BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Data
2. Siklus II
Siklus II dilaksanakan pada hari jumat selama tiga pertemuan yaitu pada tanggal 23 Mei-6 Juni 2014
a. Tahap Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, rencana tindakan siklus II adalah sebagai berikut :
1. Membuat RPP untuk siklus II
2. Mencari video yang sesuai dengan materi siklus II 3. Mempersiapkan materi pelajaran untuk siklus II
4. Menyiapkan lembar pengamatan untuk guru dan siswa, lembar tes angket siswa
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, maka pada siklus II ini proses pembelajaran harus lebih diarahkan. Peneliti harus dapat mengoptimalkan waktu yang digunakan agar seluruh tahapan pembelajaran dengan menggunakan media audio visual dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya dan tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal.
b. Tahap Tindakan
Pada siklus II terdiri dari tiga kali pertemuan, seperti pada pelaksanaan tindakan sebelumnya, peneliti melaksanakan tindakan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat yaitu menggunakan media audio visual sesuai dengan materi yang akan diajarkan.
Indikator yang akan dicapai pada siklus II ini adalah : menyebutkan pengertian senang bekerja, menyebutkan manfaat senang bekerja, menjelaskan kerugian dari perilaku tidak senang bekerja serta menyebutkan tugas-tugas
yang harus dilakukan di rumah, di sekolah dan di masyarakat. Pada pertemuan terakhir diadakan tes serta pengisian angket motivasi belajar siswa.
Pertemuan pertama dan kedua pada siklus II dilaksanakan dengan menata posisi duduk siswa sebelum pelajaran dimulai serta menyiapkan sumber belajar lain yang sesuai dengan materi yang diajarkan, hal ini dilakukan sebagai perbaikan siklus I serta sebagai usaha untuk mengoptimalkan waktu maka pembelajaran dilaksanakan setelah jam istrirahat, agar persiapan dalam menyiapkan media dapat dilaksanakan oleh guru ketika siswa sedang beristirahat. Setelah siswa siap maka guru menayangkan video tentang kerja bakti serta guru memberikan penjelasan tentang materi senang bekerja. Kemudian siswa ditugaskan untuk berdiskusi dengan teman sebangku untuk mencari tugas-tugas yang harus dilakukan di rumah, di sekolah dan di masyarakat sedangkan pada pertemuan kedua siswa ditugaskan untuk mengerjakan tugas hal.114 (pernyataan setuju atau tidak setuju) kemudian siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka.
Pada siklus II, peneliti lebih ekstra dalam membimbing siswa mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya dan memberi motivasi agar lebih percaya diri akan kemampuan diri sendiri dalam mengerjakan tugas individu. Serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong semua siswa untuk aktif mengemukakan pendapatnya terhadap masalah yang dirumuskan, tidak hanya siswa yang pintar saja akan tetapi semua siswa berani untuk mengeluarkan pendapat.
Pertemuan ketiga, peneliti mengadakan latihan siklus II untuk mengetahui tingkat pemahaman materi yang telah diajarkan serta pengisian angket motivasi belajar siswa untuk mengetahui apakah ada peningkatan motivasi belajar PKn siswa antara siklus I dan siklus II.
c. Tahap pengamatan
Observer melakukan monitoring dengan cara mengobservasi peneliti yang sedang melakukan proses pembelajaran seperti siklus I. Observer mengamati kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dan menuangkan dalam
lembar pengamatan yang berisi 20 butir pernyataan guru dan 20 butir pernyataan untuk siswa. Adapun hasil observasi tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana kualitas media audi visual dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Observer mengamati kegiatan selama berlangsungnya pembelajaran yang kemudian dituangkan dalam lembar pengamatan.
1) Hasil observasi/pengamatan aktivitas guru dan siswa Tabel 4.7
Hasil Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa Siklus II No. Pengamatan pada Proses Pembelajaran Aspek yang telah telihat (%) Aspek yang belum terlihat % 1. Aktivitas guru 19 1 95% 2. Motivasi belajar siswa 19 1 95% Rata-rata 95%
Hasil observasi pada siklus II terlihat adanya peningkatan hasil tindakan yang lebih baik dari hasil tindakan yang diperoleh pada siklus Hal tersebut terlihat dari pengamatan aktivitas guru maupun aktivitas siswa yang mencerminkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yaitu masing-masing sebesar 95%. Pada pengamatan aktivitas guru usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi peserta didik sudah baik, hanya ada satu aspek yang tidak muncul ketika proses pembelajaran pada siklus II yaitu membagi kelompok berdasarkan keseragaman kemampuan akademik, sedangkan pada aktivitas peserta didik satu aspek yang belum muncul adalah senang membaca materi PKn walaupun tidak disuruh guru, hal tersebut terlihat ketika guru bertanya diawal proses pembelajaran siswa masih banyak yang tidak tahu materi apa yang akan dipelajari hari itu.
2) Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa
Untuk lebih mengetahui secara langsung peningkatan motivasi belajar siswa maka pada siklus II ini siswa diberikan kesempatan untuk kembali mengisi angket motivasi. Dimana hasil dari angket tersebut menjadi acuan apakah ada peningkatan dalam motivasi belajar siswa selama penggunaan media audio visual pada proses pembelajaran.
Tabel 4.8
Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa Siklus II
Dimensi Indikator Nomor S TS %
Internal 1. Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil
7, 10 67 15
82% 2. Adanya dorongan dan
kebutuhan belajar
9 34 7
83% 3. Adanya harapan dan
cita-cita masa depan
3 33 8
80% 4. Adanya rasa ingin tahu yang
tinggi
2, 4 67 15 82%
Eksternal 5. Adanya penghargaan dalam belajar
5 35 6
85% 6. Adanya kegiatan menarik
dalam belajar
1, 6 68 14
83% 7. Adanya lingkungan belajar
yang kondusif
8 32 9
78%
Jumlah 336 74
Rata-rata 34 7 82%
Dari hasil angket siswa di atas terlihat pada tiap-tiap indikator menunjukkan hasil yang cukup tinggi, ini berarti bahwa motivasi belajar siswa meningkat dengan rata-rata perolehan hasil angket sebesar 82%.
3) Rekap Hasil Pengamatan Motivasi Belajar Siswa dan Hasil Angket Siswa Dari hasil pengamatan motivasi belajar siswa dan hasil angket siswa pada siklus II diperoleh rata-rata motivasi belajar siswa yang terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.9
Rekap Hasil Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa serta Hasil Angket Siswa
Siklus II
No Hasil Proses Pembelajaran %
1. Hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa 95%
2. Hasil angket siswa 82%
Rata-rata 88%
Berdasarkan tabel 4.9 diperoleh rekap hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa serta hasil angket siswa diperoleh hasil rata-rata motivasi belajar siswa telah mencapai 88%. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn meningkat, peserta didik telah mermpunyai hasrat dan keinginan untuk berhasil, mempunyai dorongan dan kebutuhan belajar, mempunyai harapan dan cita-cita masa depan serta mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi.
d. Tahap Refleksi
Dari hasil refleksi yang dilaksanakan, maka hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan dan kemajuan . dari 20 aspek yang harus dilaksanakan guru untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa hanya satu aspek yang belum muncul dan dari 20 aspek aktivitas siswa yang belum muncul satu aspek. Hasil untuk aktivitas guru mencapai 95% dan untuk aktivitas siswa juga mencapai 95%. Begitu juga dengan hasil angket tes motivasi belajar PKn siswa pada siklus II dengan menggunakan media audio visual telah sesuai dengan yang diharapkan yaitu mencapai 88%. Demikian juga dengan hasil tes yang telah mencapai KKM.
Adapun indikator keberhasilan penggunaan media audio visual untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sebagai berikut :
1) Pada saat proses pembelajaran siswa terlihat lebih aktif baik ketika mengemukakan pendapatnya maupun dalam menjawab pertanyaan yang
diajukan guru, semangat dalam mengerjakan tugas serta tidak merasa bosan pada saat pembelajaran berlangsung.
2) Dengan menggunakan media audio visual, siswa dapat memahami materi yang diajarkan dengan lebih mudah.
3) Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, tidak hanya terlihat pada saat observasi yang dilakukan oleh observer tetapi siswa secara langsung diberi kesempatan untuk mengisi angket motivasi belajar, yang ternyata hasil angket tersebut menunjukkan bahwa media audio visual membuat siswa mempunyai dorongan, semangat dan rasa ingin tahu terhadap pelajaran PKn agar keinginan untuk berhasil dan cita-citanya dimasa depan akan terwujud.
Dari indikator di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat terlihat pada saat proses pembelajaran PKn berlangsung, siswa sangat semangat dalam mengikuti pelajaran, mengerjakan setiap tugas baik tugas mandiri maupun kelompok dengan sungguh-sungguh, raut wajah mereka juga menandakan kalau mereka senang belajar PKn serta tidak merasa bosan pada saat pembelajaran bahkan mereka sangat aktif dalam mengemukakan pendapatnya maupun dalam menjawab pertanyaan yang diajukan guru.
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada siklus II maka peneliti menarik kesimpulan bahwa tindakan penelitian sudah cukup sampai siklus II.