• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Siklus I

Pertemuan pertama dilaksanakan mulai pada tanggal 22 Desember 2018. Sebagaimana telah peneliti jelaskan pada Bab III, bahwa data primer sebagai informan penelitian yaitu sebanyak 10 orang. Informan yang hadir dalam penelitian ini tetap 10 orang. Daftar nama informan (anak)yang hadir pada saat pelaksanaan pengamalan ibadah shalat yaitu sebagai berikut:

Tabel 3

Daftar Nama Anak Yang Hadir Pada Saat Pengamalan Ibadah Shalat Di Jorong Katialo

No Nama Informan (Anak) Jenis Kelamin Usia Informan (Anak)

1 Aisyah Adila Putri Perempuan 9 Tahun

2 Bagus Rambowo Laki-Laki 11 Tahun

3 Darman Nurrahman Laki-Laki 11 Tahun

4 Fadhil Arrasyid Laki-Laki 9 Tahun

5 Faiz Azka Laki-Laki 10 Tahun

6 Iftitah Rahmi Perempuan 10 Tahun

7 Maulana Malik Antoni Laki-Laki 8 Tahun

8 Lukman Hakim Laki-Laki 10 Tahun

9 Rasyidah Rahmatul Hasnah Perempuan 8 Tahun

Pada pertemuan ini peneliti mengamati pengamalan ibadah shalat anak. Berikut ini diuraikan tahap-tahap kegiatan pada pertemuan pertama: a. Perencanaan

1) Menyusun jadwal penelitian

2) Menyajikan meteri yang akan disampaikan

3) Memberikan rencana pelaksanaan Pengamalan Ibadah Shalat Anak

b. Tindakan (Action)

Pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 16.30-17.30 WIB. Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pengamalan shalat Anak adalah:

1) Berdiri bagi yang mampu. Adapun keringan bagi orang yang tidak kuasa berdiri dalam melakukan shalat ia boleh shalat duduk, kalau tidak bisa duduk, ia boleh berbaring, kalau tidak bisa berbaring, ia boleh menelentang, apabila hal demikian tidak bisa dilakukan, shalatlah menurut kemampuan sekalipun dengan isyarat.

2) Berniat. Niatan yang perlu dalam shalat lima waktu itu adalah mengerjakan shalat itu disengaja agar ada perbedaan dengan perbuatan yang lain. Niat tersebut harus disesuaikan dengan shalat yang akan dikerjakan.

3) Takbiratul ihram (membaca Allaahu Akbar). Adapun takbir diawal shalat dapat mengajarkan atau mendidik manusia supaya dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya dan sekaligus mengajar dan mendidik manusia supaya menyadari benar bahwa semua benda-benda yang dibesar-besarkan, dipuja-puja dan disembah adalah makhluk Allah Swt untuk manusia pula. Dengan itu sadarlah manusia bahwa manusia tidak pantas menyembah dan membesar-besarkan ciptaan Allah Swt.

4) Membaca surat Al-Fatihah. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat itu wajib.

5) Ruku‟ serta tuma‟ninah. Ruku‟ adalah apabila seseorang shalat dalam keadaan berdiri, maka badan dibungkukkan, kedua tangan memegang kedua lutut dengan menekan sehingga kedua kaki tegak. Punggung lurus ke depan sehingga memebentuk siku-siku terbalik dengan kedua kaki, sementara kepala tidak merunduk tetapi agak diangkat sedikit, dan mata tertuju pada tempat sujud.

6) I‟tidal serta tuma‟ninah. I‟tidal yaitu bengkit dan berdiri tegak kembali seperti semula. Pada waktu i‟tidal inilah dibarengi dengan mengucapkan kalimat tasmit.

7) Sujud dua kali serta tuma‟ninah. Sujud yang dimaksud adalah meletakkan dahi dan hidung di atas lantai (tempat sujud). Letak kedua tangan agak direnggangkan, sejajar dengan pundak dan telinga, kedua siku diangkat, sementara jari-jari kaki di berdirikan menghadap kiblat.

