• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sikap Kerja dalam Melaksanakan Persiapan Operasi

Dalam dokumen MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (Halaman 42-74)

BAB II MELAKSANAKAN PERSIAPAN OPERASI

C. Sikap Kerja dalam Melaksanakan Persiapan Operasi

Persiapan operasi yang dilaksanakan oleh operator excavator sebelum mengoperasikan unit merupakan tugas yang harus dilaksanakan setiap hari

a. Utamakan Keselamatan. Dalam keadaan bekerja, kenakan APD sesuai keperluan kondisi kerja (Gambar II.43). Hampir semua kecelakaan disebabkan karena tidak dipatuhinya petunjuk

keselamatan kerja. Gambar II.43

b. Pastikan bahwa memahami sepenuhnya isi dalam buku petunjuk sebelum mengoperasikan alat (Gambar II.44) Diperlukan keperdulian penuh akan hal tersebut.

Gambar II.44

c. Pahami sepenuhnya keterangan dan proses kontruksi sebelum memulai pekerjaan. Jika menemukan sesuatu yang berbahaya pada pekerjaan, berkonsultasilah dengan pengawas untuk melakukan tindakan

pencegahan sebelum

mengoperasikan unit (Gambar II.45).

Gambar II.45

d. Jangan mengoperasikan unit ketika lelah atau setelah meminum minuman keras,atau obat-obatan.(GambarII.46)

Gambar II.46

e. Lakukan pemeriksaan harian sesuai dengan petunjuk pengoperasian.

Perbaiki bagian-bagian yang rusak dan kencangkan baut baut yang longgar (Gambar II.47)

Gambar II.47

f. Periksa untuk melihat apakah ada kebocoran pada oli engine, oli hidraulik, bahan bakar dan pendingin. Jaga kebersihan unit dan bersihkan unit setiap hari

(Gambar II.48) Gambar II.48

g. Jangan mengoperasikan unit, jika unit dalam perbaikan. Operasikan setelah unit selesai diperbaiki (Gambar II.49)

Gambar II.49

h. Waspadalah jika terjadi kebakaran.

Siapkan selalu alat pemadam kebakaran dan nomor telpon darurat dinas pemadam kebakaran dekat telpon (Gambar II.50)

Gambar II.50

BAB III MENGGALI MATERIAL DENGAN WAKTU SIKLUS (CYCLE TIME) MAKSIMAL

120% DARI WAKTU SIKLUS STANDAR (STANDARD CYCLE TIME)

A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Menggali Material dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 120% dari Waktu Standar (Standard Cycle Time).

1. Menggali material

Menggali material adalah fungsi utama dari Excavator, walaupun dalam aplikasinya dapat untuk memuat dan mengangkat beban sesuai dengan ketentuan. Pekerjaan menggali meliputi :

- Menggali untuk diratakan

- Menggali untuk membuat kolam/ pondasi - Menggali untuk membuat parit/ saluran - Menggali untuk membuat slope

- Mengali untuk dimuat

Berikut ini proses excavator melaksanakan penggalian (Gambar III.1)

Gambar III.1

Posisi 1. Rentangkan/panjangkan arm dan buka bucket sampai jangkauan pengambilan material yang paling jauh dengan memperhatikan posisi bucket untuk menganbil material

Posisi 2. Turunkan boom sampai bucket menyentuh material yang akandiambil

Posisi 3. Tariklah arm untuk menggalimaterial dengan diimbangi boom naik dan bucket masuk untuk memuat material hingga posisi arm tegak lurus

Posisi 4. Tarik arm untuk mengisi material ke bucket dengan diimbangi boom naik.

Posisi 5. bucket memuat material dan diposisikan sejajar sehingga material yang dimuat tidak tumpah sehingga muatannya maksimum.

Posisi 6. angkatlah boom sampai posisi bucket terbebas dan material siap untuk dibuang atau dimuat sesuai dengan rencana kerja.

