• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sikap Positif terhadap Perlindungan HAM

Dalam dokumen SOAL DAN KUNCI JAWABAN LATIHAN UKK PKn S (Halaman 33-38)

LATIHAN UJI KOMPETENSI

G. Sikap Positif terhadap Perlindungan HAM

Beberapa upaya Perlindungan hak asasi manusia dapat dilakukan melalui kegiatan berikut:

1. Sosialisasi Hak Asasi Manusia

Untuk menegakkan hak asasi manusia, langkah pertama adalah memasyarakatkan hak asasi manusia ditengah-tengah masyarakat. Tujuan yang hendak dicapai dari usaha ini antara lain adalah :

a. Agar manusia respek terhadap hak asasi manusia dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai inti hak asasi manusia. b. Tumbuhnya kesadaran rakyat tentang hak asasi manusia.

c. Mempercepat proses demokr.atisasi sehingga dapa,t dicegah munculnya kekuasaan yang sewenang-wenang.

2. Pendidikan HAM

Dalam rangka internalisasi nilai-nilai hak asasi manusia perlu

dikembangkan dalam kehidupan manusia sejak dini, pada sekolah, kampus, dan media masa. Sebagai suatu tata nilai hak asasi rnanusia untuk bisa dipahami, dihayati, dan diamalkan melalui proses yang panjang. Pembentukan sikap dan kebiasaan memerlukan ,interaksi dengan Iingkungan di bawah' pimpinan, guru atau tokoh

masyarakat. 3. Advokasi HAM

Advokasi adalah dukungan, pembelahan, atau upaya dan tindakan yang terorganisir dengan menggunakan peralatan demokrasi untuk

menegakkan dan melaksanakan hu.~um dan kebijakan yang dapat menciptakan masyarakat yang adil 'dan sederajat. Tujuan advok<. . terhadap HAM adalah untuk mengubah lembaga-Iembaga masyarakat dengan menegakkan keadilc , dan kesetaraan untuk memperoleh akses dari tuntutan pengambilan keputusan.

4. Kelembagaan

Dalam rangka menegakkan hak asasi manusia maka pemerintah

membentuk komisi nasional hak asasi manusia. Komisi ini dimaksudkan untuk membantu pengembangankondisi yang kondusif bagi pelaksanaan

hak asasi manusia dan meningkatkan perlindungan hak asasi manusia guna mendukung terwujudnya Pembangunan Nasional.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut komisi hak asasi manusia telah melaksanakan kegia an sebagai berikut:

a. Menyebarluaskan. wawasan nasional dan internasional mengenai HAM, baik kepada masyarakat Indonesia maupun kepada masyarakat

internasional.

b. Mengkaji beberapa instrumen Perserikatan Bangsa-bangsa tentang HAM denga tujuan memberikan saran-saran mengenai kemungkinan meratifikasinya.

a. Memantau dan menyelidiki pelaksanaan hak asasi manusia serta memberikan pe dapat, pertimbangan, dan saran kepada badan pemerintahan negara mengenai pelaksanaan hak asasi manusia. b. Mengadakan kerja sama regional dan internasional dalam rangka mengajukan dan meli dungi hak asasi manusia, KOMNAS HAM, KONTRAS, YLBHI, KPP HAM.

5: Pelestarian Budaya yang sesuai dengan kepribadian bangsa

Keberhasilan penguasaan dan pemberdayaan hak asasi manusia suatu bangsa sangat diten an oleh pemantapan budaya hak-tlak asasi manusia dan bangsa tersebut melalui usaha-usaha secara sadar kepada seluruh anggota masyarakat. Pelaksanaan hak-hak asasi manusia di Indonesia erlu memperhitungkan nilai-nilai adat istiadat, budaya, agama, dan tradisi bangsa dengan :anpa membeda-bedakan suku, ras, ';lgama, dan

golongan.

6. Pemberdayaan Hukum

Untuk menegakkan hak asasi manusia harus ada kesiapan struktural dan kultur politik yang ebih demokratis. Hak asasi manusia tidak mungkin dapat ditegakkan oleh pemerintah yang represif. Eksistensi hak asasi manusia tergantung s'ejumlah faktor, seperti :

Hukum positif dan politik. Tingkat solidaritas politik.

