• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILIKON ADISI (PVS)

2.3 Silikon Adisi (Polivinil Siloksan)

Silikon adisi sering disebut bahan cetak polyvinyl siloxane (PVS) atau vinyl polysiloxane (VPS).18 Bahan cetak PVS ini memiliki perubahan dimensi paling kecil (0,05%) setelah pengerasan dibanding dengan bahan cetak hidrokoloid dan bahan cetak elastomer lainnya. Selain itu, bahan cetak PVS memiliki sifat fleksibilitas yang tinggi setelah dilepaskan dari daerah gerong dan tahan terhadap robekan. Hasil cetakan PVS dapat diisi beberapa kali dan mempunyai stabilitas dimensi yang baik selama seminggu tanpa mengalami distorsi. Oleh karena itu, banyak dokter gigi mengirim hasil cetakan ke laboratorium dental dan hasil cetakan PVS ini yang diisi beberapa hari kemudian.17

Indikasi penggunaan dari bahan cetak PVS adalah pencetakan pada pembuatan gigitiruan cekat, pencetakan pada pembuatan inlay, onlay, mahkota dan jembatan serta pada pembuatan implan. Kontraindikasi dari penggunaan bahan cetak PVS adalah penggunaan sarung tangan lateks bersulfur pada saat memanipulasi putty dari bahan cetak PVS.25

2.3.1 Komposisi

Bahan cetak PVS tersedia dalam bentuk 2 sistem komponen yaitu basis (base) dan katalis (Gambar 1). Basis mengandung polymethyl hydrogen siloxane, bahan pengisi (filler), silanol serta pre-polimer siloksan lain. Katalis mengandung divinyl polydimethyl siloxane, bahan pengisi (filler), garam platinum sebagai katalis serta pre-polimer lain.18,25

Gambar 1 . Struktur kimia silikon prepolimer pada pasta bahan cetak silikon adisi. (a) Pasta mengandung Si-H (b) Pasta mengandung Si-CH=CH2 22

2.3.2 Sifat

Bahan cetak PVS lebih disukai dari bahan cetak elastomer lain karena waktu pengerasan dari bahan PVS lebih singkat dan memiliki sifat elastis yang paling ideal. Sifat elastis ini berguna pada saat bahan cetak dikeluarkan dari daerah gerong di dalam mulut dan ketahanan bahan cetak PVS terhadap sobekan cukup baik. Beberapa pabrik juga telah memodifikasi dan menambahkan barium sulfat pada bahan PVS untuk meningkatkan radiopasitas agar bahan ini dapat terdeteksi secara radiografis.22,26

Selain itu, bahan cetak PVS mempunyai stabilitas dimensi dan keakuratan dimensi yang baik. Perubahan dimensi bahan cetak PVS yang dibiarkan selama 24 jam sangat sedikit mengalami perubahan yaitu hanya -0,1%, dimana perubahan dimensi bahan PVS ini paling rendah dibanding bahan cetak elastomer lain. Bahan cetak PVS dapat ditunda pengisiannya sampai dengan 1 minggu tanpa terjadi perubahan dimensi yang signifikan.18,20,22,26

Sifat bahan PVS yang hidrofobik menyebabkan sulitnya membasahi permukaan, sehingga sulit untuk mengisi bahan cetak dengan bahan pengisi yang bebas gelembung udara. Sudut kontak air pada bahan hidrofobik ± 95º, sedangkan pada bahan hidrofilik ± 30º. Oleh karena itu, pabrik membuat bahan cetak PVS lebih hidrofilik dengan penambahan bahan surfaktan yang memungkinkan bahan cetak PVS membasahi jaringan lunak lebih baik dan dapat diisi dengan bahan pengisi (gips, gips keras) secara lebih efektif ke dalam pasta.18

Bahan cetak PVS dapat menghasilkan gas hidrogen sebagai reaksi sampingan bila polimerisasi bahan PVS tidak sempurna. Gas hidrogen ini dapat menyebabkan

poreus pada model gips yang langsung diisi setelah cetakan dikeluarkan dari mulut. Oleh karena itu, pabrik sering menambahkan logam mulia seperti platinum atau paladium untuk bertindak sebagai pembersih gas hidrogen.18,21

