BAB II MELAKSANAKAN PERSIAPAN OPERASI
C. Sikap Kerja dalam Melaksanakan Persiapan Operasi
Utamakan Keselamatan. Dalam keadaan bekerja, kenakan APD sesuai keperluan kondisi kerja (Gambar II.43). Hampir semua kecelakaan disebabkan karena tidak dipatuhinya petunjuk keselamatan kerja.
Gambar II.43
Pastikan bahwa memahami sepenuhnya isi dalam buku petunjuk sebelum mengoperasikan alat (Gambar II.44) Diperlukan keperdulian penuh akan hal tersebut.
Pahami sepenuhnya keterangan dan proses kontruksi sebelum memulai pekerjaan. Jika menemukan sesuatu
Gambar II.44
yang berbahaya pada pekerjaan, berkonsultasilah dengan pengawas untuk melakukan tindakan
pencegahan sebelum
mengoperasikan unit (Gambar II.45).
Gambar II.45
Jangan mengoperasikan unit ketika lelah atau setelah meminum minuman
keras,atau
obat-obatan.(GambarII.46)
Gambar II.46
Lakukan pemeriksaan harian sesuai dengan petunjuk pengoperasian.
Perbaiki bagian-bagian yang rusak dan kencangkan baut baut yang
longgar (Gambar II.47) Gambar II.47
Periksa untuk melihat apakah ada kebocoran pada oli engine, oli hidraulik, bahan bakar dan pendingin.
Jaga kebersihan unit dan bersihkan
unit setiap hari (Gambar II.48) Gambar II.48
Gambar II.49
Waspadalah jika terjadi kebakaran.
Pastikan selalu alat pemadam kebakaran berfungsi dengan baik dan nomor telpon darurat dinas pemadam kebakaran dekat telpon (Gambar II.50)
Gambar II.50
BAB III MENGGALI MATERIAL DENGAN WAKTU SIKLUS (CYCLE TIME) MAKSIMAL
150% DARI WAKTU SIKLUS STANDAR (STANDARD CYCLE TIME)
A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Menggali Material dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 150% dari Waktu Standar (Standard Cycle Time).
1. Menggali material
Menggali material adalah fungsi utama dari Excavator, walaupun dalam aplikasinya dapat untuk memuat dan mengangkat beban sesuai dengan ketentuan. Pekerjaan menggali meliputi :
- Menggali untuk meratakan
- Menggali untuk membuat kolam/pondasi - Menggali untuk membuat parit/saluran - Menggali untuk membuat slope
- Menggali untuk memuat material
Berikut ini proses excavator melaksanakan penggalian (Gambar III.1)
Gambar III.1
Posisi 1. Rentangkan/panjangkan arm/stick dan buka bucket sampai jangkauan pengambilan material yang paling jauh dengan memperhatikan posisi bucket untuk menganbil material
Posisi 2. Turunkan boom sampai bucket menyentuh material yang akandiambil Posisi 3. Tariklah arm/stick untuk menggalimaterial dengan diimbangi boom naik dan
bucket masuk untuk memuat material hingga posisi arm/stick tegak lurus Posisi 4. Tarik arm/stick untuk mengisi material ke bucket dengan diimbangi boom
naik.
Posisi 5. bucket memuat material dan diposisikan sejajar sehingga material yang dimuat tidak tumpah sehingga muatannya maksimum.
Posisi 6. angkatlah boom sampai posisi bucket terbebas dan material siap untuk dibuang atau dimuat sesuai dengan rencana kerja.
2. Cycle time 150%
Untuk mencapai cycle time 150% harus mengetahui syarat-syarat sebagai berikut:
a. Kondisi mesin baik sesuai spesifikasi b. Sudut putar (swing) maksimum 90o c. Tinggi bench sepanjang arm/stick
B. Keterampilan yang diperlukan untuk Menggali Material dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 150% dari Waktu Standar (Standard Cycle Time).
1. Menempatkan excavator pada posisi yang rata, track menyentuh tanah secara penuh (full contact) sesuai dengan prosedur menggali dan membuang material (loading &
unloading).
