BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2) Siklus I Pertemuan II
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 7 Mei 2016 pukul 09.45−11.00 wib. Pembelajaran dibuka oleh guru dengan mengucapkan salam. Sebagai apersepsi, siswa diajak mengingat materi pertemuan pertama yakni tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
Kegiatan inti di siklus II hanya mengulang materi minggu lalu yaitu penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media kartu bilangan positif negatif. Setelah itu guru menambah materi tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dalam masalah sehari-hari. Guru memberi contoh soal yang mencerminkan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan soal sebagai berikut
Suhu normal di suatu kamar 21 derajat celcius, sedangkan di dalam freezer (lemari pendingin) −5 derajat celcius. Berapa selisih suhu di kamar dengan suhu di lemari pendingin?
Guru bertanya pada siswa bagaimana cara menghitung selisih? Beberapa siswa menjawab dikurangi. Ya benar, kita
57
mengurangi. Kita ubah terlebih dahulu ke dalam bentuk pengurangan. Pertanyaannya adalah selisih suhu di kamar dengan suhu di lemari pendingin. Maka pengerjaannya:
Selisih suhu kamar dan lemari es = suhu kamar − suhu lemari es = 21 − (−5)
Bentuk pengurangan tersebut kemudian dihitung
menggunakan kartu positif negatif. Guru mebagi kartu positif negatif di meja siswa. Kemudian dengan bimbingan guru siswa memeragakannya bersama guru. Guru menempel 21 kartu putih di media display.
Guru bertanya pada anak-anak, dari soal tersebut berapa kartu yang harus kita ambil? Siswa menjawab 5, positif atau negatif? Negatif. Karena belum ada kartu negatif maka harus menambah lima kartu negatif beserta pasangannya.
58
Sehingga peragaan pada papan display menjadi sebagai berikut
Kartu yang tersisa dalam peragaan adalah 26 kartu putih atau positif. Jadi selisih suhu di dalam kamar dan suhu di dalam lemari pendingin adalah 21 − (−5) = 26 derajat celcius.
Kemudian guru menanyakan apakah ada hal-hal yang belum dipahami oleh siswa. Setelah siswa paham mengenai materi tersebut, siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar setelah dilaksanakannya tindakan, maka guru memberikan soal evaluasi untuk dikerjakan siswa. Siswa mengerjakan soal evaluasi yang berjumlah 22 soal, 10 soal pilihan ganda, 10 soal isian singkat dan 2 soal essay. Siswa mengerjakan soal tersebut dalam waktu 30 menit kemudian pekerjaan dikumpulkan pada guru. Setelah itu, guru menutup pembelajaran dengan memberi salam kepada siswa.
c. Observasi
Observasi pada siklus pertama bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran dan hasil prestasi belajar setelah dilaksanakannya siklus I. Adapun hasil observasi yang telah dilakukan sebagai berikut:
59 1) Proses Pembelajaran
Perbaikan dan peningkatan pada proses pembelajaran merupakan tujuan penting dari keberhasilan penelitian tindakan kelas. Observasi pada proses pembelajaran dilihat dari dua aktivitas yaitu aktivitas guru dalam mengajar dan partisipasi siswa selama pembelajaran. Untuk mengamati aktivitas guru dan siswa, observer menggunakan instrumen observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Observasi dilakukan oleh observer sejak awal pembelajaran pada pertemuan I hingga akhir pembelajaran pertemuan II. Aktivitas guru dalam pembelajaran di observasi sejak awal membuka pembelajaran hingga guru menutup pembelajaran. Aspek-aspek yang perlu di observasi mulai dari guru menggunakan dan menyampaikan penggunaan media kartu bilangan positif negatif, kemampuan guru penyampaian materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, proses membuka dan menutup pembelajaran, kemampuan dalam melibatkan siswa dalam pembelajaran, kemampuan mengevaluasi dan lain-lain. Hasil observasi aktivitas guru dalam mengajar siklus I secara lengkap dapat dilihat pada tabel 10.
