HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Siklus Kedua a. Perencanaan
Perencanaan di siklus ke dua diawali dengan penentuan waktu tindakan kelas yaitu Hari Sabtu dan Rabu, tanggal 23 April dan 4 Mei 2011. Setelah menentukan waktu tindakan selanjutnya penentuan materi
pembelajaran baik permainan (games) dan materi yang akan dilaksanakan,
setelah itu penilaian atau pencatatan hasil lompatan, selanjutnya adalah pembuatan angket, pembuatan angket tanggapan siswa tentang pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan.
b. Tindakan
Pelaksanaan tindakan ke tiga dan ke empat dilaksanakan pada Hari
Sabtu dan Rabu, tanggal 23 April dan 4 Mei 2011. Proses pembelajaran dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.10, di halaman SD Negeri 6 Klampok Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Pelaksanaan tindakan ke tiga dan empat menggunakan simpai 20 buah yang digunakan untuk sasaran pendaratan dan tali rafia dipasang setinggi 40 cm digunakan untuk batasan melayang. Pembelajaran dimulai pukul 07.00 WIB diawali dengan guru mengumpulkan atau membariskan siswa, setelah berbaris guru menghitung jumlah siswa, presensi dengan memanggil satu persatu urut absen, dari sejumlah 27 siswa ternyata nihil dan dilanjutkan memimpin berdoa.
Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan materi, terutama kaitannya dengan gerakan lari memasuki papan tolakan dan penilaian atau
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
35
pencatatan hasil lompatan. Setelah itu dilanjutkan pemanasan, pemanasan dipimpin oleh peneliti dan sekaligus peneliti memberi contoh. Pemanasan berbentuk gerakan-gerakan statis dan dinamis pemanasan memerlukan waktu kurang lebih lima belas menit, setelah selesai dilanjutkan kegiatan inti.
Kegaiatan inti meliputi permainan (games), yang mengarah ke
gerakan teknik lompat jauh dan penilaian atau pencatatan hasil, bentuk permainannya adalah sebagai berikut:
1). Permainan lompat katak
Permainan pertama lompat katak dengan alat bantu simpai atau ban yang diletakkan diatas tanah tersusun lurus
a). Persiapan siswa dibagi dalam empat kelompok, dua kelompok putra dan dua kelompok putri. Agar lebih menarik masing-masing kelompok diberi nama bunga untuk kelompok putri dan nama binatang untuk kelompok laki-laki.
Siswa dibariskan sesuai kelompoknya, masing-masing kelompok menghadap simpai.
b). Pelaksanaannya: sesuai aba-aba guru, siswa pada kelompoknya masing-masing melakukan lompat katak.
c). Cara lompat katak adalah sikap awal berdiri kaki kangkang selebar bahu, kemudian siswa melompat dari simpai satu ke simpai yang lain dengan jarak antar simpai 60 cm. Tolakan dan pendaratan dengan kedua kaki.
2). Teknik lompat jauh gaya jongkok
a). Tahap teknik awalan dan tolakan melalui permainan lompat katak arah sasaran dapat digambarkan sebagai berikut:
(1).Persiapan siswa dibagi dalam empat kelompok, dua kelompok putri dan dua kelompok laki-laki.
Siswa dibariskan sesuai dengan kelompoknya masing-masing menghadap arah lompatan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
36
(2). Pelaksanaannya: siswa mengambil posisi awalan dengan jarak 5 langkah, dengan aba-aba guru siswa lari lima langkah kemudian pada balok tumpuan salah satu kaki terkuat melakukan tolakan dan mendarat pada simpai yang telah ditentukan.
b). Tahap Teknik melayang dan mendarat melalui permainan lompat katak halang rintang dapat digambarkan sebagai
berikut:
(1). Persiapan siswa dibagi dalam empat kelompok, dua kelompok putri dan dua kelompok laki-laki.
Siswa dibariskan sesuai dengan kelompoknya masing-masing menghadap arah lompatan.