Posisikan unit pada tempat yang rata dan sproket berada dibelakang, dengan posisi ini penggalian akan lebih stabil dari pada sproket berada didepan
Gambar III.2
Posisi menggali dapat dilakukan dari depan dan samping dengan sudut swing kurang dari 90o. Penggalian dari depan, panjang track diatas permukaan tanah (A) adalah lebihpanjang dari pada track (B), sehingga bekerja dari depan akan lebih stabil.
(Gambar 4.52) Usahakan bekerja dari depan apabila keadaan memungkinkan.
Gambar III.3
Gambar III.4
2. Melakukan penggalian material dengan mengatur gerakan kombinasi/simultan (menggali, mengangkat, swing dan membuang) sesuai dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil galian yang optimal.
Lakukanlah pekerjaan menggali dengan menggunakan lengan (arm/stick). Gunakan tenaga tarik dari lengan (arm/stick) untuk menggali dan diimbangi dengan boom gunakan bersama-sama dengan tenaga gali dari bucket, jika perlu (Gambar III.5)
Gambar III.5
Gunakan tenaga gali yang efisien. Untuk mendapatkan kekuatan maksimal menggali, arm/stick silinder dan silinder bucket harus diletakkan di 90 derajat satu sama lain.
(Lihat gambar) ini memberikan tenaga dorong yang maksimum dari kedua silinder Dan punggung bucket membentuk sudut 30 derajat (Gambar III.6).
Gambar III.6
Horisontal menggali
Perluas Arm/stick dan Bucket, lalu turunkan boom dan meletakkan Bucket ke dalam tanah. Tariklah Arm/stick sambil diimbangi dengan mengangkat boom Ketika arm/stick menjadi vertikal ke boom, selanjutnya bucket digerakkan untuk memuat tanah secara bertahap. Angkat bucket untuk meraup tanah ketika lengan dan boom berada di sudut 30 derajat satu sama lain (Gambar III.7) (untuk mencapai cycle time 150% maka tinggi bench sepanjang arm/stick)
Gambar III.7
Gambar III.8
Pencegahan mengoperasikan silinder sampai ujung langkah
Bila silinder dioperasikan sampai ujung langkah selama pengoperasian, tenaga akan menekan stopper didalam silinder dan hal ini akan mempercepat kerusakan, dan untuk menghindarkannya harus disisakan sedikit bagian (Gambar III.9)
Gambar III.9
3. Melakukan pembuangan material dengan mengatur hasil buangan material ke tempatdengan rapih dan efisien.
Membuang material bisa ditempatkan disisi kiri atau kanan dari unit, ini bila penggalian dilakukan dari arah depan (Gambar III.10).
Gambar III.10
Dan membuang material dapat juga ditempatkan didepan unit bila dilakukan penggalian dari arah samping (Gambar III.11). Membuang material yang paling jauh yaitu pada posisi 180o. Untuk mengoptimalkan tempat buangan material sehingga dicapai efisiensi pembuangan yang tinggi, maka untuk membuang material doronglah material buangan yang telah ada dan diikuti dengan gerakan membuang material dari bucket
Gambar III.11
Membuang material dapat juga ditempatkan didalam dump truck sehingga dapat dibuang dilokasi yang jauh dari unit (Gambar III.12)
Contoh menghitung hasil galian adalah : - Panjang (P) = 20 m
- Lebar (L) = 10 m - Kedalaman (T) = 2m Volume galian adalah :
= P x L x T
= 20 x 10 x 2 = 400 m³ ( tanah asli/bank )
Gambar III.13
C. Sikap Kerja dalam Menggali Material dengan Waktu Siklus (Cycle Time) Maksimal 150% dari Waktu Standar (Standard Cycle Time).