60
Tabel 10. Hasil Observasi Aktivitas Guru Dalam Mengajar Siklus I
No Aspek yang diamati 1 2 3 4
1 Mengkondisikan siswa untuk belajar
2 Kemampuan menyampaikan
apersepsi
3 Kemampuan menjawab pertanyaan
siswa dengan jelas
4 Kesesuaian penggunaan media kartu
bilangan positif negatif dengan tujuan pembelajaran
5 Menggunakan media kartu bilangan
positif negatif sesuai petunjuk penggunaan
6 Pendemonstrasian media kartu
bilangan positif negatif
7 Keterampilan dalam penggunaan
media kartu bilangan positif negatif
8 Ketepatan penyampaian materi
menggunakan media kartu bilangan positif negatif
9 Kemampuan nengajukan pertanyaan
pada siswa
10 Kemampuan meningkatkan
partisipasi siswa dalam pembelajaran
11 Kemampuan mengupayakan peningkatan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran
12 Pengupayaan menyimpulkan materi
bersama siswa
13 Kemampuan menutup pembelajaran
14 Pelaksanaan penilaian proses dan
hasil belajar siswa
15 Penggunaan waktu secara efektif
Dari hasil observasi aktivitas guru mengajar pada siklus I dapat di lihat jumlah skor adalah 43. Berdasarkan kriteria penilaian menurut Saifuddin Azwar yang terdapat pada analisis data pada Bab III, skor jumlah hasil hasil observasi aktivitas guru
61
mengajar pada siklus I berada pada skala 30−45. Pada skala tersebut hasil observasi aktivitas guru mengajar pada siklus I termasuk dalam kategori baik.
Pada pelaksanaannya, aktivitas guru dalam mengajar rata-rata sudah baik. Guru sudah mampu membimbing siswa untuk menggunakan media kartu bilangan positif negatif. Dalam mendemonstrasikan media, guru juga dapat menyampaikannya dengan baik. Hanya saja ketika guru mengajar, keaktifan dan keberanian setiap siswa kurang ditingkatkan seperti saat guru memberi pertanyaan, sebagian besar pertanyaan guru dijawab secara klasikal oleh siswa. Siswa masih malu-malu untuk menjawab atau mengerjakan soal di depan
Partisipasi siswa pada pembelajaran siklus I juga diamati oleh observer karena partisipas siswa juga perlu untuk diamati guna melihat apakah proses pembelajaran juga dapat meningkatkan partisipasi siswa. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam hasil observasi partisipasi siswa ini adalah bagaimana siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran dan menggunakan media kartu bilangan positif negatif. Hasil observasi partisipasi siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 11.
62
Tabel 11. Hasil Observasi Partisipasi Siswa Siklus I
No Aspek yang diamati 1 2 3 4
1 Perhatian siswa pada pelajaran
2 Memperhatikan teman yang
berbicara di depan kelas
3 Melaksanakan tugas dari guru
4 Keberanian mendemonstrasikan
media kartu bilangan positif negatif
5 Keberanian bertanya
6 Menanggapi pertanyaan guru
7 Menggunakan waktu secara efektif
8 Bekerja sama dengan kelompok
9 Berperan aktif dalam kelompok
10 Mengamati penggunaan media kartu bilangan positif negatif yang didemonstrasikan guru
11 Menggunakan media kartu bilangan
positif negatif berdasarkan petunjuk
12 Keterampilan menggunakan media
kartu bilangan positif negatif
13 Mampu mendemonstrasikan media
kartu bilangan positif negatif
14 Menyimpulkan materi pembelajaran
15 Mengikuti seluruh kegiatan
pembelajaran
Hasil observasi partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran menunjukan skor kuantitatif sebesar 38. Berdasarkan kriteria penilaian yang terdapat pada analisis data pada Bab III, skor jumlah hasil hasil observasi aktivitas guru mengajar pada siklus I berada pada skala 30−45. Pada skala tersebut hasil observasi aktivitas guru mengajar pada siklus I termasuk dalam kategori baik.
63
Dari hasil pengamatan, siswa sudah terlihat antusias untuk menggunakan media kartu bilangan positif negatif dalam pembelajaran. Perhatian siswa pada pembelajaran sudah baik, siswa memperhatikan ketika guru menjelaskan tentang penggunaan media kartu positif negative. Siswa juga sudah mampu menggunakan media kartu bilangan positif negatif. Hal ini terlihat saat siswa sudah dapat mengikuti langkah-langkan dan mengerjakan soal pada Lembar Kerja Siswa.
