BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
1. Siklus Pertama
Siklus pertama ini dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Agustus 2007 pada jam keempat sampai dengan keenam yaitu pukul 09.30 WIB sampai dengan pukul 11.45 WIB. Adapun materi yang dipelajari pada siklus pertama ini adalah pokok bahasan aktiva tetap dengan sub pokok bahasan pengertian aktiva tetap dan kartu aktiva tetap. Guru mitra yang mengajar dalam penelitian ini adalah Ibu C. Kusumastuti, S.Pd sebagai guru bidang studi Akuntansi kelas XI Akuntansi. Jumlah siswa kelas XI Akuntansi pada tahun ajaran 2006 – 2007 saat ini adalah 23 siswa dengan rincian 7 siswa laki- laki dan 16 siswa perempuan. Dari jumlah siswa tersebut, siswa yang hadir pada siklus pertama ini sebanyak 21 siswa. Berikut ini
diuraikan penerapan metode kooperatif tipe Teams Games Tournamens (TGT ) pada siklus pertama:
a. Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan persiapan dan perencanaan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Berikut ini disajikan langkah- langkah perencanaan yang diterapkan pada siklus I :
1) Peneliti dan guru mitra menggali data awal tentang karakteristik siswa untuk memetakan para siswa berdasarkan kemampuan akademiknya. Pemetaan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk membagi siswa dalam kelompok-kelompok yang heterogen. Siswa dengan prestasi atau nilai akademik tinggi akan ditempatkan pada ranking tinggi, siswa dengan prestasi sedang akan ditempatkan pada ranking sedang, dan siswa dengan prestasi rendah ditempatkan pada pada ranking bawah. Siswa pada tiap kelompok diberikan nomor dan selanjutnya dilakukan pengundian pada tiap-tiap kelompok secara acak. Dari hasil pengundian terbentuk empat kelompok dengan kemampuan akademik yang beragam. Empat kelompok yang terbentuk selanjutnya diberi nama hijau, kuning, merah dan pink. Setiap kelompok ditunjuk satu koordinator kelompok yang bertugas membuat papan nama sesuai dengan warna kelompoknya.
2) Peneliti dan guru mitra bersama-sama mempersiapkan perangkat pembela jaran yang akan digunakan. Perangkat pembelajaran
mencakup : Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP), materi presentasi (hand out), Lembar Kerja Siswa (LKS), meja turnamen, dan hadiah. Berikut ini disajikan uraian masing- masing perangkat pembelajaran :
(a) Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP)
RPP dibuat untuk satu kali pertemuan. RPP memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi, metode pembelajaran, sumber dan media pembelajaran, skenario pembelajaran, dan evaluasi yang kesemuanya telah dibuat secara rinci dan sistematis (lampiran 1). Materi ajar pada siklus pertama adalah pengertian aktiva tetap dan kartu aktiva tetap.
(b) Materi presentasi
Guru mitra dan peneliti bekerja sama membuat hand out dengan pokok bahasan aktiva tetap. Hand out akan dibagikan kepada koordinator kelompok. Koordinator kelompok bertugas untuk menggandakan hand out dan membagikannya pada setiap anggota kelompok. Isi hand out mencakup materi tentang aktiva tetap yang akan digunakan pada saat pembelajaran.
(c) Lembar Kerja Siswa (LKS)
LKS meliputi daftar pertanyaan dan soal-soal latihan. LKS dilengkapi dengan lembar kerja yang dimaksudkan untuk membantu siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan.
(d) Meja turnamen
Jumlah meja turnamen ada empat buah. Jumlah meja turnamen ini sesuai dengan jumlah kelompok yang dibentuk. Masing-masing meja disusun berjajar dan dilengkapi dengan papan nama kelompok.
(e) Hadiah
Hadiah dimaksudkan sebagai penghargaan bagi kelompok terbaik pada siklus pertama. Hadiah berwujud alat tulis (bolpoin).
3) Peneliti menyiapkan dan menyusun instrumen pengumpulan data. Instrumen pengumpulan data meliputi:
(a) lembar penilaian individu, lembar ini digunakan untuk mengukur tingkat ketuntasan belajar dan tingkat keberhasilan penerapan proses pembelajaran kooperatif tipe TGT. Cakupan isi lembar penilaian individu antara lain: keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, tingkat daya serap siswa, dan tingkat ketuntasan belajar siswa.