8) Iftirasy (duduk di antara dua sujud dan tuma‟ninah). Duduk iftirasyi adalah duduk sejenak sambil mengucapkan doa di antara dua sujud. Posisi duduk iftirasyi ini adalah kedua telapak tangan berada di atas lutut sambil memegang ujungnya seakan menggenggam. Telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan ditegakkan di atas lantai dengan ujungnya menghadap kiblat.

9) Tasyahud akhir (duduk akhir). Pada tasyahud akhir ini adalah ucapan berupa shalawat ata Nabi Muhammad saw.

11) Tertib. c. Observasi

Melihat fenomena yang ada dilapangan, peneliti sangat memperhatikan keterampilan yang ditampilkan oleh anak. Berikut penilaian keterampilan yang ditampilkan oleh anak.

Tabel 4

Penilaian Keterampilan Gerakan Shalat Anak Aspek

Penilaian

Nama Anak (Urut) Jumlah Skor Skor Maks % Ket 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berniat 2 2 2 1 1 1 1 3 2 3 18 50 36 Tidak Lancar Takbiratul Ikhram 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 27 50 54 Cukup Ruku‟ 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 18 50 36 Tidak Lancar I‟tidal 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 22 50 44 Cukup Sujud 3 2 2 2 2 1 2 3 3 3 23 50 46 Cukup Iftirasy 3 2 2 3 1 2 2 2 2 3 22 50 44 Cukup Tasyahud Akhir 3 2 2 3 3 1 2 1 3 1 21 50 42 Cukup Salam 5 5 3 5 5 4 5 3 3 4 42 50 84 Sangat Lancar Rata-Rata 193 400 48, 25 Cukup d. Refleksi

Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan, belum ada nampak gerakan shalat anak-anak di Jorong Katialo yang sudah sempurna. Gerakan yang mereka lakukan masih asal-asalan, dan tidak sesuai dengan gerakan yang sesungguhnya yang sesuai syariat Islam.

Pertemuan kedua

Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2018. Pada pertemuan ini peneliti mengamati pengamalan ibadah shalat anak. Berikut ini diuraikan tahap-tahap kegiatan pada pertemuan kedua:

a. Perencanaan

1) Menyusun jadwal penelitian

2) Menyajikan meteri yang akan disampaikan

3) Memberikan rencana pelaksanaan Pengamalan Ibadah Shalat Anak

b. Tindakan (Action)

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Desember 2018 pukul 16.30-17.30 WIB. Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pengamalan shalat Anak adalah:

1) Berdiri bagi yang mampu. Adapun keringan bagi orang yang tidak kuasa berdiri dalam melakukan shalat ia boleh shalat duduk, kalau tidak bisa duduk, ia boleh berbaring, kalau tidak bisa berbaring, ia boleh menelentang, apabila hal demikian tidak bisa dilakukan, shalatlah menurut kemampuan sekalipun dengan isyarat.

2) Berniat. Niatan yang perlu dalam shalat lima waktu itu adalah mengerjakan shalat itu disengaja agar ada perbedaan dengan perbuatan yang lain. Niat tersebut harus disesuaikan dengan shalat yang akan dikerjakan.

3) Takbiratul ihram (membaca Allaahu Akbar). Adapun takbir diawal shalat dapat mengajarkan atau mendidik manusia supaya dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya dan sekaligus mengajar dan mendidik manusia supaya menyadari benar bahwa semua benda-benda yang dibesar-besarkan, dipuja-puja dan disembah adalah makhluk Allah Swt untuk manusia pula. Dengan itu sadarlah manusia bahwa manusia tidak pantas menyembah dan membesar-besarkan ciptaan Allah Swt.

4) Membaca surat Al-Fatihah. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat itu wajib.

