Lingkaran hidup kutu rambut merupakan
metamorfosis tidak lengkap, yaitu
telur-nimfa-dewasa. Telur akan menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10 hari sesudah dikeluarkan oleh induk kutu rambut. Sesudah mengalami 3 kali
pergantian kulit, nimfa akan berubah menjadi kutu rambut dewasa dalam waktu 7-14 hari. Dalam keadaan cukup makanan kutu rambut dewasa dapat hidup 27 hari lamanya.
Pediculus humanus corporis Kingdom Animalia Filum Arthropoda Kelas Insekta Ordo Anoplura Famili Pediculidae Genus Pediculus
Species Pediculus humanus corporis
Secara morfologi P. Humanus corporis ( body louse ) dan P. Humanus capitis (head louse) keduannya sulit dibedakan.
Akan tetapi menurut daerah investasinya yaitu : yang menyerang badan adalah P. Humanus corporis (body louse) dan yang menyerang kepala P. Humanus capitis.
Untuk pediculus humanus corporis Merupakan vektor penyakit thypus yang hanya terjadi di daerah dingin.
Kutu badan hidup pada baju (di daerah dingin orang memakai baju rangkap lebih dari 2 dan lama tidak
dicuci karena orang jarang berkeringat), apabila hawa dingin maka dia bergerak ke tubuh hospes, biasanya kutu ini tinggal di pakaian lapis pertama.
Bagian-bagian mulut kutu penghisap terdiri dari 3 stilet penusuk yang secara normal ditarik masuk ke dalam satu kantung stilet di dalam kepala.
Merupakan metamorfosis tidak sempurna, yaitu :
Telur nimfa dewasa Contoh dari pediculus humanus corporis
Siklus Hidup
1. Telur kutu badan diletakkan pada serat baju dan menetas sekitar 1 minggu kemudian (di daerah dingin orang memakai baju rangkap 2 dan lama tidak dicuci)
2. Membentuk nimfa dan akan menjadi dewasa bila dekat dengan badan hospes. Apabila baju tidak dipakai beberapa hari maka kutu akan mati.
Kingdom Animalia Filum Arthropoda Kelas Insekta Ordo Anoplura Famili Pediculidae Genus Phthirus
Species Phthirus pubis
Phthirus pubis
Morfologi
Berbentuk pipih dorsoventral
Berwarna kelabu kekuningan menyerupai kepiting
Bulat menyerupai ketam dengan kuku pada ketiga pasang
kakinya
Stadium dewasa berukuran 1,5-2 mm dan berwarna abu-abu
Ditemukan pada rambut kemaluan, ketiak, jenggot, kumis,
alis dan bulu mata, dapat bertahan hidup selama 6 hari
Kutu akan mencengkram sehelai rambut kemaluan dengan
mencengkram dengan cakarnya ke kult dimana ia menghisap darah dari pembuluh darah yang kecil
Phthirus pubis (crab louse ) adalah serangga parasit penghisap darah yang hidup di kulit sekitar kelamin manusia.
Merupakan metamorfosis tidak sempurna, yaitu :
Telur nimfa dewasa
Kutu kelamin biasanya menular melalui hubungan seksual. Penularan dari orang tua kepada anak
lebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian
handuk, pakaian, tempat tidur atau closets yang sama secara bergantian. Orang dewasa lebih
sering terkena daripada anak-anak. Penularannya secara mekanik.
Menyebabkan penyakit Ftiriasis akibat dari gigitan
yang menyebabkan kulit terasa gatal dan tampak pucat
Walaupun salah satu bagian tubuh menjadi koloni kutu ini, mereka tetap lebih menyukai daerah
rambut kemaluan dan anal. Pada pasien laki-laki, kutu dan telur juga dapat ditemukan pada rambut di daerah perut, kumis dan janggut. Sementara pada anak-anak mereka biasanya ditemukan di bulu mata.
Pinjal (Flea) merupakan Ordo Siphonaptera yang memiliki ciri-ciri :
tidak bersayap
berkaki sangat kuat yang digunakan untuk meloncat memiliki mata tunggal
mulut penghisap
segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala, dada,perut tidak jelas)
metamorfosis sempurna.
