• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sikap Masyarakat Jawa Terhadap Slametan Sepasaran di Desa Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur

B. Kerangka Pikir

3. Sikap Masyarakat Jawa Terhadap Slametan Sepasaran di Desa Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur terhadap 90 KK yang menjadi responden maka diperoleh hasil jawaban seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 11. Jumlah responden yang menjawab tentangslametan sepasaran

No Pernyataan Sangat Setuju (orang) Setuju (orang) Tidak Setuju (orang) Sangat tidak setuju (orang) Jumlah

1 Slametan sepasaran harus dilaksanakan ketika bayi berumur lima hari

28 62 - - 90

2 Malam hari (setelah magrib)adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan slametan sepasaran

15 48 27 - 90

3 Pada pelaksanaan

slametan sepasaran harus menyajikan nasi tumpeng

8 39 42 1 90

4 Ingkung dan nasi gurih

harus disajikan disetiap hidangan pada slametan sepasaran

10 38 38 4 90

5 Sayuran yang harus digunakan padagudangan

(urap sayuran)adalah kangkung, kacang

panjang dan taoge

6 Sajian bubur merah dan putih harus disajikan disetiap slametan sepasaran sebagai simbol darah merah(sel telur) dari ibu dan darah putih(sperma) dari ayah

14 73 3 - 90

7 Pemberian/pengumuman nama pada bayi harus melalui acara slametan sepasaran

19 64 7 - 90

8 Dalam sambutan ujub,

pemberian/pengumuman nama bayi harus dilakukan oleh

sesepuh/modin (ahli agama)

15 59 15 1 90

9 Pada prosesi acara

slametan sepasaran

diikuti dengan acara

marhabanan(berjanjen)

21 63 6 - 90

10 Pada pelaksanaan

slametan sepasaran yang dilengkapi marhabanan

diikuti dengan acara pencukuran rambut bayi

23 64 3 - 90

11 Dalam pencukuran rambut bayi tersebut harus disediakan air kembang setaman(bunga berasal dari

taman/pekarangan/kebun)

15 45 30 - 90

12 Pada saat marhabanan

harus ada kembang endog

(sebatang pohon pisang yang dihiasi telur, kertas merah dan putih, serta beberapa lembar uang)

6 24 60 - 90

13 Slametan sepasaran wajib dilaksanakan oleh masyarakat Jawa

18 54 18 - 90

14 Tujuan dilaksanakannya

slametan sepasaran

adalah untuk keselamatan

26 60 4 - 90

15 Bayi harus dibuatkan

tumbak sewu(cabai dan bawang yang ditusukkan

ke sapu gerang) sebagai penolak bala

16 Slametan sepasaran dapat mempererat tali silaturahmi

31 59 - - 90

17 Dengan dilaksanakannya

slametan sepasaran akan menciptakan nilai kegotongroyongan

27 63 - - 90

18 Dilaksanakannya

slametan sepasaran dapat merekatkan kerukunan antar tetangga 25 65 - - 90 Jumlah 314 19% 952 59% 341 21% 13 1% 1620 100% Sumber: Angket

Berdasarkan hasil jawaban di atas dari 90 responden dan 18 pernyataan maka diketahui untuk total jawaban sangat setuju berjumlah 314 atau 19%, total jawaban setuju berjumlah 952 atau 59%, total jawaban tidak setuju berjumlah 341 atau 21% dan total jawaban sangat tidak setuju berjumlah 13 atau 1%.

B. PEMBAHASAN

Slametan sepasaran merupakan sebuah acara dalam rangka kelahiran bayi bagi masyarakat Jawa. Sepasaranberasal dari katasepasaryang berarti lima,

perhitungan hari tersebut berasal dari satu rangkaian pasangan hari-hari Jawa yaituLegi, Pahing, Pon, WagedanKliwon. Slametan sepasarandilaksanakan dengan maksud memperoleh keselamatan dan bersyukur kepada Allah SWT. Dalam hal ini fenomena yang terjadi pada masyarakat Jawa di Desa Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur terkait tentang

melaksanakan tradisi tersebut secara murni dan ada pula yang sudah mengalami pengurangan dalam hal sajian dan penambahan dalam hal kegiatannya.