(2). Pelaksanaannya: siswa mengambil posisi awalan dengan jarak 5 langkah, dengan aba-aba guru siswa lari kemudian pada balok tumpuan menolak melewati tali dengan ketinggian 40 cm kemudian mendarat
c). Tahap serangkaian lompat jauh gaya jongkok dapat digambarkan sebagai berikut:
Setelah games (bermain), selanjutnya tahap lompat jauh gaya
jongkok dan penilaian atau pencatatan hasil lompatan yang dilakukan selama 20 menit. Setelah siswa dibariskan dalam bentuk dua berbanjar sesuai dengan urut absen didaerah awalan, maka melalui aba-aba guru satu persatu siswa melakukan serangkaian gerakan lompat jauh gaya jongkok yang dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:
(a). Tahapan Awalan Cara melakukan :
- Pelompat memasuki awalan
- Pelompat harus berlari secepat-cepatnya sebelum menumpu pada tempat awalan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
37
- Lari dengan kecepatan tinggi dimaksudkan agar tubuh dapat melayang di udara lebih lama dan menghasilkan lompatan yang lebih jauh.
(b). Tahapan Tolakan
Menolakkan kaki pada lompat jauh merupakan gerakan yang penting nuntuk dilatih, baik buruknya tolakan akan berdampak pada hasil lompatan.
Tolakan dilakukan oleh salah satu kaki yang paling kuat. Hal ini dilakukan agar tercapai tinggi lompatan yang cukup tanpa kehilangan kecepatan awalan.
(c). Tahapan Melayang
Perpaduan awalan yang cepat dan kekuatan tolakan kaki akan membawa badan melayang diudara lebih lama. Kita harus menjaga keseimbangan badan sebagai persiapan pendaratan. (d). Tahapan Pendaratan
Pendaratan merupakan tahapan yang penting untuk
diperhatikan. Pada saat melakukan pendaratan semua gerakan harus dikoordinasikan agar mencapai hasil yang maksimal. Gerakan yang harus dikoordinasikan adalah gerakan kaki, kepala, lengan, tangan pada saat badan melayang turun dan tumit menyentuh pasir.
Cara melakukannya adalah pada saat tumit menyentuh pasir, badan digerakkan ke depan untuk menghindari pendaratan pinggul. Pendaratan pada pinggul dapat dihindari jika kedua tungkai kaki rileks dan kedua tungkai dalam posisi menggantung rata dan sejajar, bersamaan anak melakukan serangkaian gerakan lompat jauh gaya jonggok, guru mengadakan penilaian atau mencatat hasil lompatan siswa. Penilaian dilakukan dengan cara siswa melakukan satu persatu sesuai urut absen, nomor urut absen mulai dari nomor yang
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
38
paling kecil. Nilai yang diberikan sebagai nilai akhir yaitu hasil lompatan terjauh dari dua kali kesempatan dari masing-masing kelompok putra dan putri. Hasil pada penilaian tersebut tertera pada tabel berikut:
Tabel 1: Hasil penilaian lompat jauh gaya jongkok siklus II
Nilai Hasil Penilaian Lompat Jauh Gaya Jongkok
Putra Putri Tertinggi 86 86 Terendah 73 73 Rata-rata 77 76
Setelah penilaian selesai, kemudian guru membariskan siswa, menghitung, memberikan angket (pada pertemuan ke empat),
menjelaskan cara pengisian, selanjutnya berdoa dan
pembubaran. Angket dikumpulkan keesokan harinya.