1. Teknik dasar operasi yang benar
a. Tidak boleh beroperasi dengan menggunakan tenaga swing
Tidak boleh meratakan, menggali, menggeser material dengan tenaga swing. Hal ini akan menyebabkan puntiran dan bengkok. (Gambar III.14)
Gambar III.14
b. Tidak boleh beroperasi dengan menggunakan tenaga mundur (travel)
Jangan mengoperasikan dengan menancapkan bucket pada tanah dengan dan menggunakan kekuatan mundur (travel) untuk menggali tanah. Cara ini akan mengakibatkan travel motor bermasalah.(Gambar III.15)
Gambar III.15
c. Tidak boleh beroperasi dengan menumbukkan bucket
Jangan menggunakan tumbukan seperti beliung, breaker atau penumbuk tiang pancang, tumbukan tersebut akan kelebihan tenaga yang menekan pada bagian belakang unit, dan tidak saja akan merusak tapi juga sangat berbahaya (Gambar III.16)
Gambar III.17
e. Tidak boleh mengoperasikan dengan sistem jack swing
Dilarang memutar posisi excavator dengan menekan bucket dan menggunakan swing dalam waktu bersamaan menggunakan gerakan track saling berlawanan arah (opposite). Hal ini bisa mengakibatkan komponen swing gear lebih cepat rusak dan mengakibatkan konstruksi boom bucket arm/stick retak.
BAB IV MEMBUAT PARIT DENGAN WAKTU SIKLUS (CYCLE TIME) 150% DARI
WAKTU SIKLUS STANDAR (STANDARD CYCLE TIME)
A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Membuat Parit dengan Waktu Siklus (cycle time) 150% dari Waktu Siklus Standar (standard cycle time).
Posisikan unit peralatan di tempat yang rata dan track menyentuh tanah secara penuh (Full Contact) dan luruskan arah penggalian pada batas yang telah ditentukan ( Gambar IV.1)
Gambar IV.1
Tempatkan unit parallel dengan galian parit, sprocket berada dibelakang dan ikuti pada batas ukuran yang telah ditentukan
B. Keterampilan yang diperlukan untuk Membuat Parit dengan Waktu Siklus (cycle time) 150% dari Waktu Siklus Standar (standard cycle time).
1. Menempatkan excavator pada posisi yang rata, track menyentuh tanah secara penuh (full contact) sesuai dengan prosedur pekerjaan pembuatan parit/saluran.
Unit pada posisi yang rata dan track menyentuh tanah secara penuh (full contact), luruskan arah penggalian pada batas yang telah ditentukan (Gambar IV.2) Pengalian parit dapat dilakukan dari arah depan atau parallel dan dari arah sampingatau melintang sesuai dengan rencana pembuatan parit (Gambar IV.3).
Gambar IV.2
Gambar IV.3
2. Melakukan pembuatan parit dengan mengatur gerakan simultan/kombinasi (menggali, mengangkat, swing dan membuang) sesuai dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil produksi pembuatan parit yang optimal.
Penggalian parit dilakukan dengan mengatur gerakan simultan (gerakan bucket, arm/stick boom dan swing) sesuai dengan teknik aplikasi menggali yang benar (Gambar IV.4)
Gambar IV.4
Penggalian parit dapat dilaksanakan dengan efisien bila lebar parit/saluran sesuai dengan lebar bucket Posisikan track sejajar dengan parit/ saluran yang akan digali.Bila menggali parit/ saluran yang lebar, dimulai dengan menggali pada ke dua sisi parit/
saluran dan kemudian diakhiri dengan penggalian bagian tengah (Gambar IV.5).
Gambar IV.5
3. Memantau hasil galian secara teliti untuk menghasilkan parit yang rapih sesuai dengan rambu operasional.
Hasil pembuatan parit dapat dipantau dengan cara mencek hasil fisik apakahsudah sesuai dengan ukuran yang telahditentukan dalam gambar kerja/ spesif ikasidan bila mana tidak sesuai, agar di adakan pembetulan (Gambar IV.6)
Gambar IV.6
4. Menghitung produksi pembuatan parit pada akhir pekerjaan setiap hari untuk bahan pembuatan laporan operasi dan evaluasi produktivitas operator.