Berdasarkan data yang diperoleh pada masyarakat Jawa di Desa Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur yang berjumlah 90 kepala keluarga tentang slametan sepasaran, maka diketahui sebanyak 19% responden menyatakan sangat setuju terhadap slametan sepasaran. Menurut penuturan mereka slametan sepasaran merupakan suatu aktifitas yang mengandung nilai keagamaan dimana di dalam aktifitas tersebut terdapat bacaan-bacaan doa yang bersumber dari al-Quran. Selain dari pada itu dalam hati kecil mereka tetap percaya bahwa mengadakan slametan dapat berpengaruh selamat terhadap orang yang mengadakan slametan itu. Kemudian sebanyak 59% responden menyatakan setuju terhadap slametan sepasaran. Menurut penuturan mereka slametan sepasaran diselenggarakan dalam rangka bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia yang telah diberikan dan wujud rasa syukur tersebut harus diikuti dengan tindakan bersedekah yaitu dengan membagikan nasi kenduri kepada para tetangga, kerabat dan sanak saudara. Memberikan sesuatu kepada orang lain merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam karena di dalamnya terdapat manfaat yang sangat besar. Sehingga aktifitas slametan sepasaran tersebut mengandung nilai sosial yang tinggi dimana di dalamnya melibatkan banyak orang, baik para tetangga maupun sanak saudara sehingga dalam kegiatan tersebut akan timbul rasa solidaritas dan semakin tertanamnya

suatu pengertian bahwa manusia itu tidak dapat hidup sendiri terlepas dari lingkungannya.

Selanjutnya sebanyak 21% responden menyatakan tidak setuju terhadap

slametan sepasaran. Menurut penuturan mereka upacara-upacara tradisional seperti upacara slametan sepasaran merupakan suatu aktifitas yang lebih menekankan perbuatan takhayul daripada perbuatan yang dapat diterima secara logis, oleh karenanya sebagian masyarakat yang sudah berfikir secara nalar sudah tidak bisa menerima secara serius melainkan hanya menganggap sebagai warisan nenek moyang yang masih dihormati tetapi sudah tidak dilaksanakan lagi. Selain dari pada itu mereka juga menganggap bahwa ada unsur pemborosan materi bila memang upacara tersebut dilakukan dengan berlebihan. Kemudian sebanyak 1% responden menyatakan sangat tidak setuju terhadap slametan sepasaran. Menurut penuturan mereka di dalam

slametan sepasarantersebut terdapat beberapa sajian dan peralatan yang akan menimbulkan kesyirikan karena tidak ada dasar syariah yang kuat dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Oleh karenanya cara menyikapi hal tersebut mereka memilih untuk mengurangi dan menghindari hal-hal yang akan merusak keimanan mereka.

Fenomena budaya yang terjadi pada masyarakat Jawa di Desa Rantau Fajar terkait tentang slametan sepasaran menunjukkan bahwa meskipun sama-sama bersuku Jawa tetapi tidak selalu memiliki bentuk kebudayaan yang seragam (sama). Hal tersebut dikarenakan ada sebagian masyarakat Jawa yang masih sangat memegang teguh budaya warisan nenek moyang karena

adanya suatu perasaan kuatir akan hal-hal yang tidak diinginkan atau akan datangnya malapetaka sehingga mereka masih melaksanakan upacara-upacara tradisional secara murni dan ada pula sebagian masyarakat yang hanya menganggap bahwa slametan sepasaran tersebut dilaksanakan hanya sebatas untuk menghindari sanksi sosial sehingga pada prakteknya banyak sekali terjadi pengurangan terutama pada sajian dan peralatan yang digunakan, hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman mereka terhadap makna yang terkandung didalamnya.