(b) lembar observasi kegiatan guru di kelas. Cakupan isi lembar observasi kegiatan guru antara lain: keterampilan guru dalam
menjelaskan dan mengorganisasikan pembelajaran kooperatif tipe TGT, keterampilan guru dalam mendampingi siswa belajar kelompok, dan keterampilan guru memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam belajar kelompok dan belajar mandiri. (c) lembar observasi partisipasi siswa dalam diskusi kelas.
Cakupan isi lembar observasi partisipasi siswa antara lain : keaktifan dan keterlibatan siswa dalam diskusi kelas, frekuensi keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dan total skor keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
(d) lembar observasi interaksi antar siswa dalam kegiatan kelompok kooperatif. Cakupan isi lembar observasi interaksi antar siswa dalam kegiatan kelompok kooperatif antara lain: keaktifan siswa mengikuti kegiatan diskusi kelompok, keterlibatan siswa dalam hal : mengambil giliran dan berbagi tugas dalam penngerjaan tugas, mengajukan dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi diskusi, serta menghargai saran dan pendapat teman satu kelompok.
(e) lembar penilaian kemampuan kelompok mengerjakan tugas kelompok dalam lembar kerja. Cakupan isi lembar penilaian kemampuan kelompok mengerjakan tugas kelompok dalam lembar kerja antara lain: daftar skor yang diperoleh siswa
dalam lembar kerja kelompok dan daftar skor yang diperoleh siswa dalam presentasi lembar kerja kelompok.
(f) lembar observasi kemampuan kelompok dalam mengikuti turnamen. Cakupan isi lembar observasi kemampuan kelompok dalam mengikuti turnamen adalah daftar skor yang diperoleh masing- masing kelompok dalam turnamen.
b. Tindakan
Pada tahap tindakan peneliti mengimplementasikan pembelajaran kooperatif tipe TGT sesuai dengan rencana tindakan. Langkah- langkah pada tahap ini sebagai berikut:
1) Presentasi kelas
Pada awal pembelajaran, guru menyampaikan materi pembelajaran tentang pengertian aktiva tetap dan kartu aktiva tetap. Penyajian materi dilakukan guru dengan melaksanakan presentasi di kelas dalam waktu +10 menit. Presentasi ini dilakukan guru dalam bentuk pengajaran langsung dengan metode ceramah dan diskusi kelas. Pada saat presentasi, guru juga memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka bagi seluruh siswa dalam kelas.
2) Membagi siswa dalam kelompok
Pembentukan kelompok sudah dilakukan guru pada tahap awal perencanaan pembelajaran. Jumlah kelompok yang dibentuk adalah empat kelompok siswa dengan anggota 5-6 orang. Pada
tahap ini guru hanya menyebutkan kembali nama- nama kelompok berikut anggota-anggotanya. Kemudian guru mempersilahkan masing- masing siswa untuk berkumpul dengan kelompoknya dan segera menempati meja yang telah diberi papan nama kelompok. Guru selanjutnya menjelaskan skenario pembelajaran kooperatif tipe TGT yang akan dilakukan.
3) Permainan (games)
Permainan (games) pada siklus pertama ini diberi nama pohon aktiva. Pada permainan ini guru dan peneliti menyiapkan potongan-potongan kertas yang diberi nama-nama aktiva berwujud dan aktiva tidak berwujud yang diberi tali gantungan pada setiap ujungnya. Potongan-potongan kertas tersebut disusun rapi dalam sebuah amplop. Setiap kelompok akan mendapatkan amplop yang berisi 10 jenis aktiva. Setiap kelompok bertugas mengklasifikasikan aktiva-aktiva tersebut dengan cara menggantungkannya pada pohon aktiva yang telah dinamai aktiva tetap berwujud dan tidak berwujud. Setelah semua kelompok membuat pohon aktiva dengan benar, masing- masing kelompok membuat kesimpulan dengan menjawab soal-soal diskusi yang telah diberikan dalam lembar kerja siswa. Pengerjaan soal-soal tersebut dilakukan siswa dengan mendiskusikannya dengan teman satu kelompok berdasarkan pemahaman yang mereka peroleh melalui permainan tersebut.
