• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perlindungan iklim mikro

VI. SIMPULAN DAN SARAN

6.1 Simpulan

Karakter lanskap perkampungan pada Desa Pasireurih memperlihatkan karakter lanskap perkampungan di tengah lanskap pertanian dan lahan pertanian masih mendominasi tata guna lahan di kawasan tersebut. Kondisi lanskap perdesaan serta atraksi budaya menjadi daya tarik wisata dan pengembangan kawasan tersebut oleh pemerintah.

Penilaian tingkat keberlanjutan masyarakat dalam kerangka ecovillage berdasarkan tingkat aspek ekologis, sosial dan spiritual pada lokasi penelitian menunjukkan awal yang baik menuju keberlanjutan. Berdasarkan aspek ekologis, lokasi penelitian menunjukkan awal yang baik menuju keberlanjutan. Sedangkan dalam aspek sosial dan spiritual, lokasi penelitian menunjukkan kemajuan sempurna menuju keberlanjutan. Rendahnya aspek ekologis disebabkan karena belum ada pengelolaan kawasan secara terencana, khususnya terkait dengan limbah buangan dan sampah di masyarakat yang dapat mereduksi kualitas lingkungan di dalam kawasan.

Rekomendasi diberikan untuk memperbaiki kualitas pada parameter yang memiliki nilai rendah dan parameter yang memiliki nilai tinggi harus ditingkatkan agar menuju kesempurnaan suatu keberlanjutan. Adapun rekomendasi untuk meningkatkan keberlanjutan masyarakat, yaitu pada aspek ekologis, mengelola lahan pertanian dengan menjaga stabilitas lahan kelas II, mendukung pengembalian habitat asli, pemanfaatan pekarangan secara maksimal, pengelolaan limbah padat secara langsung, pembuatan jaringan air bersih dan sanitasi lingkungan yang baik, peningkatan sumber energi yang dapat diperbaharui.

Rekomendasi pada aspek sosial adalah peningkatan kesehatan masyarakat dengan ditingkatkannya pelayanan kesehatan dasar di lokasi penellitian, peningkatan keberlanjutan ekonomi dengan penyuluhan dan pembinaan petani serta industri rumahan sepatu-sandal agar lebih ramah lingkungan, pembentukan koperasi petani/ industri rumahan sepatu-sandal untuk menguatkan perekonomian lokal.

Rekomendasi pada aspek spiritual yaitu peningkatan parameter seni dan kesenangan dengan merevitalisasi, mengaktualisasi, dan inovasi budaya khususnya budaya Sunda Bogor.

6.2 Saran

Masyarakat dan pihak-pihak terkait seperti Dinas Tata Ruang, Bappeda, Dinas Pariwisata, dan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor perlu terlibat dalam usaha untuk meningkatkan keberlanjutan ekologi, sosial dan spititual yang telah ada saat ini. Peningkatan tingkat sumber daya manusia dalam masyarakat penting dilakukan agar masyarakat lebih memahami pentingnya suatu keberlanjutan dan dapat mengolah sumber daya di sekitarnya dengan baik.

Berdasarkan kesimpulan di atas dan pengamatan serta wawancara secara langsung, penulis mengajukan beberapa saran yaitu:

1. Dinas pertanian melalui PPL memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada petani agar beralih dari pertanian konvensional menuju pertanian organik. 2. Pemanfaatan pekarangan secara maksimal, yaitu dengan menanam tanaman

yang produktif seperti tanaman hortikultura (tanaman buah-buahan, sayur-sayuran dan tanaman hias), rempah-rempah, obat-obatan, bumbu-bumbuan dan lainnya. Pada lahan yang sempit dapat menerapkan teknik vertikultur. 3. Pengolahan limbah padat secara langsung, masyarakat memilah sampah

secara langsung yaitu sampah organik dan non-organik. Sampah organik merupakan sampah yang dapat terdekomposisi contohnya sampah sayuran, sampah non-organik merupakan sampah yang tidak dapat terdekomposisi contohnya sampah plastik.

4. Masyarakat secara swadaya dapat membuat jaringan air bersih dari sumber mata air yang debitnya deras sepanjang tahun. Serta Dinas Kesehatan memberikan penyuluhan mengenai kesehatan lingkungan seperti sanitasi yang baik.

5. Untuk memperoleh energi yang dapat diperbaharui Dinas Lingkungan Hidup bersama masyarakat dapat membangun sarana MCK plus yang mengintegrasikan dengan energi biomassa/biogas. Dengan pengelolaan MCK

71

plus yang baik maka kesehatan lingkungan masyarakat akan meningkat dan

dapat menghemat bahan bakar fosil.

6. Dinas kesehatan dapat mengoptimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat seperti Puskesmas Pembantu di Desa Pasireurih.

7. Dinas perindustrian dan Perdagangan membantu dan membina masyarakat untuk mendirikan kembali koperasi di Desa Pasireurih agar dapat meningkatkan perekonomian lokal serta kesejahteraan masyarakat.

