• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Kerangka Teori

3. Simpanan

Menurut UU No. 12 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah,

simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh nasabah kepada bank

syariah dan/atau UUS berdasarkan akad wadi’ah atau akad lain yang

tidak bertentangan dengan prinsip syariah dalam bentuk giro, tabungan,

atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Dana simpanan

merupakan dana pihak ketiga atau dana masyarakat yang dititipkan dan

disimpan oleh bank, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat

tanpa pemberitahuan terlebih dulu kepada bank dengan media penarikan

tertentu (Zulkifli, 2003: 93).

a. Konsep Dasar Pengelolaan Simpanan KJKS BMT

Pelayanan jasa simpanan yang dilakukan oleh KJKS BMT

adalah bentuk simpanan yang terikat dan tidak terikat atas jangka

waktu dan syarat-syarat tertentu dalam pernyertaan dan

penarikannya.Akad simpanan yang biasa digunakan KJKS BMT

1) Wadi’ah

Wadi’ah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus

dijaga dan dikembalikan kapan saja apabila si penitip

menghendaki. Prinsip dasar wadi’ah menyebutkan bahwa seorang

penitip wajib membayar seluruh biaya yang dikeluarkan pihak

yang dititipi untuk keperluan pemeliharaan barang yang dititipkan

tersebut, di samping imbalan jasa dalam jumlah yang pantas

sesuai kadar kepatuhan atau berdasarkan kesepakatan antara

kedua belah pihak pada waktu perjanjian wadi’ah dibuat. Dengan demikian KJKS BMT boleh memungut biaya administrasi dari

anggota yang menitipkan uangnya di KJKS BMT, sedangkan

anggota wajib memenuhinya sebagai jasa yang diberikan KJKS

BMT dalam memelihara keamanan harta (dana) yang dititikan

anggota kepadanya (Sumiyanto, 2008: 110-111). Berikut dasar

hukum akad wadi’ah :

a) QS. Al-Baqarah (2) : 283

ِقَّتَيْل َو ُهَتَناَمَأ َنِمُتْؤا يِذَّلا ِِّدَؤُيْلَف اًضْعَب ْمُكُضْعَب َنِمَأ ْنِإَف ُهَّب ََ َهَّللا

Artinya : Tetapi, jika sebagia kamu mempercayai sebagian

yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya

(hutangnya) dan hendaknya ia bertakwa kepada Allah,

b) QS. An-Nisa’ (4) : 58

ِتاَناَمَ ْلْا اوُّدَؤُت ْنَأ ْمُكُرُمْأَي َهَّللا َّنِإ ۚ ِلْدَعْلاِب اوُمُكْحَت ْنَأ ِساَّنلا َنْيَب ْمُتْمَكَح اَذِإ َو اَهِلْهَأ ٰىَلِإ

ا ًري ِصَب اًعيِمَ َناَك َهَّللا َّنِإ ۗ ِهِب ْمُكُظِعَي اَّمِعِن َهَّللا َّنِإ Artinya : Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan

amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu

menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu

menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang

memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha

Mendengar, Maha Melihat.

c) Serahkanlah amanat kepada orang yang mempercayaimu dan

janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu.

(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim)

d) Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW

bersabda, “Tunaikanlah amanat (titipan) kepada yang berhak

menerimanya dan janganlah membalas khianat seseorang

yang telah menghianatimu”. (HR. Abu Dawud dan Ar

-Tirmidzi)

e) Dari Ibnu Umar, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW

bersabda, “Tiada kesempurnaan iman bagi setiap orang yang

tidak beramanat dan tiada shalat bagi orang yang tidak

2) Simpanan Berjangka (Mudharabah)

