Simpulan
Ada pengaruh loncat katak terhadap hasil lompat jauh pada siswa putra SDN Kaweron 1 Talun Blitar sebesar 5,36%, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi perubahan yang signifikan.
Saran
Dengan adanya pengaruh loncat katak terhadap hasil lompat jauh,pendidik dapat memberikan loncat katak sebagai salah satu perlakuan untuk meningkatkan prestasi siswa didalam lompat jauh.
Selain itu pendidik dapat memberikan latihan tambahan untuk menambah kemampuan lompat jauhnya.
DAFTAR PUSTAKA
Atiq, Ahmad. 2010. Buju Ajar Ilmu Kepelatihan Dasar. Pontianak: Universitas Tanjung Pura Pontianak.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Edisi Revisi V. Jakarta: Rineka Cipta.
Consuelo G. Sevilla, dkk. 2006. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia.
Iqbal,Almendi. 2010. PengaruhLatihan Vertical Jumps dan Loncat Katak Terhadap Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok. Malang: Budi Utomo Malang.
Ma’mur Asmani, Jamal. 2011. Tuntunan Lengkap Metedologi Praktis Penelitian Pendidikan. Jogyakarta: Diva Press.
Munasifah. 2008. Atletik Cabang Lompat. Semarang: Aneka Ilmu.
Sajoto, M. 1988. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondis Fisik Dalam Olahraga. Semarang: Dahara Prize. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.Bandung: Alfabeta.
“Instrumen Tes Bola Basket Mini Pada Sekolah Dasar Kelas Atas Melalui Modifikasi Dasten Basket Ball Test”
Heri Setiaji
Guru Penjaskes SMA Negeri 6 Kediri [email protected]
Abstrak
Penelitian Ini bertujuan untuk menyusun tes keterampilan teknik dasar bola basket mini yang diharapkan memiliki koefisien validitas dan reliabilitas yang tinggi, dan norma pada anak SD kelas atas. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Kras I, Jln. Setia Bakti No. 326 Kec. Kras Kab. Kediri Kode Pos 64172. Waktu penelitian ini dilakukan pada Februari – Maret 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik korelasi. Populasi berjumlah 26 orang siswa dengan teknik pengambilan purposive sampling.
Pengambilan data menggunakan tes yang sudah dimodifikasi dari Dasten Basket Ball Test Terdiri 3 aitem yaitu : Lari 10 M, Passing ke dindinbg selama 15 detik, dan Vertical Jump Hasil analisis data menunjukan bahwa pengukuran instrumen tes bola basket tersebut memiliki validitas, reliabilitas, dan norma. Tes lari 10 M nilai reliabilitas 0,718, tes melempar bola kedinding nilai reliabilitas 0,759, tes vertical jump dengan nilai reliabilitas 0,752 . Dari ketiga nilai r hitung semua lebih besar daripada r table, sehingga ketiga item tersebut valid.
Kata Kunci: Keterampilan Bola Basket Mini, Dasten Basket Ball Test
PENDAHULUAN
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar manusia yang beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3).
Tujuan pendidikan nasional yang dimaksud, ditetapkan dalam bahwa “Mahendra (2003:6) mengemukakan bahwa secara sederhana pendidikan jasmani memberikan kesempatan kepada siswa untuk: (1)
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani, perkembangan estetika, dan perkembangan sosial, (2) mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk menguasai keterampilan gerak dasar yang akan mendorong partisipasinya dalam aneka aktivitas jasmani, (3) memperoleh dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani yang optimal untuk melaksanakan tugas sehari-hari secara efisien dan terkendali, (4) mengembangkan nilai-nilai pribadi melalui partisipasi dalam aktivitas jasmani baik secara kelompok maupun perorangan, (5) berpartisipasi dalam aktivitas jasmani yang dapat mengembangkan keterampilan sosial yang memungkinkan siswa berfungsi secara efektif dalam hubungan antar orang, (6) menikmati kesenangan dan keriangan melalui aktivitas jasmani, termasuk permainan olahraga.
Permainan bola basket pada zaman sekarang ini banyak sekali peningkatan dan semakin banyak digemari oleh masyarakat, khususnya di Indonesia bahkan telah menjadi trend setter bagi kalangan remaja-remaja. Walaupun bola basket adalah olahraga untuk kalangan muda dengan mayoritas pemain adalah kaum pria, namun sekarang bola basket juga dimainkan oleh anak-anak yang akan menginjak masa remaja serta dari segala usia dan ukuran tubuh bahkan oleh mereka yang cacat fisik. Dikalangan pelajar baik itu dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas bahkan tingkat Mahasiswa permainan bola basket banyak digemari.
Bola basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YNCA (sebuah wadah pemuda umat kristen). Di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan diruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England (Muhajir, 2007: 11).