2. Cycle Time 120%

Untuk mencapai cycle time 150% harus mengetahui syarat-syarat sebagai berikut:

a. Kondisi unit excavator (engine dan hidrolik) layak operasi sesuai spesifikasi teknis

b. Sudut putar (swing) excavator antara 90o - 180o c. - Tinggi bench kurang dari 80% panjang Arm/Stick

- Tinggi bench lebih tinggi dari 120% dari tinggi Arm/stick

B. Keterampilan yang diperlukan untuk Menggali Material dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 120% dari Waktu Standar (Standard Cycle Time).

1. Menempatkan excavator pada posisi yang rata, track menyentuh tanah secara penuh (full contact) sesuai dengan prosedur menggali dan membuang material (loading &

unloading).

Selalu menjaga unit dalam posisi stabil (Gambar III.2) Operator yang terampil selalu menjaga unitnya stabil Apabila mengoperasikan unit pada tanah yang datar adalah sangat efektif Tidak hanya dari sudut png operasi, pemeliharaan dan keselamatan, juga membantu memperpanjang umur unit.

Gambar III.2

2. Melakukan penggalian material dengan mengatur gerakan kombinasi/simultan (menggali, mengangkat, swing dan membuang) sesuai dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil galian yang optimal.

Lakukanlah pekerjaan menggali dengan menggunakan lengan (arm). Gunakan tenaga tarik dari lengan (arm) untuk menggali dan diimbangi dengan boom gunakan bersama-sama dengan tenaga gali dari bucket, jika perlu (Gambar III.3)

Gambar III.3

Gunakan tenaga gali yang efisien. Untuk mendapatkan kekuatan maksimal menggali, arm silinder dan silinder bucket harus diletakkan di 90 derajat satu sama lain. Hal tersebut memberikan tenaga dorong yang maksimum dari kedua silinder Dan punggung bucket membentuk sudut 30 derajat (Gambar III.4).

Gambar III.4

Horisontal menggali

Perluas Arm dan Bucket, lalu turunkan boom dan meletakkan Bucket ke dalam tanah.

Tariklah Arm sambil diimbangi dengan mengangkat boom Ketika arm menjadi vertikal ke boom, selanjutnya bucket digerakkan untuk memuat tanah secara bertahap. Angkat

bucket untuk meraup tanah ketika lengan dan boom berada di sudut 30 derajat satu sama lain (Gambar III.5)

Gambar III.5

Menggali dengan arm

Rentang menggali paling efisien arm sekitar 45 derajat ke depan, atau 30 derajat kebelakang dari vertikal. Menggali dalam jangkauan ini. memberikan daya yang maksimum dan lebih stabil (Gambar III.6).

Gambar III.6

Pencegahan mengoperasikan silinder sampai ujung langkah

Bila silinder dioperasikan sampai ujung langkah selama pengoperasian, tenaga akan menekan stopper didalam silinder dan hal ini akan mempercepat kerusakan, dan untuk menghindarkannya harus disisakan sedikit bagian (Gambar III.8)

Gambar III.7

3. Melakukan pembuangan material dengan mengatur hasil buangan material ke tempat dengan rapih dan efisien.

Membuang material bisa ditempatkan disisi kiri atau kanan dari unit, ini bila penggalian dilakukan dari arah depan (Gambar III.8).

Gambar III.8

Dan membuang material dapat juga ditempatkan didepan unit bila dilakukan penggalian dari arah samping (Gambar III.9). Membuang material yang paling jauh yaitu pada posisi 180o. Untuk mengoptimalkan tempat buangan material sehingga dicapai

efisiensi pembuangan yang tinggi, maka untuk membuang material doronglah material buangan yang telah ada dan diikuti dengan gerakan membuang material dari bucket

Gambar III.9

Membuang material dapat juga ditempatkan didalam dump truck sehingga dapat dibuang dilokasi yang jauh dari unit (Gambar III.10)

Gambar III.10

4. Menghitung produksi galian pada akhir pekerjaan setiap hari untuk bahan pembuatan laporan operasi dan evaluasi produktivitas operator

Hasil produksi akhir galian material/tanah dapat dihitung dengan menghitung volume galian (Gambar III.11).

