A. Simpulan
1. Kepemimpinan Pengelola Kelompok Bermain Bunga Nusantara
Tipe kepemimpinan yang digunakan adalah kepemimpinan transformasional yaitu gabungan dari kepemimpinan kharismatik dan kepemimpinan partisipatif. Kepemimpinan kharismatik ditandai dengan perilaku dan karakater dari seorang pemimpin yang baik dan patut untuk ditiru, Sedangkan kepemimpinan ditandai dengan adalah prilaku seorang pemimpin yang memberikan kesempatan kepada pegawainya untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan kompetensi. Hal tersebut dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut.
a. Pengelola selalu menjunjung tinggi visi dari Kober yaitu untuk meningkatkan kualitas PAUD melalui Kober dengan jalan melakukan pertemuan rutin setiap pekan sebagai upaya mewujudkan, mempertahankan, mengembangkan eksistensi organisasi dan untuk memenuhi kebutuhan dari sasaran.
b. Pengelola selalu menunjukan sikap ramah dan sederhana sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan hubungan yang baik dengan pegawai. Selain itu, sikap tegas juga selalu ditunjukan oleh pengelola bila pegawai melakukan kesalahan dan lalai dalam bekerja.
c. Pengelola selalu mengikutsertakan pendidik Kober atau tutor pada kegiatan pelatihan-pelatihan sebagai upaya peningkatan kualitas pegawai yang dimiliki oleh lembaga.
d. Pengelola memberikan kontribusi terhadap program Kober dengan ikut berpartisipasi pada proses pembelajaran dan pada program tambahan.
2. Pengembangan Program Kelompok Bermain Bunga Nusantara
Pengembangan program yang diterapkan adalah dari bawah ke atas atau partisipatif yaitu pada proses perencanaan hingga penyelenggaraan program berdasarkan kebutuhan dari masyarakat yang dilakukan secara bersama-sama oleh
pengelola, tutor, dan masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut.
a. Proses identifikasi dilakukan oleh pengelola, pegawai dan tutor kepada masyarakat untuk menggali secara lebih dalam mengenai kebutuhan masyarakat.
b. Proses perencanaan program tidak hanya melibatakan seluruh pegawai tapi juga melibatkan tutor dan masyarakat. Hal tersebut dilakukan melalui informasi yang diberikan oleh pegawai kepada masyarakat mengenai program yang akan diselenggarakan.
c. Proses pengorganisasian yang dilakukan oleh pengelola disesuaikan dengan kebutuhan dari program. Jika dibutuhkan, masyarakat selalu diikutsertakan menjadi bagian kelompok kerja.
d. Pemberian motivasi yang dilakukan oleh pengelola dengan cara berbaur dan berpartisipasi pada kegiatan yang diselenggarakan di masyarakat, tidak hanya dilakukan oleh pengelola tapi juga dilakukan oleh pegawai dan tutor, sehingga pada prosesnya tidak memakan waktu yang lama. e. Proses pembinaan yang dilakukan oleh pengelola adalah dengan jalan
mengikutsertakan pegawai dan tutor pada berbagai kegiatan yang dilaksanakan di luar lembaga, sehingga mampu memberikan efek positif ketika memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
f. Proses penilaian dilakukan oleh lembaga dengan melibatkan seluruh pegawai PKBM dan juga masyarakat, pelibatan masyarakat tersebut diharapakan mampu memberikan rekomendasi positif terhadap program yang akan diselenggarakan mendatang.
3. Pembiayaan Kelompok Bermain Bunga Nusantara
Pengelolaan pembiayaan yang digunakan oleh Kelompok Bermain Bunga Nusantara berdasarkan prinsip transparansi, yaitu keterbukaan sumber dana dan jumlahnya, rincian penggunaan, dan pertanggungjawabannya harus jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. Hal tersebut dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut.
127
Muhammad Retsa Husaeni, 2014
a. Sumber biaya yang didapatkan oleh Kober diberitahukan kepada masyarakat pada awal masuk tahun ajaran serta memberikan rincian penggunaan anggaran untuk didiskusikan kembali bersama masyarakat. b. Penggunaan anggaran Kober yang didapatkan dari swadaya masyarakat
digunakan untuk kebutuhan proses pembelajaran. Selain itu, untuk membayar honor dari tutor kober dan memenuhi kelengkapan media pembelajaran.
c. Proses pembukuan Kober Bunga Nusantara dilakukan oleh pengelola, bendahara, dan sekertaris dari PKBM. Selain itu, proses transparansi dilakukan pada saat evaluasi yang dilaksanakan pada akhir tahun pembelajaran dan setelah penyelenggaraan program.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat dikemukakan beberapa hal yang dapat dijadikan masukan dan bahan pertimbangan bagi beberapa pihak terkait yang berhubungan dengan pengelolaan kelompok bermain oleh pengelola dan tutor PKBM Jayagiri antara lain.