Hasil produksi pembuatan parit dapat dihitung dengan menghitung volume hasil galian
Dimana : L1= L2
X Volume parit= (PxL1x T ) m³
Gambar IV.7
C. Sikap Kerja dalam Membuat Parit dengan Waktu Siklus (cycle time) 150% dari Waktu Siklus Standar (standard cycle time)
Penggalian parit harus dilakukan dengan cermat dan mengatur gerakan simultan (gerakan bucket, arm/stick boom dan swing) sesuai dengan teknik aplikasi menggali yang benar.
BAB V MEMUAT MATERIAL KE DALAM DUMP TRUCK DENGAN WAKTU SIKLUS
(CYCLE TIME) MAKSIMAL 150% DARI WAKTU SIKLUS STANDAR (STANDARD CYCLE TIME)
A. Pengetahuan yang diperlukan untuk Memuat Material ke dalam Dump Truck dengan Waktu sikus (Cycle Time) Maksimal 150% dari Waktu Siklus Standar (Standard Cycle Time).
1. Penilaian area tempat unit bekerja dipilih yang rata dan track menyentuh tanah (full Contact) sesuai dengan prosedur pekerjaan pemuatan material ke dump truck.
Penggalian dan pemuatan material dilakukan dengan mengatur gerakan arm/stick, boom dan bucket secara simultan /kombinasi sesuai teknik aplikasi yang benar.
2. Syarat pemuatan material untuk mencapai cycle time 150%
a. Kondisi mesin baik sesuai spesifikasi b. Sudut putar (swing) maksimum 90o c. Tinggi bench sepanjang arm/stick
B. Keterampilan yang diperlukan untuk Memuat Material ke dalam Dump Truck dengan Waktu sikus (Cycle Time) Maksimal 150% dari Waktu Siklus Standar (Standard Cycle Time).
1. Menempati excavator pada posisi yang rata, track menyentuh tanah secara penuh (full contact) sesuai dengan prosedur penggalian material yang akan dimuat ke dalam dump truck.
mengatur gerakan arm/stick, boom dan bucket secara simultan /kombinasi sesuai teknik aplikasi yang benar. (Gambar V.1). Pemuatan akan lebih mudah dan kapasitasnya akan lebih besar bila pemuatan dimulai dari samping dengan tinggi bench sesuai dengan tinggi dump body (vessel) truck jika dibandingkan dengan pemuatan dimulai dari sisi sejajar dump body (vessel) dari dump truck.
Gambar V.1
2. Melakukan pemuatan material dengan mengatur gerakan simultan/kombinasi (menggali, mengangkat, swing dan menuang material) sesuai dengan teknik aplikasi yang benar sehingga dicapai hasil pemuatan material yang optimal.
Posisikan dump truck dimana operator dapat dengan mudah melihat tempat material yang akan dimuat. Pemuatan material dilakukan dengan mengatur gerakan simultan (swing, boom, arm/stick dan bucket) sesuai dengan gerakanteknik aplikasi
pembuangan material yang benar. Letakkan material kedalam dump truck dari mulai yang paling jauh sampai mendekat. Sehingga muatan dump truck menjadi stabil.
(Gambar V.2)
Gambar V.2
3. Memantau hasil pemuatan material ke dalam dump, untuk menghasilkan muatan dump truck yang stabil.
Apabila mengisi material ke dump truck jangan dilakukan melewati bagian depan/ruang kabin, karena bila materialnya berserakan akan menjatuhi kaca kabin dari dump truck.
Material yang dimuat jangan sampai berlebihan, agar tidak tercecer dijalan dan posisinya harus seimbang anatara kanan dan kirinya. Agar dump truck ketika membawa material menjadi stabil. (Gambar V.3)
Gambar V.3
Gambar V.4
4. Produksi pemuatan material ke dalam dump truck dihitung pada akhir pekerjaan setiap hari untuk bahan pembuatan laporan operasi dan evaluasi produktivitas operator.