5) Ruku‟ serta tuma‟ninah. Ruku‟ adalah apabila seseorang shalat dalam keadaan berdiri, maka badan dibungkukkan, kedua tangan memegang kedua lutut dengan menekan sehingga kedua kaki tegak. Punggung lurus ke depan sehingga memebentuk siku-siku terbalik dengan kedua kaki, sementara kepala tidak merunduk tetapi agak diangkat sedikit, dan mata tertuju pada tempat sujud. 6) I‟tidal serta tuma‟ninah. I‟tidal yaitu bengkit dan berdiri tegak

kembali seperti semula. Pada waktu i‟tidal inilah dibarengi dengan mengucapkan kalimat tasmit.

7) Sujud dua kali serta tuma‟ninah. Sujud yang dimaksud adalah meletakkan dahi dan hidung di atas lantai (tempat sujud). Letak kedua tangan agak direnggangkan, sejajar dengan pundak dan telinga, kedua siku diangkat, sementara jari-jari kaki di berdirikan menghadap kiblat.

8) Iftirasy (duduk di antara dua sujud dan tuma‟ninah). Duduk iftirasyi adalah duduk sejenak sambil mengucapkan doa di antara dua sujud. Posisi duduk iftirasyi ini adalah kedua telapak tangan berada di atas lutut sambil memegang ujungnya seakan menggenggam. Telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan ditegakkan di atas lantai dengan ujungnya menghadap kiblat. 9) Tasyahud akhir (duduk akhir). Pada tasyahud akhir ini adalah

ucapan berupa shalawat ata Nabi Muhammad saw. 10) Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

11) Tertib. c. Observasi

Melihat fenomena yang ada dilapangan, peneliti sangat memperhatikan keterampilan yang ditampilkan oleh anak. Berikut penilaian keterampilan yang ditampilkan oleh anak

Tabel 5

Penilaian Keterampilan Gerakan Shalat Anak Aspek

Penilaian

Nama Anak (Urut) Jumlah Skor Skor Maks % Ket 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berniat 4 4 4 5 3 3 4 4 3 3 37 50 74 Lancar Takbiratul Ikhram 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100 Sangat Lancar Ruku‟ 5 5 3 3 4 4 3 5 4 3 39 50 78 Lancar I‟tidal 5 5 5 4 4 4 4 3 4 5 43 50 86 Sangat Lancar Sujud 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 48 50 96 Sangat Lancar Iftirasy 4 4 5 3 4 4 4 5 3 3 39 50 78 Lancar Tasyahud Akhir 4 3 3 4 5 5 5 5 4 4 42 50 84 Sangat Lancar Salam 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100 Sangat Lancar Rata-Rata 348 400 87 Sangat Lancar d. Refleksi

Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan, sudah ada nampak perubahan gerakan shalat anak-anak di Jorong Katialo yang sesuai dengan syari‟at Islam. Gerakan yang mereka lakukan sudah tidak asal-asalan lagi. Gerakan yang mereka lakukan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan.

Pertemuan Ketiga

Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2018. Pada pertemuan ini peneliti mengamati pengamalan ibadah shalat anak. Berikut ini diuraikan tahap-tahap kegiatan pada pertemuan ketiga:

a. Perencanaan

1) Menyusun jadwal penelitian

3) Memberikan rencana pelaksanaan Pengamalan Ibadah Shalat Anak

b. Tindakan (Action)

Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Jum‟at, 28 Desember 2018 pukul 16.30-17.30 WIB. Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pengamalan shalat Anak adalah:

1) Berdiri bagi yang mampu. Adapun keringan bagi orang yang tidak kuasa berdiri dalam melakukan shalat ia boleh shalat duduk, kalau tidak bisa duduk, ia boleh berbaring, kalau tidak bisa berbaring, ia boleh menelentang, apabila hal demikian tidak bisa dilakukan, shalatlah menurut kemampuan sekalipun dengan isyarat.

2) Berniat. Niatan yang perlu dalam shalat lima waktu itu adalah mengerjakan shalat itu disengaja agar ada perbedaan dengan perbuatan yang lain. Niat tersebut harus disesuaikan dengan shalat yang akan dikerjakan.