Pembelajaran berakhir pada pukul 08.10 WIB.
c. Observasi
Suasana kelas sangat kondusif, tertib dan siswa terlihat sangat aktif dan antusias, sehingga banyak siswa yang mampu melakukan gerakan lompat jauh gaya jongkok dengan baik dan benar walau ada beberapa siswa yang belum mampu melaksanakan dengan baik dan benar, terutama pada siswa putri. Proses pengambilan nilai atau pencatatan hasil, guru memanggil satu persatu urut absen dari nomor absen yang terkecil, tiap siswa berkesempatan dua kali kesempatan, siswa yang sudah melakukan atau sedang menunggu giliran kebanyakan mengamati teman yang melakukan tes dan memberikan dorongan semangat dengan cara bertepuk tangan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
39
Pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan bermain yang sudah dilaksanakan, dilihat dari sudut pandang siswa, siswa sangat aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Dalam pembelajaran, siswa secara tidak langsung belajar teknik lompat jauh yang benar melalui permainan, dengan demikian memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Selanjutnya dilihat dari sudut pandang kelas, suasana kelas kondusif dengan demikian pengelolaan kelas akan lebih mudah karena semangat dan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran. Permainan yang dilakukan menyesuaikan dengan keadaan fasilitas di sekolah dengan memanfaatkan barang bekas.
Pengisian lembar observasi dilakukan oleh observer, setelah pembelajaran selesai, dari hasil lembar observasi diketahui bahwa siswa dalam mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan sangat antusias, senang dan aktif bergerak.
d. Refleksi
Setelah dilakukan pengamatan dan evaluasi, maka langkah selanjutnya adalah refleksi dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok yang berlangsung, ditemukan kekurangan-kekurangan yang dilakukan siswa antara lain siswa putri kurang mampu menguasai ketrampilan walaupun sudah dilakukan dengan sungguh-sungguh, namun siswa putra yang dapat menguasai dengan baik atau mampu melaksanakan gerakan lompat jauh gaya jongkok dengan benar terlihat berlomba-lomba untuk mencapai lompatan yang terjauh. Dari hasil penilaian atau pengukuran tersebut dapat dinyatakan bahwa tindakan yang dilakukan sudah tepat dan tidak perlu lagi dilakukan tindakan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
40
B. Pembahasan
Penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan dapat meningkatkan antusias siswa, keaktifan gerak siswa, senang/kegembiraan siswa, dan penguasaan ketrampilan siswa sehingga tujuan pembelajaran pun akan mudah tercapai dengan optimal dalam hal penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran.
Pemberian permainan dalam pembelajaran dalam lompat jauh gaya jongkok ini sebagai variasi dari pembelajaran lompat jauh, namun tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung didalam pembelajaran seperti rasa percaya diri, tanggungjawab, keseriusan dan yang lainnya. Permainan dalam hal ini sebagai pendekatan kearah teknik atau mendukung teknik yang akan dilaksanakan. Sehingga lompat jauh dapat menjadi alat gerak atau memacu siswa untuk bergerak optimal.
Tabel1: Menunjukkan nilai kemampuan siswa dalam melaksanakan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siklus dua, dari tabel tersebut dapat diketahui nilai rata-rata untuk siswa putra 77, dengan nilai tersebut dapat digolongkan bahwa nilai rata-rata untuk siswa putra baik sebab batas nilai ketuntasan dalam pembelajaran adalah 70, sedang nilai rata-rata untuk siswa putri adalah 76, sehingga nilai rata-rata siswa putri juga tergolong baik.
Tabel 2: Perbandingan hasil tes lompat jauh gaya jongkok.
Nilai Kondisi Awal April 2011 Mei 2011
Putra Putri Putra Putri Putra Putri
Tertinggi 80 80 86 80 86 86
Terendah 60 60 66 66 73 73
Rata-rata 69 65 74 71 77 76
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat perbandingannya antara pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan dan pembelajaran yang belum menggunakan pendekatan permainan, tabel 2:
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
41
menunjukkan nilai pada kondisi awal adalah pembelajaran lompat jauh gaya jongkok tanpa pendekatan permainan dan pada bulan April, Mei 2011 adalah pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan. Pada kondisi awal nilai siswa putra tertinggi 80, terendah 60 dan rata-rata 69 sedang nilai siswa putri tertinggi 80, terendah 60 dan rata-rata 65, pada bulan April 2011 nilai siswa putra tertinggi 86, terendah 66 dan rata-rata 74 sedang nilai siswa putri tertinggi 80, terendah 66 dan rata-rata 71 sedang pada bulan Mei 2011 nilai siswa putra tertinggi 86, terendah 73 dan rata-rata 77 sedang nilai siswa putri tertinggi 86, terendah 73 dan rata-rata 76 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam penguasaan materi lompat jauh gaya jongkok mengalami peningkatan setelah melalui pendekatan permainan dari sebelum pembelajaran lompat jauh gaya jongkok tanpa pendekatan permainan.