a. Hasil akhir dari produksi material/tanah dapat dihitung dengan dua cara yaitu Menghitung volume profil hasil galian
b. Menghitung folume material/ tanah yangdihasil dari pembuangan dump truck (Gambar V.5)
Gambar V.5
Contoh perhitungan:
Menghitung profil hasil galian, menghasilkan profil hasil galian adalah - panjang ( P) = 20 m
- lebar ( L ) = 10 m - kedalaman ( T ) = 2 m Volume galaian adalah
= p x L x T
= 20 x 10 x 2 = 400 m³ ( tanah asli / bank) dan bilamana, a. Volume provil galian
= 400m³/ BCM (Bank cubic meter)
Faktor pengembangan/ Sweel 25%
volume = 1,25x 400 m³ = 500 m³ / loose
b. Volume hasil pembuangan dump truk
= 500 m3/ LCM (louse cubic meter) ( Gambar V.6)
Gambar V.6
C. Sikap Kerja dalam Memuat Material ke dalam Dump Truck dengan Waktu sikus (Cycle Time) Maksimal 150% dari Waktu Siklus Standar (Standard Cycle Time).
Pengisian material ke dump truck jangan dilakukan melewati bagian depan/ruang kabin, karena bila materialnya berserakan akan menjatuhi kaca kabin dari dump truck sehingga membahayakan saat bekerja
1. Pelatih
Pelatih dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk : a. Membantu untuk merencanakan proses belajar.
b. Membimbing melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
c. Membantu untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan mengenai proses belajar .
d. Membantu untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
e. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.
2. Penilai
Penilai melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja.
Penilai akan :
a. Melaksanakan penilaian apabila telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya.
b. Menjelaskan kepada mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya.
c. Mencatat pencapaian / perolehan
3. Teman kerja/sesama peserta pelatihan
Teman kerja /sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini
akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja dan dapat meningkatkan pengalaman belajar .
B. Sumber-sumber Kepustakaan.
Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.
Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :
1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis 2. Lembar kerja
3. Diagram-diagram, gambar 4. Contoh tugas kerja
5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.
Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.
Prinsipprinsip dalam PBK mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber -sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.
2. Buku penuntun Pengoperasian dan Perawatan
B. Manual
1. Pengoperasian Komatsu Hidraulik Excavator PC 200 -5 2. Operator’s Manual Robex 210 LC-7
C. Refernsi Lainnya
1. Pusat Pembinaan Peralatan – Departemen PU, PEDOMAN TEKNIK PENGOPERASIAN PERALATAN DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM, Pusbinal – Departemen PU – Jakarta.
2. Pusat Pelatihan Keterampilan Jasa Konstruksi – Departemen PU, PEMELIHARAAN ALAT-ALAT BERAT, Pelatihan Manager Alat Berat – Puslatjakons Departemen PU – Jakarta.