Dalam prinsip ini, penyimpan bertindak sebagia pemilik dana

(shahib al-mal), sedangkan BMT sebagai pengelola usaha

(mudharib). Dana yang dikumpulkan oleh BMT dengan prinsip

mudharabah ini dimanfaatkan lalu disalurkan dalam pembiayaan,

baik dalam bentuk murabahah maupun ijarah. Apabila BMT

memggunakan dana yang dihimpunnya juga dalam pembiayaan

mudharabah, pihak BMT bertanggung jawab terhadap

kemungkinan kerugian yang akan terjadi.

a) Mudharabah muthlaqah. Dalam konsep mudharabah ini tidak

ada pembatasan bagi pihak BMT dalam menggunakan dana

yang berhasil dihimpun. Dengan kata lain, pihak anggota

sama sekali tidak memberikan persyaratan apapun kepada

pihak BMT mengenai jenis usaha, penggunaan akad, atau

peruntukan dana. Berikut syarat yang menyertai produk ini :

1. Pihak BMT wajib memberitahukan kepada para pemilik

dana mengenai nisbah serta hal-hal yang berkaitan dengan

pemberitahuan dana/atau pembagian keuntungan sekaligus

resiko yang dapat terjadi. Apabila kesepakatan telah

tercapai, hal tersebut harus dicantumkan dalam akad.

2. Untuk penghimpunan dana dengan bentuk tabungan

mudharabah, BMT dapat memberikan buku tabungan

3. Tabungan mudharabah dapat diambil setiap saat oleh

penabung sesuai dengan perjanjian yang disepakati, tetapi

tidak diperkenankan untuk mengalami saldo negatif.

4. Deposito dengan akad mudharabah hanya dapat dicairkan

sesuai dengan tempo yang disepakati.

b) Mudharabah muqayyadah. Merupakan penghimpunan dana

yang berbentuk simpanan khusus dimana pihak pemilik dana

dapat menerapkan syarat-syarat tertentu yang harus dipatuhi

BMT (Huda, 2016: 76-79).

b. Pemasaran Produk Simpanan

Dalam memasarkan produk simpanan, ada beberapa strategi

yang diterapkan KJKS BMT, antara lain sebagai berikut :

1) Penerapan target dan insentifnya. Dalam hal ini harus ditetapkan

beberapa target funding (nominal per-produk simpanan dan

jumlah customer) yang akan dihimpun hingga target

per-individu marketer agar jelas arah kebijakan funding-nya. Dengan

demikian harus diformalusasikan pola insentif untuk

fundingyang adil (fair) dan transparan.

2) Melakukan inovasi pendanaan.

3) Pencitraan (brand image). Mewujudkan bahwa KJKS BMT

dikelolasecara professional (baik SDM, pembukuan, dan

pelayanan). Secarakelembagaan harus diupayakan meraih

menanamkan bahwa KJKS BMT adalahlembaga dari, oleh dan

untuk umat. Menanamkan bahwa KJKS BMTadalah sebagai

sebuah lembaga yang strategis untuk memberdayakanumat baik

ekonomi, pola pikir dan ketaqwaan. KJKS BMT

mampumendekati dan dekat dengan masyarakat muslim

khususnya aghniaserta pengusaha muslim. Mewujudkan dan

membuktikan bahwasimpanan dialokasikan untuk peningkatan

kualitas hidup umat.

4) Keunggulan produk. Misalnya, bagi hasil simpanan bersaing

denganlembaga lain, minimal sama. Dari segi pelayanan,

prosedurpembiayaan dan simpanan aman, mudah dan

profesional. Pengelola KJKS BMT berinisiatif untuk

memberikan pelayanan yang mantap kepadaanggota.

5) Transparansi dan akuntabilitas. Membuktikan bahwa simpanan

aggotaaman dan pengelola bersikap amanah.

6) Ekspansi pendanaan. Membuka diri menggalang kerja sama

danproaktif (sehingga memungkinkan mendapat dana-dana dari

lembaga lain).

