• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Deskripsi Permasalahan Penelitian

2. Siklus II

Tindakan siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan. Tiap-tiap pertemuan terdiri dari dua jam pelajaran (2 x 35 menit) yang dilaksanakan selama dua minggu yaitu pada tanggal 21 Pebruari sampai 05 Maret 2011. Pada siklus II ini peneliti mengkaji hasil renungan dari siklus I. Adapun tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam siklus II adalah sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan

Berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan tindakan siklus I diketahui bahwa sudah menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis huruf Jawa pada siswa kelas III SD Negeri 02 Kwangsan Tahun Pelajaran 2010/2011 tetapi belum maksimal. Hal ini ditunjukkan masih ada 5 siswa yang belum tuntas dalam pembelajaran Bahasa Jawa materi menulis aksara jawa nglegena.

Kegiatan perencanaan tindakan II dilaksanakan di ruang kelas III SD Negeri 02 Kwangsan pada tanggal 21 Pebruari 2011 . Peneliti dan Guru kelas III mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan pada penelitian ini. Diperoleh kesepakatan bahwa pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan alokasi waktu tiap pertemuan 2 x 35 menit yaitu pada hari Jumat tanggal 25 Pebruari 2011 dan tanggal 04 Maret 2011.

commit to user

75

Hal-hal yang perlu diperbaiki guru dalam pembelajaran Bahasa Jawa menerapkan model Quantum Learning sebagai upaya untuk mengatasi berbagai kekurangan yang ada adalah sebagai berikut:

1) Memberikan beberapa informasi secara tepat dan bertahap, mengarahkan, dan membimbing kegiatan siswa dalam menemukan jawaban sehingga pembelajaran lebih aktif, efektif dan tidak menghabiskan waktu

2) Mengurangi jumlah anggota kelompok menjadi 2-3 siswa tiap kelompok. 3) Memberikan motivasi dengan yel-yel yang membangkitkan semangat

pembelajaran di awal pelajaran dan memberikan penghargaan baik secara verbal maupun nonverbal.

4) Guru memperbaiki pengelolaan kelas dengan membuat pembelajaran yang menarik siswa.

Mengingat hasil analisis terhadap unjuk kerja siswa pada siklus I, sebagian besar siswa sudah memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran Bahasa Jawa. Meskipun demikian pembelajaran Bahasa Jawa pada siklus I dikatakan belum berhasil. Dengan berpedoman pada Kurikulum Mata Pelajaran Muatan Lokal (Bahasa Jawa) Untuk Jenjang Pendidikan SD/SDLB/MI Berdasar Keputusan Gubernur Jawa Tengah Tahun 2010, peneliti melakukan langkah-langkah perencanaan pembelajaran Bahasa Jawa pada siklus II dengan menerapkan model Quantum Learning adalah sebagai berikut:

1) Mempelajari Silabus Kelas III SD dan menyiapkan sumber belajar yang terdiri dari buku bahasa Jawa kelas III semester II dan materi dari internet. Standar Kompetensi. Mampu menulis karangan dengan pikiran sendiri dalam berbagai ragam dan jenis karangan sesuai kaidah bahasa serta mampu menulis kalimat berhuruf jawa.

Kompetensi Dasar. Menulis kata sederhana menggunakan huruf Jawa nglegena.

Alasan pemilihan yaitu peneliti ingin meningkatkan keterampilan menulis aksara Jawa nglegena pada siswa kelas III SD Negeri 02 Kwangsan.

2) Peneliti bersama dengan guru merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan indikator, antara lain:

commit to user

76 a) Menulis huruf Jawa

b) Menulis kata

c) Menulis kalimat menggunakan huruf Jawa

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilaksanakan dua kali pertemuan dan masing-masing pertemuan dalam waktu dua jam pelajaran (2 x 35 menit). Adapun RPP siklus II dapat dilihat pada lampiran 9 halaman 99. 3) Peneliti dan guru membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) yaitu lembar kerja

untuk diskusi kelompok dan lembar kerja mandiri yang dikerjakan selama pelajaran.