Bola basket dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari 5 orang pemain, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang. Tujuan dari masing-masing tim adalah untuk mencetak angka ke keranjang lawan dan berusaha mencegah tim lawan mencetak angka (PERBASI, 2008: 1). Permainan bola basket memiliki teknik dasar permainan, yakni: (1) melempar bola dan menangkap bola, (2) menggiring bola, (3) menembakkan bola ke dalam keranjang, (4) bertumpu pada satu kaki, (5) memasukan bola dengan irama tiga langkah (lay up-shout).
Permainan bola basket haruslah diperkenalkan sejak usia dini, karena pada masa anak-anak pertumbuhan fisik maupun mentalnya sudah matang. Pertumbuhan yang tampak jelas adalah pertumbuhan panjang lengan dan kaki, koordinasi antara tangan dan mata serta kaki dan mata, bertambah baik pula. Keberanian juga lebih berkembang. Hal ini terjadi baik pada anak laki-laki maupun perempuan.
Dalam hal ini permainan bola basket banyak mengalami perubahan-perubahan yang sangat mendasar, yakni dengan adanya permainan bola basket mini. Permainan bola basket timbul karena ada kesadaran bahwa untuk menjadi seorang pemain yang besar dan hebat haruslah dilatih sejak kecil. Maka diciptakanlah permainan bola basket dengan alat, fasilitas serta peraturan yang benar-benar sesuai dan dikondisikan untuk anak-anak. Dengan tujuan agar mengenal dasar-dasar bola basket sedini mungkin.
Permainan bola basket mini ini berkembang pada tahun 1960 di Eropa, yang khusus diciptakan untuk anak usia 8-13 tahun, guna menyiapkan fisik serta menanamkan disiplin atas dasar hormat dan patuh pada peraturan. Menghormati lawan dan diri mereka sendiri juga merupakan salah satu perasaan yang bisa dibina melalui olahraga ini. Kunci dari permainan bola basket mini ini, bagaimanapun juga bukanlah suatu eksklusivisme menyiapkan seorang anak sebagai pemain basket
professional, tetapi membuatnya menjadi suatu kegiatan yang edukasional dan dapat dinikmati oleh anak-anak tersebut.
Modifikasi terhadap permainan bola basket hendaknya disesuaikan dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan siswa. Permainan bola basket untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk siswa. Dalam hal ini Siedentop (1994:69) menegaskankan bahwa dalam usaha pengembangan model permainan, perlu diperhatikan rambu-rambu berikut ini: (1) memodifikasi aktivitas untuk meratakan kompetisi, (2) mengurangi jarak, (3) memberikan kesempatan lebih untuk mencetak skor, (4) menganalisa posisi sesuai dengan kemampuan siswa yang cacat, (5) memberikan peralatan yang disesuaikan untuk membuat penampilan lebih mudah. Terdapat beberapa kunci atau strategi untuk memodifikasi sebuah permainan yang menyenangkan dan berpetualang serta membuat anak menjadi sukses dalam mengikuti permainan, Siedentop (1994:60-64) mengemukakannya sebagai berikut: (1) membuat cara untuk mencetak skor atau angka dengan mudah, (2) memperlambat pergerakan bola atau obyek, (3) meningkatkan kesempatan untuk latihan teknik dan taktik, (4) dimungkinkan melakukan permainan secara teratur untuk memunculkan terjadinya mempelajari taktik, (5) Merubah peraturan-peraturan dalam penskoran.
METODE PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Nilai koefisien validitas dan reliabilitas tes keterampilan bola basket mini the 40 – feet dash, Wall bounce, vertical Jump pada anak putra usia 10 – 12 th. 2) Norma tes keterampilan bola basket mini the 40 – feet dash, Wall bounce, Vertical Jump pada anak putra usia 10 – 12 tahun.
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Kras I, Jln. Setia Bakti No. 326 Kec. Kras Kab. Kediri Kode Pos 64172. Waktu penelitian ini dilakukan pada Februari – Maret 2016. Subyek penelitihan berasal dari 4 (empat) sekolah dasar yang berada di Kec.Kras Kab Kediri, Yaitu SD
Negeri Kras I, SD Negeri Kras II, SD Negeri Banjaranyar I danb SD Negeri Banjaranyar II Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pada siswa putra sekolah dasar kelas atas (IV, V dan VI). yang mengikuti ekstra bola basket. Sampel pada penelitian ini berjumlah 26 siswa putera. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah tes keterampilan Dasten Basket Ball Test yang dimodifikasi oleh penulis. Dengan masing-masing butir-butir tes sebagai berikut: 1) Speed (kecepatan) lari dengan jarak 10 meter, 2) Wall bounce: tes passing ketembok selama 15 detik dengan jarak 1,6 M, 3) Vertical Jump: Tes “tes melompat
HASIL PENELITIAN
Deskripsi data yang disajikan adalah deskripsi penyusunan instrumen tes keterampilan bola basket mini Dasten Basket Ball Test, 1) Speed (kecepatan) lari dengan jarak 10 meter, 2) Wall bounce: tes passing ketembok selama 15 detik dengan jarak 1,6 M, 3) Vertical Jump: tes melompat.
