• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siklus Hidup Pengembangan Multimedia (Tahap Ketiga dan

Dalam dokumen Manajemen ProyekMultimedia Kreatif (Halaman 75-80)

Bab 4 Siklus Hidup Pengembangan Multimedia

E. Siklus Hidup Pengembangan Multimedia (Tahap Ketiga dan

Manajemen Proyek Multimedia Kreatif

bernilai dalam mengambil desain dan kegunaan. Jika diperbolehkan umpan balik seperti ini sering kali tidak berguna dalam mengambil desain dan sering keliru jika dilanjutkan menjadi produk akhir, akan dapat menyebabkan masalah serius dan dapat membuat proyek tertunda.

Manajemen Proyek Multimedia Kreatif

Gambar 4.6 Tahapan Siklus Hidup Pengembangan Multimedia dengan Parameter Utama (Ahmed, 2007)

1. Tahap Tiga – Implementasi

Tahap implementasi adalah dimana perusahaan pengembang bertindak memutuskan dan telah menyelesaikan tahap perencanaan. Secara umum tahap implementasi relatif singkat dan bertujuan agar perusahan pengembang dapat mempersiapkan tahap Pembuatan dan Evaluasi. Hal ini disebabkan karena kemungkinan perusahaan memiliki proyek lainnya pada waktu yang bersamaan, tahap Implementasi memperkenankan pengembang mempunyai waktu untuk menyesuaikan proyek dengan jadwal pengembangan perusahaan dan mengalokasikan keahlian atau sumber daya dari luar perusahaan yang diperlukan.

Sebagai bagian dari tahap Perencanaan, sumber daya eksternal dan karyawan diidentifikasi, demikian pula mengenai biaya dan ketersediaannya. Karena banyak pekerjaan awal telah dilakukan, tahap implementasi dapat berlangsung satu hari saja, namun dapat pula molor menjadi satu atau dua minggu tergantung pada sumber daya yang diperlukan dan jadwal pengembangan yang sudah ditentukan perusahaan. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan tahap Implementasi menjadi molor adalah karena menunggu sumber daya dari klien. Misalnya jika proyek pembuatan sistem katalog gambar yang tidak dapat dilaksanakan tanpa copy gambar dari klien, maka harus menunggu sumber gambar tersedia dari klien sehingga berpotensi menunda proses pembuatan jika terjadi keterlambatan dari klien.

Adakalanya klien menginginkan tahap Implementasi siap untuk dilanjutkan pada tahap Pembuatan. Ini sering terjadi dimana proyek yang sedang dibuat berpengaruh terhadap sistem yang sudah ada dan perlu melakukan perubahan (seperti perluasan database dan pelaksanaan sistem sementara). Alasan lainnya klien mungkin menunda pelaksanaan tahap Pembuatan termasuk meyakinkan

Manajemen Proyek Multimedia Kreatif

personel yang relevan tersedia sebagai perwakilan proyek internal, atau mengatur kelompok pengguna untuk mewancarai / konsultasi sebagai bagian penilaian audiens, atau dimana mereka memilih menunda proyek untuk meyakinkan penggantian pada waktu yang tepat bagi perusahaan.

Tugas dan Parameter

Tugas : Mempekerjakan / menjadwal karyawan tambahan sesuai keperluan Menjamin bahwa karyawan kunci internal dapat dijadwalkan terlebih dahulu sebelum membeli/memesan sumber daya dari luar perusahaan

Merencanakan pengembangan ke dalam jadwal pengembangan perusahaan

Mendapatkan sumber daya yang diperlukan dari perusahaan Parameter : Saran klien mengenai kepastian tanggal dimulainya dan

dilaksanakannya pengembangan proyek

2. Tahap Empat – Pembuatan (Construct)

Tahap pembuatan adalah dimana terjadinya proses pekerjaan, yaitu pelaksanaan proses produksi yang paling penting. Pada siklus hidup produksi stseseorangr, disinilah letak terjadinya pemusatan tenaga kerja pada kebanyakan proses kerja.

Pada tahap awal dan akhir mungkin hanya memerlukan beberapa orang saja, namun dalam tahap ini semua rencana akan terlihat hasilnya.

Biasanya tahap Pembuatan dimulai ketika tahap Implementasi sudah selesai.

Dengan kata lain, ketika perusahaan pengembang telah mengorganisasikan sumber daya dan karyawan yang diperlukan untuk mengembangkan proyek, sumber daya eksternal telah dikelola/dibeli dan klien telah menyerahkan seluruh bahan yang diperlukan pengembang agar bisa memulai proyek. Di awal pembuatan, umumnya klien membayar sebagian uang kepada perusahaan pengembang. Persentase total proyek sangat beragam pada masing-masing perusahaan namun biasanya berkisar 25 – 50% dari biaya total proyek.

Tahap pembuatan dapat berjalan singkat atau lama tergantung dari sifat proyek tersebut. Dalam tahap pembuatan yang lama bahkan bisa digunakan model pembayaran beberapa kali sesuai perkembangan proyek.