4) Menyediakan media berupa kartu aksara jawa yang berbentuk segiempat seperti pada lampiran 16halaman 117.

5) Membuat lembar observasi untuk guru dan siswa. b. Pelaksanaan Tindakan

Dalam tahap ini peneliti mengulang materi pembelajaran dengan menerapkan model Quantum Learning sesuai dengan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun. Pembelajaran dengan menerapkan model Quantum Learning pada siklus II dilaksanakan 2 kali pertemuan.

1) Pertemuan I

Pertemuan I dilaksanakan tanggal 25 Pebruari 2011 dengan materi aksara Jawa nglegena adalah menulis huruf dan menulis kata menggunakan aksara jawa nglegena.

Pada kegiatan awal guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. Setelah itu guru melakukan presensi. Sebelum memulai pelajaran guru memotivasi siswa dan melakukan yel-yel. Guru menentukan masalah yang berkaitan dengan aksara jawa nglegena. Guru memberikan tanya jawab tentang pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari, apakah sudah bisa menulis dan membaca aksara jawa nglegena untuk mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan menerapkan model Quantum Learning menggunakan media kartu aksara jawa. Siswa antusias untuk menjawab pertanyaan guru. Guru mengarahkan siswa untuk mencari tulisan yang menggunakan huruf Jawa dalam kehidupan sehari-hari baik yang ada di rumah

commit to user

77

maupun di sekolah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu sesuai dengan indikator pada siklus II pertemuan I. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.

Pada kegiatan inti, siswa bersama guru mengulang kembali materi 20 aksara Jawa nglegena. Guru mengulang kembali 20 aksara jawa nglegena, Guru memberikan permainan tebak 20 aksara jawa. Siswa didiktekan 20 aksara jawa dan menulis aksara jawanya dengan mencari aksara jawa yang telah ditempel dipapan planel. Siswa bersama guru mencocokkan hasil permainan, siswa yang benar semua mendapat reward dari guru. Siswa membentuk kelompok diskusi dengan anggota 3-4 orang, tiap kelompok memperoleh satu set kartu huruf Jawa. Kelompok diskusi masing-masing menerima lembar kerja. Siswa bersama guru membahas soal diskusi, perwakilan tiap kelompok maju menuliskan hasil kerja masing-masing kelompok di papan tulis. Siswa menulis jawaban yang benar di buku masing-masing. Guru memberi pemantapan materi kemudian membagi soal evaluasi. Siswa mengerjakan evaluasi

Sebagai kegiatan penutup, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang apa yang telah mereka lakukan dan pelajari. Siswa kemudian mengumpulkan hasil kerja kelompoknya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada hal-hal yang kurang jelas. Guru menyampaikan pesan moral. Guru menutup pembelajaran Bahasa Jawa..

2) Pertemuan II

Pertemuan II dilaksanakan tanggal 04 Maret 2011 dengan materi menulis huruf, menulis kata, dan menulis kalimat.

Pada kegiatan awal guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. Setelah itu guru melakukan presensi. Sebelum memulai pembelajaran guru memotivasi siswa dengan memberi yel-yel semangat. Guru memberikan apersepsi dengan menggali pengalaman siswa dalam pertemuan yang lalu dengan beberapa pertanyaan lisan dan mengkaitkannya dengan materi hari ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu sesuai dengan indikator pada siklus II pertemuan II. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.

commit to user

78

Pada kegiatan inti, guru mengulang kembali aksara jawa nglegena 20 aksara, siswa diminta maju dua-dua untuk diadakan tanya jawab dan menuliskan dipapan tulis. Siswa membentuk kelompok heterogen beranggotakan 2 orang, masing-masing kelompok dibagikan satu set kartu aksara jawa. Guru membagikan soal yang sama dan dengan jumlah yang sama kepada masing-masing kelompok. Kelompok diberi waktu 7 menit untuk mengerjakan, kelompok yang paling banyak mengerjakan dengan benar akan menjadi pemenangnya dan mendapat reward. Siswa mengerjakan tugas dari guru, menulis menggunakan aksara Jawa nglegena. Siswa bersama guru membahas tugas. Guru mengulang kembali materi dan membagikan soal evaluasi. Siswa mengerjakan evaluasi. Siswa yang mendapat nilai diatas 60 mendapat reward.