3. Komatsu, OPERATION & MAINTENANCE MANUAL PC 200, 200 LC-6 HYDRAULIC EXCAVATOR, Komatsu – Japan.
4. Komatsu, SPECIFICATION AND APPLICATION HANDBOOK, EDITION 14, Komatsu – Japan.
5. Caterpillar, PERFORMANCE HANDBOOK, EDITION 31, Caterpillar, USA.
DAFTAR ALAT DAN BAHAN
A. Peralatan yang digunakan 1. Peralatan (excavator).
2. APD.
3. Rambu-rambu operasi dan K3.
4. Standard tools.
B. Bahan yang dibutuhkan
1. Buku pedoman pemeliharaan dan pengoperasian excavator.
2. Standard Operating Prosedure (SOP).
3. Surat Perintah Kerja.
4. Form Laporan.
5. Bahan bakar.
6. Bahan pelumas.
BUKU KERJA
MELAKSANAKAN PENGOPERASIAN EXCAVATOR SESUAI DENGAN APLIKASI DAN TEKNIK OPERASI YANG BENAR
UNTUK JENIS PEKERJAAN KONSTRUKSI TERTENTU DENGAN WAKTU SIKLUS ( CYCLE TIME ) MAKSIMAL 150%
DARI WAKTU SIKLUS STANDAR ( STANDARD CYCLE TIME ) INA.5220.222.02.03.05
2016
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
DIREKTORAT BINA KOMPETENSI DAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI
PENJELASAN UMUM
Pelatihan berbasis kompetensi mengharuskan proses pelatihan memenuhi unit kompetensi secara utuh yang terdiri atas pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Dalam buku informasi Menyiapkan Informasi dan Laporan Pelatihan telah disampaikan informasi apa saja yang diperlukan sebagai pengetahuan yang harus dimiliki untuk melakukan praktik/keterampilan terhadap unit kompetensi tersebut. Setelah memperoleh pengetahuan dilanjutkan dengan latihan-latihan guna mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimiliki tersebut. Untuk itu diperlukan buku kerja Menyiapkan Informasi dan Laporan Pelatihan ini sebagai media praktik dan sekaligus mengaplikasikan sikap kerja yang telah ditetapkan karena sikap kerja melekat pada keterampilan.
Adapun tujuan dibuatnya buku kerja ini adalah:
1. Prinsip pelatihan berbasis kompetensi dapat dilakukan sesuai dengan konsep yang telah digariskan, yaitu pelatihan ditempuh elemen kompetensi per elemen kompetensi, baik secara teori maupun praktik;
2. Prinsip praktik dapat dilakukan setelah dinyatakan kompeten teorinya dapat dilakukan secara jelas dan tegas;
3. Pengukuran unjuk kerja dapat dilakukan dengan jelas dan pasti.
Ruang lingkup buku kerja ini meliputi pengerjaan tugas-tugas teori dan praktik per elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja berdasarkan SKKNI. Ruang lingkup buku kerja ini meliputi pengerjaan tugas-tugas teori dan praktik per elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja.
A. Langkah-langkah/Tahapan Belajar. ... 3 1. Penyajian ... 3 2. Isi perencanaan ... 3 BAB II TUGAS TEORI DAN PRAKTEK ... 4 A. Tugas Teori... 4 B. Pertanyaan yang harus dijawab dengan benar oleh peserta ... 4 C. Lembar Pemeriksaan Peserta untuk kegiatan Tugas Teori ... 144 D. Tugas-tugas Praktek ... 14 E. Daftar Cek Tugas Praktek ... 17
BAB I TAHAPAN BELAJAR A. Langkah-langkah/Tahapan Belajar.
1. Penyajian
Penyajian bahan, pengajaran, peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi.
2. Isi perencanaan
Isi perencanaan merupakan kaitan antara Kriteria Unjuk Kerja (KUK) dengan pokok-pokok keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja, yang merupakan persyaratan kompetensi yang harus dicapai pada setiap KUK yang dijabarkan dalam Indikator Unjuk Kerja (IUK).
dalam melaksanakan penilaian unjuk kerja.
Penilaian akan menggunakan satu atau lebih pertanyaan untuk setiap elemen, jika Penilai kurang puas dengan kesiapan Peserta dalam melakukan Penilaian Unjuk Kerja, maka rencana pelatihan atau Penilaian Unjuk Kerja ulang /remidial akan dibicarakan antara Peserta dan Penilai.
B. Pertanyaan yang harus dijawab dengan benar oleh peserta Pilihan Ganda (Multiple Choice)
Pilihlah salah satu jawaban yang menurut anda paling benar: a, b, c atau d dengan memberi tanda lingkaran (О) pada lembar jawaban yang tersedia
1. Buku apa yang harus dibaca oleh seorang operator sebelum mengoperasikan mesin ? a. Buku Pengoperasian
b. Buku Pemeliharaan c. Buku Operator Manual d. Buku Riwayat Alat
2. Salah satu komponen dari excavator adalah : a. Travel motor
b. Oli engine c. Oli hydraulic d. Air pendingin
3. Komponen yang berguna untuk memberikan peringatan kepada operator bila terjadi ketidak normalan pada kerja mesin disebut :
a. monitor b. indikator c. gauge
d. Instrument panel
4. Tuas pengaman digunakan untuk :
a. Menghentikan atau menjalankan semua fungsi dari tuas control b. Menghentikan atau menjalankan fungsi dari tuas control kanan c. Menghentikan atau menjalankan fungsi dari tuas control kiri d. Menghentikan atau menjalankan fungsi dari tuas/pedal travel.