Contoh menghitung hasil galian adalah : - Panjang (P) = 20 m

- Lebar (L) = 10 m - Kedalaman (T) = 2m Volume galian adalah :

= P x L x T

= 20 x 10 x 2 = 400 m³ ( tanah asli/bank )

Gambar III.11

C. Sikap Kerja dalam Menggali Material dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 120% dari Waktu Standar (Standard Cycle Time).

1. Tidak boleh beroperasi dengan menggunakan tenaga swing

Tidak boleh meratakan, menggali, menggeser material dengan tenaga swing. Hal ini akan menyebabkan puntiran dan bengkok. (Gambar III.8)

Gambar III.12

2. Tidak boleh beroperasi dengan menggunakan tenaga mundur (travel)

Jangan mengoperasikan dengan menancapkan bucket pada tanah dengan dan menggunakan kekuatan mundur (travel) untuk menggali tanah. Cara ini akan mengakibatkan travel motor bermasalah.(Gambar III.9)

Gambar III.13

3. Tidak boleh beroperasi dengan menumbukkan bucket

Jangan menggunakan tumbukan seperti beliung, breaker atau penumbuk tiang pancang, tumbukan tersebut akan kelebihan tenaga yang menekan pada bagian belakang unit, dan tidak saja akan merusak tapi juga sangat berbahaya (Gambar III.10)

Gambar III.14

4. Tidak boleh menggunakan berat unit sebagai tenaga gali tambahan

Jangan menaikkan bagian belakang atau bagian depan unit untuk menggunakan berat unit, sebagai tenaga gali tambahan. Kerusakan berat pada unit dapat terjadi (Gambar III.15).

Gambar III.15

Dilarang memutar posisi excavator dengan menekan bucket dan menggunakan swing dalam waktu bersamaan menggunakan gerakan track saling berlawanan arah (opposite). Hal ini bisa mengakibatkan komponen swing gear lebih cepat rusak dan mengakibatkan konstruksi boom bucket arm/stick retak.

BAB IV MEMBUAT PARIT DENGAN WAKTU SIKLUS (CYCLE TIME) 120% DARI WAKTU

SIKLUS STANDAR (STANDARD CYCLE TIME)

A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Membuat Parit dengan Waktu Siklus (cycle time) 120% dari Waktu Siklus Standar (standard cycle time).

1. Posisi Excavator untuk membuat parit

Tempatkan unit parallel dengan galian parit, sprocket berada dibelakang dan ikuti pada batas ukuran yang telah ditentukan Posisikan unit pada posisi yang rata dan track menyentuh tanah secara penuh (full contact), luruskan arah penggalian pada batas yang telah ditentukan.

B. Keterampilan yang diperlukan untuk Membuat Parit dengan Waktu Siklus (cycle time) 120% dari Waktu Siklus Standar (standard cycle time).

1. Menempatkan excavator pada posisi yang rata, track menyentuh tanah secara penuh (full contact) sesuai dengan prosedur pekerjaan pembuatan parit/saluran.

Unit pada posisi yang rata dan track menyentuh tanah secara penuh (full contact), luruskan arah penggalian pada batas yang telah ditentukan (Gambar IV.1) Pengalian parit dapat dilakukan dari arah depan atau parallel dan dari arah sampingatau melintang sesuai dengan rencana pembuatan parit (Gambar IV.2).

Gambar IV.1

Gambar IV.2

2. Melakukan pembuatan parit dengan mengatur gerakan simultan/kombinasi (menggali, mengangkat, swing dan membuang) sesuai dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil produksi pembuatan parit yang optimal.