Adapun teknik yang digunakan dalam pemasaran produk

funding ini adalah :

1) Promosi atau iklan. Ini dapat dilakukan dengan mengirim

surat-suratbaik berisi informasi, laporan perkembangan, permohonan

2) Pendekatan. Ini dapat dilakukan dengan aktif mengadakan

pertemuan dan pengajian yang menghimpun potensi umat Islam,

menyebarkan opini tentang ekonomi syariah, zakat dan

haramnyariba, presentasi di setiap waktu kesempatan di

kalangan umat Islam(masyarakat umum, pedagang, pengusaha,

tokoh, birokrat, dan lain-lain) dan pendekatan langsung

(anjangsana) ke calon anggota potensial.

3) Menjalin kerjasama. Ini dapat dilakukan dengan pembuatan

proposal-proposal kerjasama dengan lembaga terkait lain seperti

BAZDA dan Pemda, melakukan penjajakan dengan pihak

perbankan untuk melakukan executing dan chanelling

pembiayaan(Sumiyanto, 2008: 117-118).

c. Praktik Pengelolaan Simpanan

Dalam praktiknya, simpanan KJKS BMT dapat dibagi dengan

berbagai jenis kebutuhan dan keinginan anggotanya. Secara umum,

simpanan pada KJKS BMT dapat dikelompokkan ke dalam empat

jenis, yaitu :

1) Simpanan pokok dan simpanan wajib. Kedua simpanan ini

merupakan bentuk pemupukan modal yang berasal dari anggota.

2) Simpanan biasa (mudharabah dan wadi’ah). Ini merupakan simpanan yang dapat disetor dan ditarik kapan saja.

3) Simpanan spesial. Ini umumnya meliputi jenis-jenis simpanan

khusus untuk keperluan tertentu seperti walimah, qurban, hari

raya, wisata, aqiqah, dan lain-lainnya.

4) Simpanan berjangka mudharabahdengan kategori 1, 3, 6, dan 12

bulan.

Dalam praktiknya, pengelolaan simpanan pada KJKS BMT

dapat diterapkan beberapa peraturan, baik bersifat umum maupun

khusus pada simpanan-simpanan tertentu. Kebijakan yang dapat

diterapkan secara umum pada setiap produk simapanan KJKS BMT

adalah sebagai berikut :

1) Simpanan hanya diperuntukkan kepada anggota kelompok

simpan pinjam sebagaimana juga untuk penyalurannya dalam

bentuk pembiayaan yang diperuntukkan hanya untuk anggota.

2) KJKS BMT harus menerbitkan buku tabungan anggota untuk

setiap anggota dan mengadministrasi kartu rekening atas nama

anggota.

3) Apabila ada perbedaan saldo antara buku simpanan anggota

dengan kartu rekening yang ada pada KJKS BMT, maka sebagai

patokan sementara (sampai terdapat penyesuaian) adalah saldo

yang berada pada rekening KJKS BMT.

4) Simpanan anggota merupakan syarat untuk mendapatkan

fasilitas pembiayaan dari KJKS BMT (Sumiyanto, 2008:

40 BAB III

GAMBARAN OBJEK PENELITIAN

A.Gambaran Umum BMT Syamil Ampel

BMT SYAMIL merupakan lembaga keuangan mikro syari’ah yang

berbadan hukum Koperasi,yang mulai beroperasional di Ampel pada tahun

2009. Awal berdirinya merupakan Cabang Otonom dari KJKS BMT

Syari’ah Sejahtera Boyolali, yang kemudian di awal tahun 2012

memutuskan untuk memisahkan diri dari BMT Syari’ah Sejahtera dan

berdiri sendiri dengan nama KJKS BMT SYAMIL.Pada tahun 2016,

terjadi perubahan anggaran dasar yang disepakati oleh seluruh anggota

pada Rapat Anggota Luar biasa, salah satu perubahan tersebut terkait

dengan nama KJKS BMT SYAMIL yang berubah menjadi KSPPS BMT

SYAMIL. BMT SYAMIL beralamat di Jl. Ampel-Candi (Depan SMP 1

Ampel),Ampel, Boyolali 57352

B.Visi dan Misi

Semua lembaga atau perusahaan pasti memiliki visi dan misi yang

diterapkan dalam pelaksanaan oprasional sehari-hari untuk mencapai

sasaran, termasuk BMT Syamil Ampel. Berikut merupakan visi dan misi

BMT Syamil dalam menjalankan kegiatan operasionalnya:

Misi:

1. Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup anggota pada khususnya

dan masyarakat pada umumnya.

