• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Data Hasil Penelitian

2. Siklus I

a. Perencanaan (Planning)

Tahap perencanaan yang dilakukan pada siklus I sesuai dengan yang telah di paparkan pada bab III. Peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode demonstrasi serta menyiapkan media pembelajaran. Dalam

2

menyiapkan media pembelajaran ini, peneliti sedikit mengalami kendala karena media yang akan digunakan harus sesuai dan menunjang dalam pelaksanaan metode demonstrasi dan harus dapat membantu siswa memahami materi pelajaran yang disajikan, tetapi setelah melihat ketertarikan siswa akan benda-benda konkrit akhirnya peneliti memilih media berupa benda konkrit yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar baik di rumah maupun disekolah. Masing-masing kelompok ditugaskan untuk membawa media tersebut.

Kendala lain adalah dalam pembentukan kelompok. Peneliti harus mampu meyakinkan siswa untuk tetap bergabung dalam kelompok yang telah ditentukan peneliti karena biasanya ada saja siswa yang tidak mau bergabung dengan kelompoknya tapi lebih memilih kelompok lain. Hal ini di lakukan oleh peneliti dengan maksud agar siswa terbiasa berinteraksi dan bekerjasama dengan siswa lain.

b. Pelaksanaan (Acting)

Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit untuk setiap pertemuan, dan ditambah 1 kali pertemuan untuk tes.

Pertemuan Pertama (Rabu, 6 Januari 2016)

Pada pertemuan pertama siklus I ini peneliti dibantu oleh seorang guru yang bertindak sebagai observer. Langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti mengacu pada RPP yang telah dibuat. Peneliti memberikan stimulus dengan pertanyaan yang berhubungan dengan materi, dan siswa merespon dengan berbagai jawaban, namun hanya sedikit siswa yang menjawab pertanyaan guru.

Peneliti melakukan demonstrasi serta menjelaskan materi. Kemudian peneliti meminta siswa membentuk kelompok menjadi lima berdasarkan yang telah ditentukan oleh peneliti. Selanjutnya peneliti memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS). Untuk menyelesaikan LKS tersebut masing-masing kelompok melakukan demonstrasi. Selama proses berlangsung peneliti dan observer berkeliling kepada setiap kelompok untuk memberikan bimbingan, dorongan dan kemampuan berpikir dan berdiskusi. Peneliti memberikan batas waktu

46

untuk menyelesaikan LKS tersebut. Setelah batas waktu yang ditentukan habis, maka setiap kelompok harus mengumpulkan LKS hasil diskusi.

Kemudian peneliti meminta perwakilan setiap kelompok untuk maju mempresentasikan hasilnya. Dan siswa yang lain memperhatikan. Peneliti memberikan respon atau tanggapan mengenai hasil kerja siswa, dan meminta siswa lain untuk ikut menanggapi hasil kerja temannya. Peneliti dan siswa menyimpulkan bersama-sama. Pembelajaran di tutup dengan mengucap hamdallah dan diiringi dengan salam penutup.

Berdasarkan catatan lapangan, pada saat pembentukan kelompok siswa terlihat gaduh dan tak beraturan. pada saat berkumpul dengan kelompoknya beberapa siswa terlihat pasif, hal ini disebabkan karena mereka tidak ingin berada dalam kelompok tersebut, sehingga interaksi dan komunikasi pun tidak berjalan dengan baik. Sebab lain adalah tingkat kognitif siswa yang memang kurang. Sementara pada saat pengerjaan LKS masih ada beberapa siswa yang bercanda dan ngobrol. Dalam kelengkapan media pembelajaran ada dua kelompok yang tidak membawa media dengan lengkap sehingga kesulitan menyelesaikan LKS dan akhirnya mencontek pada kelompok lain. Hal lain masih ada yang mengumpulkan hasil diskusi melebihi batas waktu. Pada saat masing-masing perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, mereka masih terlihat malu-malu dan saling melempar tugas untuk presentasi.

Pertemuan Kedua (Rabu, 3 Februari 2016)

Pertemuan kedua siklus I ini pada dasarnya langkah-langkah pembelajarannya sama, hanya materi dan media nya yang berbeda. Dan berdasarkan catatan lapangan ada beberapa perubahan dalam proses pembelajaran. Siswa yang pasif mulai berkurang, karena mungkin sudah mulai terbiasa berinteraksi dengan anggota kelompok lainnya. Namun demikian siswa yang bercanda dan ngobrol masih terlihat. Dalam hal kelengkapan media hanya ada satu kelompok yang tidak lengkap membawa media pembelajaran. Masih ada yang mengumpulkan hasil diskusi melebihi batas waktu. Dalam presentasi siswa masih terlihat malu-malu dan tidak percaya diri.

