BAB IV DESKRIPSI,ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
2. Siklus I
1) Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I
Kegiatan siklus I diawali dengan melakukan wawancara kepada siswa tentang tanggapan mereka mengenai cara belajar yang dilakukan selama ini, serta wawancara dan silang pendapat dengan rekan-rekan guru untuk menemukan informasi tentang permasalahan belajar dan mengajar yang dihadapi sekolah MI-Alislamiyah selama ini.
50
Kegiatan siklus I ini merupakan langkah perbaikan pembelajaran setelah mengetahui hasil belajar yang kurang maksimal pada kegiatan prasiklus, dengan tujuan untuk meneliti dan menemukan cara guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MI Al-Islamiyah khususnya pada mata pelajaran PKn, dalam materi pembelajaran lembaga pemerintahan tingkat pusat.Berdasarkan hasil wawancara tersebut, peneliti merancang desain pembelajarandenganmenggunakan penerapan pendekatan TGT, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan memotivasi aktivitas siswa pada mata pelajaran PKn
Desain pembelajaran yang dipersiapkan meliputi rencana pembelajaran dengan menerapkan pendekatan TGT, Lembar Kerja Siswa (LKS), pedoman observasi kegiatan siswa, pedoman observasi kegiatan guru, instrument tes soal pilihan ganda untuk melakukan pretes dan postes.
Kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan setiap pertemuan berlangsung selama 2 x 35 menit.Indikator yang ditetapkan pada siklus I antara lain; (1)menyebutkan nama-nama lembaga negara tingkat pusat. (2) Menjelaskan kedudukan MPR dalam susunan lembaga negara sebelum dan sesudah adanya amandemen UUD 1945. (3) Menjelaskan pengertian legislatif, eksekutif dan yudikatif dalam susunan lembaga Negara RI. (4) Mengidentifikasi lembaga-lembaga yang duduk di dalam lembaga legislatif (4) Mengidentifikasi lembaga-lembaga yang duduk di dalam lembaga Eksekutif(5) Mengidentifikasi lembaga-lembaga yang duduk di dalam lembaga yudikati
2). Tindakan
a. Pertemuan Pertama
Tindakan pembelajaran pada siklus I dengan pendekatan TGT menggunakan perangkat pembelajaran yang telah disusun di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Siswa diberikan soal pretest untuk mengetahui bekal awal ajar siswa sebelum diberikan tindakan dengan menggunakan pendekatan TGT.
51
b) Pembelajaran dimulai dengan mengkondisikan kelas pada suasana belajar, guru melakukan appersepsi dan motivasidenganmemperlihatkan foto gedung MPR/DPR, gambar presiden dan wakil, gambar burung garuda serta bendera merah putih berukuran mini, kemudian mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pemahaman awal siswa pada peta konsep lembaga pemerintahan tingkat pusat, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran. c) Guru menjelaskan teknis pembelajaran, dan memberi informasi tentang cara
belajar dengan bermain game menggunakan metode TGT kemudian meminta siswa membentuk kelompok kecil (teman sebangku), untuk berdiskusi.
d) Guru membagikan 1 lembar kertas HVS dan 2 buah amplop yang masing-masing amplop berisi 10 kartu jawaban dan 10 kartu pertanyaan kepada masing- masing kelompok.
e) Guru menempel alat peraga kertas karton warna putih dipapan tulisberisi serangkaian pertanyaan, sebagai panduan dan menjelaskan aturan main. f) Guru meminta setiapkelompok berlomba menemukan dan memasangkan
pertanyaan dengan jawaban, kemudian menempelkannya pada kertas HVS g) Kelompok yang sudah selesai segera menempel jawabannya di papan tulis
sesuai nomor urut yang sudah disediakan guru.
h) Guru bersama siswa mengoreksi hasil kerja tiap kelompik dan menghitung skor yang di kumpulkan tiap kelompok
i) Kelompok yang mendapat point tertinggi diberikan reward oleh guru j) Membahas soal latihan bersama-sama dengan bimbingan guru
k) Memberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab dan mengambil kesimpulan terhadap materi pembelajaran yang telah dipelajari
l) Menutup pembelajaran dengan memberikan tugas yang harus dikerjakan secara individu dan memberikan informasi materi pembelajaran yang akan dibahas untuk pertemuan berikutnya.
