METODE PENELITIAN
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tentang pertumbuhan tanaman di kelas D2 SLB Negeri Ciamis dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik tunarungu. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan perhitungan uji wilcoxon diperoleh = 0 pada tabel uji wilcoxon dan berdasarkan nilai kritis uji
wilcoxon pada tingkat signifikasi 0,05 dengan jumlah N = 6, adalah 0, maka diperoleh = 0. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam
penelitian ini adalah diterima, hal ini menunjukan bahwa “penerapan
pendekatan saintifik dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik tunarungu tentang pertumbuhan pada tanaman di kelas D2 SLB Negeri Ciamis”.
Pendekatan saintifik yang dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik tunarungu tentang pertumbuhan pada tanaman adalah yang memiliki langkah-langkah operasional sebagai berikut:
- Mengamati
Pada saat kegiatan mengamati, guru menyajikan materi dengan menggunakan media pembelajaran seperti video dan gambar untuk meningkatkan minat dan motivasi peserta didik tunarungu dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan.
- Menanya
Pada saat kegiatan menanya, guru memberikan motivasi atau stimulasi pertanyaan kepada peserta didik tunarungu untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bertanya atau memberikan tanggapannya tentang apa yang baru saja diamatinya. Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan baik secara lisan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, menggunakan bahasa isyarat, maupun secara lisan dan isyarat (komunikasi total).
69
Tyas Rahmawarni , 2015
PENERAPAN PEND EKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PESERTA D ID IK TUNARUNGU TENTANG PERTUMBUHAN PAD A TANAMAN D I KELAS D 2 SLB NEGERI CIAMIS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
- Mencoba/mengumpulkan informasi
Pada saat kegiatan mencoba/ mengumpulkan informasi, guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi tentang pertumbuhan tanaman pada sumber lain seperti buku dan internet. Kemudian melakukan percobaan menanam biji untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik tunarungu. - Menalar/mengasosiasi
Pada kegiatan mengasosiasi, guru membimbing peserta didik tunarungu untuk menganalisis data yang diperoleh dan membuat kesimpulan menggunakan bahasa yang sederhana.
- Mengkomunikasikan
Pada kegiatan mengkomunikasikan, guru membimbing dan memotivasi peserta didik tunarungu untuk mengkomunikasikan hasil kesimpulannya di depan kelas baik secara lisan, dengan menggunakan bahasa isyarat, maupun secara lisan dan isyarat (komunikasi total).
Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa tahapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat dilakukan secara fleksibel.
B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian diatas, beberapa saran/rekomendasi yang dapat dikemukakan oleh peneliti diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Bagi Guru
a. Hendaknya guru menerapkan tahapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik secara fleksibel agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik tunarungu.
b. Hendaknya guru menerapkan pendekatan saintifik dengan langkah-langkah operasional yang telah dijelaskan sebelumnya sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik tunarungu tentang materi pertumbuhan pada tanaman di SDLB.
c. Hendaknya guru menerapkan metode eksperimen untuk memberikan pengalaman belajar secara nyata kepada peserta didik, sehingga
70
Tyas Rahmawarni , 2015
PENERAPAN PEND EKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PESERTA D ID IK TUNARUNGU TENTANG PERTUMBUHAN PAD A TANAMAN D I KELAS D 2 SLB NEGERI CIAMIS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pengetahuan peserta didik terhadap materi yang disampaikan meningkat.
d. Hendaknya guru menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif, seperti menggunakan benda konkrit, gambar-gambar dan video yang lebih menarik agar dapat meningkatkan minat dan motivasi peserta didik tunarungu dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
e. Hendaknya guru menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan kondusif, salah satunya adalah dengan mengatur kondisi ruang kelas. Tempat duduk peserta didik hendaknya dibentuk menjadi setengah lingkaran atau sejajar agar perhatian peserta didik tunarungu tertuju hanya kepada guru.
2. Bagi Sekolah
a. Pihak sekolah hendaknya mengintruksikan kepada guru-guru, khususnya kepada guru-guru IPA untuk menerapkan pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran di kelas, karena pendekatan ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik tunarungu pada materi pembelajaran yang bersifat abstrak seperti pertumbuhan pada tanaman.
b. Pihak sekolah hendaknya menginstruksikan kepada setiap tenaga pendidik untuk lebih meningkatkan kreativitas dalam mengajar.
c. Pihak sekolah hendaknya mengintruksikan kepada tenaga pendidik untuk menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi ketika menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik.
