses judgment, based on available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the
customers and the customers’ current credit status
based on any third-party credit reports (if available) and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce its receivable amounts that the Group expects to collect. These specific provisions are re- evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment losses on trade receivables. Further details are disclosed in Note 5.
Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions
Asumsi utama masa depan dan sumber utama ketidakpastian dari estimasi pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi saat ini dan asumsi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the end of reporting period that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial period are disclosed below. The Group
based its assumptions and estimates on
parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments, may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.
Penyisihan atas Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha - Evaluasi Kolektif
Allowance for Impairment Losses on Trade Receivables - Collective Assessment
Bila Grup memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas piutang usaha, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, Grup menyertakannya dalam evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik pelanggan mempengaruhi estimasi arus kas masa depan dari piutang usaha tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terutang.
If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed trade receivables, whether significant or not, it includes the receivables in collective assessment for impairment. The characteristics of customers are relevant to the estimation of future cash flows for such trade receivables by being indicative of
38
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI
YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGEMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)
Penurunan nilai aset non-keuangan Impairment of Non-Financial Assets
Grup menilai penurunan nilai aset (aset tetap dan investasi pada entitas asosiasi) ketika terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat tidak dapat terpulihkan. Faktor-faktor penting yang dipertimbangkan Grup dapat memicu reviu penurunan nilai terdiri dari:
The Group assesses impairment of assets (property, plant and equipment and investment in associates) whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount of an asset may not be recoverable. The factors that the Group considers important which could trigger an impairment review include the following:
p
enurunan kinerja hasil operasi yang signifikan pada ekspektasi masa lampau atau proyeksi masa depan
s
ignificant underperformance relative to expected historical or projected future operating results;
p
erubahan signifikan penggunaan aset yang diperoleh dan strategi bisnis secara menyeluruh; dan
s
ignificant changes in the manner of use of the acquired assets or the strategy for the overall business; and
i
ndustri atau tren ekonomi negatif secara signifikan.
s
ignificant negative industry or economic trends.
Jika indikasi dimaksud ditemukan, dilakukan estimasi formal nilai terpulihkan dan kerugian penurunan nilai diakui sepanjang nilai tercatat melebihi nilai terpulihkan. Nilai terpulihkan dari aset atau unit penghasil kas diukur dari nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya.
If any such indication exists, a formal estimate of the recoverable amount is performed and an impairment loss is recognized to the extent that the carrying amount exceeds the recoverable amount. The recoverable amount of an asset or cash generating unit is measured at the higher of the fair value less cost to sell and value in use.
Pensiun dan Imbalan Kerja Pension and Employee Benefits
Penentuan liabilitas dan beban Grup sehubungan dengan pensiun dan liabilitas imbalan kerja bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi Grup yang efeknya lebih dari 10% dari kewajiban imbalan pasti ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari karyawan yang ditanggung.
The determination of the Group’s obligations and
cost for pension and employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include, among others, discount rates, annual salary increase rate, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age and mortality rate.
Actual results that differ from the Group’s
assumptions with effects that are more than 10% of the defined benefit obligations are deferred and amortized on a straight-line method over the expected average remaining service periods of the qualified employees.
Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 29.
While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the actual results or significant changes in the
Group’s assumptions may materially affect its
estimated employee benefits liabilities and employee benefits expense. Further details are disclosed in Note 29.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGEMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)
Penyisihan Keusangan Persediaan Allowance for Obsolescence of Inventories
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan, jika ada, diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.
Allowance for decline in market value and obsolescence of inventories, if any, is estimated based on available facts and circumstances,
including but not limited to, the inventories’ own
physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The provisions are re- evaluated and adjusted as additional information received affects the estimated amount. Further details are disclosed in Note 7.
Penyusutan Aset Tetap Depreciation of Property, plant and equipment
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 3 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 10.