Penggalian parit dilakukan dengan mengatur gerakan simultan (gerakan bucket, arm boom dan swing) sesuai dengan teknik aplikasi menggali yang benar (Gambar IV.3)

Gambar IV.3

Penggalian parit dapat dilaksanakan dengan efisien bila lebar parit/saluran sesuai dengan lebar bucket Posisikan track sejajar dengan parit/ saluran yang akan digali.Bila menggali parit/ saluran yang lebar, dimulai dengan menggali pada ke dua sisi parit/

saluran dan kemudian diakhiri dengan penggalian bagian tengah (Gambar IV.4).

Gambar IV.4

3. Memantau hasil galian secara teliti untuk menghasilkan parit yang rapih sesuai dengan rambu operasional.

Hasil pembuatan parit dapat dipantau dengan cara mencek hasil fisik apakahsudah sesuai dengan ukuran yang telahditentukan dalam gambar kerja/spesifikasi dan bila mana tidak sesuai, agar di adakan pembetulan (Gambar IV.5)

Gambar IV.5

4. Menghitung produksi pembuatan parit pada akhir pekerjaan setiap hari untuk bahan pembuatan laporan operasi dan evaluasi produktivitas operator.

Hasil produksi pembuatan parit dapat dihitung dengan menghitung volume hasil galian dan ditentukan dalam besaran (m³ ) dalam gambar sebagai berikut (Gambar IV.6)

- Panjang profil (p) - Lebar dasar galian (L1) - Lebar permukaan galian (L2) - Kedalaman galian (T)

Maka volume galian Dimana : L1= L2

X Volume parit= (PxL1x T ) m³

Gambar IV.6

C. Sikap Kerja dalam Membuat Parit dengan Waktu Siklus (cycle time) 120% dari Waktu Siklus Standar (standard cycle time)

Penggalian parit harus dilakukan dengan cermat dan mengatur gerakan simultan (gerakan bucket, arm boom dan swing) sesuai dengan teknik aplikasi menggali yang benar.

BAB V MEMBUAT SALURAN DENGAN PROFIL TERTENTU DENGAN WAKTU SIKLUS

(CYCLE TIME) MAKSIMAL 120% DARI WAKTU SIKLUS STANDAR (STANDAR CYCLE TIME)

A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Membuat Saluran dengan Profil tertentu dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 120% dari Waktu Siklus Standar (Standard Cycle Time).

1. Posisi unit

Posisikan unit peralatan di tempat yang rata dan track menyentuh tanah secara penuh (Full Contact) dan luruskan arah penggalian pada batas yang telah ditentukan ( Gambar V.1).

Gambar V.1

B. Keterampilan yang diperlukan untuk Membuat Saluran dengan Profil tertentu dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 120% dari Waktu Siklus Standar (Standard Cycle Time).

1. Menempati excavator pada posisi yang rata, track menyentuh tanah secara penuh (full contact) sesuai dengan prosedur penggalian material yang akan dimuat ke dalam dump truck.

Unit di tempatkan pad track yang rata dan menyentuh tanah secara penuh (Full Contact) dan luruskan arah penggalian pada batas yang telah ditentukan ( Gambar V.1).

2. Melakukan penggalian saluran dengan mengatur gerakan simultan/kombinasi (menggali, mengangkat , swing dan membuang) sesuai dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil pembuatan saluran yang optimal

Penggalian saluran dilakukan dengan menggatur (gerakan bucket, arm boom dan swing) sesuai dengan teknik aplikasi menggali yang benar ( Gambar V.3 ).

Gambar V.2

3. Melakukan pembuangan material dengan mengatur hasil buangan material dengan rapih dan efisien

Membuang material galian dapat di tempatkan di sisi kiri dan kanan unit sesuai kondisi lapangan dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga meterial hasil pembuangan teratur rapi (Gambar V.4).