Akan tetapi keterlibatan siswa dalam menggunakan media kartu bilangan positif negatif saat mengerjakan LKS dinilai masih minim. Hal ini disebabkan banyaknya anggota yang berjumlah empat orang mengharuskan siswa untuk bergantian menggunakan media kartu bilangan positif negatif. Hanya beberapa siswa dalam kelompok yang menggunakan, sedangkan yang lain hanya memperhatikan.
Pada pembelajaran siklus I siswa masih malu-malu untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Hal ini terlihat saat guru memberi kesempatan siswa untuk memeragakan media kartu bilangan positif negatif di depan kelas ada lima siswa yang mengangkat tangan dimana lima orang tersebut memang tergolong siswa yang sering aktif. Kebanyakan siswa lain mengikuti pembelajaran sudah antusias tetapi mereka hanya berani untuk menjawab pertanyaan secara klasikal.
64
2) Hasil Prestasi Belajar Matematika Siklus I
Tabel 12. Hasil Tes Prestasi Belajar Matematika Siklus I
Poin Siklus I
Jumlah nilai 1897,5
Rata-rata 65,4
Jumlah siswa yang tuntas 12
Jumlah siswa yang belum tuntas 17
Persentase ketuntasan 41,37 %
Persentasi siswa yang belum tuntas 58,62 %
Skor tertinggi 85
Skor terendah 40
Berdasarkan analisis data yang ada pada BAB III, telah ditentukan indikator keberhasilan pada tes prestasi belajar. Batas tuntas kompetensi prestasi belajar matematika ≥ 70,00 dan dicapai oleh minimal 75% dari keseluruhan siswa. Dari tabel di atas dapat diperoleh informasi bahwa jumlah siswa yang tuntas sebanyak 12 anak sehingga presentase ketuntasannya adalah 41,37%.
Indikator yang kedua adalah nilai rata-rata kelas ditentukan ≥ 70 dan berada pada kategori baik. Pada tabel di atas rata-rata kelas pada tes prestasi belajar ini adalah 65,4. Berdasarkan kategori yang dibuat pada bab III maka rata-rata kelas pada siklus ini berada pada kategori baik namun belum mencapai indikator ketuntasan. Berdasarkan hasil tersebut, maka prestasi belajar siswa pada siklus I belum mencapai indikator keberhasilan.
65 d. Refleksi
Berdasarkan hasil tindakan siklus I, dapat diperoleh hasil aktivitas guru dalam mengajar berada pada kategori baik dan aktivitas belajar siswa pada kategori baik. Dari hasil tersebut, aktivitas guru dalam mengajar dan partisipasi siswa sudah mencapai indikator keberhasilan pada penelitian ini. Hasil prestasi belajar siswa menunjukkan ketuntasan dalam tes prestasi belajar hanya dicapai 12 siswa atau 41,37% dan rata-rata kelas 65,4. Maka dapat disimpulkan bahwa indikator keberhasilan pada prestasi belajar siswa belum tercapai. Oleh karena itu, peneliti harus melaksanakan tindakan kedua. Untuk melaksanakan tindakan kedua diperlukan metode dan cara yang berbeda agar pelaksanaan tindakan lebih efektif dan tepat. Berbagai kekurangan dalam di siklus I diusahakan tidak diulang dan dicari yang lebih sesuai. Adapun hambatan dalam pelaksanaan tindakan siklus I antara lain:
1) kurangnya keterlibatan setiap siswa dalam menggunakan media kartu bilangan positif negatif untuk menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat karena setiap kelompok terlalu banyak anggota,
2) media display yang digunakan guru di depan kelas kurang efisien sebab media kartu bilangan positif negatif yang besar sering jatuh sendiri saat ditempel sehingga waktu yang digunakan menjadi terbuang,
66
3) dari hasil prestasi belajar dan hasil pengamatan guru, siswa telah lancar dalam menggunakan media kartu bilangan positif negatif pada soal pejumlahan akan tetapi pada soal pengurangan masih ada siswa yang kesulitan, dan
4) partisipasi siswa dalam aspek keberanian masih kurang, siswa masih malu untuk bertanya serta masih malu menjawab pertanyaan guru
Peneliti melaksanakan refleksi bersama observer dan guru kelas untuk menentukan pelaksanaan siklus kedua. Alternatif metode dicari agar pelaksanaan siklus II nantinya dapat berjalan lebih efektif dan efisien sehingga diharapkan indikator keberhasilan dapat tercapai. Solusi yang berhasil dibuat antara lain:
1) Untuk membuat fokus siswa lebih tinggi dalam mengerjakan lembar kerja siswa, jumlah kelompok akan diperkecil, dari empat orang siswa menjadi dua orang siswa. Tujuannya agar setiap siswa dapat mempraktikkan media kartu bilangan positif negatif.