2. Sebagai wadah pemberdayaan ekonomi anggota pada khususnya dan

masyarakat pada umumnya.

3. Sebagai gerakan ekonomi rakyat serta ikut membangun tataran

perekonomian nasional.

4. Sebagai alternatif pilihan model pengelolaan usaha koperasi.

C.Struktur Organisasi

Gambar 3.1.Struktur Organisasi BMT Syamil Ampel

D.Susunan Manajemen BMT Syamil Ampel 1. Pengurus

a. Ketua : Nur Arifin, A.Md

RAPAT ANGGOTA DPS PENGAWAS MANAJEMEN PENGURUS MANAJER ADMINISTRASI MARKETING FUNDING LENDING TELLER (KASIR)

b. Sekretaris : Joko Purnomo, M.Pd

c. Bendahara : Arif Nugroho Rachman

2. Pengawas

a. Dewan Pengawas Syariah

1) Ketua : Ahmad Mifdlol Muthohar, Lc.,M.Si

2) Anggota : Nur Muhammad

b. Pengawas Managemen

1) Ketua : Ahmad Hasyim, S.Si

2) Anggota : Sri Mulyanto, S.Pd

3) Anggota : Nuryantiningsih

3. Pengelola

a. Manager : Sumiyati, S.Hi

b. Teller dan Admin : Fitri Yunia Romadhoni, A.Md.Ei

c. Markting : Eva Hindun Khasanah A.Md

Eko Prasetyo A.Md.Ei

E.Tujuan Pokok dan Fungsi Pengurus, Pengawas, dan Pengelelola 1. Pengawas Syari’ah

a. Bertanggung jawab kepada : Rapat Aggota (RA)

b. Fungsi : Mengawasi jalannya kegiatan usaha KJKS BMT

SYAMIL agar tidak menyimpang dari koridor Syari’ah dan norma

yang berkembang ditengah- tengah masyarakat.

c. Tugas Pokok dan Tanggung Jawab Pengawas Syari’ah yaitu

1) Memberikan penilaian terhadap keputusan kegiatan KJKS BMT

SYAMIL terutama yang menyangkut dengan aspek Syari’ah.

2) Mengawasi dan menjaga agar kegiatan usaha KJKS BMT

SYAMIL tidak menyimpang dari prinsip- prinsip Syari’ah.

3) Memberikan saran kepada Pengurus dan Manager, baik diminta

maupun tidak diminta terutama yang berkaitan dengan

pengelolaan sistem syari’ah.

4) Menelaah dan menganalisa produk KJKS BMT SYAMIL dari

segi syari’ah.

5) Membuat laporan hasil pengawasan yang disampaikan dalam

Rapat Anggota.

d. Tugas Khusus Pengawas Syari’ah yaitu : mengembangkan

kemampuan diri melalui training dan sebagainya.

2. Pengawas Manajemen

a. Bertanggung jawab kepada : Rapat Anggota (RA)

b. Fungsi : Mengawasi jalannya kegiatan usaha KJKS BMT

SYAMIL agar tidak menyimpang dari ketentuan yang telah

ditetapkan dalam Rapat Anggota.

c. Tugas pokok dan tanggung jawab Pengawas Manajemen yaitu :

1) Memberikan penilaian terhadap keputusan kegiatan KJKS BMT

2) Mengawasi dan menjaga agar kegiatan usaha KJKS BMT

SYAMIL tidak menyimpang dari ketentuan yang telah

ditetapkan dalam Rapat Anggota.

