• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sikap dan Prilaku Guru

Dalam dokumen Kepribadian Guru (Halaman 176-180)

BAB IX: KEPRIBADIAN GURU

C. Sikap dan Prilaku Guru

Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari dan sikap menentukan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu dalam kehidupan. Sikap mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen tingkah laku. Kegiatan mengajar / mendidik sikap guru sangat penting. Berhasilnya mengajar sangat ditentukan oleh sifat dan sikap guru.9

Dalam pandangan kehidupan masyarakat kita guru sangat dihormati, hal itu tidak lain karena guru memiliki peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru di dalam mencetak generasi penerus bangsa ini. Oleh karena itu guru sangat dihormati dan diteladani setiap sikap dan perilakunya sebagai guru yang selalu menjadi panutan atau teladan bukan hanya oleh anak didiknya saja akan tetapi juga oleh masyarakat. Untuk menjadi guru yang memiliki sikap dan prilaku baik dibutuhkan kesabaran atau ketabahan baik menghadapi murid yang beraneka ragam latar belakang keluarga atau lingkungannya. Hal ini penting karena akan mempengaruhi sikap dan prilaku guru dalam mendidik dengan berbagai macam tantangan persoalan baik secara teknis dalam mengajar atau mendidik ataupun dalam beradaptasi di lingkungan pekerjaannya, maka dibutuhkan kualitas yang baik dan kesiapan mental yang memadai sebagai seorang guru.

Begitu pentingnya dalam kesiapan mental dalam memahami karakter siswa atau teman sejawat inilah dibutuhkan kesabaran atau

8 Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, Jakarta, PT. Rineka Cipta, 2006 hlm. 200.

ketabahan dalam menjaga kredibilitasnya sebagai seorang pendidik. Dengan selalu mengedepankan kiprah guru yang digugu dan ditiru maka seorang guru idealnya selalu memiliki sikap dan prilaku yang benar-benar bisa menjadi figur dalam masyarakat, sehingga guru bisa berwibawa atau bermartabat jangan sampai seperti kasus guru akhir-akhir ini yang memprihatinkan dari masalah kekerasan fisik misalnya pemukulan maupun tindakan-tindakan asusila lainnya yang seharusnya tidak pantas dan tidak layak dilakukan oleh seorang guru. Oleh karena itu guru harus memiliki sifat atau sikap perilaku yang harus di ketahui atau dipahami dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-harinya. Seorang guru tak kalah pentingnya juga harus memiliki sifat-sifat lainnya yaitu diantaranya memiliki sifat:

1. Kejujuran

Kejujuran adalah bagian dari modal dasar dalam kepribadian guru untuk bisa dijaga sebagai amanah profesinya sebagai guru. Guru adalah amanah yang patut memberikan sifat keteladanan kepada siswanya baik dalam kualitas profesinya dalam mengajar juga dalam perangai kehidupan kepribadiannya. Guru harus menyadari bahwa keberhasilan atau output siswa adalah dilihat dari siapa yang mencetak pendidikan yang tidak lain adalah orang tua kedua di sekolah yaitu guru. Sebagai guru yang telah diberi amanah oleh orangtua siswa maka guru harus bisa menjaga diri dan siswanya dari perkataan atau tindakan-tindakan yang melawan kejujuran seperti, berbohong, menipu, atau perbuatan-perbuatan dusta lainnya yang tidak pantas dilakukan oleh seorang guru yang semestinya selalu ingat bahwa guru adalah digugu dan ditiru oleh siswanya.

2. Kedisiplinan

Sebagai guru, dia harus memiliki pribadi yang disiplin, arif dan berwibawa. Hal ini penting karena, masih sering kita menyaksikan dan mendengar peserta didik yang perilakunya tidak sesuai bahkan bertentangan dengan sikap moral yang baik. Misalnya membolos, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, membuat keributan di kelas, melawan

guru, berkelahi, bahkan tindakan hal-hal yang menjurus pada hal-hal yang bersifat kriminal.

Dalam pendidikan, mendisiplinkan peserta didik harus dimulai dengan pribadi-pribadi guru yang disiplin, arif dan berwibawa, kita tidak bisa berharap banyak akan terbentuknya peserta didik yang disiplin dari pribadi guru yang kurang disiplin, kurang arif dan kurang berwibawa.