Selain daripada itu ada pula masyarakat Jawa yang menambahkan tradisi

marhabanan ke dalam slametan sepasaran. Marhabanan adalah salah satu sarana untuk beristiqomah dalam membaca sholawat nabi. Dalam acara

marhabanan pesertaslametan membacakan Kitab Al-Barzanji, maka dari itu acara marhabanan tersebut lebih dikenal dengan acara berjanjen. Maksud dari pembacaanKitab Al-Barzanjitersebut merupakan bentuk kecintaan umat terhadap figur Nabi Muhammad SAW yaitu sebagai pemimpin agamanya dan sekaligus untuk senantiasa mengingatkan agar meneladani sifat-sifat luhur Nabi Muhammad SAW.

REFERENSI

Monografi Desa Rantau Fajar tahun 2011

Achmad Zuhdi Dh. 2011. Animisme Dinamisme, Hindu-Budha dan Islam Dalam Upacara Slametan.(Online).

http://zuhdidh.blogspot.com/2011/07/unsur-unsur-animisme-dinamisme-hindu.html diakses pada hari Rabu, 21 Maret 2012, pukul 20.30.

Marcia Tadjuddin. 2011. Mengupas Makna yang Terkandung Dalam Simbolisme Nasi Tumpeng Dengan Menggunakan Pendekatan Hermeneutik. (Online)

http://www.google.co.id/#hl=en&sclient=psyab&q=mengulik+makna+s imbolis+tumpeng&oq=mengulik+makna+simbolis+tumpeng diakses pada hari Selasa, 20 maret 2012, pukul 09.10 WIB.

K.H Muhammad Sholikhin. 2009. Misteri Bulan Suro Perspektif Islam Jawa. Yogyakarta: Narasi. Halaman 37

Jabeng Thulik Banyuwangi. 2011. Festival Endog Endogan Banyuwangi.

(Online). http://pjtbanyuwangi.blogspot.com/2011/07/wisata-budaya-festivalendhog-endhogan.html diakses pada hari Selasa, 20 maret 2012, pukul 11.00 WIB

Purwadi. 2007. Ensiklopedi Adat-Istiadat Budaya Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka. Halaman 51

i

SANWACANA

Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Slametan Sepasaran Pada Masyarakat Jawa Di Desa Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang selalu kita nantikan syafaat-Nya di hari akhir kelak.

Penulisan skripsi ini merupakan syarat dalam menyelesaikan studi, dalam penyelesainnya penulis mendapat bantuan dari beberapa pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada :

1. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

2. Bapak Dr. M. Thoha B.S. Jaya, M.S selaku Pembantu Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

3. Bapak Drs. Arwin Achmad, M.Si. selaku Pembantu Dekan II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

4. Bapak Drs. Hi. Iskandar Syah, M.H. selaku Pembantu Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

ii

5. Bapak Drs. Hi. Buchori Asyik, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

6. Bapak Drs. Maskun, M.H selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah dan pembimbing I sekaligus Pembimbing Akademik yang tak luput memberikan segala bimbingan dan motivasinya yang sangat bermanfaat dalam penyelesaian skripsi ini

7. Bapak Drs. Wakidi, M.Hum selaku pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan serta motivasinya yang sangat bermanfaat dalam proses penyelesaian skripsi ini

8. Bapak Drs. Ali Imron, M. Hum selaku pembahas dalam ujian skripsi yang telah banyak memberikan saran serta masukan yang bersifat positif dan membangun

9. Bapak dan Ibu dosen Program Studi Pendidikan Sejarah yang telah memberikan ilmu dan pengalaman kepada penulis.

10. Kepada Bapak Parjiman selaku Kepala Desa Rantau Fajar dan Bapak Budiono selaku Sekertaris Desa Rantau Fajar yang telah memberikan informasi tentang data Desa Rantau Fajar.

11. Keluarga besarku yang selalu mendoakan dan memberi dukungan untuk masa depanku.

12. Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat Desa Rantau Fajar yang telah banyak membantu.

13. Temanku Eka Haryanti yang telah meluangkan waktu dan menemani penulis dalam mengumpulkan data-data dalam penelitian ini.

iii

14. Teman-teman dekatku Yunita Susilawati, Nunik Syamsiah, Anggy Meilani Muslimah dan Farita Rinjani yang selalu mengisi keceriaan dalam hidupku dan kebersamaan kita akan selalu ku ingat.