Pembelajaran pendidikan jasmani tidak hanya mengacu pada nilai saja, tetapi yang paling penting pada proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran ini guru harus membuat antusias siswa, keaktifan gerak siswa, dan senang/kegembiraan siswa. Tabel3: Menunjukkan perbandingan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya jongkok sebelum menggunakan pendekatan permainan dengan menggunakan pendekatan permainan pada siswa kelas V SD Negeri 6 Klampok, Purwareja Klampok, Banjarnegara.
Tabel 3: Banyak siswa atau prosentase pencapaian.
No Sikap Siswa
Banyak Siswa atau prosentase pencapaian
Kondisi awal siklus
pertama siklus ke dua
1 Antusias 11 siswa atau
41 %
19 siswa atau 70 %
24 siswa atau 89 %
2 Aktif bergerak 14 siswa atau
52 %
20 siswa atau 74 %
25 siswa atau 93 %
3 Senang 13 siswa atau
48 % 19 siswa atau 70 % 24 siswa atau 89 %
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
42
Berdasarkan tabel diatas sikap siswa sebelum penerapan pembelajaran melalui pendekatan permainan adalah: siswa yang antusias sebanyak 11 siswa atau 41 %, siswa yang aktif bergerak sebanyak 14 siswa atau 52 %, dan siswa yang senang sebanyak 13 siswa atau 48 %.
Sedangkan berdasarkan pengamatan observer sikap siswa tiap-tiap akhir siklus dalam mengikuti pembelajaran dengan pendekatan permainan adalah: Akhir siklus pertama siswa yang antusias sebanyak 19 siswa atau 70 %, siswa yang aktif bergerak sebanyak 20 siswa atau 74 %, dan siswa yang senang sebanyak 19 siswa atau 70 % dan pada akhir siklus ke dua siswa yang antusias sebanyak 24 siswa atau 89 %, siswa yang aktif bergerak sebanyak 25 siswa atau 93 %, dan siswa yang senang sebanyak 24 siswa atau 89 %.
Dan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan juga mendapat tanggapan yang baik dari siswa, ini tergambar dari hasil angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan. Hasil angket menunjukkan siswa yang menjawab senang sebanyak 24 siswa atau 89 %, yang menyatakan biasa-biasa saja sebanyak 3 Siswa atau 11 % dan yang menyatakan tidak senang tidak ada (terlampir). Dari hasil angket menunjukkan bahwa mayoritas siswa sangat antusias dan lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan. Alasan terbanyak adalah permainan yang diberikan cukup menarik, alasan terbanyak ke dua adalah cara guru mengajar bervariasi, sehingga tidak membosankan dan alasan terbanyak ke dua yang ke dua adalah tidak terlalu kesulitan dalam belajar teknik, alasan ke tiga adalah saya tidak merasa kesulitan dalam mengikuti permainan, alasan yang ke empat adalah penyampaian materi oleh guru cukup jelas dan penguasaan materi guru cukup baik, alasan yang ke lima adalah suasana kelas menyenangkan dan alasan yang terakhir tes yang diujikan sesuai materi yang telah diajarkan.
Pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan dibanding dengan nomor atletik lainnya, siswa menyatakan senang dengan alasan terbanyak permainan yang diberikan cukup menarik.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
43
Pendapat dan harapan siswa bahwa pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi lompat jauh gaya jongkok dengan pendekatan permainan siswa lebih tertarik karena didalamnya ada unsur bermainnya, tidak membosankan dan tidak terlalau sulit dalam belajar teknik.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
44
BAB V