3) Takbiratul ihram (membaca Allaahu Akbar). Adapun takbir diawal shalat dapat mengajarkan atau mendidik manusia supaya dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya dan sekaligus mengajar dan mendidik manusia supaya menyadari benar bahwa semua benda-benda yang dibesar-besarkan, dipuja-puja dan disembah adalah makhluk Allah Swt untuk manusia pula. Dengan itu sadarlah manusia bahwa manusia tidak pantas menyembah dan membesar-besarkan ciptaan Allah Swt.

4) Membaca surat Al-Fatihah. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat itu wajib.

5) Ruku‟ serta tuma‟ninah. Ruku‟ adalah apabila seseorang shalat dalam keadaan berdiri, maka badan dibungkukkan, kedua tangan memegang kedua lutut dengan menekan sehingga kedua kaki tegak. Punggung lurus ke depan sehingga memebentuk siku-siku terbalik dengan kedua kaki, sementara kepala tidak merunduk tetapi agak diangkat sedikit, dan mata tertuju pada tempat sujud.

6) I‟tidal serta tuma‟ninah. I‟tidal yaitu bengkit dan berdiri tegak kembali seperti semula. Pada waktu i‟tidal inilah dibarengi dengan mengucapkan kalimat tasmit.

7) Sujud dua kali serta tuma‟ninah. Sujud yang dimaksud adalah meletakkan dahi dan hidung di atas lantai (tempat sujud). Letak kedua tangan agak direnggangkan, sejajar dengan pundak dan telinga, kedua siku diangkat, sementara jari-jari kaki di berdirikan menghadap kiblat.

8) Iftirasy (duduk di antara dua sujud dan tuma‟ninah). Duduk iftirasyi adalah duduk sejenak sambil mengucapkan doa di antara dua sujud. Posisi duduk iftirasyi ini adalah kedua telapak tangan berada di atas lutut sambil memegang ujungnya seakan menggenggam. Telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan ditegakkan di atas lantai dengan ujungnya menghadap kiblat. 9) Tasyahud akhir (duduk akhir). Pada tasyahud akhir ini adalah

ucapan berupa shalawat ata Nabi Muhammad saw. 10) Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

11) Tertib. c. Observasi

Melihat fenomena yang ada dilapangan, peneliti sangat memperhatikan keterampilan bacaan yang ditampilkan oleh anak. Berikut penilaian keterampilan bacaan yang ditampilkan oleh anak

Tabel 6

Penilaian Bacaan Shalat Anak

Aspek Penilaian

Nama Anak (Urut)

Jumlah Skor Skor Maks % Ket 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0

Doa Iftitah 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 18 50 36 Tidak

Lancar

Bacaan Ruku‟ 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 29 50 58 Cukup Bacaan I‟tidal 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 25 50 50 Cukup Bacaan Sujud 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 30 50 60 Cukup Doa Iftirasy 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3 23 50 46 Cukup Bacaan Tasyahud Akhir 3 2 3 2 2 2 2 2 2 3 23 50 46 Cukup Rata-Rata 173 350 49, 42 Cukup d. Refleksi

Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan, belum ada nampak bacaan shalat yang sempurna yang di bacakan oleh anak-anak di Jorong Katialo. Masih banyak dari mereka yang tidak hafal bacaan shalat. Adapun diantara mereka hafal, akan tetapi tidak lancar mereka membacanya.

Pertemuan keempat

Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2018. Pada pertemuan ini peneliti mengamati pengamalan ibadah shalat anak. Berikut ini diuraikan tahap-tahap kegiatan pertemuan keempat:

a. Perencanaan

1) Menyusun jadwal penelitian

2) Menyajikan meteri yang akan disampaikan

3) Memberikan rencana pelaksanaan Pengamalan Ibadah Shalat Anak

b. Tindakan (Action)

Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Desember 2018 pukul 16.30-17.30 WIB. Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pengamalan shalat Anak adalah:

1) Berdiri bagi yang mampu. Adapun keringan bagi orang yang tidak kuasa berdiri dalam melakukan shalat ia boleh shalat duduk, kalau tidak bisa duduk, ia boleh berbaring, kalau tidak bisa berbaring, ia boleh menelentang, apabila hal demikian tidak bisa dilakukan, shalatlah menurut kemampuan sekalipun dengan isyarat.