15. Teman-teman pendidikan sejarah angkatan 2008 reguler terima kasih atas kebersamaannya.

16. Teman-teman pendidikan sejarah angkatan 2008 mandiri terima kasih atas kebersamaannya.

17. Teman-teman PPL di SMA N 1 Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat kebersamaan dan perjuangan kita akan selalu ku kenang.

18. Segenap pihak yang telah membantu penulis baik moril maupun materil. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas segala amal kebaikan kita semua.

Penulis sangat menyadari keterbatasan pengetahuan, pengalaman dan informasi yang ada pada diri penulis, sehingga skripsi ini masih perlu penyempurnaan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua, amin.

Bandar Lampung, Oktober 2012 Penulis

iv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Jumlah Anggota Populasi...18

2. Jumlah Sampel ...20

3. Kisi-Kisi Angket ...23

4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ...33

5. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama...33

6. Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan ...34

7. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian ...35

8. Karakteristik Responden Menurut Jenis Usia ...47

9. Karakteristik Responden Menurut Pekerjaan ...48

10. Karakteristik Responden Menurut Pendidikan ...48 11. Jumlah Responden yang Menjawab TentangSlametan Sepasaran.47

v

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1. Tabel Hasil Penelitian ...63

2. Angket ...66

3. Daftar Nama Responden ...69

4. Foto-Foto TradisiSlametan Sepasaran...73

5. Rencana Kaji Tindak/Skripsi Makalah ...82

6. Surat Izin Pendahuluan ...83

7. Surat Keterangan ...84

8. Surat Izin Penelitian Fakultas...85

9. Surat izin Penelitian Desa Rantau Fajar...86

10. Peta Desa Rantau Fajar ...87

11. Surat Selesai Bimbingan ...88

12. Surat Keterangan Selesai Bimbingan...89

13. Rekapitulasi Nilai Ujian...90

14. Catatan Perbaikan...91

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

I. Foto Persiapan PelaksanaanSlametan Sepasaran

A. Menyiapkan hidangan kenduri kedalambesek(sebuah wadah

makanan/keranjang yang terbuat dari bahan plastik) ...69

B. Menyiapkankembang endogyang terdiri dari telur, kertas warna merah dan putih serta beberapa lembar uang ...69

C. Menyiapkan sayur-sayuran untuk digunakan sebagai hidangankenduri ...70

D. Menyiapkan sayur-sayuran untuk digunakan sebagai hidangankenduri...70

II. Foto PelaksanaanSlametan Sepasaran A. Pembacaan doa yang dipimpin olehmodin ...71

B. Memasukkan sajian nasi gurih, ingkung ayam dan pisang rajakedalam besek ...71

C. PembacaanKitap Al-Barzanjipadaslametan sepasaranyang dilengkapi marhabanan...72

D. Pengumuman/pemberian nama bayi...72

E. Sebagian rambut digunting oleh sesepuh ...73

F.Modinmengumandangkan adzan ditelinga bayi...73

III. Foto Hidangan/Sajian pada PelaksanaanSlametan Sepasaran A. Sajian nasi gurih, ingkung ayam, bubur merah dan putih, dan pisang raja ..74

B. Bubur merah dan putih (jenang abang putih)...74

C. Ingkung ayam ...75

D. Isi hidangan kenduri yaitu nasi putih,gudangan( sayur-sayuran yang telah diberi bumbu kelapa parut), telur, jajan pasar, dan hidangan pelengkap lainnya...75

E. Mie bihun dan sambal kering tempe yang menjadi pelengkap hidangan kenduri ...76

F. Kitab Al-Barzanjiyang digunakan saatmarhabanan/berjanjen...76

IV. Foto Praktek-Praktek Yang Dihubungkan Dengan Bayi A. Kembang setamanyang diletakkan diatas timbunanari-aribayi...77

63

JAWABAN 90 RESPONDEN TENTANGSLAMETAN SEPASARAN

Dokumen terkait