2) Peneliti membenahi media display yang digunakan guru di depan kelas agar mudah dipakai oleh siswa saat maju di depan kelas, 3) Guru akan menjelaskan lebih detail mengenai pengurang bilangan
bulat serta cara menggunakan media kartu bilangan positif negatif, selain itu guru akan menjelaskan setiap poin langkah-langkah dalam LKS agar siswa tidak bingung membedakan pengurangan bilangan bilangan bulat.
67
4) Guru harus mampu mendorong siswa untuk lebih aktif agar siswa berani mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan dari guru.
4. Deskripsi Penelitian Siklus II a. Perencanaan Tindakan
Perencanaan tindakan sebelum melaksanakan tindakan dilakukan peneliti dan bersama dengan guru kelas. Perencanaan tindakan meliputi :
1) menyusun jadwal pelaksanaan tindakan siklus 2 untuk pertemuan pertama dan kedua. Hasil diskusi dengan guru kelas disepakati dua hari yaitu tanggal 11 Mei 2016 dan 12 Mei 2016
2) penyusunan perangkat pembelajaran antara lain rencana pelaksanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan hasil refleksi pada siklus I,
3) mempersiapkan lembar kerja siswa dan soal evaluasi yang berbeda akan tetapi memiliki bobot yang sama,
4) mempersiapkan dan memperbaiki media display yang digunakan oleh guru di depan kelas agar lebih mudah digunakan oleh siswa. b. Pelaksanaan Tindakan
1) Siklus II pertemuan I
Pelaksanaan tindakan siklus II juga dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2016 pukul 09.45-11.00 wib. Pelaksanaan siklus II
68
dilaksanakan dengan mengacu pada refleksi yang telah dilakukan pada siklus I.
Kegiatan awal pembelajaran dimulai dengan salam oleh guru dilanjutkan dengan apersepsi. Apersepsi kali ini siswa diajak untuk mengamati bagian atas baterai dimana terdapat tanda positif dan pada bagian bawah terdapat tanda negatif. Kedua tanda di baterai tersebut dihubungkan dengan materi pada matematika yaitu bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif. Setelah itu, siswa dijelaskan materi apa yang akan di pelajari pada hari tersebut serta tujuan pembelajaran yang akan mereka dapatkan.
Pada kegiatan inti, guru mengulang materi konsep bilangan bulat pada pertemuan siklus I. Guru memberi pertayaan kepada siswa “Siapa yang dapat memberi contoh bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif?”. Tiga orang siswa mengangkat tangan dan secara bergantian menjawab contoh bilangan bulat positif dan negatif.
Guru memperkenalkan kembali media kartu bilangan positif negatif pada siswa. Guru memberi kesempatan pada siswa yang berani untuk menjelaskan mengenai kartu bilangan positif negatif di depan kelas, satu orang siswa maju ke depan kelas. Siswa mengutarakan apa yang diingatnya tentang kartu bilangan positif negatif berikut dengan aturannya. Guru menempel 1 kartu positif, 1 kartu negatif dan sepasang kartu hitam putih beserta keterangannya di bagian atas papan tulis agar dapat dilihat selama pembelajaran.
69
Memasuki materi penjumlahan dan pengurangan, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri dari dua orang siswa. Pembagian kelompok dikurangi agar setiap kelompok dapat lebih terfokus dalam bekerja dengan kelompoknya. Selain itu, apabila jumlah kelompok lebih sedikit akan memudahkan untuk siswa untuk bermain dengan kartu bilangan positif negatif. Setiap kelompok kemudian di beri Lembar Kerja Siswa.
a) Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif.
Guru menjelaskan kembali cara menggunakan media kartu bilangan positif negatif untuk mengerjakan lembar kerja siswa. Guru memberi contoh cara mengerjakan poin penjumlahan bilangan bulat positif dan bilangan bulat positif dengan soal 3 + 2.