8. Dinas pariwisata memberikan pelatihan dan pembinaan agar masyarakat dapat mengoptimalkan pariwisata budaya sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

(Anonim). 2008. Cultural Landscape Give Us Sense of Place

.http://www.tclf.org/whatis.htm [ 8 Mei 2008]

(Anonim). 2010. Berkah Dari Sebuah Kakus.

http://www.indobiofuel.com/images/gambar%20newsbiomass1.JPG [10

Juni 2010]

Adriana, N. 1999. Tatanan Lanskap Permukiman Kampung Naga Kabupaten

Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat. [Skripsi]. Bogor. Jurusan Arsitektur

Lanskap. Fakultas Pertanian. Institut Pertaniaan Bogor. (tidak dipublikasikan)

[Bappeda].2005. Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

(RPJPD) Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025. Pemda Kab. Bogor

Booth, NK. 1983. Basic Element of Landscape Architectural Design. Illinois: Waveland Press Inc.

Capra, F. 2009. What Is An Ecovillage. http:www.ecovillagefindhorn.com. [7 Februari 2009]

Frick, Heinz dan T.R. Mulyani.2006. Arsitektur Ekologis. Yogyakarta : Kanisius [GEN] Global Ecovillage Network. 2009. What is An Ecovillage.

http://gen.ecovillage.org. [7 Februari 2009]

Hadiwiyoto. 1993. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Jakarta: Yayasan Idayu.

Hardjowigeno dan Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan

Perencanaan Tataguna Lahan. Yogyakarta : Gadjah Mada University

Press.

Hill, W.F. 1995. Landscape Handbook For The Tropis. NY USA : Garden Art

Press.

Hindarko S. 2003. Mengolah Air Limbah Supaya Tidak Mencemari Orang Lain. Jakarta : Esha Press

International Environment Forum. 2001. Environment and Ethics. http://www. unep.org. [7 Februari 2009].

73

Iskandar, J. 2001. Manusia budaya dan Lingkungan. Bandung : Humaniora Utama Press

Jayadinata, T.Johara. 1999. Tata Guna Tanah Dalam Perencanaan Perdesaan,

Perkotaan, Dan Wilayah. Bandung ITB Press.

Kamardi. 2003. Kelembagaan Adat dalam Masyarakat Desa. http//www.accu.or.jp.stats/ idn/idn3.htm [3Februari 2009].

Kendle, et al.2000. Sustainable Landscape Management: Landscape and Sustaianability.

Koentjoroningrat. 1979. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Lakitan, Benyamin. 1994. Dasar-Dasar Klimatologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Lingga, Pinus. 1999. Petunjuk penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya. Manik, K.E.S. 2003. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Djambatan.

Melnick, RZ. 1983. Protecting Rural Cultural Landscape: Finding Value in the

Counryside. Landscape J. 2(2)

Moeloek, Farid A. 2003. Pembangunan Berkelanjutan Dalam Peningkatan

Derajat Kesehatan Masyarakat. Makalah Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. Departemen Kehakiman dan HAM. 14-18 Juli

2003. Denpasar.

Muanas D et al.1998. Arsitektur Tradisional Jawa Barat. Ed ke-2. Jakarta: Depdikbud RI.

Nurlaelih, Euis. 2005. Aplikasi Konsep Desa Berkelanjutan (Ecovillage) dalam

pengelolaan lanskap Perkampungan Tradisional. [Tesis]. Bogor.

Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Porteous, JD. 1977. Environmental and Behavior: Planning and Everyday Urban

Life. Addison –Wesley Publishing Company. Massachussets.466p.

Purnama, Salura. 2007. Menelusuri Arsitektur Masyarakat Sunda. Bandung: PT. Cipta Sastra Salura

Rodie, S., Strich A. 2000. Landscape Sustainability. Lincoln: NU Institute of Agriculture and Natural Resources.

Roe, Maggie H. 2000. The Social Dimensions of Landscape Sustainability:

Landscape Sustainability. London and New York: Spon Press.

Sadli, S. 1976. Persepsi Sosial mengenai Perilaku yang Menyimpang. Disertasi dalam Ilmu Psikologi. Universitas Indonesia. Jakarta . (Tidak dipublikasikan).

Simonds, JO. 1983. Landscape Architecture. Ed ke-1. New York: McGraw-Hill Pub. Co.

Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor : Institut Pertanian Bogor Press. Suryalaga HRH. 2004. Rawayan Jati Sareng Sad Kamanusan, Sumber Ajen

Inajen Akhlak Kasundan. http://ww.sundanet.com/artikel.php?id=227.

[12 Februari 2010]

Svensson, K.2000. Listening To Voice of Man and Naturre. Ecovillage Millenium Vol 1: Jan 2000. http://gen.ecovillage.org [7 Februari 2009]

Tishler, WH. 1982. Historical Landscape: An International Preservation

Perspective Landscape Plan (9). P: 91-108.

UU RI Nomor 32 Tahun 2009. Tentang Perlindungan dan Pengelolaan

Lingkungan Hidup. Jakarta : Kementerian Lingkungan Hidup.

Yudohusodo S, et al. 1991. Rumah Untuk Seluruh Rakyat. Jakarta: Yayasan Padamu Negeri

Lampiran 1. Kuesioner Penilaian Keberlanjutan Masyarakat (PKM)/Community

Sustainability Assesment (CSA)

Dokumen terkait