Dari hasil penelitian pengaruh pembelajaran discovery learning terhadap penguasaan konsep siswa pada pokok bahasan enzim didapatkan temuan sebagai berikut:
1. Keterlaksanaan pembelajaran discovery learning cukup memuaskan. Pada tahap observation terlaksana dengan sangat baik, manipulation terlaksana dengan sangat baik, tahap generalization terlaksana dengan cukup baik, tahap verification terlaksana dengan sangat baik, dan tahap application terlaksana dengan cukup baik. Kendala utama yang ditemui selama pelaksanaan pembelajaran discovery learning adalah faktor siswa yang belum terbiasa dengan pembelajaran sains lewat praktikum sehingga ketika dihadapkan pada pembelajaran yang berbasis praktikum siswa mengalami kesulitan. Kondisi internal siswa juga mempengaruhi hasil capaian, dan keterbatasan waktu yang mengakibatkan proses pembelajaran discovery learning tidak dapat terlaksana sepenuhnya dengan sempurna.
2. Setelah diuji rata-rata dua pihak terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata hasil penguasaan konsep siswa kelas eksperimen sebelum dan setelah diterapkan pembelajaran discovery learning dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran langsung (konvensional). Faktor penerapan discovery learning memberikan pengaruh pada hasil peningkatan penguasaan konsep siswa diantaranya, siswa dilatih untuk menemukan konsep langsung melalu pengalamannya.
3. Terdapat perbedaan peningkatan nilai rata-rata kemampuan penguasaan konsep siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, pada kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 23,81 poin jika dibandingkan dengan kelas kontrol yang hanya mengalami peningkatan
71
Helmi Nashrulhaq, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN ENZIM
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
19,81 poin. Hal ini juga didukung dengan N-Gain kelas eksperimen yang lebih besar dibandingkan dengan N-Gain kelas kontrol yaitu 0,44 > 0,29.
B. IMPLIKASI
Implikasi dari temuan penelitian ini adalah dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan discovery learning secara simultan, peneliti dapat berharap penguasaan konsep akhir siswa dapat meningkat pada setiap siswa. Berdasarkan implikasi tersebut, secara rinci ditemukan bahwa:
1. Dengan pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan kemampuan penguasaan konsep siswa
2. Dengan pembelajaran discovery learning ini dapat memberikan pengalaman belajar siswa secara langsung sehingga pemahaman siswa lebih komprehensif.
3. Dengan terbiasanya siswa melakukan pembelajaran discovery learning maka rasa ingin tahu siswa terhadap suatu fenomena akan semakin meningkat. Dengan meningkanya rasa ingin tahu, keinginan siswa untuk melakukan percobaan-percobaan sederhana akan semakin meningkat pula. Selain itu, siswa tidak akan mudah percaya terhadap informasi-informasi yang diterima jika siswa tersebut belum melakukan percobaan terkait hal tersebut
4. Dengan pembelajaran discovery learning ini dapat menanamkan sikap ilmiah kepada siswa agar dapat membuktikan sendiri konsep yang belum dipahami.
C. REKOMENDASI
Berlandaskan kepada hasil temuan penelitian ini, maka ada beberapa pandangan yang mungkin dapat dijadikan masukan atau saran guna meningkatkan penguasaan konsep siswa siswa, diantaranya:
1. Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menyempurnakan beberapa hal diantaranya :
72
Helmi Nashrulhaq, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN ENZIM
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
a. Peneliti diharapkan dapat mengukur juga efektifitas pembelajaran dan kemampuan proses sains siswa
b. Sintaks pembelajaran discovery learning tidak tercapai secara sempurna, oleh karena itu sebaiknya peneliti lebih siap dan menguasai setiap tahap pembelajaran
c. Peneliti sebaiknya melakukan pembiasaan terlebih dahulu karena pembelajaran discovery learning ini menuntut kemandirian, kepercayaan terhadap diri sendiri dan kebiasaan bertindak sebagai subjek.
d. Saat penelitian berlangsung, kondisi siswa harus diperhatikan karena kemungkinan besar akan mempengaruhi hasil penelitian.
2. Kepada pihak sekolah dan pemerintah diharapkan dapat :
a. Menyiapkan guru dengan memberikan pembekalan dan pelatihan mengenai pembelajaran model discovery learning
b. Sekolah sebaiknya membiasakan siswa untuk belajar dengan metode praktikum, karena pembelajaran yang berbasis praktikum selain dapat memunculkan motivasi siswa juga dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi yang ingin diajarkan.
c. Sekolah menanamkan nilai-nilai sikap ilmiah dalam kehidupan sehari-hari siswa, untuk melatih mereka menjadi seorang ilmuwan demi mengembangkan pengetahuan yang telah mereka dapat sebelumnya.
73
Helmi Nashrulhaq, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN ENZIM
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Amien (1997). Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan
Menggunakan Metode “Discovery” dan “Inquiry”. Jakarta : Depdikbud Dikti
PPLPTK
Arikunto, S. (2012). Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Campbell, NA., J.B Reece, & E.J. Simon. (2004). Biology. Fifith edition.