52 b. Pertemuan kedua
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan kedua adalah sebagai berikut:
a) Menyampaikan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dibahas
b) Bertanya awal untuk menggali kemampuan awal siswa
dengancaramenyebutkan lembaga-lembaga negara pada susunan pemerintahan tingkat pusat.
c) Membagikan lembar kerja pada tiap kelompok untuk didiskusikan
d) Menugaskan siswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara berdiskusi dengan teman sebangku,
e) Melakukan permainan dengan menjawab pertanyaan secara berantai f) Siswa yang dapat menjawab mendapatkan point dan hadiah permen g) Melakukan tanya jawab dan menarik kesimpulan
h) Mengerjakan soal post test (Jenis dan bentuk soal sama dengan soal pretest). Test ini untuk mengetahui dan mengukur kemampuan hasil belajar siswa, setelah diberikan tindakan penerapan pendekatan TGT.
c. Pengamatan
Pada tahap pengamatan, peneliti mulai melihat adanya perbedaan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran antara konvensional, dengan pemberian tindakan penerapan pendekatan TGT pada pembelajaran PKn, dan pedoman observasi untuk kegiatan siswa dan pedoman observasi untuk kegiatan guru, yang digunakan untuk mengetahui tingkat ketercapaian pada setiap tahap pembelajaran yang dilakukan, serta pemberian test hasil belajar yang digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa sebelum dan sesudah dilakukan tindakan perbaikan dengan penerapan pendekatan TGT. Adapun hasil pengamatan pada siklus I adalah sebagai berikut:
53 1) Tes hasil belajar PKn
Tes yang digunakan pada penelitian ini berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal bertujuan untuk mengukur kemampuan Hasil Belajar, berdasarkan nilai pretes dan nilai postes maka dapat diketahui nilai rata-rata kemampuan awal dan nilai rata-rata-rata-rata kemampuan akhir setelah mendapat perlakuan penerapan pendekatan TGT dengan nilai gain seperti pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.1 Data hasil Belajar PKn Siswa pada siklus I
No Hasil Belajar PKn Pretes Postes N-Gain Kriteria
1. Nilai Rata-rata 50,30 73,80 0,47 Sedang
2. Nilai Tertinggi 70 90 0,66 Sedang
3. Nilai Terendah 30 50 0,29 Rendah
4. Sudah Memenuhi KKM 10 18
5. Belum Memenuhi KKM 20 2
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 2.5, dapat diketahui terjadi peningkatan hasil belajar PKn pada materi Lembaga-Lembaga Negara dalam Susunan Pemerintahan Tingkat Pusat, pada siklus I, sesudah diberikan tindakan penerapan pendekatan TGT. Pada saat pretes hanya 10 orang saja yang dapat memenuhi nilai KKM atau 33, 33%, selebihnya yaitu 66,67% belum memenuhi KKM, setelah postes meningkat menjadi 59, 40%, dan sisanya 40,60% belum memenuhi KKM. Tes akhir yang dilaksanakan pada siklus I tersebut belum memenuhi ketuntasan belajar yang diharapkan yaitu 90%, karena masih terdapat 40,60% siswa yang belum mencapai nilai batas ketuntasan minimal atau belum mencapai nilai KKM yang sudah ditentukan yaitu 65.
