• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil dan Kesimpulan Penelitian

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan dalam penelitian metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VB SDN 2 Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dalam pembelajaran IPA materi Daur Air dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Perencanaan pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen pada pembelajaran IPA materi daur air, meliputi penyusunan RPP berdasarkan sistematika pada umumnya yaitu Identitas sekolah, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi dasar (KD), indikator, tujuan pembelajaran, materi pokok, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, media dan sumber belajar, dan penilaian. Namun, ada yang membedakannya yaitu pada kegiatan inti. Setelah mengalami revisi, RPP ini memiliki ciri khusus yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang terdapat dalam kegiatan inti, yaitu pada tahap pra eksperimen kegitan yang cocok untuk merumuskan masalah dan hipotesis adalah dengan tanya jawab. Dimana dengan melihat karakteristik siswa yang memang aktif berbicara, tanya jawab ini dapat menstimulus siswa mengeksplor pengetahuannya. Pembagian kelompok dibentuk berdasarkan kesepakatan antara guru dan siswa dengan melihat karakteristik siswa yang masih memilih-milih teman kelompok. Pada tahap pelaksanaan eksperimen, setiap kelompok dibagikan LKS, dimana LKS ini dimaksudkan untuk membantu siswa merealisasikan tahap pelaksanaan eksperimen. Guru membimbing siswa dalam merealisasikan langkah demi langkah kegiatan eksperimen. Pada tahap tindak lanjut, setiap kelompok menunjuk dua

66

orang anggotanya untuk menyajikan hasil diskusi berdasarkan pengamatan eksperimen dan kelompok lain menyimak serta dapat memberi saran atau kritik ketika apa yang disajikan kelompok lain berbeda dengan hasil diskusi kelompoknya.

2. Dengan menerapkan metode eksperimen pada materi pokok daur air menumbuhkan pengaruh positif terhadap aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa pun meningkat. Terlihat siswa lebih dapat belajar mandiri, aktif menemukan konsepnya sendiri, aktif dalam mengemukakan pendapatnya, dan menjalin hubungan kerjasama yang baik antar anggota kelompok untuk membangun pengetahuan awal mereka. Guru sebagai fasilitator atau pembimbing dalam pembelajaran dan memberikan dorongan sebagai motivasi siswa sehingga memberikan kemudahan dalam setiap kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan ketiga tahap kegiatan eksperimen dalam pembelajaran ini meliputi: 1) Tahap pra eksperimen, perumusan masalah dan hipotesis dilakukan melalui tanya jawab interaktif. Pembagian kelompok dibentuk berdasarkan kesepakatan bersama antar guru dan siswa dengan mempertimbangkan karakterisktik siswa VB; 2) Tahap pelaksanaan eksperimen dilakukan dengan mengikuti prosedur LKS berdasarkan pengarahan yang guru berikan secara detail pada setiap langkahnya, serta setiap siswa membangun kerjasama dalam kelompok sehingga eksperimen dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil diskusi berdasarkan percobaan yang dilakukan; 3) Tahap tindak lanjut dilakukan dengan menyajikan hasil diskusi di depan kelas oleh perwakilan beberapa kelompok untuk mengefektifkan waktu dan untuk ketertiban.

3. Terjadi peningkatan persentase hasil belajar siswa Kelas VB SDN 2 Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dari siklus I sebesar 33%, pada siklus II sebesar 85%, dan pada siklus III sebesar 95,6% siswa yang mencapai KKM. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas VB SDN 2 Cibodas dalam

67

pembelajaran IPA materi Daur Air dapat meningkat melalui pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen.

Secara Umum, kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas VB SDN 2 Cibodas dengan menerapkan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA materi Daur Air dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan peningkatan persentase hasil belajar siswa dari 33% di siklus I, 85% di siklus II, hingga 95.6% siswa yang mencapai KKM di siklus III. B. Saran

Berikut ini dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SD, khususnya dalam menerapkan dan mengembangkan metode eksperimen.

1. Perencanaan pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen berbeda dengan menerapkan metode ceramah, karena pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen harus menggambarkan tiga tahapan, meliputi tahap pra eksperimen, tahap pelaksanaan eksperimen, dan tahap tindak lanjut. Oleh karena itu, guru-guru SDN 2 Cibodas khususnya dan guru-guru sekolah dasar pada umumnya disarankan dapat mempelajari cara pembuatan perencanaan pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen dengan menguasai teorinya terlebih dahulu dan mempersiapkan semaksimal mungkin RPP yang akan dilaksanakan serta dapat menerapkan metode eksperimen ini baik pada materi pokok yang sama atau materi pokok lainnya.

2. Bagi sekolah, disarankan dapat menyediakan saran dan prasarana untuk menunjang metode eksperimen ini agar siswa lebih antusias dalam belajar, aktif dan mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.

3. Disarankan kepada peneliti berikutnya agar melanjutkan dan mengembangkan RPP dengan menerapkan metode eksperimen dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana dan mudah didapatkan siswa.

Pujiana 2014

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI DAUR AIR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Roestiyah. (2012). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Roestiyah. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Heriawan, A. Darmajari, Arif Sanjaya. (2012). Metodologi Pembelajaran Kajian Teori Praktis. Banten: LP3G.

Sudjana, Nana, Dr. (2013). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya.

Natalia Margaretha, Mega & Dewi Kania, Islami. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Tinta Emas Publishing.

Widodo, A., Wuryastuti, S., dan Margaretha. (2010). Pendidikan IPA di Sekolah Dasar. Bandung: UPI PRESS.

Winataputra, Udin. S. (2004). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: DEPDIKNAS. Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar Kompetensi dan Kompetensi

Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar Kelas V. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2008). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Sekolah/Madrasah Ibtidaiyah Kelas V. Jakarta: Depdiknas.

Kusnandar. (2008). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Sulistyanto, Heri & Edi Wiyono. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 5: Untuk SD dan Kelas V. Jakarta: DEPDIKNAS. Prof.

Haryanto. (2004). Sains Jilid 5 Untuk Kelas V. Jakarta: Erlangga.

Dewi, Rissa M. (2012). Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa pada Pokok Bahasan Gaya dalam Pembelajaran IPA. Skripsi pada PGSD FIP UPI. Bandung: tidak diterbitkan.

Nizbah, Faizal. (2013). Metode Eksperimen. [Online]. Tersedia: (http://faizalnizbah.blogspot.com/2013/06/metode-eksperimen.html) [21 April 2014]

Pujiana 2014

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI DAUR AIR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Triadi, Deki. (2013). Metode Eksperimen. [Online]. Tersedia:

Dokumen terkait