1. Bagi Lembaga Kelompok Bermain
Kepemimpinan pengelola yang dimiliki oleh lembaga adalah transformasional dan diharapkan tipe tersebut dapat didukung dengan pendidikan yang luas, kemampuan menganalisis yang baik, kemampuan berkomunikasi dengan siapapun, rasionalitas dan objektivitas, progmatis, dan mampu mendengarkan saran-saran dari bawahan. Karena dengan ciri-ciri diatas akan mendukung kemampuan mengambil keputusan dan memudahkan pengelola dalam memberikan perintah terhadap bawahannya.
Pengembangan program yang digunakan adalah berdasarkan prinsip dari bawah ke atas dan diharapkan pada proses pengembangan program tersebut didukung oleh pemerintah yang dapat memberikan wewenang dalam menjalankan program sesuai dengan fungsinya, karena dengan dukungan tersebut akan memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan.
Pengelolaan pembiayaan Kober yang digunakan berdasarkan prinsip transparansi atau keterbukaan mengenai jumlah sumber biaya yang didapatkan,
rinciaan penggunaan anggaran tersebut dan pertanggungjawaban yang jelas dari pengelola anggaran, dengan prinsip tersebut diharapkan masyarakat dapat memberikan pengertian dan bantuan lebih demi ketercapaian kebutuhan yang mereka miliki.
2. Bagi P2PAUDNI
Proses penyebarluasan informasi sangat dibutuhkan karena Kelompok Bermain Bunga Nusantara merupakan salah satu lebsite dari P2PAUDNI dan diharapkan mampu mengembangkan model pembelajaran, sehingga dapat dijadikan contoh oleh lembaga Kober lain.
Proses penyebarluasan informasi yang dilakukan oleh P2PAUDNI diharapkan mampu menarik lebih banyak minat dari masyarakat untuk mengikuti program PAUD melalui Kelompok bermain.
3. Bagi Peneliti Lain
Penulis merasa dalam penelitian ini masih banyak keterbatasan, adanya temuan yang positif pada pengelolaan Kober dan diharapkan bagi peneliti yang akan datang melakukan studi komparatif dan pengembangan variabel pada bidang kajian kepemimpinan, pengembangan program, dan pembiayaan di lembaga PAUD yang lain.
Muhammad Retsa Husaeni, 2014
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku
Aqib, Zainal (2011). Pedoman Teknis Penyelenggaraan PAUD. Bandung: Nuansa Aulia.
Antonio, SM (2007). Muhammad SAW The Super Leader Super Manager. Jakarta: ProLM Center
Fattah, N (2009). Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung:Remaja Rosdakarya.
Kartono, K (2010). Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta:Rajagrafindo Persada.
Moleong, L (2004). Metodologi Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa, H (2012). Manajemen PAUD.Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mulyono, M (2008). Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan.
Yogyakarta:Ar-Ruz Media.
Nawawi, H (2006). Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi. Jakarta:Gajahmada University Press
Nazir, M (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Nazsir, N (2008). Dinamika Kelompok dan Kepemimpinan.
Rivai, V (2009). Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Jakarta:Rajagrafindo Persada.
Rohiat (2010). Manajemen Sekolah. Bandung: Refika Aditama.
Sagala, S (2010). Manajemen Strategik Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Santoso, S (2009). Dinamika Kelompok. Jakarta:Bumi Aksara.
Sudjana, D (2010). Manajemen Program Pendidikan. Bandung: Falah Production.
(2008). Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sudjana, N (2001). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung:Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N (2005). Metode penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Bandung:Tarsito.
Terry, G (2008). Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Universitas Pendidikan Indonesia (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung.
Sumber Lain
Data PAUDNI Jawa Barat Tahun 2012-2013. Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Direktoran Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal Dan Informal.
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kelompok Bermain (2011). Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktoran Jendral pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal Kementrian Pendidikan Nasional.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2009 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.