METODOLOGI PENELITIAN
SIMPULAN DAN SARAN
5.1. SIMPULAN
Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti uaraikan, maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan mengimplementasikan model pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning dengan produk laporan investigasi sederhana dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 4 Pekalongan.
2. Ketuntasan klasikal hasil belajar aspek kognitif pada siklus I sebesar 77,14% dengan nilai rata-rata kelas 77,57 meningkat menjadi 88,57% dengan rata-rata 78,42 pada siklus II dengan nilai setiap individunya minimal 75.
3. Ketuntasan klasikal hasil belajar aspek afektif pada siklus I sebesar 77,14% dengan nilai rata-rata 81,62 meningkat menjadi 100% dengan nilai rata-rata 89,14 dengan nilai setiap individunya minimal 80.
4. Ketuntasan klasikal hasil belajar aspek psikomotorik siswa pada siklus I proyek I dan II sebesar 77,14% dengan rata-rata 81,62 dan 88,57% dengan rata-rata 87,92 meningkat menjadi 88,57% dengan rata-rata 89,61 dan 94,28% dengan nilai rata-rata 90,00 pada siklus II proyek I dan proyek II dengan nilai setiap individunya minimal 80.
5. Ketuntasan klasikal keterampilan proses sains siswa pada siklus I proyek I dan II sebesar 74,28% dengan rata-rata 85,23 dan 77,14% dengan rata-rata 88,63 meningkat menjadi 82,85% dengan rata-rata 90,09 dan 91,42% dengan nilai
rata-rata 91,90 pada siklus II proyek I dan proyek II dengan nilai setiap individunya minimal 80.
5.2. SARAN
Dari beberapa kendala yang muncul dalam pelaksanaan penelitian, peneliti memberikan saran untuk perbaikan penelitian sejenis berikutnya sebagai berikut: 1. Guru setidaknya sudah memastikan bahwa proyek yang akan dilakukan sesuai
dengan materi pembelajaran karena tidak semua materi kimia dapat dijadikan proyek yang menghasilkan produk nyata.
2. Kegiatan belajar mengajar yang membutuhkan media dalam penyampaian materi membutuhkan persiapan fasilitas pendukung media yang setidaknya sudah dilakukan sebelumnya untuk menghemat waktu dan memperkecil kemungkinan munculnya gangguan teknis.
3. Selama proses pembelajaran, guru hendaknya menggunakan teknik mengajar yang bervariatif dan menarik perhatian siswa sehingga siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran.
4. Penelitian lebih lanjut dengan penggunaan media yang lebih beragam dan inovatif perlu diadakan untuk meningkatkan ketertarikan siswa pada metode yang diterapkan.
5.3. Rekomendasi Tindak Lanjut
Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan di kelas XI IPA 1 SMA N 4 Pekalongan dengan mengimplementasikan project-based learning
dengan produk laporan investigasi sederhana dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian
125
tindakan kelas yang telah dilaksanakan berhasil mencapai target yang peneliti inginkan. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas ini perlu diteruskan oleh guru pengampu kimia di SMA N 4 Pekalongan.
126
Arikunto, Suharsimi. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Aziz, Syahrul. 2014. Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Keterampilan
Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Berbasis Proyek. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Bas, Gokhan. 2010. Investigating the effect of project-based learning on students’ academic achievement and attitudes toward English lesson. The Online Journal of New Horizons In Education. Volume 1, Issue 4: 4-7.
Dahar, R.W. 1996. Teori-Teori Belajar. Bandung: Erlangga.
Dahniar, Nani. 2006. Science Project sebagai salah satu Alternatif dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains di SMP. Jurnal Pendidikan Inovatif. Vol. 2, No. 1: 5-9.
Daryanto. 2014. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah Beserta Contoh-Contohnya. Yogyakarta: Gava Media.
Dimyati & Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rieka Cipta. Dwiyanti, Gedi. 2002. Analisis Keterampilan proses Sains Siswa SMU Kelas II pada
pembelajaran Kesadahan Air dengan Metode Praktikum Skala Mikro. Jurnal Pengajaran MIPA. Vol. 3, No. 2: 6-8.
Eng-Tek, Ong and Kenneth Ruthven. 2009. The effectiveness of Smart Schooling On Students Attitude Toward Science. Eurasia Journal Of Mathematics, Science & Technology Education. Vol. 5, No. 1: 35-45.
Erica Baker, Breanne Trygg, Patricia Otto, Margaret Tudor,Ph.D. and Lyne Ferguson. 2011. Project-based Learning Model, Relevant Learning for 21st Century. http://www.pasiviceducationinstitute.org.pdf (Diunduh 15 Maret 2015). Grant, Michael. 2002. Getting a grip on project based learning : theory, cases and recommendations. A Middel School Computer Technologies Journal. Vol. 5, No. 1: 11-14.