Manajemen Proyek Multimedia Kreatif

Tugas, Hasil dan Parameter Tugas : Interaksi

Membuat gambar (graphics)

Mempersiapkan keterangan tambahan (misalnya buku petunjuk penggunaan / user manuals dsb)

Membuat master media optik Integrasi media dan kode

Pengujian teknis dan perubahan berikutnya

Alpha, beta, release candidate one (RC1)/release candidate 2 (RC2) dan tahap rilis produksi gold/master

Fokus kelompok dan pengujian user dan perubahan berikutnya Pelatihan pengguna akhir (end user training)

Hasil : Proyek akhir dalam format yang telah ditetapkan dalam Proposal Proyek

Petunjuk penggunaan (User Manual)

Pelatihan pengguna akhir (end user training) Menyerahkan presentasi dan demonstrasi

Hasil evaluasi fokus pada kelompok (focus group evaluation results)

Parameter : Penyerahan presentasi dan demonstrasi

Pembayaran terakhir atas penerimaan hasil proyek

a. Authoring interactions/Creating Graphics

Dihasilkan interaktifitas/navigasi dan gambar produk atau naskah sesuai dengan storyboard interaktif yang dihasilkan sebagai bagian dari Rencana Implementasi Proyek. (Wharton, 2003)

b. Mempersiapkan keterangan tambahan

Banyak produk memerlukan sejenis buku petunjuk (user manual) atau keterangan teknis untuk membantu dalam penggunaannya. Bagian dari tahap pembuatan mencatumkan tambahan ini termasuk pengujian user agar dapat memenuhi kepuasan user (Wharton, 2003).

Manajemen Proyek Multimedia Kreatif

c. Integrasi media dan kode

Dengan kata lain menghubungkan grafis, suara, video, animasi, gambar dan lain sebagainya dengan kode. Istilah lain yang tepat untuk menggambarkan adalah: “meletakkan daging ke tulang” (Wharton, 2003).

d. Pengujian teknis dan perubahan selanjutnya

Tim teknis menguji produk untuk fungsi teknisnya, dan perubahan yang diperlukan lainnya agar proyek secara teknis berfungsi fungsional (Wharton, 2003).

e. Mastering media optik (Alpha, beta, RC1, RC2, Gold, Master)

Jika proyek siap untuk diluncurkan, tim produksi biasanya akan merilis versi alpha kepada para penguji internal. Disinilah dilakukan pengujian fungsional teknis terakhir. Jika seluruh bug sudah diperbaiki, maka dirilis versi kedua (beta) yang diuji oleh penguji eksternal atau sekelompok user.

Masalah teknis atau kegunaan yang terjadi diidentifikasi dan diselesaikan pada tahap ini.

RC1 merupakan versi yang bebas bug yang ditunjukkan kepada klien agar mau menyetujui proyek. Tahap RC2 hanya dilaksanakan jika klien memerlukan perubahan sehingga perlu merilis kandidat rilis kedua (RC2).

Rilis terakhir yaitu gold release (atau master) adalah merupakan hasil penggseseorangan (copy) yang akan dibuat.

Dalam multimedia berbasis web, maka biasanya alpha berada pada server internal, beta berada pada server publik yang aksesnya terbatas, RC1/RC2 berada pada staging server (server online namun melewati akses publik) dan gold release adalah ketika suatu web site sudah tersedia online bagi akses publik.

f. Fokus kelompok dan pengujian user dan perubahan selanjutnya

Berjalan bersamaan dengan perencanaan proyek, produksi, release candidate dan tahap evaluasi pengujian user/focus group sesuai dengan rencana penilaian/pengujian user. Masalah diidentifikasi, solusi diterapkan dan saran user yang memungkinkan dilaksanakan dalam pengembangan proyek (Wharton, 2003).

Manajemen Proyek Multimedia Kreatif

g. Pelatihan pengguna akhir

Beberapa produk memerlukan pelatihan bagi pengguna akhir (misalnya seperti manajemen database situs e-commerce) dan sering termasuk dalam hasil proyek akhir. Dalam contoh tersebut, release candidate final biasanya digunakan sebagai bahan pelatihan (Wharton, 2003).

h. Proyek akhir dalam format yang telah ditetapkan pada Rencana Implementasi Proyek (Wharton, 2003).

Hasil akhir dalam tahap ini adalah proyek akhir dalam format dan lokasi yang telah ditetapkan pada Rencana Implementasi Proyek. Jika release candidate telah disetujui untuk diluncurkan, pengembang harus menyerahkan proyek sesuai dengan format yang dibutuhkan. Misalnya suatu website diupload ke server berikut kodenya diserahkan ke klien dalam bentuk disk; gold master CD-ROM digseseorangkan; solusi database diinstal ke server.

i. Penyerahan presentasi dan demonstrasi

Disini release candidate ditunjukkan kepada klien dan mencari persetujuan terakhir agar dapat diluncurkan.

j. Pembayaran akhir sewaktu proyek diterima (Wharton, 2003).

Sewaktu klien menyetujui dan hasil telah diserahkan sesuai dengan Rencana Implementasi Proyek, maka pembayaran akhir diserahkan dari klien ke perusahaan pengembang (Wharton, 2003).

Dalam dokumen Manajemen ProyekMultimedia Kreatif (Halaman 75-80)