HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Hasil Penelitian
4.1.2 Siklus Penelitian
4.1.2.2 Siklus II a. Perencanaan
Perencanaan pada siklus II didasarkan pada temuan hasil siklus I yang belum berhasil dalam mengatasi masalah-masalah siswa yaitu keterampilan siswa dalam proses pembelajaran dan hasil keterampilan mengetik 10 jari buta berirama. Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Membuat perbaikan rencana pembelajaran mengetik dengan menambah naskah drill untuk latihan dan memperkuat ingatan siswa dalam menghafal tugas jari dalam menghentak tuts sesuai fungsi. Pada siklus ini diupayakan agar dapat memperbaiki kekurangan pada siklus I sehingga dapat meningkatkan keterampilan mengetik 10 jari buta berirama.
2) Menyediakan media dan sumber belajar sehingga pembelajaran lebih efektif dan efisien
57
4) Mendesaian alat evaluasi yang berupa tes Drill
b. Pelaksanaan
Tindakan yang dilakukan peneliti dalam siklus II adalah memperbaiki pelaksanaan tindakan siklus sebelumnya. Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 9 April 2013 dengan memberikan penguatan ingatan letak tuts dan memberikan drilling naskah, selain itu peneliti juga memberikan motivasi siswa agar bersungguh-sungguh berlatih, selanjutnya siswa diberikan beberapa naskah drill dengan kecepatan 120 epm.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran mengetik manual dengan metode Ceramah plus Demonstrasi end Drilling (CpDnD) berbantu media visual “Rapid Typing” siklus II dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.6 Kegiatan Pembelajaran Mengetik pada Siklus II No. Pertemuan
ke-
Tanggal Kelas Aktivitas pembelajaran
1. 2 9 April 2013 X AP 1. Guru memberikan
apersepsi mengenai metode dan media baru yang telah diterapkan pada siklus I 2. Guru memberikan solusi
untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam penerapan media dan memahami metode baru yang diterapkan
3. Guru memotivasi siswa untuk selalu berlatih secara terus menerus
4. Guru kembali melanjutkan materi secara sistematis
dengan melakukan
penekanan intonasi yang baik
5. Guru kembali menyuruh
mendemostrasikan
keterampilan mengetik 10 jari buta berirama mereka secara individual
6. Siswa diberikan praktik dengan naskah Drill
dengan kecepatan 120 epm 7. Guru mengamati aktifitas
siswa dalam proses pembelajaran dari awal hingga akhir
8. Guru dan siswa melakukan refleksi dan membahas kendala-kendala dalam praktik mengetik tersebut.
c. Observasi
Tahap pengamatan ini dilakukan untuk memantau pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disiapkan dan dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat keterampilan siswa dalam pembelajaran mengetik dengan media visual Rapid Typing menggunakan metodeCeramah plus Demonstrasi end Drilling (CpDnD) pada siklus II ini menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan dan diisi oleh observer. Rata-rata keterampilan siswa diukur dengan menggunakan lembar observasi yang hasilnya sebagai berikut:
No. Indikator atau Aspek Yang Di Nilai Skor Total Skor Maksimal Persentase (%)
1. Siswa Mendengarkan Penjelasan dari Guru
12 15 80
2. Keaktifan Siswa dalam memberikan Komentar tentang pembelajaran mengetik menggunakan Metode Ceramah plus Demostrasi end Drilling (CpDnD) berbantu Media Visual “Rapid Typing”
10 15 68
3. Antusiame siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru
59
seputar materi yang diajarkan 4. Semangat siswa dalam
pembelajaran mengetik menggunakan Metode Ceramah plus Demostrasi end Drilling (CpDnD) berbantu Media Visual “Rapid Typing”
13 15 87
5. Siswa terlibat tertib dalam proses pembelajaran praktik mengetik menggunakan Metode Ceramah plus Demostrasi end Drilling (CpDnD) berbantu Media Visual “Rapid Typing”
12 15 80
6. Keterampilan siswa mengetik 10 jari buta berirama
13 20 65
7. Siswa terampil mengetik dengan kecepatan dan ketepatan mengetik dasar tingkat pertama
9 15 60
8. Siswa terampil mnyelesaikan tugas dari guru dalam waktu yang telah ditentukan
9 15 60
JUMLAH 87 125
Rata-Rata Skor 87/125 x 100% = 69,6%
Sumber (Data hasil penelitian siklus II, 2013) Keterangan:
Skor 1 : 1%-20% dari jumlah siswa (1-14 siswa) Skor 2 : 21%-40% dari jumlah siswa (15-28 siswa) Skor 3 : 41%-60% dari jumlah siswa (29-43 siswa) Skor 4 : 61%-80% dari jumlah siswa (44-58 siswa) Skor 5 : 81%-100% dari jumlah siswa (59-71 siswa) Penyekoran:
%
Melalui lembar observasi pada tabel diatas menunjukkan tingkat keterampilan siswa sebesar 56% pada siklus I terjadi peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 69,6% yang mengidentifikasikan bahwa tingkat keterampilan siswa
pada mata pelajaran mengetik dengan media visual “Rapid Typing”menggunakan metode Ceramah plus Demonstrasi end Drilling (CpDnD) termasuk dalam kategori terampil, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.7 Hasil Observasi Keterampilan Siswa Siklus II
No. Rentang skor Kategori Hasil
1 85%-100% Sangat Terampil
Keterampilan siswa masuk dalam kategori Terampil.