Tyas Rahmawarni , 2015
PENERAPAN PEND EKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PESERTA D ID IK TUNARUNGU TENTANG PERTUMBUHAN PAD A TANAMAN D I KELAS D 2 SLB NEGERI CIAMIS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, R.S. (2014). Pembelajaran Saintifik Untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Abidin, Y. (2014).Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013.
Yogyakarta: Gava Media.
Delphie, B. (2006). Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (dalam Setting Pendidikan Inklusi). Bandung: PT Refika Aditama.
Fadillah, M. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, & SMA/MA. Yogyakarta: Ar-Ruz Media.
Hamid, S. (2010). Kamus Lengkap Biologi. Jakarta:Gama Press. Haryanto. (2012). Sains Jilid 6 untuk Kelas VI. Jakarta: Erlangga.
Hernawati, T, dkk. (2012). Prinsip-prinsip Pembelajaran Anak Tunarungu. [Online]. Diakses dari file.upi.edu/browse.php?dir=Direktori/FIP/ JUR._PEND._LUAR_BIASA/196302081987032- TATI_HERNAWATI/. KTSP 2006.
Lubis, I. (2014). Pembelajaran Efektif. [Online]. Diakses dari http://www.myusro.info/2014/11/pembelajaran-efektif.html?m=1
Machin, A. (2014). Implementasi Pendekatan Saintifik, Penenaman Karakter, Dan Konservasi Pada Pembelajaran Materi Pertumbuhan. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3 (1), hlm 28-35.
Permendikbud No.81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum.
Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah.
Rositawaty, S dan Muharam. (2008). Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 2:untuk kelas II SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Tyas Rahmawarni , 2015
PENERAPAN PEND EKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PESERTA D ID IK TUNARUNGU TENTANG PERTUMBUHAN PAD A TANAMAN D I KELAS D 2 SLB NEGERI CIAMIS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Rustaman, N. (2012). Peranan Praktikum Dalam Pembelajaran Biologi. [Online]. Diakses dari file.upi.edu/browse.php?dir=Direktori/FPMIPA/ JUR._PEND._BIOLOGI/195012311979032-NURYANI_RUSTAMAN/. Rusyani, E. (2012). Bahasa Dan Ketunarunguan. [Online]. Diakses dari
file.upi.edu/browse.php?dir=Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/ 195705101985031-ENDANG_RUSYANI/.
Sadja’ah, E. (2003). Pendidikan Bahasa Bagi Anak Gangguan Pendengaran Dalam Keluarga. Bandung: San Grafika.
Samatowa, U. (2011). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar.Jakarta: PT Indeks. Santika, N. (2008). Seni Mengajarkan IPA Berbasis Kecerdasan Majemuk.
Bandung: Tinta Emas.
Somad, P dan Hernawati, T. (1995). Orthopedagogik Tunarungu. Jakarta: Dirjen Dikti.
Somantri, S. (2006). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama. Subiyanto. (1988). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Depdikbud. Sudjana. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosda. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif,Kualitatif,dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sukaesih, E. (2013). Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Perubahan Wujud Benda Pada Anak Tunarungu Kelas IV SLB Negeri Ciamis. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Susetyo, B. (2011). Menyusun Tes Hasil Belajar. Bandung:CV Cakra. Susetyo, B. (2014). Bahan Ajar Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PKh.
Tim Generasi Indonesia Cerdas. (2013).Pendalaman Materi Kilat SMA/MA Kelas 12 IPA. Jakarta: Dunia Cerdas.
Tim Bina Karya Guru. (2007).IPA SD Jilid 3 untuk Sekolah Dasar Kelas III.Jakarta: Erlangga.
Tri, E. P. (2014). Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Kurikulum 2013. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Tyas Rahmawarni , 2015
PENERAPAN PEND EKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PESERTA D ID IK TUNARUNGU TENTANG PERTUMBUHAN PAD A TANAMAN D I KELAS D 2 SLB NEGERI CIAMIS
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Uswatun. (2014). Kamus Bahasa Indonesia Lengkap untuk SD, SMP, SMP, dan Umum. Jakarta: Kawah Media.