Sebagai kegiatan penutup, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang apa yang telah mereka lakukan dan pelajari. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada hal-hal yang kurang jelas. Guru menyampaikan pesan moral. Guru menutup pembelajaran Bahasa Jawa.

Berdasarkan lampiran 13 halaman 114 tentang nilai keterampilan menulis aksara jawa dapat dibuat tabel 8 distribusi frekuensi sebagai berikut :

Tabel 8 . Distribusi Frekuensi Nilai Menulis Aksara Jawa Siswa Siklus II No Interval Frekuensi (fi) Nilai Tengah (xi) fi.xi Persentase (%) 1 100 – 93 9 96.5 868.5 65 2 92 – 85 0 88.5 0 0 3 84 – 77 0 80.5 0 0 4 76 – 69 1 72.5 72.5 7 5 68 – 61 2 64.5 129 14 6 60 – 53 1 56.5 56.5 7 7 52 – 45 1 49.5 49.5 7

Nilai rata – rata kelas 84

commit to user 79 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 45-52 53-60 61-68 69-76 77-84 85-92 93-100 F R E K U E N S I NILAI SISWA

Gambar 6. Grafik Hasil Evaluasi Bahasa Jawa Setelah Menerapkan Model Quantum Learning Pada Siklus II

Berdasarkan Tabel 8 dan gambar 6 di atas, nilai keterampilan menulis aksara jawa siswa kelas III SD Negeri 02 Kwangsan pada siklus II mendapat rata – rata sebesar 84. Siswa yang memperoleh nilai 45-52 sebanyak 1 siswa atau 7%. Siswa yang memperoleh nilai 53-60 sebanyak 1 siswa atau 7%. Siswa yang memperoleh nilai 61-68 sebanyak 2 siswa atau 14%. Siswa yang memperoleh nilai 69-76 sebanyak 1 siswa atau 7%. Siswa yang memperoleh nilai 77-84 sebanyak 0 siswa atau 0%. Siswa yang memperoleh nilai 85-92 sebanyak 0 siswa atau 0%. Siswa yang memperoleh nilai 93-100 sebanyak 9 siswa atau 65%. Berdasarkan tabel 8 atau lampiran 13 halaman 114 siswa yang mendapat nilai di bawah 60 (KKM) yaitu sebanyak 2 siswa atau 14%, dan siswa yang mendapat nilai sama atau di atas KKM yaitu 12 siswa atau 86%. Hal ini dapat diartikan bahwa ketuntasan klasikal sebesar 86%. Dan penelitian ini sudah dikatakan berhasil karena susah sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu pada siklus II

commit to user

80

dapat mencapai ketuntasan belajar sekurang-kurangnya 70% atau ditingkatkan 10% dari siklus I yang hanya 60%.

c. Observasi

Peneliti melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap pelaksanaan tindakan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu meningkatkan keterampilan menulis aksara Jawa nglegena dengan penerapan model Quantum Learning. Dalam tahap ini peneliti mengadakan kolaborasi dengan guru kelas dalam melaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan lembar observasi. Observasi dilaksanakan untuk mendapatkan data mengenai aktivitas peneliti dalam kesesuaian antara rencana pembelajaran yang disusun dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan. Selain itu observasi juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar aktivitas siswa dalam proses pembelajaran untuk dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas III SD Negeri 02 Kwangsan dalam menulis aksara Jawa. Hasil observasi yaitu dari lampiran 11 halaman 111 tentang observasi kinerja guru yang dapat dibuat Tabel 9 sebagai berikut:

Tabel 9. Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus II

N o

Aspek Yang Diamati Nilai Kategori Keterangan

1 Apresepsi 3.5 A Keterangan : a = baik sekali ( =4 ) b = baik ( < 3 ) c = kurang ( < 2 ) d = kurang sekali (<1) 2 Penjelasan Materi 4 A

3 Penerapan Model Quantum

Learning 3.5 A 4 Menentukan Nilai 3 B 5 Menyimpulkan Materi 3.5 A 6 Menutup Pembelajaran 4 A Jumlah Nilai 21.5 Nilai rata-rata 3.6 A

Dari tabel 9 di atas, dapat diperoleh hasil kinerja guru sebagai berikut: 1) Guru sudah baik dalam mempersiapkan siswa dalam kondisi pembelajaran; 2)

commit to user

81

Guru dalam menyampaikan materi sudah baik karena cukup jelas dan tidak terlalu cepat, selain itu guru dalam menyampaikan dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh siswa; 3) Guru dalam penerapan tahap-tahap TANDUR; a) Tanamkan: guru sudah cukup baik dalam menanamkan konsep-konsep aksara jawa dan membuat siswa memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap materi yang akan diajarkan, b) Alami: guru sangat baik karena sudah melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran bahasa jawa, c) Namai: guru dalam tahap namai sudah cukup baik dalam mengajak siswa memberi nama-nama aksara jawa secara aktif dan menyenangkan dengan media yang menarik minat siswa, d) Demonstrasikan: guru dalam tahap ini sudah cukup baik dan dalam pembagian kelompok diskusi sudah baik karena setiap kelompok tiap pertemuan sudah dikurangi sehingga menjadi 2 orang tiap kelompok sehingga kelompok menjadi lebih kondusif, e) Ulangi: guru sudah baik dalam evaluasi karena pembagian materi soal sudah terlihat jelas, huruf, kata, kalimat, f) Rayakan: guru tahap rayakan sudah baik dengan pemberian reward baik verbal maupun non verbal, 4) Guru cukup baik dalam menentukan nilai individu maupun dalam kelompok, karena mempunyai kriteria yang jelas dan baik; 5) Guru dalam menyimpulkan materi pembelajaran sudah cukup baik karena melibatkan siswa dalam pembuatan kesimpulan; 6) Guru dalam menutup pembelajaran sudah baik; 7) Rata-rata hasil observasi kinerja Guru pada pembelajaran siklus II yaitu 3,6 (baik sekali).

Observasi tidak hanya dilaksanakan pada aktivitas peneliti sebagai guru tetapi juga ditujukan pada siswa pada setiap proses pembelajaran. Adapun hasil observasi untuk siswa dapat dilihat pada lampiran 12 halaman 112 yang dapat dibuat Tabel 10 sebagai berikut :

Tabel 10. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II

N o

Aspek Yang Diamati Nilai Kategori Keterangan

1 Perhatian 2.5 S Keterangan :

R = Rendah ( <2 )

commit to user 82 3 Ketekunan 2.2 S S = Sedang ( <3 ) T = Tinggi ( =3 ) 4 Keaktifan 2 S 5 Tanggung Jawab 2.6 S Jumlah Nilai 11.3 Nilai rata-rata 2.26 S