The costs of property, plant and equipment are depreciated on a straight-line method over their estimated useful lives. Management properly estimates the useful lives of these property, plant and equipment to be within 3 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industry where the Group conducts its business. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. Further details are disclosed in Note 10.
Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets
Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer sepanjang besar kemungkinannya bahwa laba kena pajak akan tersedia di masa depan sehingga perbedaan temporer yang dapat dikurangkan tersebut dan akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasi dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diperlukan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat laba kena pajak mendatang disertai dengan strategi perencanaan pajak mendatang.
Deferred tax assets are recognized for temporary differences to the extent that it is probable that sufficient taxable profit will be available in the future
against which these deductible temporary
differences and carry forward of unused tax losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits, together with future tax planning strategies.
4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS
Kas dan setara kas terdiri dari: Cash and cash equivalents consist of the following:
30 Juni 2015/ 31 Desember 2014/
June 30, 2015 December 31, 2014
Kas kecil 18.788 21.455 Petty cash fund
Kas di bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk
- Indonesia 573.330 448.997 - Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- Indonesia 473.980 154.225 - Indonesia
40
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
30 Juni 2015/ 31 Desember 2014/
June 30, 2015 December 31, 2014
Kas di bank (lanjutan) Cash in banks (continued)
Dolar AS U.S. Dollars
PT Bank Mandiri PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk - Indonesia 25.195.399 19.905.573 (Persero) Tbk - Indonesia
The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Limited Banking Corporation Limited
- Indonesia 6.671.156 4.909.544 - Indonesia
Standard Chartered Bank Standard Chartered Bank
- Singapura 2.013.942 4.195.266 - Singapore
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - Indonesia 2.320.419 3.812.242 (Persero) Tbk- Indonesia
JPMorgan Chase, NA - AS 1.962.489 2.055.766 JPMorgan Chase, NA - USA
PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk
- Indonesia 293.031 689.476 - Indonesia
Lain-lain (masing-masing
di bawah AS$500.000) 209.519 245.835 Others (each below US$500,000)
Dolar Singapura Singapore Dollars
PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk
- Indonesia 592.730 996.865 - Indonesia
Standard Chartered Bank Standard Chartered Bank
- Singapura 3.366.890 138.012 - Singapore
Lain-lain (masing-masing Others
di bawah AS$100.000) 48.300 43.209 (each below US$100,000)
Euro Euro
Standard Chartered Bank Standard Chartered Bank
- Singapura 87.986 95.732 - Singapore
PT Bank Mandiri PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk - Indonesia - 30.647 (Persero) Tbk - Indonesia
Lain-lain (masing-masing Others
di bawah AS$100.000) 231.922 139.130 (each below US$100,000)
Dirham Uni Emirat Arab United Arab Emirates Dirham
National Bank of Dubai National Bank of Dubai
- Uni Emirat Arab 70.858 39.273 - United Arab Emirates
First East Export First East Export
Bank, PLC - Malaysia 16.250 16.250 Bank, PLC - Malaysia
Dolar Australia Australian Dollars
Australia and New Zealand Banking Australia and New Zealand Banking
Group Limited - Australia 17.328 41.189 Group Limited - Australia
Ringgit Malaysia Malaysian Ringgit
CIMB Bank Berhad - Malaysia 1.577 1.710 CIMB Bank Berhad - Malaysia
Setara kas - deposito berjangka Cash equivalents - time deposits
Dolar AS U.S. Dollars
The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Limited Banking Corporation Limited
- Indonesia - 500.000 - Indonesia
ING Bank NV - Belanda 500.000 500.000 ING Bank NV - Netherlands
Lain-lain (masing-masing
di bawah AS$500.000) 317.762 316.116 Others (each below US$500,000)
Euro Euro
ING Bank NV - Belanda 88.563 131.633 ING Bank NV - Netherlands
Rupiah Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk
- Indonesia 152.117 157.755 - Indonesia
PT Bank Mandiri PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk - Indonesia 73.039 75.339 (Persero) Tbk - Indonesia
Jumlah 45.343.952 39.697.410 Total