Guru bertanya pada siswa “tiga dan dua termasuk dalam bilangan apa anak-anak?” anak-anak serentak menjawab “Positif”. Kemudian guru “Ya benar, maka dari soal tersebut, kita harus menyiapkan kartu berwarna putih sebanyak tiga” guru menempel tiga kartu putih pada papan display diikuti siswa dalam kelompok masing-masing memeragakan di meja.
70
Lalu ditambah berapa banyak kartu putih? Ya benar sekali dua. Guru menempel dua kartu putih di samping tiga kartu putih sehingga peragaan 3 + 2 di papan display sebagai berikut
Jadi, ada berapa kartu putih di meja kalian? Ada 5 kartu putih atau lima kartu positif. Jadi 3 + 2 = 5. Guru berkeliling mengamati peragaan kartu bilangan positif negatif yang ada di meja siswa.
b) Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif.
Siswa dan kelompoknya mengerjakan soal poin penjumlahan bilanggan bulat positif dan bilangan bulat negatif dengan soal 3 + (−2). Setelah siswa selesai, guru mencocokkan.
Guru bertanya pada siswa “tiga termasuk dalam bilangan apa anak-anak?” anak-anak serentak menjawab “Positif”. Kemudian guru “Ya benar, maka dari soal tersebut, kita harus menyiapkan kartu berwarna putih sebanyak tiga” guru menempel tiga kartu putih pada papan display diikuti siswa dalam kelompok masing-masing memeragakan di meja.
Lalu ditambah negatif dua, maka yang harus ditambah kartu hitam atau putih? Ya benar sekali dua kartu hitam. Kartu hitam dan kartu putih berbeda warna sehingga ditempel di bagian
71
bawah. Guru menempel dua kartu hitam di bawah tiga kartu putih sehingga peragaan 3 + (−2) di papan display sebagai berikut
Sepasang kartu hitam dan kartu putih bernilai berapa anak-anak? Nol ya benar maka sepasang kartu hitam dan kartu putih dapat diambil. Maka berapa sisanya? Siswa menjawab “Satu”. Jadi, ada berapa kartu putih di meja kalian? Ada 1 kartu putih atau 1 kartu positif. Jadi 3 + (−2) = 1.
c) Penjumlahan Bilangan Bulat Negatif Dengan Bilangan Bulat Positif
Siswa dan kelompoknya mengerjakan soal poin penjumlahan bilanggan bulat negatif dan bilangan bulat positif dengan soal −3 + 2. Setelah siswa selesai, guru mencocokkan
Kartu apa yang harus dipersiapkan dulu? Siswa menjawab negatif. “Ya maka kartu hitam kita tempel terlebih dahulu. Berapa banyak kartu hitam?” Tiga. Guru menempel 3 kartu hitam diikuti siswa
Ditambah berapa anak-anak? Siswa menjawab “dua”. Dua kartu hitam atau kartu putih? Ya putih. Guru menempel pada display
72
sepasang kartu bernilai berapa anak-anak? Ya nol, maka bisa kita ambil dua pasang kartu. Tinggal berapa yang tersisa? Ya 1 kartu hitam atau 1 kartu negatif. Jadi −3 + 2 = −1.
d) Penjumlahan Bilangan Bulat Negatif dan Bilangan Bulat Negatif Siswa dan kelompoknya mengerjakan soal poin penjumlahan bilangan bulat negatif dan bilangan bulat negatif dengan soal −3 + (−2). Setelah siswa selesai, guru mencocokkan.
Kartu apa yang harus kita siapkan? Siswa menjawab kartu negatif. Berapa banyak? “tiga”. Guru menempel tiga kartu hitam pada papan display.
Lalu ditambah berapa anak-anak? −2. Maka kita harus menempel dua kartu hitam di samping tiga kartu hitam sehingga peragaan −3 + (−2) di papan display sebagai berikut
Jadi, ada berapa kartu htam di meja kalian? Ada 5 kartu hitam atau lima kartu negatif. Jadi −3 + (−2) = −5.