Global SchoolNet. 2000. Introduction to Networked Project-Based Learning.http://www.ncsall.net/?id=384. (Diunduh 10 Januari 2015)
127
Haryono. 2006. Model Pembelajaran Berbasis Peningkatan Keterampilan Proses Sains. Jurnal Pendidikan Dasar. Vol. 7, No. 1: 1-13
Khamdi, W. 2007. “Project-Based Learning: Pendekatan Pembelajaran Inovatif”.
Makalah. Makalah Disajikan pada Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Guru SMP dan SMA Kota Tarakan. Tarakan, 2007.
Khatarina, Beck. Torsten Witteck. and Ingo Eilks. 2010. Open Experimentation On Phenomena of Chemical Reactions via the learning Company Approach in Early Secondary Chemistry Education. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education. Vol. 6, No. 3: 163-171.
Kunandar. 2007. Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kurniadi, Didi. 2013. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA N 1 Bawang Banjarnegara Kelas XI IPA I dengan Pendekatan PBL (Project-Based Learning) Berbasis Bahan Sekitar. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Miswanto, 2011. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Materi
Program Linier Siswa Kelas X Smk Negeri 1 Singosari. Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan. Tulungagung: STAIN Tulungagung. Vol. 1, No.1: 61-68. Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep, Karakteristik,
Implementasi dan Inovasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muslich, Masnur. 2009. Melaksanakan PTK itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara. Moerdiyanto. 1989. Strategi Pelaksanaan Keterampilan Proses dalam kegiatan
Belajar Mengajar. Cakrawala Pendidikan. Vol. 1, No. VIII.
Nirmalsari, Dewi, Bakti Mulyani, & Budi Utami. 2013. Studi komparasi penggunaan media Mind map dan Crossword puzzle pada metode proyek ditinjau dari kreativitas siswa terhadap prestasi belajar pada materi pokok sistem koloid kelas XI Semester Genap SMA N 1 Banyudono. Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 2, No. 4: 12-15.
Nurvitasari, Irfi. 2012. Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Konsep Sistem Peredaran Darah Hewan Vertebrata. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Purwanto, Ngalim. 2010. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rais, Muh. 2010. Model Project Based-Learning Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Akademik Mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran. Makassar: Universitas Negeri Makassar. Vol. 43, No. 3: 246-252.
Rahayu, S.M. 2013. Bahan Ajar Penulisan Karya Ilmiah. Semarang: UNNES
Rebza, P.J.Sprague, Constance, Fiel, Ronald L., & James, H. James. 1995. Asseing Science Process Skill. Routledge Inc.
Rustaman, Nuryani Y. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press. Romlah, Oom. 2009. “Peranan Praktikum dalam Mengembangkan Keterampilan
Proses dan Kerja Laboratorium”. Makalah. Makalah Disajikan pada Pertemuan MGMP Biologi Kabupaten Garut. MGMP Biologi Kab. Garut, 3 Februari 2009. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Cipta.
Semiawan, Conny R. Dkk. 1992. Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sudjana. 2001. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
_______. 2004. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
_______. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suhana, Cucu. 2014. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Refika Aditama. Sumarni, Woro. 2015. The Strengths and Weaknesses of the Implementation of
Project Based Learning: A Review. International Journal of Science and Research (IJSR). Vol. 4, No. 3. March 2015.
Suyitno, A. 2011. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Semarang: Jurusan Matematika FMIPA UNNES.
Soetarjo, dan Soejitno, PO. 1998. Proses Belajar Mengajar dengan Metode Pendekatan Keterampilan Proses. Surabaya: Sic.
The George Lucas Educational Foundation. 2003. Instructional Module Project Based Leraning. http: //www.edutopia.org/modules/PBL/whatpbl.php. (Diunduh 10 Januari 2015).
129
Thomas JW. 2000. “A review of reseacrh on project-based learning”. Online at
http://173.226.50.98/sites/default/files/news/pbl_research2.pdf. (Diunduh 15 January 2015).
Wena, Made. 2014. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.
Widodo, A. Tri. 2009. Pengembangan Assesmen Pembelajaran Pendidikan Kimia. Semarang: LP3 UNNES.
_____________. 2012. Evaluasi Pembelajaran Kimia. Semarang: UNNES.
Wrigley, H.S. (1998). Knowledge in Action: The Promise of Project-Based Learning. http://www.ncsall.net/?id=384. (Diunduh 12 Januari 2015)
Zulfiani. 2009. Strategi Pembelajaran Sains. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta.
131
Lampiran 1