Setelah semua kelompok selesai dalam mengerjakan soal, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
4) Turnamen
Turnamen dilakukan setelah permainan selesai dilaksanakan. Turnamen pada siklus pertama ini diberi nama pertanyaan berantai. Pada sesi turnamen guru dan peneliti telah menyiapkan daftar jawaban dan pertanyaan dalam bentuk kartu dengan susunan jawaban di atas dan pertanyaan di bawah. Jawaban dan pertanyaan dalam setiap kartu disusun berantai dengan kartu yang lain. Jumlah kartu disesuaikan dengan jumlah siswa yang hadir pada saat itu. Dalam siklus pertama, jumlah siswa yang hadir di kelas sebanyak 21 siswa. Dengan demikian dibuat 21 kartu jawaban dan pertanyaan berantai. Setiap siswa mendapatkan satu buah kartu yang dibagikan secara acak. Sebagai pembuka turnamen, pertanyaan dimulai dari guru. Gur u mengajukan satu pertanyaan, dan siswa yang memegang kartu yang berisi jawaban pertanyaan guru harus segera menjawab. Apabila siswa yang seharusnya menjawab tetapi tidak menjawab, maka siswa tersebut mendapat point -10. Sedangkan siswa yang menjawab secara tepat akan mendapatkan point 10. Siswa yang menjawab pertanyaan dari guru dengan benar, kemudian membacakan pertanyaan yang ada dalam kartunya dan siswa yang lain harus siap dengan jawabannya. Siswa yang memiliki
jawaban pertanyaan yang dibacakan harus segera menjawab, bila dalam waktu yang ditentukan tidak menjawab atau jawaban salah maka ia mendapatkan point -10. Untuk siswa yang menjawab dengan benar atau memiliki jawaban benar, ia harus segera membacakan pertanyaan yang ada dalam kartunya dan siswa yang lain harus bersiap menjawab, demikian seterusnya sampai dengan kartu yang terakhir. Dalam turnamen ini berlaku aturan: bila jawaban salah -10, bila jawaban benar 10, dan bila tidak menjawab -10. Selama turnamen berlangsung, masing- masing kelompok harus dapat bekerja sama dengan baik untuk mendapatkan poin tertinggi.
5) Penghargaan kelompok
Skor yang diperoleh masing- masing kelompok dalam games dan turnamen dicatat. Pada tahap akhir dilakukan penjumlahan skor jawaban dan penyusunan ranking. Berdasarkan ranking ditentukan juara I dan juara II. Pada siklus pertama ini, kelompok terbaik pertama adalah kelompok orange dengan poin yang diperoleh sebanyak 69 dan kelompok terbaik kedua adalah kelompok pinky dengan poin yang diperoleh sebanyak 68. Guru selanjutnya memberikan hadiah bagi kedua kelompok tersebut berbentuk bingkisan yang berisi alat tulis yang berupa bolpoint.
c. Observasi
Hasil pengamatan (observasi) dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dipaparkan sebagai berikut :
1) Pengamatan terhadap guru
Pengamatan terhadap guru ini dilakukan bersamaan dengan dilaksanakannya tindakan pada siklus pertama. Aktivitas guru selama proses pembelajaran pada siklus pertama disajikan dalam tabel berikut ini :
Tabel 5.1
Aktivitas Guru Pada Siklus I
No Deskriptor SIKLUS I
1. Guru menjelaskan pembelajaran berbasis masalah dan kooperatif dengan tipe TGT
Ya 2 Guru mengorganisasikan bahasan yang bersifat
umum menjadi sub-sub pokok bahasan yang lebih sempit dan membantu siswa dalam pembelajaran tipe TGT
Ya
3 Guru memberikan materi yang akan dipelajari dalam kegiatan belajar mengajar melalui presentasi kelas
Ya 4 Guru memotivasi siswa agar terlibat dalam diskusi
kelompok
Ya 5 Guru mengajarkan pada siswa cara pembentukan
kelompok belajar dan memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dalam kelompok.
Ya
6 Guru membantu dan mengarahkan siswa dalam pengerjaan lembar kegiatan
Ya 7 Guru memberdayakan pertanyaan provokatif untuk
meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Tidak 8 Guru mendorong siswa untuk mendeskripsikan
masalah, mengkaji teori, konsep, prinsip, dan mengumpulkan informasi yang sesuai untuk mendapatkan pemecahan masalah.