3) Memberikan saran kepada Pengurus dan Manager, baik diminta

maupun tidak diminta.

4) Melakukan audit terhadap pengelolaan KJKS BMT SYAMIL.

5) Membuat laporan hasil pengawasan yang disampaikan dalam

Rapat Anggota.

d. Tugas Khusus Pengawas Manajemen yaitu :

1) Melakukan tugas-tugas khusus yang diamanatkan oleh Rapat

Anggota.

2) Mengembangkan kemampuan diri melalui training dan

sebagainya.

3. Ketua

a. Bertanggung jawab kepada : Rapat Anggota

b. Membawahi :

1) Sekretaris

2) Bendahara

3) Manager

c. Fungsi Ketua yaitu :

1) Menentukan arah kegiatan dan mengelola organisasi secara

keseluruhan demi terwujudnya visi dan misi serta tujuan KJKS

2) Memimpin jalannya KJKS BMT SYAMIL secara professional

dan amanah.

3) Bertanggung jawab terhadap kinerja KJKS BMT SYAMIL baik

secara intern dan ekstern.

4) Mewakili KJKS BMT SYAMIL dalam melakukan tindakan

keluar baik yang bersifat pertemuan, negosiasi, penandatanganan

kerjasama, undangan maupun kepentingan lainnya.

5) Menjaga kelangsungan dan pengembangan usaha KJKS BMT

SYAMIL yang telah ditetapkan oleh pengurus dalam RAT.

6) Melaksanakan program kerja sesuai dengan AD/ART dan

kesepakatan Rapat Anggota.

7) Mengawasi dan memonitoring tugas-tugas pengelola.

8) Memproses rekruitmen dan pemberhentian anggota.

d. Tugas Pokok dan Tanggung Jawab Ketua :

1) Menyelenggarakan RAT.

2) Menyusun rencana strategis (Renstra) yang mencakup, visi dan

misi, tujuan dan sasaran, strategi bisnis, dan RAPB.

3) Menyusun serta menelaah management resiko.

4) Mengajukan RAPB (Rencana Anggaran Pendapatan dan

Belanja) KJKS BMT SYAMIL pada Rapat Anggota.

5) Memberikan persetujuan dan atau penolakan terhadap

permohonan pembiayaan anggota sesuai dengan

6) Mengambil keputusan strategis untuk kemajuan usaha KJKS

BMT SYAMIL.

7) Mencari alternatife sumber dana tambahan.

8) Menandatangani perjanjian kerjasama, perjanjian akad

pembiayaan serta dokumen lainnya yang berhubungan dengan

pihak lain.

9) Membuat surat-surat keputusan sesuai dengan kewenangannya.

10) Meminta laporan keuangan dari bendahara.

11) Mengawasi dan memonitor tugas-tugas pengelola.

12) Membuat laporan pertanggung jawaban untuk disampaikan

dalam Rapat Anggota.

13) Memutuskan penerimaan dan pemberhentian anggota sesuai

dengan AD/ART.

14) Memelihara kelangsungan kerukunan dan kesetiakawanan

antar anggota.

15) Memimpin rapat koordinasi dan evaluasi bulanan.

e. Wewenang Ketua yaitu :

1) Melaksanakan dan mengendalikan usaha KJKS BMT SYAMIL.

2) Menyetujui pengeluaran biaya diatas kewenangan bendahara.

3) Mengangkat dan memberhentikan pengelola.

f. Tugas Khusus Ketua :

1) Bersama-sama dengan sekretaris dan bendahara mewakili KJKS

2) Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama KJKS

BMT SYAMIL.

3) Meminta jasa audit dari kantor akuntan public untuk melakukan

audit.