Ada beberapa contoh spesies pinjal diantaranya adalah pinjal manusia (Pubex irritans), pinjal anjing (Ctenocephalus canis), pinjal kucing (Ctenocephalus felis), dan pinjal tikus (Xenopsylla cheopis)
Siklus Hidup Pinjal
1. Tahap telur
Pinjal betina bertelur 20-28 buah/hari. Selama hidupnya seekor pinjal bisa menghasilkan telur hingga 800 buah.
2. Tahap larva
Telur bisa saja jatuh dari tubuh kucing dan menetas menjadi larva di retakan lantai atau celah kandang. Jika anda atau hewan peliharaan anda lewat, mereka akan menempel dan merangkak mencari daerah di kulit untuk mendapat makanannya
3. Tahap pupa-dewasa
Pertumbuhan larva menjadi pupa kemudian berkembang jadi pinjal dewasa bervariasi antara 20-120 hari.
Penyakit yang Ditularkan
Penyakit yang biasa dibawa oleh pinjal adalah penyakit sampar atau pes.
Selain itu pinjal juga berperan sebagai penjamu
perantara untuk beberapa jenis cacing pita anjing dan tikus, yang kadang-kadang juga bisa menginfeksi
manusia.
Cara Penularan
Secara alamiah penyakit pes dapat bertahan atau terpelihara pada rodent. Kuman-kuman pes yang
terdapat di dalam darah tikus sakit,dapat ditularkan ke hewan lain atau manusia, apabila ada pinjal yang
menghisap darah tikus yang mengandung kuman pes tadi, dan kuman-kuman tersebut akan dipindahkan ke tikus lain atau manusia dengan cara yang sama yaitu melalui gigitan.
Pinjal sebagai vektor penyakit Penyakit plague:
Juga disebut penyakit pes atau sampar yang disebabkan oleh bakteri
Yersiana pestis. Vektor penyakit pes adalah Xenopsylla cheopsis, Stivalius cognatus dan Neopsylla sondaica, infeks akan terjadi melalui gigitan mulut yang infektif
Penyakit murine typhus
Penyakit ini disebut juga “Flea borne typhus” disebabkan oleh Ricketsia typhi. Pinjal ( Xenopsylla cheopis dan Nosopsyllus fasciatus ) merupakan vektor dari penyakit thypus . Dimana mikroba ini dikeluarkan melalui feses pinjal, infeksi terjadi melalui luka gigitan pinjal atau melalui kulit yang lecet yang terkena kontaminasi dengan feses pinjal Penyakit ini ditularkan oleh pinjal tikus Xenopsylla cheopis
Lalat Lalat Pasir (Phlebotomus ) Lalat Hitam (Simulium) Lalat Rumah (Musca Domestica) Lalat Tse Tse
(Glossina)
Lalat Sambar Mata
Kalsifikasi
Lalat Tse Tse
Kingdom Animalia Filum Arthropoda Kelas Insekta Ordo Diptera Famili Muscidae Genus Glossina
Lalat ini merupakan lalat penggigit besar dari Afrika yang memakan darah hewan vertebrata. Mereka diketahui
menyebabkan Penyakit Tidur pada manusia dan Nagana di ternak.
Tsetse adalah lalat raksasa dari Afrika, panjang tubuhnya
dapat mencapai 1,6 cm dari ujung kepala hingga ekor. Warnanya tubuhnya bervariasi antara coklat muda dan
coklat tua dan mempunyai dua antena di bagian kepalanya, sehingga perbedaanya akan tampak mencolok dibandingkan dengan lalat biasa. Saat tidak terbang kedua sayapnya
dilipat secara bertumpuk diatas tubuhnya.
Tsetse merupakan vektor penyakit trypanosomiasis, yang
Lalat tsetse, jantan dan betina, bertindak sebagai penyebab pambawa parasit ini, terutama Glossina palpalis. Lalat ini banyak terdapat di sepanjang tepi-tepi sungai yang mengalir di bagian barat dan tengah Afrika. Lalat ini mempunyai jangkauan terbang
sampai mencapai 3 mil.
Penyakit tidur adalah penyakit parasit pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh Trypanosoma, suatu protozoa yang ditularkan oleh lalat Tsetse. Gejala
penyakit tidur dimulai dengan demam dan sakit kepala lalu membengkak di bagian belakang leher. Setelah itu, korban mungkin mengalami tidur siang hari dan insomnia. Ini bisa mengakibatkan kematian sesudahnya.