Ya
9 Guru memastikan siswa mandiri dalam mencari sumber atau informasi untuk memecahkan masalah
Ya 10 Guru melakukan evaluasi hasil pembelajaran melalui
permainan dalam meja turnamen
11 Guru memotivasi siswa agar terlibat aktif dalam turnamen
Ya 12 Guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang
memiliki skor terbaik
Ya 13 Guru melakukan evaluasi terhadap hasil belajar
melalui ulangan pada akhir pokok bahasan
Ya Catatan : lihat lampiran 14a dan 14b
Tabel 5.1 menunjukkan bahwa secara umum guru mampu mengelola pembelajaran koperatif tipe TGT dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan telah dilakukannya 12 dari 13 kegiatan guru yang diamati peneliti. Dalam siklus pertama ini dapat kita lihat bahwa guru mampu menjelaskan dan mengorganisasikan pembelajaran kooperatif tipe TGT, guru melakukan presentasi kelas dengan baik, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dalam kelompok, guru memotivasi siwa untuk belajar mandiri serta terlibat aktif dalam kelompok, guru mendorong siswa untuk dapat memecahkan suatu masalah, guru melakukan evaluasi proses pembelajaran melalui games dan turnamen yang menjadi bagian dari pembelajaran kooperatif tipe TGT, guru memotivasi siwa untuk aktif dalam games maupun turnamen, guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan skor terbaik, dan mengadakan evaluasi hasil belajar melalui kuis pada akhir pembelajaran.
Sementara pada siklus I juga tampak bahwa guru belum memberdayakan pertanyaan provokatif kepada siswa. Hal ini ditunjukkan dari penyampaian oleh guru masih berupa pengertian-
pengertian, definisi-definisi, penggolongan aktiva tetap, dan macam- macam kartu aktiva tetap, belum masuk pada materi- materi yang lebih sulit, dalam hal ini materi yang berupa hitungan. Hal ini tampak dari pertanyaan yang diajukan guru antara lain: apa yang dimaksud dengan aktiva tetap, apa ya ng dimaksud dengan aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud, sebutkan contoh-contohnya, dsb.
2) Pengamatan terhadap siswa
Tabel 5.2
Keterlibatan Siswa Pada Siklus Pertama
No Kode Bobot Jenis Keterlibatan
Jumlah Siswa yang Terlibat (frekuensi) Total Skor (frekuensi x bobot) 1 A 1 Bertanya 1 1 2 B 2 Mengerjakan di papan tulis (presentasi) 4 8 3 C 3 Menyatakan definisi 1 3 4 D 4 Memberikan tanggapan atas pertanyaan guru
2 8
5 E 5 Menarik kesimpulan 0 0
6 F 6 Menemukan konsep 0 0
Jumlah siswa yang terlibat 8
Jumlah siswa yang hadir 21
Catatan : lihat lampiran 15
Tabel 5.2 menunjukkan bahwa siswa yang terlibat sebanyak 8 anak. Dengan demikian tingkat keterlibatan siswa pada siklus I sebesar 38,10 % dan berada pada kualifikasi sangat rendah. Bentuk keterlibatan siswa pada siklus I dengan capaian skor tertinggi adalah siswa memberikan tanggapan atas pertanyaan guru dan
mengerjakan di papan tulis (presentasi). Pada saat pembelajaran di kelas, guru yang lebih banyak memberikan pertanyaan terbuka yang memungkinkan siswa berproses dan membangun pola pikir siswa dalam proses pembelajaran. Keterlibatan siswa mengerjakan di papan tulis (presentasi) merupakan suatu jenis keterlibatan yang wajib dilakukan siswa sebagai bentuk pengungkapan potensi dan salah satu upaya dari siswa untuk mengkomunikasikan ide/ gagasan mereka dalam bentuk lisan maupun tertulis.
Pada siklus pertama keterlibatan siswa dalam bentuk bertanya masih sedikit. Hal ini kemungkinan disebabkan siswa masih malu, engga n, atau kurang percaya diri untuk mengajukan sebuah pertanyaan kepada guru. Demikian juga dengan bentuk keterlibatan dengan menyatakan suatu definisi masih sedikit. Diduga hal ini disebabkan siswa masih malu dan kurang percaya diri untuk menyatakan pendapatnya. Bentuk keterlibatan siswa yakni menarik kesimpulan dan menemukan konsep juga belum tampak pada siklus I. Hal demikian disebabkan siswa masih cenderung pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada siklus I tampak bahwa siswa hanya menunggu penjelasan dari guru dan mereka belum mau mencoba untuk mencari bahkan menemukan konsep secara mandiri.