2) Berniat. Niatan yang perlu dalam shalat lima waktu itu adalah mengerjakan shalat itu disengaja agar ada perbedaan dengan perbuatan yang lain. Niat tersebut harus disesuaikan dengan shalat yang akan dikerjakan.

3) Takbiratul ihram (membaca Allaahu Akbar). Adapun takbir diawal shalat dapat mengajarkan atau mendidik manusia supaya dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya dan sekaligus mengajar dan mendidik manusia supaya menyadari benar bahwa semua benda-benda yang dibesar-besarkan, dipuja-puja dan disembah adalah makhluk Allah Swt untuk manusia pula. Dengan itu sadarlah manusia bahwa manusia tidak pantas menyembah dan membesar-besarkan ciptaan Allah Swt.

4) Membaca surat Al-Fatihah. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat itu wajib.

5) Ruku‟ serta tuma‟ninah. Ruku‟ adalah apabila seseorang shalat dalam keadaan berdiri, maka badan dibungkukkan, kedua tangan memegang kedua lutut dengan menekan sehingga kedua kaki tegak. Punggung lurus ke depan sehingga memebentuk siku-siku terbalik dengan kedua kaki, sementara kepala tidak merunduk tetapi agak diangkat sedikit, dan mata tertuju pada tempat sujud.

6) I‟tidal serta tuma‟ninah. I‟tidal yaitu bengkit dan berdiri tegak kembali seperti semula. Pada waktu i‟tidal inilah dibarengi dengan mengucapkan kalimat tasmit.

7) Sujud dua kali serta tuma‟ninah. Sujud yang dimaksud adalah meletakkan dahi dan hidung di atas lantai (tempat sujud). Letak kedua tangan agak direnggangkan, sejajar dengan pundak dan telinga, kedua siku diangkat, sementara jari-jari kaki di berdirikan menghadap kiblat.

8) Iftirasy (duduk di antara dua sujud dan tuma‟ninah). Duduk iftirasyi adalah duduk sejenak sambil mengucapkan doa di antara dua sujud. Posisi duduk iftirasyi ini adalah kedua telapak tangan berada di atas lutut sambil memegang ujungnya seakan menggenggam. Telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan ditegakkan di atas lantai dengan ujungnya menghadap kiblat. 9) Tasyahud akhir (duduk akhir). Pada tasyahud akhir ini adalah

ucapan berupa shalawat ata Nabi Muhammad saw. 10) Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

11) Tertib. c. Observasi

Melihat fenomena yang ada dilapangan, peneliti sangat memperhatikan keterampilan bacaan yang ditampilkan oleh anak. Berikut penilaian keterampilan bacaan yang ditampilkan oleh anak

Tabel 7

Penilaian Bacaan Shalat Anak Aspek

Penilaian

Nama Anak (Urut) Jumlah Skor

Skor

Maks % Ket

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Doa Iftitah 4 5 4 5 3 3 4 4 4 4 40 50 80 Selalu

Lancar

Al-Fatihah 5 5 5 5 5 4 4 3 3 4 43 50 86 Sangat

Bacaan Ruku‟ 5 5 5 5 5 4 4 4 3 4 44 50 88 Sangat Lancar Bacaan I‟tidal 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 43 50 86 Sangat Lancar Bacaan Sujud 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 10 0 Sangat Lancar Doa Iftirasy 5 5 4 4 4 4 5 5 4 4 44 50 88 Sangat Lancar Bacaan Tasyahud Akhir 5 4 4 4 3 3 4 3 4 3 37 50 74 Lancar Rata-Rata 301 350 86 Sangat Lancar d. Refleksi

Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan, telah nampak perubahan bacaan shalat pada anak-anak yang berada di Jorong Katialo. Mereka sudah mulai bisa membacakan bacaan shalat dengan tepat dan sempurna yang sesuai syariat Islam. Bacaan shalat yang mereka bacakan sudah sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Dokumen terkait