California: The Benjamin/ Cummings Publishing.
Dahar, W.R (1996). Teori-teori Belajar & Pembelajaran. Jakarta : Erlangga Dahlia, Fitria (2009). Pengaruh Pembelajaran Discovery Learning Terhadap
Peningkatan Kemampuan Literasi Sains dan Sikap Ilmiah Siswa SMP pada Materi Ekosistem. Skripsi Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Bandung : Tidak diterbitkan
Daryanto (2008). Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Hamidah, Dida (2012). Pengembangan Guru Biologi SMA Melalui Program Pelatihan Pedagogical Content Knowledge Pada Materi Genetika.Skripsi Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Bandung : tidak diterbitkan
Hidayat, R. (2012). Profil Kemampuan Berinkuiri Siswa SMP dan Hasil Belajar Siswa setelah Diterapkan Pembelajaran Levels of Inquiry. Skripsi Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI. Bandung : Tidak diterbitkan.
Kamus Besar Indonesia Edisi Ketiga (2007)
Karim (2011). Penerapan Metode Penemua Terimbing dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan
Berpikir Kritis Siswa SD. [Online]. Tersedia :
http://jurnal.upi.edu/file/3-Asrul_Karim.pdf. [14 September 2015] Kemendikbud. (2012). Dokumen Kurikulum. Jakarta : Kemendikbud
Kemendiknas. (2011). INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SMP. Belajar dari PISA dan TIMSS. Jakarta : Kemendiknas Kompas, (2012). Prestasi Sains dan Matematika Indonesia Menurun. [Online].
Tersedia :
http://edukasi.kompas.com./read/2012/12/14/09005434/Prestasi.Sains.dan.Mat ematika.Indonesia.Menurun. [14 Januari 2014
74
Helmi Nashrulhaq, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN ENZIM
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kurnadi, Kemal Adyana. 2009. Dasar-dasar Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Bandung : Jurusan Pendidikan Biologi, FPMIPA UPI
Mullis,I.V.S dan Martin,M.O, (2011). TIMSS 2011 Assessment Frameworks.
[Online]. Tersedia :
http://timssandpirls.bc.edu/timss2015/frameworks.html. [14 Januari 2015] Prehati, Wiwin. (2013). Pengertian Penelitian Eksperimen. [Online]. Tersedia :
http://wiwinprehati.staff.stainsalatiga.ac.id/2013/11/06/pengertian-penelitian-eksperimen/ (22 Januari 2015).
Ristanto, Ichal. 2011. Prestasi Belajar. Online : [Tersedia] : http://sainsedutainment.blogspot.com/2011/10/prestasi-belajar.html [14 Januari 2015
Rokhayati, N. (2010). Peningkatan Penguasan Konsep Matematika melalui Model Pembelajaran Guided Discovery-Inquiry pada Siswa Kelas VII SMAN I
Sleman.[Online]. Tersedia :
http://eprintas.uny.ac.id/2102/1skripsi_Nuri_Rokhayati.pdf. [16 Juli 2015] Rupilu, N. (2012). Pengaruh Pembelajaran Guided Inquiry Terhadap
Kemampuan Berpikir Formal dan Sikap Ilmiah Siswa. [Online].
Tersedia :
http://pasca.uniksha.ac.id/e-journal/hndex.php/jurnal_ipa/article/download/486/278 [14 Januari 2015] Rustaman. A, Rochinawati. D, Nurjhani. M, Subekti, Redjeki, Yudianto,
Dirdjosoemarto, Hamdiyanti, dan Achmad. (2003). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi UPI.
Sembiring, Langkah., Sudjino. 2009. Biologi. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009
Sugiyono (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara Suhara (2009). Dasar-dasar Biokimia. Bandung : Prisma Press
Surapranata, Sumarna (2005). Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interprestasi Hasil Tes : Implementasi Kurikulum 2014. Bandung : Rosda Karya
Takdir, I. (2012). Pembelajaran Discovery Strategy & Mental Vocational Skill. Jogjakarta : DIVA Press.
Trianto, (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik. Jakarta : Prestasi Pustaka
75
Helmi Nashrulhaq, 2015
PENGARUH PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN ENZIM
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Wenning, Carl J. (2004). Levels of Inquiry : Hierarchies of pedadogical practices and inquiry process. Journal Physics Teacher Education Online, 2(3) hlm 3-12 Wenning, Carl J. (2005). Implementing inquiry-based instruction in the science
clasroom. A new model for solving the improvement of practice problem . Journal Physics Teacher Education Online, 2(4) hlm 9-15
Wenning, Carl J. (2010). Levels of Inquiry : using inquiry spectrum learning sequences to teach science Journal Physics Teacher Education Online, 5(3) hlm 11-20
Wenning, Carl J. (2011). The Levels of Inquiry Model of Science Teaching. Journal Physics Teacher Education Online, 6(2) hlm 9-16
Winkel, 2007. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta : Media Abadi
Wulansari, Putri Ayu (2014). Efektivitas Discovery Learning dalam Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Kemampuan Menyimpulkan. Skripsi Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Lampung. Lampung : Tidak diterbitkan