Berikut adalah penyajian deskripsi data modifikasi Dasten Basket Ball Test, meliputi nilai terendah, nilai tertinggi, rata-rata, simpangan baku dan varians
Tabel 1 Hasil Tes Modifikasi Dasten Basket Ball Untuk Umur 8 – 12 Tahun
NO LARI 10 M PASS KEDINDING VERTICAL JUMP
1 1.90 15 X 38.5 cm 2 1.90 13 X 31.5 cm 3 1.90 14 X 35.0 cm 4 1.99 16 X 40.5 cm 5 1.78 15 X 39.0 cm 6 1.95 16 X 40.5 cm 7 1.95 16 X 39.0 cm 8 2.05 18 X 41.0 cm 9 1.86 15 X 38.0 cm 10 1.80 14 X 35.0 cm 11 1.82 16 X 40.5 cm 12 1.90 15 X 38.0 cm 13 1.99 17 X 43.5 cm 14 1.92 15 X 35.5 cm 15 1.80 16 X 38.0 cm 16 1.87 17 X 40.5 cm 17 2.05 18 X 42.0 cm 18 1.88 17 X 39.5 cm 19 1.99 15 X 38.0 cm 20 1.99 17 X 43.5 cm 21 1.90 15 X 40.0 cm 22 1.87 17 X 42.5 cm 23 1.87 15 X 40.0 cm 24 1.80 14 X 38.0 cm 25 1.90 15 X 43.5 cm 26 1.80 16 X 39.0 cm
Tabel 2 Hasil Statistik
Lari_10_M wall_pass V_Jump
N 26 26 26 Mean 1.9992 14.46 39.231 Median 1.9900 15.00 39.250 Std. Deviation .21324 3.036 2.8398 Minimum 1.79 1 31.5 Maximum 2.99 18 43.5
Tabel 3 Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
0,784 3
Dari tabel 3 di peroleh nilai reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,784. Jika nilai tersebut diatas 0,6 maka dapat disimpulkan memiliki reliabilitas yang baik. Nunnally (1967) mengatakan batas minimal reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha adalah 0,6. Sumber lain mengatakan batas tersebut adalah 0,5 dan sumber lainnya adalah 0,4.
Tabel 4 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Lari_10_ M 54.8846 15.066 0,718 .118 wall_pass 41.1319 8.225 0,759 .038 V_Jump 17.5550 1.697 0,752 .112 Nilai r tabel dengan N = 26 (df = 24) adalah 0,388 pada taraf signifikansi 0,05.
Dari tabel 4 diperoleh nilai lari 10 meter sebesar 0,718 wall pass sebesar 0,759 dan vertical jump sebesar 0,752. Dari ketiga nilai r hitung semua lebih besar daripada r table, sehingga ketiga item tersebut valid.
Tabel 5. Kategori Norma
No Kategori Skor Total Persentil Range
1 Sangat Baik > 240
2 Baik 180-239
3 Cukup 120-179
4 Kurang 60-119
PEMBAHASAN
Bola basket mini merupakan bentuk permainan olahraga dari hasil modifikasi bola basket yang disesuaikan dengan siswa Sekolah Dasar, hal ini seperti arti Bola Basket mini, yaitu suatu permainan yang didasarkan atas bola basket bagi anak laki-laki atau perempuan yang berumur dua belas tahun atau kurang (Anon, 2000:11). Sedangkan menurut pendapat lain Bola Basket Mini merupakan suatu bentuk penyederhanan peraturan kegiatan jasmani guna memberikan pengalaman gerak siswa-siswi Sekolah Dasar yang sesuai dengan tingkat kematangan kognitif dan motorik siswa (Matakupan, 1995:100).
Permainan bola basket ini hendaknya dianggap sebagai olahraga yang dapat diajarkan sejak anak masih kecil. Para guru sering kali menunda mengajarkan olahraga ini sampai anak mencapai usia tigabelas atau empatbelas tahun. Cara berpikir terbaru mengenai bidang pendidikan menyebabkan olahraga bola basket ini menjadi populer disekolah- sekolah, dimana anak laki-laki dan wanita dapat bermain bersama dalam suatu team.
Mini bola basket ini persis sama dengan apa yang disebut “biddy bola basket” yang banyak dimainkan di Amerika oleh anak-anak berusia antara delapan sampai duabelas tahun. Yang digunakan adalah bola yang berukuran lebih kecil dan ringan (Vic Ambler, 2000:8).