Guru harus mampu mendisiplinkan peserta didik dengan kasih sayang, terutama disiplin diri (self-discipline) untuk kepentingan tersebut, guru harus mampu melakukan hal-hal seperti:

1) Membantu peserta didik mengembangkan pola prilaku untuk dirinya

2) Membantu peserta didik meningkatkan standar perilakunya dan 3). Menggunakan pelaksanaan aturan sebagai aturan sebagai alat untuk

menegakkan disiplin.10

3. Keadilan

Berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebagai guru yang memiliki peranan penting dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar maka guru harus adil dalam memberikan servis atau pelayanan kepada siswa baik dalam proses kegiatan belajar mengajar maupun dalam menyikapi suatu masalah tanpa terkecuali juga dengan pimpinan atau dengan sesama guru dan harus menyadari bahwa guru memiliki tanggung jawab berhasil atau tidaknya proses pembelajaran siswa yang tentunya akan terlihat dari hasil evaluasinya setelah melakukan kegiatan proses belajar mengajar yaitu dalam bentuk ujian/tes. Di dalam melakukan penilaian-pun misalnya guru harus lebih proporsional dan obyektif tidak pandang bulu atau tidak membedakan anak yang cantik, saudaranya sendiri atau anak pejabat, akan tetapi idealnya guru harus adil sesuai dengan kemampuan atau kualitas hasil evaluasi siswa itu sendiri, begitu pula dalam memberikan perhatian kepada siswa harus diperlakukan secara adil dan penuh bijaksana.

4. Sabar dan Ulet

Kesabaran merupakan syarat yang sangat diperlukan, apabila pekerjaan guru dalam melakukan tugas mendidik maupun dalam menaati hasil dari jerih payahnya. Akan sia-sialah jika guru ingin lekas dapat menikmati atau membanggakan hasil pekerjaannya, seperti hasil hukumannya atau nasihatnya yang diberikan kepada seorang anak pendidik jika pendidik itu mempunyai rasa cinta terhadap anak didiknya.11

Sabar dan ulet merupakan sifat kepribadian guru yang semestinya dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan tugas yang mulia sebagai guru yang mengemban amanah atau tugas dengan berbagai tantangan baik dari kondisi siswa, lembaga atau kebijakan-kebijakan tertentu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru. Tidak mustahil gejolak guru sebagai manusia biasa yang dituntut dengan berbagai kebutuhan dalam memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari akan sedikit banyak bisa berpengaruh dalam melaksanakan tugas profesinya sebagai guru. Oleh karena itulah maka pemerintah mulai memikirkan nasib kesejahteraaan guru baik guru negeri maupun swasta salah satunya dengan melalui adanya sertifikasi guru. Disini guru dituntut harus ulet atau tekun untuk bisa meningkatkan kualitas dan kompetensinya sebagai guru dengan penuh kesabaran agar tetap melakukan pengembangan kemampuan pengetauan yang lebih luas yaitu dengan mampu meningkatkan SDM guru itu sendiri yang salah satunya syarat dari sertifikasi guru yaitu pendidikan minimal harus sarjana atau Strata satu.

5. Responsip terhadap Perubahan dan Kemajuan

Sikap dan perilaku seorang guru merupakan salah satu agen dari perubahan dalam pendidikan, karena ditangan guru itulah siswa akan ditentukan perubahannya baik pengembangan secara kondisi psychis maupun kualitas suatu keilmuan. Di era serba globalisasi sekarang ini guru dituntut untuk bisa lebih pro aktif atau sensitif akan kemajuan

pengetahuan terhadap perubahan dan kemajuan pendidikan dengan memiliki pengetahuan yang luas baik melalui via media elektronik, media masa ataupun melalui workshop atau latihan-latihan tertentu yang bisa membantu meningkatkan pengetahuan kepribadian guru dalam merespon akan perubahan dan kemajuan perkembangan teknologi yang selalu berubah atau up to date. Dengan demikian guru dituntut harus bisa meningkatkan kemampuannya secara aktif dan kreatif sesuai dengan bidang yang digelutinya atau kompetensinya.

6. Rasional dan logis

Guru adalah orang dewasa yang bertanggungjawab dalam memberikan perkembangan anak didik ke arah kemajuan dalam perkembangan secara jasmani dan rohani agar mencapai kedewasaan yang mandiri. Dalam mencetak anak didik guru dituntut bisa mendewasakan anak didik dengan memiliki kemapanan dalam berfikir, lebih kreatif atau produktif. Ketika membina atau mengarahkan murid-muridnyapun dengan penuh rasional dan logis termasuk dalam kegiatan proses belajar mengajar, begitu pula dalam pola pikir sehari-harinya harus disikapi dengan argumentasi yang mudah diterima oleh muridnya, enak didengar, mudah dicerna arah pemikirannya termasuk ketika menyikapi suatu masalah tertentu mudah difahami sehingga yang mendengarnya merasa puas dan penuh dengan kemantapan.

Dalam dokumen Kepribadian Guru (Halaman 176-180)