• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. lndikator Keberha silan

1. Siklus I PertemuanKe 1 a) Observasi Anak

Pada proses pembelajaran siklus I Pertemuan Ke 1 saat guru menjelaskan ada 2 anak berusaha memahami yang di sampaikan oleh pendidik dan terdapat 13 anak tidak fokus hal ini terbukti ada 4 anak sibuk berjalan kesana kemari dan masih ada 6 anak yang sibuk dengan temannya yang lain, terdapat juga 3 anak yang tidak sabar menunggu giliran oleh karena itu ada 14 anak belum berkembang karena pada saat menjalankan permainan lari estafet hanya diam dan tidak mau bergerak dan tidak mengikuti peraturan yang sudah dijelaskan, 2 anak mulai berkembang karena sudah mampu mengikuti permainan dengan bimbingan dan mau menggerakkan badannya.

Oleh karena itu pendidik lebih menekankan untuk memberikan pengarahan tentang peraturan dalam melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan lari estafet anak mulai paham dalam setiap aturan pelaksanaan kegiatan pembelajaran meskipun belum seluruhnya optimal.

Dari Tabel basil observasi dan evaluasi aktivitas anak didik peningkatan Kemampuan motorik kasar pada siklus 1 di pertemuan ke

No

Anak Didik

Belum Berkembang (BB) 460

Mulai Berkembang (MB) 00

Berkembang Sesuai

4 Berkembang Sangat Baik

Tabel 1.2. Hasil Observasi Dan Evaluasi Aktivitas Anak Dalam Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Lari Estafet Pada Siklus 1 Pertemuan Kesatu

Jumlah

Rata -rata presentase aktivitas anak didik peningkatan kemampuan motorik kasar bilangan pada siklus I

37,33%

Berdasarkan Tabel basil aktivitas dan evaluasi anak didik untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak pada siklus 1 di pertemuan ke 1. Dari 15 anak ada 13 anak yang memiliki kriteria belum berkembang karena pada saat menj alankan permainan lari estafet banya diam dan tidak mau bergerak dan tidak mengikuti peraturan yang sudab dijelaskan, 2 anak yang memiliki kriteria mulai berkembang karena sudah mampu mengikuti permainan dengan bimbingan dan mau menggerakkan badannya.

Berdasarkan pelaksanaan pada siklus I pertemuan ke 1 memiliki kriteria belum berkembang dengan memperoleb basil rata-rata presentase 37 ,33%. Namun hal ini belum mencapai kriteria yang diharapkan kriteria yaitu berkembang sangat baik (BSB), maka peneliti ingin memperbaiki basil pada pelaksanaan penelitian ke siklus II.

b) Observasi Guru

Hasil observasi terhadap kegiatan guru merupakan suatu gambaran keterampilan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini. Observasi dilakukan oleh seorang peneliti dengan menggunakan lembar observasi guru yang ada pada lampiran, bentuk penilaian yang digunakan yaitu ceklist dengan kriteria penilaian Ya!fidak. Diberi ceklist Ya apabila guru melakukan tindakan, diberi ceklist Tidak apabila guru tidak melakukan tindakan. Hasil observasi terhadap aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama sebagai berikut:

1. Setelah gerakan dasar dapat dikuasai oleh anak maka seluruh gerakan dapat dilatihkan kepada anak tanpa pantauan dari guru. 2. Setelah pemanasan, guru tidak menyiapkan media yang akan

digunakan saat melakukan kegiatan permainan lari estafet

3. Guru memberikan latihan awal gerakan berulang kepada anak sebagai pemanasan agar saat melakukan kegiatan anak tidak mengalami cedera.