3) Pengamatan terhadap kelas
Tabel 5.3
Pengamatan terhadap Kelas
No Aspek yang Diamati Skor
Pengamatan Siklus I
Nilai Kategori A Hubungan/kerja sama antar siswa :
1. pembauran 3 Baik 2. kepuasan 2 Cukup 3. demokrasi 3 Baik 4. kepekaan 2 Cukup 5. kepedulian 2 Cukup 6. kekompakan 3 Baik 7. persaingan 3 Baik
8. motivasi tinggi 3 Baik
B Lingkungan kelas :
1.perangkat pembelajaran tersedia lengkap
4 Amat Baik 2.terorganisir dengan baik dan
efisien
2 Cukup
3. aktif dan produktif 3 Baik
C Tata Tertib :
1. ada sanksi/teguran 2 Cukup
2. pembelajaran berjalan tertib 2 Cukup
Skor Rata-rata Siklus I 2,61
Nilai Kategori Cukup
Keterangan :
Skor Nilai Mutu 4 Amat Baik
3 Baik
2 Cukup
1 Kurang
0 Jelek
Catatan : lihat lampiran 16
Tabel 5.3 menunjukkan bahwa suasana kelas cukup kondusif dalam proses pembelajaran. Kondisi kelas pada siklus I dipandang cukup mend ukung proses pembelajaran. Hal ini
ditunjukkan dari capaian skor rata-rata 2,61 yang masuk pada kategori cukup. Berdasarkan pengamatan, hal ini disebabkan pada siklus I ini banyak sekali penyesuaian-penyesuaian yang dialami siswa yang berkaitan dengan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT yang baru pertama kali diterapkan oleh guru.
Pengamatan terhadap kelas dapat dilihat dari tiga aspek yaitu : hubungan kerja sama antar siswa, lingkungan kelas, dan tata tertib kelas. Dalam aspek hubungan kerja sama antar siswa tampak bahwa hubungan kerja sama antar siswa dalam hal pembauran, demokrasi, kekompakan, persaingan, dan motivasi tinggi berada dalam kategori baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pembauran yang baik melalui terbentuknya kelompok-kelompok yang heterogen untuk menghindari adanya pengelompokan-pengelompokan siswa dalam kelas, setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk memberikan saran atau pendapatnya (demokrasi), hampir semua siswa dalam kelompok bekerja sama dengan baik dalam pengerjaan tugas (kekompakan), hampir semua siswa dalam kelas menghendaki pekerjaan lebih baik dari kelompok lain (persaingan), dan sebagian besar siswa merasa tertantang untuk ikut terlibat dalam proses pembelajaran (motivasi tinggi). Sementara dalam hal kepuasan, kepekaan, dan kepedulian berada dalam kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa siswa yang tidak puas dengan kerja timnya yang disebabkan adanya anggota kelompok yang masih
pasif dan kurang peka dengan tugas-tugasnya, dan siswa-siswa tertentu tidak peduli dengan tugas-tugas kelompoknya serta kurang menghargai siswa lainnya. Sedangkan pada aspek lingkungan kelas tampak bahwa perangkat pembelajaran pada siklus I telah tersedia dengan lengkap sera aktif dan produktif untuk mendukung proses pembelajaran. Namun, dalam teknis pelaksanaannya guru mitra belum dapat menggunakannya dengan efektif dan efisien. Hal ini ditunjukkan dengan waktu pelaksanaan games dan turnamen yang mundur terlalu jauh dari perencanaan. Pada aspek tata tertib, sanksi/teguran dan pembelajaran berjalan tertib berada pada kategori cukup. Guru telah memberikan teguran pada siswa yang mengganggu proses pembelajaran, tetapi masih ada siswa yang mengabaikan teguran guru tersebut. Namun demikian, masalah tersebut dapat teratasi dan proses pembelajaran pada siklus I dapat berjalan tertib.