4) Membina dan menjaga hubungan secara harmonis dengan pihak

atau instansi lain dalam kerangka kemitraan.

5) Memberikan arahan dan bimbingan terhadap seluruh karyawan

berkaitan dengan masalah-masalah yang terjadi di lapangan.

6) Mengusahakan tercapainya target kuantitatif dan kualitatif serta

memberikan pelayanan yang prima dengan tetap menjaga segala

resiko.

4. Sekretaris

a. Bertanggung jawab kepada : Ketua

b. Membawahi : Manager dan staf administrasi

c. Fungsi Sekretaris yaitu :

1) Bertanggung jawab atas lalu lintas administrasi secara umum.

2) Pemegang kebijakan administras koperasi.

d. Tugas Pokok dan Tanggung jawab Sekretaris yaitu :

1) Mengarsipkan surat-surat keluar masuk, naskah perjanjian, dan

administrasi umum lainnya yang berkaitan dengan tugas-tugas

pengurus.

2) Melaksanakan tertib adiministrasi keanggotaan, kepengurusan

3) Mengawasi dan memberikan penilaian atas kinerja karyawan.

4) Memonitoring absensi kehadiran karyawan dan mengatur

pelaksanaan tugas seluruh karyawan.

5) Membuat rekapitulasi tingkat kehadiran karyawan.

6) Membuat laporan penerimaan gaji bulanan karyawan untuk

disampaikan kepada bendahara.

7) Membina kedisiplinan dan pelaksanaan kode etik karyawan.

8) Memonitoring pengadaan peralatan kantor pusat dan cabang.

9) Menyusun rencana rekruitmen dan atau pemberhentian

karyawan jika dianggap perlu untuk disampaikan kepada ketua.

10) Membantu ketua untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

e. Wewenang Sekretaris yaitu :

1) Bertanggung jawab atas policy organisasi yang berkaitan dengan

administrasi koperasi.

2) Mengatur dan memberikan penilaian atas kinerja karyawan.

f.Tugas Khusus Sekretaris bersama- sama dengan ketua :

1) Menyusun rencana strategis (Renstra) yang mencakup, visi dan

misi, tujuan dan sasaran, strategi bisnis, dan RAPB.

2) Menyusun serta menelaah management resiko.

3) Menandatangani perjanjian kerjasama dan dokumen lainnya

yang berhubungan dengan koperasi.

5) Membuat laporan pertanggung jawaban untuk disampaikan

dalam Rapat Anggota.

6) Melakukan tugas-tugas khusus yang diberikan ketua.

7) Mengembangkan kemampuan diri melalui training dan

sebagainya.

5. Bendahara

a. Bertanggung jawab kepada : Ketua

b. Membawahi :

1) Marketing funding (Simpanan)

2) Marketing Lending (Pembiayaan)

3) Teller/ kasir

c. Fungsi Bendahara yaitu :

1) Bertanggung jawab untuk mengarsip seluruh bukti transaksi.

2) Pencatatan transaksi sesuai dengan prinsip akuntansi pola

syari’ah yang berlaku dilingkungan KJKS BMT SYAMIL.

3) Bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan KJKS BMT

SYAMIL.

d. Tugas Pokok dan Tanggung jawab Bendahara yaitu :

1) Melakukan penghimpunan dana.

2) Mencari alternatife sumber dana tambahan.

3) Mengetahui dan memeriksa uang tunai pada hari kerja.

4) Memonitoring cash flow KJKS BMT SYAMIL.

6) Mengetahui dan memeriksa laporan fixed asset KJKS BMT

SYAMIL.

7) Mengetahui dan memeriksa analisis laporan keuangan (Neraca

dan Laba/rugi).

8) Melakukan penilaian kesehatan keuangan.

9) Mengetahui dan memeriksa laporan saldo rata-rata simpanan,

distribusi pendapatan dan bagi hasil simpanan.

10) Memantu likuiditas KJKS BMT SYAMIL.