Gambar V.3

Pembuatan saluran dengan profil tertentu dapat dilakukan dengan bucket standar, dengan cara penggalian yang dimulai dari tengah saluran (profil A) dan selalu diteliti pembentukan kemiringan dari kedua sisi saluran sesuai dengan batas-batas ukuran (profil B) yang telah ditentukan dalam gambar spesifikasi ( Gambar V.4 )

Gambar V.4

4. Memantau hasil galian dalam keadaan rapih dan telah sesuai dengan profil saluran yang ditentukan

Hasil pembuatan saluran dapat dipantau dengan cara memeriksa hasil fisik pekerjaan saluran, apakah sesuai ukuranyang telah ditentukan dalam gambar kerja/spesifikasi dan bila tidak sesuai agardilakukan perbaikan (Gambar V.6).

Gambar V.5

5. Produksi pembuatan saluran dihitung pada akhir pekerjaan setiap hari untuk bahan pembuatan laporan operasi dan evaluasi produktivitas operator

Hasil produksi pembuatan saluran dapat di hitung dengan menghitung volume hasil galian dan di tentukan dalam besaran (m³ ) (Gambar V.6)

Volume saluran = ( P x L x T ) ….M³

dimana :

- Panjang profil galian ( p ) - Lebar dasar galian (L2) - Lebar permukaan galian (L1) - Kedalaman galian (T)

Gambar V.6

C. Sikap Kerja dalam Membuat Saluran dengan Profil tertentu dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 120% dari Waktu Siklus Standar (Standard Cycle Time).

Pengalian Saluran harus dilakukan dari arah depan sesuai dengan rencana pembuatan saluran dan bucket yang digunakan adalah buket trapezodial dimana posisi guide plate dapat di setel tergantung kemiringan saluran yang ditentukan yaitu 45º atau 40º dan pada saat penggalian posisi bucket harus dipertahankan mendatar atau horizontal sehingga profll saluran dapat terbentuk.

Gambar V.7

BAB VI MEMBUAT SLOPE PADA DALURAN, TANGGUL DAN TEBING SESUAI

SPESIFIKASI YANG DITENTUKAN

A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Membuat Slope pada Saluran, Tanggul dan Tebing sesuai dengan Spesifikasi yang ditentukan.

Penilaian area tempat unit bekerja dipilih yang rata dan track menyentuh tanah (full Contact) sesuai dengan prosedur pembuatan slope pada saluran, tanggul dan tebing.

B. Keterampilan yang diperlukan untuk Membuat slope pada saluran, tanggul dan tebing sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

1. Menempatkan excavator pada posisi yang rata, track menyentuh tanah secara penuh (full contact) sesuai dengan prosedur pembuatan slope pada saluran, tanggul dan tebing

Posisikan unit di tempat yang rata dantrack menyentuh tanah (full contact) sesuai dengan prosedur pembuatan slope pada saluran, tanggul dan tebing. (Gambar VI.1).

Gambar VI.1

2. Melakukan pembentukan slope pada saluran dan tanggul dengan mengatur gerakan simultan/kombinasi (menggali, mengangkat, swing dan membuang) dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil slope sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan

Posisikan unit di atas tanggul saluran danpembentukan slope saluran dilakukan dari dasar saluran menuju ke atas (tepi atas saluran) secara merata dan di lakukan dengan gerakan attachment secara simultan/ kombinasi (bucket, arm, boom dan swing) dan lebih efisien bila mengunakan bucket khusus (Gambar ).

Gambar VI.2

3. Melakukan pengikisan tebing dengan mengatur gerakan simultan/kombinasi (bucket, arm dan boom) dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil slope sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan

Posisikan excavator pada posisi sejajar dengan tebing. Gerakan mengikis tebing dapat dilakukan tanpa merubah posisi unit. Pengikisan tebing dapat dilakukan dari atas tebing menuju kebawah (dasar tebing) dan dilaksanakan dengan gerakan attachment secara simultan/kombinasi (bucket,arm boom, dan swing) langsung dapat memadatkan slope tersebut dengan backet secara merata ( Gambar VI.3).

Gambar VI.3

4. Melakukan pembuangan material hasil pengikisan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Pembuangan material hasil galian ditempatkan disamping unit atauditempatkan pada tempat yang telah ditentukan.