Dari tabel 10 diperoleh hasil aktivitas siswa sebagai berikut: 1) Siswa sudah baik dalam memperhatikan penjelasan dari guru, dikatakan demikian karena siswa menunjukkan rasa senang dan antusias yang cukup baik; 2) Siswa sudah cukup baik dalam melakukan kegiatan dalam berdiskusi, serta terjalinnya interaksi dan kerjasama yang baik antar teman satu kelompok diskusi; 3) Kemauan siswa untuk menerima pelajaran cukup baik terlihat di awal pembelajaran, rasa keingintahuan dan keantusisan muncul di tengah-tengah pembelajaran, misalnya pada saat penggunaan kartu huruf dan menjawab soal di papan tulis; 4) Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sudah cukup baik; 5) Kreatif dan inisiatif siswa sudah semakin nampak dengan sudah berani mengungkapkan pendapat yang ia miliki; 6) Hasrat untuk bertanya masih rendah karena siswa masih terlihat malu-malu; 7) Tanggung jawab siswa terhadap tugas yang diberikan baik individu maupun kelompok sudah cukup baik; 8) Siswa sudah mempunyai kemauan untuk berdiskusi dengan teman kelompok walaupun harus mendapat banyak bimbingan dari guru; 9) Keaktifan untuk membuat kesimpulan pelajaran sudah cukup baik; 10) Siswa mempunyai kemauan yang tinggi untuk menerapkan hasil pelajaran; 11) Siswa cukup sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas yang diberikan; 12) Rata-rata hasil observasi aktivitas siswa adalah 2,26 dengan kriteria sedang.

d. Refleksi

Hasil analisis dan diskusi balikan terhadap peningkatan keterampilan menulis aksara Jawa pada siswa kelas III SD Negeri 02 Kwangsan dengan menerapkan model Quantum Learning pada siklus II, secara umum telah

commit to user

83

menunjukkan adanya peningkatan. Kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I dapat diatasi. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut:

1) Seluruh siswa mengikuti pembelajaran Bahasa Jawa. Hasil rata – rata klasikal Bahasa Jawa siswa pada siklus II yaitu 84 ( tabel 8 halaman 88).

2) Berdasarkan tabel 9 pada halaman 66, hasil evaluasi Bahasa Jawa pada siklus II siswa yang memperoleh nilai ≤ 60 (KKM) ada 2 siswa atau 14% dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 60 (KKM) yaitu 12 siswa atau 86%. Jadi rata-rata hasil evaluasi Bahasa Jawa pada siklus II yaitu 84 dan siswa yang memperoleh nilai > 60 (KKM) yaitu 12 siswa atau ketuntasan klasikal 85,71%.

3) Guru sudah mengurangi jumlah anggota kelompok menjadi 2 siswa tiap kelompok sehingga membuat siswa aktif melakukan kegiatan unjuk kerja dan tidak bergantung pada anggota lain yang mereka anggap lebih pandai.

4) Guru sudah memberikan beberapa informasi secara tepat dan bertahap, mengarahkan, dan membimbing kegiatan siswa dalam menemukan jawaban sehingga pembelajaran lebih efektif dan tidak menghabiskan waktu.

5) Memberikan motivasi kepada siswa misalnya dengan memberikan penghargaan baik verbal maupun nonverbal.

6) Guru sudah memperbaiki pengelolaan kelas dengan membuat pembelajaran yang menarik siswa.

Dari hasil penelitian siklus II, maka peneliti mengulas secara cermat bahwa dilihat dari rata-rata hasil evaluasi Bahasa Jawa siswa dengan menerapkan model Quantum Learning sudah berhasil. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan keterampilan menulis aksara Jawa pada siswa kelas III SD Negeri 02 Kwangsan. Tetapi apabila dilihat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) masih ada 2 siswa yang belum tuntas.

Berdasarkan hasil refleksi siklus II dan melihat hasil evaluasi yang diperoleh pada masing-masing pertemuan, maka pembelajaran Bahasa Jawa materi menulis aksara Jawa pada siklus II sudah berhasil karena sudah mencapai target pencapaian sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model Quantum Learning

commit to user

84

dapat meningkatkan keterampilan menulis aksara Jawa pada siswa kelas III SD Negeri 02 Kwangsan Tahun Pelajaran 2010/ 2011.

Dokumen terkait