Siswa bersama kelompoknya kemudian megerjakan soal latihan penjumlahan dengan tentang penjumlahan bilangan bulat menggunakan media kartu bilangan positif negatif. Guru berkeliling untuk mengamati kerja kelompok siswa. Sesekali siswa bertanya kepada guru saat guru berada di dekat mereka. Setelah waktu habis, guru memberi kesempatan siswa maju kedepan kelas
73
untuk mengerjakan setiap poin penjumlahan bilangan bulat. Hampir setiap kelompok mengajukan diri untuk mengerjakan di depan kelas. Guru memilih lima siswa dari kelompok berbeda untuk mengerjakan lima soal tersebut. Satu persatu siswa maju sesuai nomor, setelah itu guru mencocokkan dan menjelaskan kepada siswa yang lain. Kemudian dilanjutkan nomor berikutnya. Setiap siswa yang maju diberi penguatan positif.
e) Pengurangan Bilangan Bulat Positif Dengan Bilangan Bulat Positif
Guru memberi contoh cara mengerjakan poin pengurangan bilangan bulat positif dan bilangan bulat positif dengan soal 4 − 6.
Guru bertanya pada siswa “empat dan enam termasuk dalam bilangan apa anak-anak?” anak-anak serentak menjawab “Positif”. Kemudian guru “Ya benar, maka kartu warna apa yang harus kita tempel terlebih dahulu?” siswa serentak menjawab “putih” “berapa banyak?’ “Empat”. Kemudian guru menempel empat kartu putih pada papan display diikuti siswa dalam kelompok masing-masing memeragakan di meja.
Lalu dikurangi berapa anak-anak? Siswa menjawab enam. Karena dikurangi, maka kartu nya harus kita ambil sebanyak enam. Enam termasuk bilangan positif, jadi yang harus diambil 6 buah kartu putih. Ada berapa banyak yang sudah ada di meja kalian?”
74
tanya guru “empat” “padahal ingin diambil sebanyak 6 buah kartu positif tetapi baru ada 4, berapa lagi kurangnya?” siswa menjawab “Dua”. Tambahkan kartu putih sebanyak dua agar kartu putihnya berjumlah 6, tetapi jika menambah kartu harus sepasang yaitu hitam dan putih. Guru menempel 2 pasang kartu di papan tulis.
Soal 4 − 6, maka yang harus diambil berapa kartu putih anak-anak? enam. Jadi, sekarang kita ambil enam kartu putih. Berapa yang tersisa di meja kalian?
. kartu diambil
sisa kartu Ada dua kartu hitam atau dua kartu negatif. Jadi 4 − 6 = −2. Guru berkeliling mengamati peragaan media kartu bilangan positif negatif yang ada di meja siswa.
f) Pengurangan Bilangan Bulat Positif Dengan Bilangan Bulat Negatif
Siswa bersama kelompoknya kemudian mengerjakan soal latihan pengurangan dengan menggunakan media kartu bilangan positif negatif dengan soal 4 − (−2).
Guru bertanya pada siswa “empat termasuk bilangan apa anak-anak?” anak-anak serentak menjawab “Positif”. “Ya benar, maka kartu warna apa yang harus kita tempel terlebih dahulu?”
75
siswa serentak menjawab “putih” “berapa banyak?’ “Empat”. Kemudian guru menempel empat kartu putih pada papan display diikuti siswa dalam kelompok masing-masing memeragakan di meja.
“Lalu dikurangi berapa anak-anak?” Siswa menjawab dua. Warna hitam atau putih? Hitam. “Ya karena −2 termasuk bilangan negatif. Karena dikurangi, maka kartunya harus kita ambil sebanyak dua kartu hitam. Apakah ada kartu hitam di meja kalian?” karena tidak ada maka kita dapat menambah agar kita dapat mengambil dua kartu hitam. Tambahkan kartu hitam sebanyak dua agar kartu putihnya berjumlah 6, tetapi jika menambah kartu, harus sepasang yaitu hitam dan putih. Guru menempel 2 pasang kartu di papan tulis.
Soal 4 − (−2), sudah ada dua kartu hitam, kemudian kita ambil 2 ambil kartu hitam itu
. sisa kartu
kartu diambil “Berapa kartu yang tersisa di meja kalian? Enam, negatif atau positif?” ya positif. Jadi 4 − (−2) = 6. Guru berkeliling
76
mengamati peragaan media kartu bilangan positif negatif yang ada