Pertemuan Ketiga (Rabu, 16 Maret 2016)

Pada pertemuan ketiga peneliti memberikan tes hasil belajar (post test) pada akhir siklus I. sebelum dilaksanakan tes, peneliti menanyakan kepada siswa apakah masih ada kesulitan-kesulitan pada materi yang telah diajarkan, kemudian peneliti mereview semua materi yang telah diajarkan selama 25 menit. Tes dilaksanakan setelah review selama 45 menit. Selama pengerjaan post-test berlangsung, suasana kelas menjadi hening dan sepi namun masih ada beberapa siswa yang menyontek dengan teman sebangkunya dan peneliti segera menegurnya. Setelah waktu habis siswa segera mengumpulkan lembar jawaban tes.

c. Observasi (Observing)

1) Lembar Observasi Keterlaksanaan RPP

Berdasarkan data terkait keterlaksanaan RPP yang dilakukan oleh observer, peneliti melakukan setiap langkah yang ada dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran secara terurut dengan persentase 100%.3

2) Lembar Observasi Aktivitas Guru

Pengamatan dilakukan oleh observer yang mencatat seluruh aktivitas guru selama proses pembelajaran. Berikut rekapitulasi data hasil observasi aktivitas guru:

Tabel 4.2

Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Penilaian Aspek yang Diamati

Baik Cukup Kurang

Jumlah 8 16 4

Persentase 28,57% 57,15% 14,28%

Berdasarkan data hasil observasi pada aktivitas guru terdapat penilaian dengan kategori kurang sebesar 14,28% yaitu pada aspek memotivasi siswa dan kemampuan guru dalam mengoptimalkan pelaksanaan metode demonstrasi.4

3 Lampiran 4

48

3) Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Observer juga mencatat hasil observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Berikut rekapitulasi data hasil observasi aktivitas siswa:

Tabel 4.3

Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus I Penilaian Keaktifan Siswa Baik Cukup Kurang

Jumlah 8 16 4

Persentase 28,57% 57,15% 14,28%

Berdasarkan data hasil observasi keaktifan siswa, lebih dari 50% siswa termasuk dalam kategori cukup aktif, sementara yang termasuk dalam kategori baik lebih sedikit. Siswa yang kurang aktif pun masih beberapa. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran belum optimal. Adapun aspek yang diamati dalam aktivitas siswa adalah: siswa memperhatikan dan merespon saat guru menjelaskan materi dan melakukan demonstrasi, siswa merespon dan menjawab dengan baik pertanyaan guru, siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik, siswa saling berdiskusi dan bekerjasama dengan teman sekelompoknya, siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, siswa tampak antusias selama mengikuti pelajaran, siswa mengikuti pelajaran sampai akhir.5

5

Lampiran

Gambar 4.1 siswa sedang Berdiskusi

4)Tes Hasil Belajar

Untuk mengukur hasil belajar siswa, pada setiap akhir siklus dilakukan post tes dengan Instrument soal berupa pilihan ganda 15 soal, isian 5 soal, dan essay 5 soal. Adapun rekapitulasi data hasil tes siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Gambar 4.2 siswa sedang Berdiskusi

Gambar 4.3 Siswa mempersentasi hasil diskusi di depan kelas

50

Tabel 4.4

Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siklus I

No Nilai Frekuensi Persentase

1 50 3 10,71% 2 60 6 21,43% 3 70 8 28,57% 4 80 7 25% 5 90 4 14,29% Jumlah 28 100% Rata-rata Nilai = 71,07

Berdasarkan tabel 4.4 terlihat bahwa siswa memperoleh rata-rata nilai 71,07 dan siswa yang hasil belajarnya mencapai KKM 19 orang atau 67,86% dari nilai KKM yang ditetapkan yaitu 70. Hal ini memberikan gambaran bahwa hasil belajar siswa tentang Materi Gaya pada siklus I meningkat jika dibandingkan dengan tes hasil belajar sebelum tindakan yang hanya mendapatkan nilai rata-rata sebesar 62,14 dan siswa yang hasil belajarnya mencapai KKM sebanyak 9 orang atau 32,14%.6

5)Catatan Lapangan

Selama proses pembelajaran siklus I berlangsung, observer mencatat hal-hal penting yang terjadi.7

d. Refleksi

Tahap ini dilakukan oleh peneliti dan dibantu observer setelah melakukan analisis pada siklus I. Proses pembelajaran dengan metode demonstrasi yang di terapkan pada mata pelajaran IPA Materi Gaya di kelas VI membuat pembelajaran tidak monoton dan membosankan. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru (teacher centered), tapi keterlibatan siswa lebih banyak. Namun demikian proses pembelajaran belum terlaksana secara optimal, masih banyak terdapat kekurangan. Peneliti harus lebih baik lagi dalam hal perencanaan terutama dalam mempersiapkan pembentukan kelompok serta kelengkapan

6 Lampiran 7

media pembelajaran agar mempermudah siswa dalam melakukan demonstrasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada di LKS.