11) Memantau rencana kerja dengan realisasi.

12) Membantu ketua dalam melaksanakan tugas- tugasnya.

e. Wewenang Bendahara yaitu :

1) Menyetujui pengeluaran biaya sesuai dengan batas

kewenangannya.

2) Menyimpan dan mengadministrasikan dokumen-dokumen yang

berhubungan denga transaksi keuangan.

f.Tugas Khusus Bendahara bersama-sama dengan ketua yaitu :

1) Menyusun rencana strategis (Renstra) yang mencakup, visi dan

misi, tujuan dan sasaran, strategi bisnis, RAPB, Prediksi

lingkungan dan persaingan di market.

2) Menyusun serta menelaah management resiko.

3) Memberikan persetujuan dan atau penolakan terhadap

a) Menandatangani perjanjian kerjasama, perjanjian akad

pembiayaan serta dokumen lainnya yang berhubungan

dengan simpanan dan pembiayaan.

b) Menandatangani dokumen penempatan dana, baik di bank

maupun lembaga keuangan lainnya.

c) Membuat surat-surat keputusan sesuai dengan

kewenangannya.

d) Membuat laporan pertanggung jawaban untuk disampaikan

dalam Rapat Anggota.

e) Melakukan tugas-tugas khusus yang diberikan ketua.

f) Mengembangkan kemampuan diri melalui training dan

sebagainya.

6. Manajer ( Manajer Umum)

a. Bertanggung jawab kepada : Ketua

b. Membawahi :

1) Marketing funding (Simpanan)

2) Marketing lending (Pembiayaan)

3) Staf Adiministrasi dan teller

c. Fungsi manajer yaitu: merencanakan, mengkoordinasikan dan

mengendalikan seluruh aktifitas operasional lembaga yang

meliputi penghimpunan dana dari pihak ketiga serta penyaluran

kegiatan-kegiatan yang langsung berhubungan dengan aktifitas utama

tersebut dalam upaya mencapai target.

d. Tugas Pokok Manajer yaitu :

1) Menyusun sasaran, rencana jangka pendek, rencana jangka

panjang, serta proyeksi keuangan dan non keuangan (sarana

prasarana, SDM, dan lain-lain).

2) Menentukan sasaran/ target jangka pendek dan jangka panjang.

3) Merencanakan dan menyusun rencana kerja jangka pendek 1

tahun dan jangka panjang 3 tahun.

4) Mempresentasikan rencana jangka pendek dan jangka panjang

kepada pengurus dan anggota.

5) Memonitor dan memberikan arahan/masukan terhadap upaya

pencapaian target.

6) Menindaklanjuti hasil evaluasi, menemukan dan menentukan

strategi-strategi baru dalam upaya mencapai target.

7) Membuka peluang/akses kerjasama dengan jaringan atau

lembaga lain dalam upaya mencapai target.

8) Melakukan penilaian prestasi kerja karyawan.

9) Merencanakan dan merancang sistem hubungan kerja yang

memotivasi karyawan untuk bekerjasama.

10) Mengupayakan terjaganya likuiditas dengan mengatur

11) Mengupayakan strategi-strategi khusus dalam penghimpunan

dana dan penyaluran dana.

12) Mengupayakan strategi-strategi baru dan handal dalam

menyelesaikan pembiayaan bermasalah.

13) Melakukan kontrol terhadap asset KJKS BMT SYAMIL.

e. Wewenang Manajer yaitu :

1) Memimpin rapat staf untuk memberikan arahan terhadap

pengajuan pembiayaan dan penghimpunan dana.

2) Menyetujui pengeluaran kas kecil dan biaya operasional lain

sesuai prosedur dan batas kewenangannya.

3) Memberikan teguran dan sanksi atas pelanggaran yang

dilakukan oleh bawahan.

4) Melakukan penilaian prestasi karyawan sesuai ketentuan yang

berlaku.