Kontaminasi sulfur dari sarung tangan lateks menghambat pengerasan bahan cetak PVS. Senyawa sulfur dapat berpindah ke gigi yang dipreparasi dan jaringan lunak ketika melakukan preparasi, melakukan retraksi jaringan lunak dan ketika melakukan pengadukan putty dengan tangan. Senyawa sulfur dapat mempengaruhi kerja platinum yang berfungsi seperti katalis, menghambat polimerisasi pada daerah bahan cetak yang terkontaminasi dan menghasilkan distorsi pada hasil cetakan. Dengan mencuci sarung tangan dengan detergen atau air sebelum mengaduk bahan cetak dapat mengurangi efek kontaminasi senyawa sulfur tersebut.18,21

2.3.3 Manipulasi

Bahan PVS terdiri dari 6 jenis viskositas/kekentalan yaitu light (wash), extra light (injection), medium (regular), monophase, heavy dan extra heavy (putty). Polivinil siloksan yang viskositasnya rendah dikemas dalam 2 pasta, sedangkan bahan putty dikemas dalam 2 wadah yang terdiri dari bahan basis dengan kekentalan tinggi dan bahan katalis. Bahan basis dan katalis mengandung bahan serupa, kedua bahan ini memiliki kekentalan yang hampir sama sehingga bahan cetak ini lebih mudah diaduk.17,18

Pada awalnya bahan cetak PVS yang terdiri dari 2 pasta yang terdiri dari basis dan katalis diaduk secara manual pada kertas pengaduk atau pelat kaca. Kedua pasta dengan warna berbeda diaduk secara merata dengan gerakan sirkuler hingga

warnanya homogen. Seiring dengan perkembangan zaman, pabrik memproduksi alat pengaduk dengan sistem static automixing dan dynamic mechanical mixing.20-22

Sistem static automixing atau sistem dual catridge (Gambar 2) menggunakan alat seperti gun (pistol). Hasil pengadukan dengan gun ini dapat langsung dimasukkan ke dalam syringe injeksi atau pada sendok cetak. Hasil pengadukan degan sistem static automixing atau dual catridge menghasilkan bahan cetak dengan gelembung udara yang lebih sedikit. Kerugian dari sistem ini adalah perlunya pergantian ujung (tip) dari gun setiap kali pengadukan dan terbuangnya sejumlah bahan cetak yang terdapat pada ujung (tip).18-22

Gambar 2 . Pistol pengaduk (Mixing gun) dengan sistem dual catridge dan bahan PVS Spident light body (wash)22

Sistem dynamic mechanical mixing menggunakan alat seperti mesin pengaduk (Gambar 3). Basis dan katalis dikemas dalam bentuk catridge dan dimasukkan ke dalam mesin pengaduk. Keuntungan dari sistem ini adalah penggunaannya yang

mudah, proses pengadukan cepat, hasil pengadukan bahan cetak merata dan lebih sedikit gelembung udara dibanding pengadukan dengan tangan. Kerugiannya antara lain harga mesin pengaduk yang mahal dan sejumlah bahan cetak terbuang.20-22

Gambar 3. Mesin pengaduk (Mechanical mixer) untuk bahan cetak polivinil siloksan 22

2.3.4 Keuntungan dan Kerugian

Tabel 2. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DARI BAHAN CETAK POLIVINIL SILOKSAN 17,25

Keuntungan Kerugian

Hasil cetakan akurat Hidrofobik

Mudah dimanipulasi

Terdapat banyak jenis viskositas Dapat terkontaminasi oleh sarung tangan lateks

Setting time cepat

Stabilitas dimensi yang baik Mahal

Daya tahan robekan sedang

Distorsi lebih sedikit Pengerasan terpengaruh oleh suhu dan kelembaban

Dokumen terkait