d. Refleksi
Pada tahap ini dilaksanakan analisis, evaluasi, pemaknaan, dan penyimpulan hasil observasi terhadap tingkat pemahaman siswa. Refleksi yang dilakukan merupakan refleksi segera setelah pertemuan berakhir sekaligus sebagai refleksi pada akhir siklus pertama. Berikut ini dipaparkan hasil refleksi siklus pertama:
Tabel 5.4
Kesan Guru Mitra Terhadap Perangkat Pembelajaran dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Siklus I
No Uraian Komentar Guru
1 Penilaian guru tentang komponen pembelajaran :
a. Materi Ajar
b. LKS
c. Soal Kuis/Tes bab
d. Contoh RPP
e. Kunci LKS
f. Tes Hasil Belajar g. Suasana Kelas h. Cara Kerja Siswa
i. Keterampilan Kooperatif yang dilatihkan
Bisa dipahami
Tersedia dengan baik
Mencakup semua materi
Sesuai dengan kurikulum KTSP Baik/sesuai dengan pertanyaan Cukup Lancar Kompak
Berlangsung baik meski ada permainan butuh waktu lebih
2 Selama kerja kelompok siswa : a. Mendengarkan orang lain b. Mengajukan pertanyaan c. Mengorganisasikan ide- idenya d. Mengorganisasikan kelompok e. Mengacaukan kegiatan f. Melamun Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak 3 Keuntungan yang diperoleh dalam
merencanakan dan menerapkan rencana pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang berorientasi model pembelajaran kooperatif tipe TGT
• Variasi dalam model pembelajaran
• Pembelajaran reflektif: siswa dapat
menemukan sesuatu melalui pengalaman
diri sendiri 4 Hambatan yang mungkin akan
ditemui, jika nanti guru akan merencanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT seperti yang telah dilakukan
Persiapan dalam perangkat pembelajaran butuh waktu dan biaya lebih
5 Apakah siswa berminat untuk mengikuti KBM yang telah dilakukan dan KBM berikutnya yang akan dilakukan
Ya, karena model pembelajaran tersebut merupakan variasi dalam pembelajaran dan adanya penghargaan kelompok lebih memotivasi siswa dalam belajar
Catatan : lihat lampiran 17
Tabel 5.4 memperlihatkan kesan guru mitra terhadap perangkat pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe TGT setelah melakukan serangkaian proses belajar mengajar dengan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Secara umum guru mitra menganggap perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan cukup membantu dalam proses belajar mengajar pokok bahasan aktiva tetap dan sangat bermanfaat, baik bagi guru sendiri, terlebih bagi siswa. Selama kerja kelompok siswa mengikuti dengan baik dan tidak mengacaukan kegiatan ataupun melamun.
Penilaian guru mitra terhadap komponen pembelajaran antara lain guru mitra berpendapat bahwa materi ajar yang dipakai dapat membantu dan bisa dipahami oleh siswa, lembar kerja siswa (LKS) tersedia dengan baik, soal kuis telah mencakup semua materi, RPP yang dirancang telah sesuai dengan kurikulum KTSP, kunci
LKS baik dan telah sesuai dengan pertanyaan, tes hasil belajar baik karena sebagian besar siswa memperoleh nilai tinggi, suasana kelas terkondisi dengan baik, cara kerja siswa kompak, dan keterampilan kooperatif yang dilatihkan dapat berlangsung dengan baik.
Penilaian guru selama kerja kelompok berlangsung antara lain siswa mendengarkan orang lain dan ide atau saran dari anggota kelompoknya, mengajukan pertanyaan baik kepada guru maupun teman dalam satu kelompok, siswa mengorganisasikan ide- idenya dalam pengerjaan tugas kelompok, siswa mengorganisasikan kelompoknya dalam hal pembagian tugas bagi masing- masing anggota kelompok, tidak ada siswa yang mengacaukan kegiatan maupun melamun selama proses pembelajaran berlangsung.
Keuntungan yang diperoleh guru adalah pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat digunakan sebagai variasi model pembelajaran dan mendorong siswa untuk belajar mandiri yang berasal dari pengalaman. Menurut guru mitra, siswa akan lebih berminat untuk belajar dengan metode ini. Selain itu, penghargaan kelompok dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran dan persaingan yang sehat antar siswa.
Menurut guru mitra hambatan yang mungkin akan ditemui bila guru akan merencanakan kegiatan pembela jaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah persiapan dalam perangkat pembelajaran yang memb utuhkan waktu
dan biaya lebih. Guru menganggap bahwa persiapan dalam perangkat pembelajaran kooperatif tipe TGT memerlukan waktu yang panjang bila melihat kesibukan yang harus dihadapi guru serta biaya yang lebih mengingat banyaknya alat dan bahan yang akan dipakai dalam proses pembelajaran. Namun demikian, guru mitra merasa yakin bahwa bila model pembelajaran tersebut diterapkan kembali siswa akan berminat untuk mengikuti kegiatan belajar- mengajar yang akan dilakukan.