4. Guru membagi anak ke beberapa kelompok untuk melakukan permainan lari estafet

5. Guru menjelaskan beberapa aturan permainan, setelah itu maka

2. Siklus I Pertemuan Ke 2 a) Observasi Anak

Pada saat guru menjelaskan beberapa anak berusaha memahami yang di sampaikan oleh pendidik dan terdapat anak tidak fokus hal ini terbukti ada beberapa anak sibuk berj alan kesana kemari dan masih ada yang sibuk dengan temannya yang lain, terdapat juga beberapa anak yang tidak sabar menunggu giliran oleh karena itu ada 7 anak belum berkembang karena pada saat menjalankan permainan lari estafet hanya diam dan tidak mau bergerak dan tidak mengikuti peraturan yang sudah dijelaskan, 6 anak mulai berkembang karena sudah mampu mengikuti permainan dengan bimbingan dan mau menggerakkan badannya, 2 berkembang sesuai harapan karena mampu melakukan kegiatan permainan sesuai dengan apa yang dijelaskan dan tanpa bimbingan.

Oleh karena itu pendidik lebih menekankan untuk memberikan pengarahan tentang peraturan dalam melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan lari estaf et anak mulai paham dalam setiap aturan pelaksanaan kegiatan pembelajaran meskipun belum seluruhnya optimal.

Dari Tabel basil observasi dan evaluasi aktivitas anak didik peningkatan Kemampuan motorik kasar pada siklus 1 di pertemuan

Anak

Belum (BB) 7 350

2 Mulai Berkembang (MB) 6 240

3 Berkembang Sesuai 2 5% 20

4 Berkembang Sangat Baik (BSB)

kesatu dan pertemuan kedua di atas dapat disajikan melalui Tabel dibawah ini:

Tabel 1.3. Hasil Observasi Dan Evaluasi Aktivitas Anak Dalam Peningkatan

Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Lari

Estafet Pada Siklus 1 Pertemuan Kedua

No Kriteria Jumlah Presentase Skor

Rata -rata presentase aktivitas anak didik peningkatan kemampuan motorik kasar bilangan pada siklus I

47,33%

Berdasarkan Tabel hasil aktivitas dan evaluasi anak didik untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak pada siklus 1 di

pertemuan kesatu dan pertemuan kedua mengalami sedikit

peningkatan. Dari 15 anak ada 7 anak yang memiliki kriteria belum

berkembang karena pada saat menjalankan permainan lari estafet

hanya diam dan tidak mau bergerak dan tidak mengikuti peraturan yang sudah dijelaskan, 6 anak yang memiliki kriteria mulai

berkembang karena sudah mampu mengikuti permainan dengan

bimbingan dan mau menggerakkan badannya. Ada pula 2 anak yang memiliki kriteria berkembang sesuai dengan harapan karena mampu

melakukan kegiatan permainan sesuai dengan apa yang dijelaskan dan

Berdasarkan pelaksanaan pada siklus I memiliki mulai berkembang dengan memperoleh basil rata-rata presentase 47,33% yang diperoleh pada pertemuan kedua memperoleh basil rata-rata presentase tertinggi. Namun hal ini belum mencapai kriteria yang

diharapkan kriteria yaitu berkembang sangat baik (BSB), maka peneliti ingin memperbaiki basil pada pelaksanaan penelitian ke siklus

II.

b) Observasi Guru

Hasil observasi terhadap kegiatan guru merupakan suatu gambaran keterampilan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini.

Observasi dilakukan oleh seorang peneliti dengan menggunakan lembar observasi guru yang ada pada lampiran, bentuk penilaian yang

digunakan yaitu ceklist dengan kriteria penilaian Ya/Tidak. Diberi ceklist Ya apabila guru melakukan tindakan, diberi ceklist Tidak apabila guru tidak melakukan tindakan. Hasil observasi terhadap aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama sebagai berikut:

1. Guru memberikan latihan awal gerakan tidak berulang kepada anak sebagai pemanasan agar saat melakukan kegiatan anak tidak mengalami cedera.

2. Setelah gerakan dasar dapat dikuasai oleh anak maka seluruh

3. Setelah pemanasan, guru menyiapkan media yang akan digunakan saat melakukan kegiatan permainan lari estafet dimulai

4. Guru membagi sebagian anak ke beberapa kelompok untuk melakukan permainan lari estaf et

5. Guru menjelaskan sebagian aturan permainan, setelah itu maka anak memulai permainan lari estafet

Dokumen terkait