Permainan Bola Basket mini
Menurut Imam Soejoedi (1978:72), bola basket mini itu merupakan suatu permainan untuk anak yang berumur 13 tahun kebawah, karena permainan bola basket mini tepat sekali diajarkan di Sekolah Dasar. Bola basket mini diajarkan bertujuan agar anak-anak memperoleh dasar-dasar permainan bola basket dan juga anak-anak gemar akan permainan bola basket. Permainan bola basket mini ini dirancang untuk memperkenalkan bola basket sebagai salah satu sarana rekreasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Meskipun disebutkan mini, akan tetapi dalam memainkan bola dalam kegiatan tersebut tidak jauh berbeda dengan permainan
dilaksanakan oleh orang dewasa. Artinya aktivitas gerak yang dilakukan kaya akan bentuk-bentuk kegiatan jasmani. Hal ini seperti dijelaskan dalam peraturan bola basket mini yang dikeluarkan oleh PERBASI, bahwa Bola Basket Mini adalah bentuk pengalaman gerak yang kaya dan unik untuk anak laki-laki dan perempuan guna diperkenalkan kepada bola basket, meratakan jalan untuk keterlibatan mereka dalam olahraga itu. Didasari pada prinsip-prinsip pendidikan yang memberikan mereka kesempatan untuk perkembangan fisik, intelektual, emosional anak-anak (Anon, 2000:8).
Permainan bola basket mini pada dasarnya memberikan sarana pengalaman gerak yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan pertumbuhan intelektual, motorik siswa Sekolah Dasar. Selain daripada itu guna memperkenalkan siswa terhadap jenis permainan olahraga sehingga dalam berbagai kesempatan dapat melakukannya. Permainan bola basket mini memiliki ciri-ciri antara lain: 1) ukuran lapangan, 2) jumlah pemain, 3) waktu bermain (Imam Sodikun, 1992:11-16).
Berdasarkan hal tersebut, maka permainan bola basket mini adalah salah satu permainan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan pertumbuhan siswa Sekolah Dasar dengan memodifikasi ukuran lapangan dan waktu permainan. Keterampilan bola basket yang diterapkan pada anak-anak berusia 13 tahun kebawah adalah sama dengan orang dewasa. Keterampilan dasar yang diajarkan pada anak- anak antara lain: 1) teknik melempar dan menangkap, 2) teknik menggiring bola, 3) teknik menembak. Melempar dan menangkap merupakan salah satu skill dasar dalam permainan bola basket yang sangat dibutuhkan oleh setiap pemain, sebab hampir sebagian besar permainan bola basket menggunakan lemparan dan tangkapan. Untuk menguasai keterampilan tersebut, diperlukan penguasaan gerakan sehingga sasaran yang diinginkan dapat tercapai.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen yang memiliki tingkat reliabilitas tinggi cenderung menghasilkan data yang
sama tentang suatu variabel atau unsur-unsurnya jika diulangi pada waktu yang berbeda pada sekelompok individu yang sama. Suatu tes harus memiliki tingkat ketepatan yang tinggi dalam mengungkapkan bidang yang jadi masalah penelitian. Yang terpenting dalam pemilihan baterai tes ini adalah harus benar-benar memiliki koefisien korelasi yang tinggi dengan cabang olahraga tersebut, karena baterai tes ini dugunakan untuk mengetahui kemampuan atlit dalam suatu cabang olahraga.
Berikut di bawah ini penjelasan perbedaan antara Dasten Basket Ball Test dengan modifikasi Dasten Basket Ball Test.
Tabel 3. Perbedaan Dasten Basket Ball Test dengan modifikasi Dasten Basket Ball Test
Tes Dasten Basket Ball
Test.
Modifikasi Dasten
Basket Ball Test. Alasan-alasan
A. Wall bounce Passing ketembok de ngan jarak 1,6 M ,bola dipasing ketembok di
atas garis 60 cm dari lantai dan kearah sasa-
ran yang berukuran 90 x 120 cm, teste melaksa kan passing ketembok selama 15” Passing ketembok dengan jarak 1,6 M ,bola dipasing ketembok diatas garis 50 cm dari lantai, teste mela- kan passing ke dinding /tembok sela -
ma 15”
Dengan memodi - fikasi tes anak SD kelas atas melaku -
kan passing ke tembok lebih dekat mudah untuk di laksanakan.
B.The 40 feet dash
Siswa melakukan tes lari denbgan jarak
Siswa melakukan tes lari dengan jarak 15 meter.
Dengan memodi fikasi tes anak SD kelas atas melaku -
lebih pendek. C. Vertical
Jump
Siswa melakukan tes vertikal jump 3 kali lompatan
Siswa melakukan tes vertikal jump 3 kali lompatan