5) Mengadakan kerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan

lembaga dalam upaya pencapaian target.

7. Marketing Funding (Simpanan)

a. Bertanggung jawab kepada : Manager dan Bendahara

b. Tugas Pokok dan Tanggung jawab Marketing Funding

(Simpanan) yaitu :

1) Melakukan penghimpunan dana.

3) Menghitung saldo simpanan masing-masing anggota dan calon

anggota.

4) Membuat prediksi penarikan simpanan setiap awal bulan untuk

disampaikan kepada bendahara.

5) Menginventarisasikan kendala perolehan dana simpanan.

6) Melaporkan kebutuhan dana sosialisasi atau promosi untuk

meningkatkan kemajuan produk simpanan KJKS BMT

SYAMIL.

7) Melakukan proses simpanan sesuai dengan SOP.

8) Menyelenggarakan pelayanan administrasi simpanan.

9) Menyelesaikan laporan seluruh transaksi harian pada hari itu

juga.

c. Wewenang Marketing Funding (Simpanan) yaitu melaksanakan,

pengaturan, kecepatan dan kebenaran transaksi yang berkaitan

dengan simpanan.

d. Tugas Khusus Marketing Funding (Simpanan) yaitu :

1) Melakukan tugas-tugas khusus yang diberikan manager dan

bendahara.

2) Mengembangkan kemampuan diri melalui training dan

sebagainya.

8. Marketing Lending (Pembiayaan)

a. Bertanggung jawab kepada : Bendahara

1) Pelaksanaan management dan prosedur pembiayaan.

2) Pelaksana pemasaran produk-produk pembiayaan KJKS BMT

SYAMIL dengan target yang telah ditentukan.

c. Tugas Pokok dan Tanggung jawab Marketing Lending yaitu :

1) Mencari terobosan dan merumuskan pola penyaluran dana.

2) Melaksanakan sosialisasi atau promosi untuk meningkatkan

kemajuan produk pembiayaan KJKS BMT SYAMIL.

3) Membuat prediksi penyaluran pembiayaan setiap awal bulan

untuk disampaikan kepada bendahara.

4) Mencatat dan melaporkan kendala penyaluran dana.

5) Menghitung saldo pembiayaan masing-masing anggota.

6) Melaksanakan realisasi pencairan pembiayaan dan penanganan

tagihan.

7) Melaksanakan kolektabilitas pembiayaan untuk diteruskan

kepada manager.

8) Melaksanakan penanganan pembiayaan bermasalah untuk

diteruskan kepada pengurus.

9) Melaksanakan upaya realisasi, angsuran, pelunasan dan

pembiayaan bermasalah dimasing-masing kantor cabang.

10) Menganalisa pengajuan pembiayaan anggota untuk

disampaikan kepada manager.

11) Melaksanakan survei pembiayaan untuk diteruskan kepada

12) Mengusulkan surat pemberitahuan tunggakan pembiayaan dan

pembinaan usaha untuk diteruskan kepada juru tagih dan bina

usaha.

13) Melakukan proses pembiayaan sesuai dengan SOP.

14) Melaksanakan pelayanan administrasi pembiayaan.

15) Mengusulkan surat putusan eksekusi barang jaminan atas

pembiayaan yang macet untuk diteruskan kepada pengurus.

16) Menyelesaikan seluruh transaksi harian pada hari itu juga.

9. Teller

a. Bertanggung jawab kepada : Manager dan Bendahara

b. Fungsi Teller yaitu :

1) Memberikan pelayanan terbaik kepada anggota.

2) Bertanggung jawab atas pengelolaan kas kecil.

c. Tugas Pokok dan Tanggung jawab Teller yaitu :

1) Memberikan pelayanan secara prima kepada setiap anggota dan

calon anggota.

2) Menghitung keadaan keuangan atau transaksi setiap hari.

3) Mencatat dan menginput seluruh transaksi harian.

Dokumen terkait