5. Alat Pelindung Diri ( APD ) yang digunakan oleh operator excavator adalah :
a. Pakaian pelindung, helm penyelamat, sepatu pelindung, sarung tangan, kaca mata dan pelindung telinga
b. Pakaian pelindung termasuk helm penyelamat, sepatu pelindung, sarung tangan, kaca mata, masker dan pelindung telinga
c. Helm penyelamat, sepatu pelindung, sarung tangan, kaca mata dan pelindung telinga d. Sepatu pelindung, helm penyelamat, sarung tangan, kaca mata dan pelindung telinga
6. Apa yang harus dipahami sepenuhnya sebelum mengoperasikan alat ? a. Isi dalam buku petunjuk, keterangan dan proses kontruksi
b. Kerusakan alat
c. Kebutuhan bahan untuk operasi d. Kondisi alat dan lapangan
8. Bila tuas control kanan dan kiri ditarik secara bersamaan apa yang terjadi ? a. Boom naik, bersamaan dengan swing kekanan
b. Bucket memuat, bersamaan dengan arm/stick masuk c. Boom turun, bersamaan dengan arm/stick masuk d. Arm/stick masuk, bersamaan dengan boom naik
9. Bila tuas kiri digerakkan kearah menyilang/cros kekanan depan apa yang terjadi ? a. Gerakkan Swing kekanan, Arm/stick kebelakang
b. Gerakkan Swing kekanan, Arm/stick kedepan c. Gerakkan Swing kekiri, Arm/stick kebelakang d. Gerakkan Swing kekiri, Arm/stick kedepan
10. Bila tuas kanan digerakkan kearah menyilang/cros kekanan bawah apa yang terjadi ? a. Gerakkan Boom naik, Bucket membuka
b. Gerakkan Boom turun, Bucket membuka c. Gerakkan Boom turun, Bucket Masuk d. Gerakkan Boom naik, Bucket masuk
11. Apa yang terjadi bila tuas/pedal Travel sebelah kiri didorong kedepan ? a. Berbelok kekiri maju
b. Berbelok kekanan maju c. Berbelok kekanan mundur d. Berbelok kekiri mundur
12. Apa yang terjadi bila tuas/pedal kiri digerakkan kedepan dan tuas/pedal kanan digerakkan kebelakang ?
a. Berbelok kekiri putaran panjang b. Berbelok kekanan putran panjang c. Berbelok kekiri putaran pendek d. Berbelok kekenan putaran pendek
13. Bagaimana posisi yang baik ketika excavator berjalan/travel ?
a. Motor travel berada di depan, perlengkapan kerja dekat ke mesin, dan ketinggian bucket sekitar 40 – 50 cm diatas tanah.
b. Motor travel berada dibelakang, perlengkapan kerja dekat ke mesin, dan ketinggian bucket sekitar 50 – 60 cm diatas tanah.
c. Motor travel berada dibelakang, perlengkapan kerja dekat ke mesin, dan ketinggian bucket sekitar 40 – 50 cm diatas tanah.
d. Perlengkapan kerja dekat ke mesin, arm/stick terlipat ke dalam dan angkat boom sampai posisi bucket sekitar 40 – 50 cm diatas tanah
14. Apabila unit harus berjalan jarak jauh, untuk menghindari kerusakan undercarriage apa yang harus dilakukan ?
a. Berjalan secepatnya agar cepat sampai tujuan b. Berjalan dengan berhenti setiap saat
c. Berjalan dengan perlahan-lahan d. Berjalan 1 jam berhenti 15 menit
15. Bila excavator beroperasi atau melalui daerah yang berair/sungai, harus diperhatikan batas kedalaman yang diizinkan terendam air yaitu :
a. Sampai track shoe bagian atas b. Sampai slewing gear
b. Turunkan kecepatan jalankan pada tengah-tengah dari track c. Tambah kecepatan dan lalui ringtangan tersebut
b. Turunkan kecepatan jalankan pada tengah-tengah dari track c. Tambah kecepatan dan lalui ringtangan tersebut