5. Menghitung produksi pembuatan slope pada akhir pekerjaan setiap hari untuk bahan pembuatan laporan operasi

Hasil produksi pembuatan slope pada saluran dan tebing dengan cara menghitung luas penampang slope yaitu panjang x lebar slope yang telah di kerjakan dalam besaran m², misalkan bidang slope yang telah dibuat adalah bidang A-B-C-D (Gambar VI.4).

Gambar VI.4

AB x BD = ...M²

= 50 M x 2 M= 100 M² ( Gambar VI.4) AB = CD dan AC = BD (panjang slope).

(A-B) = 50m, ( B-D) =2m maka produksi

pembuatan slope dapat dihitung = Luas A -B-C-D

C. Sikap Kerja dalam Membuat Slope pada Saluran, Tanggul dan Tebing sesuai dengan Spesifikasi yang ditentukan

Pembuangan material hasil galian ditempatkan disamping unit atau ditempatkan pada tempat yang telah ditentukan agar tidak menggangu dan membahayakan pekerjaan.

BAB VII MELAKSANAKAN PEKERJAAN NORMALISASI SALURAN

A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Melaksanakan Pekerjaan Normalisasi Saluran

Penilaian area tempat unit bekerja dipilih yang rata dan track menyentuh tanah (full Contact) sesuai dengan prosedur pekerjaan normalisasi saluran.

B. Keterampilan yang diperlukan untuk Melaksanakan Pekerjaan Normalisasi Saluran

1. Menempatkan excavator pada posisi yang rata, track menyentuh tanah secara penuh (full contact) sesuai dengan prosedur pekerjaan normalisasi saluran

Posisikan unit di tempat yang rata dan track sesuai dengan prosedur pada pekerjaan normalisasi saluran (Gambar VII.1).

Gambar VII.1

2. Melakukan pekerjaan normalisasi saluran dengan mengatur gerakan simultan/kombinasi (menggali, mengangkat, swing dan membuang) dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil normalisasi saluran sesuai dengan kondisi semula

Pengalian tersebut dilaksanakan d engan mengatur gerakan simultan/ kombinasiyaitu (menggali, mengangkat, swing dan membuang) dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dapat dicapai hasil yang optimal sesuai dengan profil yang telah ditentukan atau sesuai dengan saluran yang lama (Gambar VII.2).

Gambar VII.2

3. Melakukan pembuangan hasil galian sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Penempatan Material hasil galian diatur pada tempat yang telah ditentukan atau langsung dinaikkan ke dalam bak dump truck, sehingga pembuangan material langsung dibuang pada tempat atau lokasi pembuangan akhir (Gambar VII.3).

Gambar VII.3

C. Sikap Kerja dalam Melaksanakan Pekerjaan Normalisasi Saluran

Pelaksanaan pekerjaan normalisasi saluran adalah menggali pada dasar saluran yang tidak terlihat (didalam air) sehingga memerlukan ketekunan dan kesabaran.

BAB VIII MEMUAT MATERIAL KE DALAM DUMP TRUK DENGAN WAKTU SIKLUS (CYCLE

TIME) MAKSIMAL 120% DARI WAKTU SIKLUS STANDAR (STANDARD CYCLE TIME)

A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Memuat Material ke dalam Dump Truck dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 120% dari Waktu Siklus Standar (Standard Cycle Time)

Penilaian area tempat unit bekerja dipilih yang rata dan track menyentuh tanah (full contact) sesuai dengan prosedur pekerjaan pemuatan material ke dump truck.

Penggalian dan pemuatan material dilakukan dengan mengatur gerakan arm, boom dan bucket secara simultan /kombinasi sesuai teknik aplikasi yang benar.

B. Keterampilan yang diperlukan untuk Memuat Material ke dalam Dump Truck dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 120% dari Waktu Siklus Standar (Standard Cycle Time)

1. Menempati excavator pada posisi yang rata, track menyentuh tanah secara penuh (full contact) sesuai dengan prosedur penggalian material yang akan dimuat ke dalam dump truck.