Berdasarkan hasil observasi diharapkan peneliti harus lebih bisa memotivasi siswa agar siswa lebih bersemangat, aktif dan bersungguh-sungguh dalam proses pembelajaran, termasuk diantaranya memberikan pengertian dan pengalaman pada siswa yang tidak mau bergabung dengan kelompoknya. Menurut observer, hal yang dilakukan oleh peneliti tetap menempatkan siswa yang menolak bergabung pada kelompok yang ditunjuk sudah bagus karena mengajarkan siswa untuk terbiasa berinteraksi dan bekerjasama dengan teman yang lain. Peneliti juga harus lebih mengoptimalkan pelaksanaan metode demonstrasi, karena menurut observer peneliti terlalu cepat dalam mendemonstrasikan materi pelajaran. Peneliti harus lebih membimbing dan mengarahkan siswa dalam melaksanakan demonstrasi agar proses demonstrasi berjalan lebih baik dan kerjasama antar anggota dalam kelompok lebih terjalin. Selain itu sangat diperlukan ketegasan peneliti pada siswa yang tidak serius masih bercanda dan mengobrol pada saat pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan data hasil belajar IPA siklus I diperoleh rata-rata nilai sebesar 71,07 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 50. Siswa yang hasil belajarnya mencapai KKM 19 orang atau 67,86% dari nilai KKM yang ditetapkan yaitu 70. Sementara ketuntasan belajar klasikal yang ingin dicapai sebesar 70%. Ini menunjukkan bahwa ketuntasan dalam pembelajaran belum tercapai.

Seluruh hasil yang diperoleh dari pelaksanaan siklus I menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian belum tercapai, sehingga penelitian dilanjutkan pada tahap siklus II dengan hasil refleksi yang digunakan sebagai perbaikan.

Hal-hal yang menghambat siklus I akan diperbaiki pada siklus II agar hasil yang diperoleh lebih baik. Secara rinci, kekurangan-kekurangan pada siklus I dan rencana perbaikan pada siklus II di sajikan dalam tabel berikut ini:

52

Tabel 4.5

Kekurangan dan Rencana Perbaikan Siklus I

No Kekurangan Rencana Perbaikan

1 Guru kurang memotivasi siswa Memotivasi dan menarik perhatian siswa dengan melakukan ice breaking baik dengan nyanyian, tepuk semangat atau permainan.

2 Guru terlalu cepat dalam mendemonstrasikan materi pelajaran

Lebih rinci dalam menjelaskan materi dan melakukan demonstrasi

3 Saat akan berkumpul dengan kelompoknya masing-masing siswa terlihat gaduh dan tak beraturan

Pengaturan posisi duduk siswa sebelumnya sudah diatur oleh guru dan siswa tinggal menempati tempat duduk sesuai kelompoknya

4 Pada saat berkumpul dengan kelompoknya beberapa siswa terlihat pasif, interaksi dan komunikasi pun tidak berjalan dengan baik.

Memotivasi dan membimbing siswa agar ikut aktif dalam diskusi dan kerjasama dalam kelompok dan meminta siswa yang pintar agar mau berbagi pengetahuannya kepada teman sekelompoknya sehingga kerjasama dalam kelompok berjalan baik

5 Pada saat pengerjaan LKS masih ada beberapa siswa yang bercanda dan ngobrol

Guru akan bersikap tegas bila perlu memberikan sanksi

6 Dalam kelengkapan media pembelajaran ada kelompok yang tidak membawa media dengan lengkap

Guru akan menugaskan siswa untuk mempersiapkan media jauh sebelum pembelajaran dan bila ada media yang sukar untuk dibawa guru yang akan menyediakan

7 Ada kelompok yang mengumpulkan hasil diskusi tidak tepat waktu

Memberikan reward bagi kelompok yang selesai tepat waktu sehingga dapat membuat siswa lebih termotivasi 8 Pada saat masing-masing

perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, mereka masih terlihat malu-malu dan saling melempar tugas untuk presentasi

Memotivasi siswa dengan mengatakan bahwa guru lebih menghargai siswa yang berani maju ke depan dan akan memberikan nilai lebih

Dokumen terkait