Nilai Akhir = Skor yang benar
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis terhadap penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan oleh peneliti pada desain pembelajaran konsep bunyi berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing, maka berikut ini adalah beberapa kesimpulan mengenai pelaksanaan penelitian mulai dari siklus I sampai dengan siklus II:
1. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru mitra terhadap pelaksanaan penelitian, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas guru pada saat melaksanakaan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan lesson design mengalami peningkatan mulai dari siklus I hingga siklus II. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata aktivitas guru mulai dari siklus I sampai dengan siklus II, pada siklus I nilai rata-rata aktivitas guru adalah 2,3 dengan presentase 59% dengan kategori rendah, pada siklus II nilai rata-rata aktivitas guru adalah 3,3 dengan presentase 84,3 % dengan kategori baik. Dalam hal ini guru dapat memperbaiki proses kegiatan mengajar yang terjadi dikelas pada proses selanjutnya berdasarkan lesson design yang dirancangnya. 2. Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA dengan menggunakan
model inkuiri terbimbing mengalami peningkatan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari teratasinya hambatan belajar siswa dan meningkatnya hasil belajar siswa pada pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada pra siklus nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 55,5 dengan presentase 40 % dan masuk dalam kategori rendah , pada siklus I nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 67,8 dengan presentase 66,6% dan masuk dalam kategori kurang, dan pada siklus II nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 83,8 dengan presentase 83,3% dan masuk
89
Sinta Dewi Susanti, 2015
DESAIN PEMBELAJARAN KONSEP BUNYI BERBASIS MODEL INKUIRI TERBIMBING BERDASARKAN ANALISIS KESULITAN BELAJAR (LEARNING OBSTACLE) SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI RANCA TALES
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dalam kategori baik. Hal tersebut menunjukan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada desain pembelajaran IPA konsep bunyi dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing
Maka berdasarkan uraian tersebut dapat disimpukan bahwa penelitian desain pembelajaran konsep bunyi berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing berdasarkan analisis kesulitan belajar siswa telah berhasil. Hal tersebut terbukti dengan teratasinya hambatan belajar yang dialami oleh siswa sehingga skor hasil belajar siswa mengalami peningkatan serta terlaksananya langkah-langkah model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan baik sehingga menjadikan siswa berfikir aktif, berani mengungkapkan pendapat, bekerja sama dengan teman, serta dapat menemukan sendiri konsep materi tertentu.
B. Rekomendasi
Berdasarkan temuan-temuan selama penelitian pada desain pembelajaran konsep bunyi berbasi model inkuiri terbimbing berdasarkan analisis kesulitan belajar siswa kelas IV SDN Ranca Tales Kecamatan Taktakan Kota Serang, maka peneliti mengajukan beberapa rekomendasi sebagai berikut:
1. Bagi Guru
a. Dalam kegiatan pembelajaran sebaiknya guru mempersiapkannya dengan maksimal, sebelum kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan membuat chapter designdan lesson design berdasarkan analisis kesulitan belajar siswa. Guru sebaiknya dapat mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengenali konsepsi awal yang dilikiki oleh siswa dan melakukan apersepsi menggunakan pertanyaan-pertanyaan / media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa.
90
Sinta Dewi Susanti, 2015
DESAIN PEMBELAJARAN KONSEP BUNYI BERBASIS MODEL INKUIRI TERBIMBING BERDASARKAN ANALISIS KESULITAN BELAJAR (LEARNING OBSTACLE) SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI RANCA TALES
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
b. Untuk menemukan konsep suatu materi tertentu guru sebaiknya melakukan percobaan dengan menggunakan benda-benda yang kongkrit karena tahap perkembangan kognitif siswa SD berada pada tahap operasional konkrit. Melalui sosialisasi yang ditujukan untuk para pendidik dalam kegiatan KKG, diharapkan para guru dapat memahami betul dan mampu menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing di dalam kegiatan pembelajaran. 2. Bagi Siswa
a. Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing khususnya pada konsep bunyi.
b. Memberikan pengalaman langsung kepada siswa dengan melakukan kegiatan percobaan untuk mengetahui konsep suatu materi tertentu berdasarkan pengetahuan awal yang dimilikinya, serta siswa dapat belajar secara aktif dan bekerjasama dalam diskusi kelompok
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Dikarenakan dalam penelitian ini masih terdapat kekurangan, diantaranya adalah analisis lerning obstacle hanya membahas menganai getaran, kuat lemah, dan tinggi rendah bunyi saja serta penelitian hanya dilaksanakan 2 siklus saja. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan diskusi dan referensi untuk penelitian selanjutnya sebagai upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan pada masa yang akan datang agar lebih baik lagi.
91
Sinta Dewi Susanti, 2015
DESAIN PEMBELAJARAN KONSEP BUNYI BERBASIS MODEL INKUIRI TERBIMBING BERDASARKAN ANALISIS KESULITAN BELAJAR (LEARNING OBSTACLE) SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI RANCA TALES
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
Hamalik, O. (2013). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara
Hanafiah dan Suhana. (2012). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Refika Aditama
Herlistiyani, E. (2014). Pengaruh Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Ketrampilan Proses Sains Pada Materi Proses Pelapukan. Skripsi Sarjana Pada Jurusan PGSD UPI Serang: Tidak Diterbitkan
Juwariyah. (2009). Seri Sains Dasar Mengenal Bunyi. Jakarta: PT Albana
Lestari, S. (2008). Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dengan Media Audio Visual Dan Modul Bergambar Disertai LKS Terhadap Prestasi Belajar Fisika Ditinjau Dari Kemampuan Awal Dan Aktifitas Belajar Siswa. Tesis Pada Jurusan Studi Pendidikan Sains UNS Surakarta: Tidak Diterbitkan
Mardianti, L. (2011). Pengaruh Pembelajaran Kontekstual Terhadap Pemahaman Siswa Pada Konsep Bunyi. Sripsi Sarjana Pada Jurusan Pendidikan Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Tidak Diterbitkan
Okky, D ., dkk. (2002). Ilmu Pengetahuan Ipa SD Kelas IV. Jakarta: Yudhistira
Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif. Jakara: Ar-Ruzz Media
Siregar dan Nara. (2010). Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA
92
91
Sinta Dewi Susanti, 2015
DESAIN PEMBELAJARAN KONSEP BUNYI BERBASIS MODEL INKUIRI TERBIMBING BERDASARKAN ANALISIS KESULITAN BELAJAR (LEARNING OBSTACLE) SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI RANCA TALES
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Suryadi, D. (2010). Didactical Design Research (DDR) dalam Pengembangan Pembelajaran Matematika. Modul Seminar
Nasional MIPA 2010.
Taniredja, T ., dkk. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: ALFABETA
Wardhana, Y. (2010). Teori Belajar dan Mengajar. Bandung: PT Pribumi Mekar
Widodo, A ., dkk. (2010). Pendidikan IPA Di Sekolah Dasar. Bandung: UPI Press