C. Tingkat konsensus atas nilai-nilai tersebut. Tingkat stabilitas politik.

Tipe sistem hukum dari pemerintah. Tingkat perkembangan ekonomi.

Tingkat kepercayaan terhadap produk hukum badan-badan legislatif dan peradilan.

Sifat dari komunikasi internal serta faktor pendidikan dapat mendukung pembangunan hak asasi rnanusia.

7. Pengesahan Perangkat Nasional

Untuk menegakkan dan menjamin perlindungan hak asasi manusia perlu pengesahan perangkat-perangkat nasional hak asasi manusia. Pemerintah minimal mengesahkan piagam hak asasi manusia sedunia (Universal Declaration of Human Rights) yang disahkan oleh Majelis PBB tanggal 10 Desember 1948.

Piagam ini mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut :

Sebagai standar umum pelaksanaan hak asasi manusia untuk seluruh rakyat da egaya.

Sebagai kode perilaku yang dapat menjadi parameter kebijakan sebuah pemerin ah~

8. Rekonsiliasi Nasional . Cara lain yang harus ditempuh untuk menegakkan hak asasi manusia adalah dengan embentuk komisi kebenaran dan rekonsiliasi yang dibentuk berdasarkan undang-undang. Komisi ini berfungsi sebagai lembaga ekstra yuridis untuk menegakkan kebenaran dengan mengungka e 'alahgunaan kekerasan dan pelanggaran HAM dimasa lampau demi kepentingan bangsa dan negara

Beberapa Hambatan dan -tanta'ngan utama yang sering ditemukan.dalam penegakan hak asasi manusia di Indonesia adalah :

a) Masalah ketertiban dan keamanan nasional

b) Rendahnya, kesadaran akankeberadaan hak-hak asasi manusia yang dimiliki rang lain yang perlu dihormati.

c) Terbatasnya perangkat hukum dan perundang-undangan yang ada. d) Adanya dikotomi antara individualisme dan kolektivitis'me.

e) Kurang berfungsinya lembaga-Iembaga penegakan hukum, seperti polisi, jaksa, dan pengadilan.

f) Pemahaman belum merata baik kalangan sipil maupun militer. Secara hambatan dan tantangan yang disebutkan di atas,

penegakkan HAM juga dihadapkan pada kendala ideologis, teknis dan ekonomis.

a. Kendala Ideologis

Salah satu hambatan yang manjadi kendala dalam menegakkan HAM adalah adanya perbedaan pandangan antara ideologi sosialis dan

ideologi Iiberalis, serta pandangan negara berkembang tentang hak asasi mansuia.

1) Pandangan liberal is mengenai konsepsi hak asasi manusia lebih mengutamakan penghormatan terhadap hak-hak pribadi, sipil,dan politik.

2) Pandangan sosialis lebih menonjolkan peran negara atau peran masyarakat, sehingga kepentingan umum harus dikedepankan terhadap kepentingan pribadi dan golongan.

b. Kendala Teknis

Belumdiratifikasi berbagai instrumen internasional HAM oleh negara-negara di dunia. Walaupun sudah diratifikasi, pengawasan pelaksanaan ketentuan konvensi masih tertunda-tunda, serta banyaknya persyaratan yang dikemukakan oleh negara;negara yang .akan meratifikasi suatu konvensi HAM internasional.

c. Kendala Ekonomi

Ada hubungan antara kondisi ekonomi masyarakat suatu negara yang ekonominya mapan dengan penegakan HAM. Semakin maju masyarakat semakin tinggi usaha menegakkan hak' asasi manusia. Di negara

berkembang yang secara ekonomis masih terbelakang, pada umumnya kurang memperhatikan HAM. Negara berkembang pada umumnya berkonsentrasi pad a bagaimana meningkatkan pembangunan perekonomian masyarakat sehingga HAM terabaikan.

Dalam dokumen SOAL DAN KUNCI JAWABAN LATIHAN UKK PKn S (Halaman 33-38)

Dokumen terkait