2) Hasil Observasi Kegiatan Siswa
Hasil observasi Kegiatan siswa pada siklus I dapat dilihat seperti pada tabel berikut:
54
Tabel 4.2 hasil Observasi Kegiatan Siswa pada Siklus I
No Aspek yang dinilai Penilaian
Pertemuan ke I Pertemuan ke II 1. Merespon Informasi dan instruksi
dari guru atau teman
4 5
2 Memperoleh pengetahuan baru 4 4
3. Aktif bertanya dan menjawab pertanyaan
3 4
4. Bekerjasama dalam kelompok 4 4
5. Bersedia menjadi wakil kelompok 4 5
6 Mengeluarkan ide atau pendapat 4 4
7. Menerima / menghargai pendapat 4 4
8. Mengerjakan tugas/ evaluasi 3 4
9. Melakukan refleksi 4 4
10. Membuat kesimpulan 4 4
Jumlah 38 41
Prosentase tiap pertemuan 76% 83%
Prosentase siklus I 79,5% Kategori Baik Keterangan: 1. = Sangat Kurang 2. = Kurang 3. = Cukup/sedang 4. = Baik 5. = Sangat baik
Tabel 2.6 menunjukkan bahwa rata-rata pencapaian hasil belajar pada pertemuan ke I dan ke II dalam pelaksanaan siklus I dengan menggunakan pendekatan TGT dikategorikan baik.
3) Hasil Observasi Kegiatan Guru
Kegiatan guru selama kegiatan proses pembelajaran dalam pelaksanaan siklus I, untuk 2 kali pertemuan diamati dengan menggunakan pedoman observasi, seperti pada tabel 2.7 di bawah ini:
55
Tabel 4.3 Data Observasi Guru pada kegiatan pembelajaran siklus I
No Aspek Yang dinilai Penilaian
Pengamatan Pertemuan ke I Pertemuan ke II I Kegiatan Pendahuluan
a. Menyiapkan perangkat pembelajaran: RPP, alat, media, dan bahan, dll sesuai dengan kebutuhan
4 4
b. Mengkondisikan kelas siap menerima pelajaran 3 4
c. Mengabsen Kehadiran Siswa 4 4
d. Melakukan appersepsi dan motivasi 4 4
e. Menyampaikan indiator dan tujuan pembelajaran 3 4 II Kegiatan Inti
a. Menguasai materi pembelajaran 4 4
b. Mengembangkan pengetahuan baru 4 4
c. Membangun aktifitas siswa bertanya jawab 4 5
d. Membimbing kerjasama kegiatan kelompok 4 4
e. Memotivasi siswa berani mewakili kelompok 5 4
f. Memotivasi siswa mengeluarkan ide/pendapat 4 4
g. Memfasilitasi siswa menghargai pendapat teman 4 4
h. Menambah dan merevisi pengetahuan sebelumnya 3 4
i. Melakukan penilaian selama proses pembelajaran 4 4
j. Melakukan penilain di akhir pembelajaran 5 5
k. Memberikan reward untuk keberhasilan siswa 3 4
III Kegiatan Penutup
a. Menyimpulkan pembelajaran bersama siswa 4 4
b. Melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran 3 4 c. Melakukan tindak lanjut /memberikan tugas/PR 4 4 d. Memberi informasi materi pembelajaran untuk
pertemuan berikutnya
3 4
Jumlah 72 88
Prosentase tiap pertemuan 72% 88%
Prosentse Siklus I 80%
Kategori Sangat baik
Tabel 4.3 merupakan penilaian observer yang dilakukan guru dan Kepala sekolah terhadap aktivitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran bersama siswa, kegiatan guru tersebut harus sesuai dengan RPP yang sudah di persiapkan, berdasarkan tabel di atas aktivitas guru dapat dinyatakan sangat baik.
56 d. Refleksi
Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan TGT pada materi Lembaga Pemerintahan Tingkat Pusat, dapat memotivasi semangat belajar siswa keaktifan siswa baik secara individu maupun kelompok, membangun sikap demokratis, menumbuhkan tanggung jawab, sikap disiplin, dan percaya diri.
e. Keputusan
Berdasarkan hasil refleksi dari 2 kali pertemuan pada siklus I, hasil belajar PKn pada materi Lembaga-Lembaga Negara pada saat pretes hanya 10 orang saja yang dapat memenuhi nilai KKM atau 33,33%, setelah postes meningkat menjadi 59, 40%. Tes akhir yang dilaksanakan pada siklus I belum memenuhi ketuntasan belajar yang diharapkan yaitu 90%, karena masih terdapat 40, 60% siswa yang belum mencapai nilai KKM yang ditentukan yaitu sebesar65, oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian tindakan kelas ini pada siklus II.