Posisikan excavator pada tempat yang rata dan track menyentuh tanah secara penuh (full contact). Posisi excavator untuk memuat material bisa satu lsan dengan dump truck atau lebih tinggi kira-kira setinggi bak dump truck. Dump Truck ditempatkan pada lokasi yang mudah dilihat oleh operator excavator dengan posisi pada sudut pembuangan yang paling efisien. Penggalian dan pemuatan material dilakukan dengan

mengatur gerakan arm, boom dan bucket secara simultan /kombinasi sesuai teknik aplikasi yang benar. (Gambar VIII.1) Pemuatan akan lebih mudah dan kapasitasnya akan lebih besar bila pemuatan dimulai dari sisi sejajar dump body (vessel) dari dump truck, bila dibandingkan dengan pemuatan dimulai dari samping.

Gambar VIII.1

2. Melakukan pemuatan material dengan mengatur gerakan simultan/kombinasi (menggali, mengangkat, swing dan menuang material) sesuai dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil pemuatan material yang optimal.

Posisikan dump truck dimana operator dapat dengan mudah melihat tempat material yang akan dimuat. Pemuatan material dilakukan dengan mengatur gerakan simultan (swing, boom, arm dan bucket) sesuai dengan gerakanteknik aplikasi pembuangan material yang benar. Letakkan material kedalam dump truck dari mulai yang paling jauh sampai mendekat. Sehingga muatan dump truck menjadi stabil. (Gambar VIII.2)

Gambar VIII.2

3. Memantau hasil pemuatan material ke dalam dump, untuk menghasilkan muatan dump truck yang stabil.

Apabila mengisi material ke dump truck jangan dilakukan melewati bagian depan/ruang kabin, karena bila materialnya berserakan akan menjatuhi kaca kabin dari dump truck.

Material yang dimuat jangan sampai berlebihan, agar tidak tercecer dijalan dan posisinya harus seimbang anatara kanan dan kirinya. Agar dump truck ketika membawa material menjadi stabil. (Gambar VIII.3)

Gambar VIII.3

Untuk menghindari penyok pada plat body bagian belakang ketika memuat batu yang besar, muatilah tanah terlebih dahulu pada bak, baru muati batu Gambar VIII.4)

Gambar VIII.4

4. Produksi pemuatan material ke dalam dump truck dihitung pada akhir pekerjaan setiap hari untuk bahan pembuatan laporan operasi dan evaluasi produktivitas operator.

a. Hasil akhir dari produksi material/tanah dapat dihitung dengan dua cara yaitu Menghitung volume profil hasil galian

b. Menghitung folume material/ tanah yangdihasil dari pembuangan dump truck (Gambar VIII.5)

Gambar VIII.5

Contoh perhitungan:

Menghitung profil hasil galian, menghasilkan profil hasil galian adalah - panjang ( P) = 20 m

- lebar ( L ) = 10 m - kedalaman ( T ) = 2 m Volume galaian adalah

= p x L x T

= 20 x 10 x 2 = 400 m³ ( tanah asli / bank) dan bilamana,

a. Volume provil galian

= 400m³/ BCM (Bank cubic meter)

Faktor pengembangan/ Sweel 25%

volume = 1,25x 400 m³ = 500 m³ / loose

b. Volume hasil pembuangan dump truk

= 500 m3/ LCM (louse cubic meter) ( Gambar VIII.6)

Gambar VIII.6

C. Sikap Kerja dalam Memuat Material ke dalam Dump Truck dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 120% dari Waktu Siklus Standar (Standard Cycle Time)

Pengisian material ke dump truck jangan dilakukan melewati bagian depan/ruang kabin, karena bila materialnya berserakan akan menjatuhi kaca kabin dari dump truck sehingga membahayakan saat bekerja

BAB IX MENGOPERASIKAN EXCAVATOR DI MEDAN LUNAK

A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Mengoperasikan Excavator di Medan

Dalam dokumen MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (Halaman 42-74)

Dokumen terkait