2 69%-84% Terampil
3 53%-68% Cukup Terampil
4 37%-52% Kurang Terampil
5 20%-36% Tidak Terampil
Data pada tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat keterampilan siswa kelas X AP tergolong dalam kategori terampil dalam pembelajaran mengetik dengan Metode Ceramah plus Demonstrasi end Drilling (CpDnD) berbantu media visual “Rapid Typing”. terbukti pada rata-rata rentang skor yang dicapai sebesar 69,6% atau dalam rentang skor 69%-84%.
Penelitian siklus I ini juga untuk mengetahui hasil belajar siswa.. Hasil belajar siswa pada siklus I dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
Tabel 4.8 Hasil Belajar Observasi Awal, Siklus I dan Siklus II
No Hasil Tes Obser-vasi awal Siklus I Siklus II Ketuntasan Klasikal 1 Nilai Tertinggi 82 82 84 = = 60 x100%=84,50% 71 (Kategori Tinggi) 2 Nilai Terendah 50 56 64 3 Nilai rata-rata 69,93 72,65 75,37
61
Berdasarkan data tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pelajaran mengetik termasuk dalam kategori tinggi terbukti dari ketuntasan klasikal sebesar 84,50% dengan nilai rata-rata sebesar 75,37%. Jika dilihat dari nilai rata-rata siklus I, nilai rata-rata siswa mengalami kenaikan dibandingkan pada saat observasi dimana kategori dalam ketuntasan klasikal juga mengalami perubahan, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9 Kategori Tingkat Ketuntasan Klasikal Siswa Siklus II
No. Kategori Rentang Skor Rata-rata
1 Sangat Tinggi 85%-100% = 60 x100%=84,50% 71 (Kategori Tinggi) 2 Tinggi 69%-84% 3 Cukup 53%-68% 4 Rendah 37%-52% 5 Sangat Rendah 20%-36%
Berdasarkan data pada tabel 4.9 menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal siswa kelas X AP pada siklus II tergolong dalam kategori tinggi terbukti pada skor yang dicapai sebesar 84,50% atau dalam rentang skor 69%-84%.
Pelaksanaan siklus II juga mengukur seberapa banyak siswa yang terampil ketika mengikuti pelajaran mengetik. Hal ini bisa dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.10 Hasil Observasi Keterampilan Setiap Siswa Siklus II
No. Kategori Jumlah Siswa Persentase
1 Sangat Terampil 23 32,40%
2 Terampil 28 39,43%
3 Cukup Terampil 20 28,17%
4 Kurang Terampil 0 0%
Berdasarkan data tabel 4.10 dapat diketahui pelaksanaan siklus II ada siswa yang keterampilannya masuk dalam kategori sangat terampil yaitu sejumlah 23 siswa dengan persentase 32,40% dan 28 siswa masuk dalam kategori terampil dengan persentase sebesar 39,43%. Untuk 20 siswa masuk dalam kategori cukup terampil dengan persentase sebesar 28,17%. Sedangkan untuk kategori kurang terampil dan kategori tidak terampil 0%.
d. Refleksi
Refleksi adalah mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil dari tindakan. Berdasarkan hasil dari refleksi ini, peneliti dapat melakukan revisi terhadap rencana awal pada siklus III. Kegiatan yang dilakukan pada tahap refleksi ini adalah menganalisis hasil tes dan lembar observasi siswa siklus II. Pada siklus II hasil pengamatan dan tes yang dilakukan menggunakan media Visual “Rapid Typing” dengan metode Driling peneliti menarik kesimpulan bahwa ada kelebihan dan kekurangan yang muncul dalam siklus kedua.
Adapun kelebihan yang muncul adalah sebagai berikut :
1. Siswa lebih memperhatikan proses pembelajaran dengan media yang ditawarkan oleh peneliti
2. Siswa lebih termotivasi dengan metode dan media yag dilakukan dalam proses pembelajaran, hal tersebut terlihat dalam antusias siswa dalam bertanya serta melakukan tugas dari guru dengan baik.
63
Pada akhir pertemuan siklus II diadakan evaluasi dan refleksi oleh peneliti, siswa dan guru mata pelajaran yang bersangkutan. Dari hasil tersebut ada beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu meliputi :
1. Kesiapan siswa belum tergolong baik maka dari itu peneliti harus lebih mempersiapkan siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung karena kesiapan siswa masih kurang dalam siklus II dan kurang fokusnya perhatian siswa ke proses pembelajaran,
2. Penampilan media “Rapid Typing” yang dibantu menggunakan LCD kurang fokus dan jelas sehingga mengganggu siswa dalam mengetik. Pada hasil siklus II masalah – masalah tersebut dijadikan refleksi untuk lebih diperhatikan pada siklus III
3. Adanya penambahan soal drill dan peningkatan kecepatan dari siklus I 100 epm, siklus II 120 epm dan oleh karena itu maka akan dilakukan penambahan kecepatan di siklus III sebesar 150 epm dan peningkatan keterampilan mengetik.
4. Guru harus lebih baik dalam menyampaikan materi secara sistematis serta diperjelas intonasi manakah penyampaian intonasi yang harus diperkuat mana yang tidak
4.1.2.3Siklus III