• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian penerapan model belajar aktif tipe rotasi peran berbasis efikasi diri untuk kemampuan bermain drama di MTs PUI Cikijing telah menemukan hasil akhir. Beberapa temuan dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga sub, yakni simpulan, implikasi, dan rekomendasi.

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian eksperimen kuasi mengenai pengaruh model belajar aktif tipe rotasi peran berbasis efikasi diri dalam pembelajaran bermain drama pada siswa kelas VIII di MTs PUI Cikijing diperoleh simpulan sebagai berikut.

1. Profil pembelajaran bermain drama siswa kelas VIII Mts PUI Cikijing dapat dilihat dari beberapa faktor, diantaranya faktor yang menyebabkan siswa tidak menyukai keterampilan berbicara, karena pembelajaran bermain drama itu bermula dari keterampilan berbicara. Salah satunya penyebabnya adalah merasa malu atau tidak percaya diri saat berbicara di depan kelas sehingga muncul perasaan gugup atau demam panggung. Selain itu, banyak siswa yang menganggap pembelajaran drama itu tidak begitu penting, karena tidak banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Profil kemampuan bermain drama siswa kelas VIII MTs PUI Cikijing diperoleh dari hasil prates bermain drama yang dilakukan di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditunjukkan bahwa kemampuan bermain drama masih belum maksimal. Kemampuan bermain drama siswa di MTs PUI Cikijing masih perlu dilatih sehingga siswa dapat terampil berbicara di depan kelas, terutama dapat terampil bermain drama. Selain itu, efikasi diri siswa juga masih perlu ditingkatkan karena itu akan mempengaruhi keberhasilan dalam belajar

3. Pelaksanaan pembelajaran bermain drama menggunakan model belajar aktif tipe rotasi peran berbasis efikasi diri. Perlakuan ini berlangsung selama tiga kali

79

Diah Rodhiyati Mardhiyah, 2015

PENERAPAN MODEL BELAJAR AKTIF TIPE ROTASI PERAN BERBASIS EFIKASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN DRAMA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pertemuan. Setelah perlakuan dilakukan, siswa dites kembali untuk bermain drama dengan indikator-indikator yang dibuat oleh peneliti, tes tersebut merupakan pascates pada penelitian ini.

4. Kemampuan bermain drama berdasarkan hasil pengujian statistik penelitian ini diperoleh hasil bahwa hipotesis H0 ditolak atau H1 diterima. H1 dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bermain drama di kelas VIII yang diterapkan model belajar aktif tipe rotasi peran berbasis efikasi diri dengan siswa yang diterapkan metode terlangsung di MTs PUI Cikijing.

B. Implikasi

Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan model belajar aktif tipe rotasi peran berbasis efikasi diri untuk kemampuan bermain drama, maka terdapat beberapa implikasi yang berkenaan dengan penelitian ini yaitu sebagai berikut.

1. Kemampuan bermain drama merupakan kemampuan berbicara yang menuntut siswa untuk beradegan sesuai naskah yang telah ditulis. Kemampuan tersebut dapat melatih siswa untuk terampil berbicara di depan kelas. Model belajar aktif tipe rotasi peran berbasis efikasi diri untuk kemampuan bermain drama memberikan dampak positif terhadap kemampuan bermain drama. Penggunaan model ini membantu siswa untuk tampil percaya diri, berani, dan dapat menyelesaikan tugas sesuai perintah.

2. Efikasi diri yang tinggi dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar, karena keberhasilan siswa dalam belajar akan sangat dipengaruhi oleh efikasi diri yang dimiliki oleh siswa yang dapat mengatur waktu, mengikuti proses pembelajaran dengan baik, dan sebagainya.

C. Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan model belajar aktif tipe rotasi peran berbasis efikasi diri untuk kemampuan bermain drama, maka peneliti mengajukan beberapa rekomendasi sebagai berikut.

80

Diah Rodhiyati Mardhiyah, 2015

PENERAPAN MODEL BELAJAR AKTIF TIPE ROTASI PERAN BERBASIS EFIKASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN DRAMA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Berdasarkan hasil penelitian, model belajar aktif tipe rotasi peran berbasis efikasi diri terbukti efektif meningkatkan kemampuan bermain drama. Peneliti memberikan rekomendasi untuk menggunakan model ini sebagai model pembelajaran yang digunakan untuk mempelajari jenis materi lainnya sesuai dengan silabus yang digunakan.

2. Model belajar aktif tipe rotasi peran berbasis efikasi diri dapat meningkatkan efikasi diri siswa dalam belajar, berani tampil di depan kelas, dan dapat menyelesaikan beban tugas yang diberikan dengan baik.

81 Diah Rodhiyati Mardhiyah, 2015

PENERAPAN MODEL BELAJAR AKTIF TIPE ROTASI PERAN BERBASIS EFIKASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN DRAMA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Anirun, S. (1998). Menjadi aktor. Bandung: PT Rekamedia Multiprakarsa.

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsjad & Mukti. (1993). Pembinaan kemampuan berbicara bahasa indonesia. Jakarta: Erlangga.

Bonwell, C.C. (1995). Active learning: creating excitement in the classroom. Center for Teaching and Learning: St. Louis College of Pharmacy

Dewojati, C. (2010). Drama sejarah, teori, dan penerapannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Djiwandono. (2008). Tes bahasa : pegangan bagi pengajar bahasa. Jakarta: PT. Indeks.

Effendi, S. (2007). Sikap wajar memandang hari depan bahasa indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Endraswara, S. (2005). Metode & teori pembelajaran sastra. Yogyakarta: Buana Pustaka.

Esten, M. (2013). Kesusasteraan pengantar teori dan sejarah. Bandung: Angkasa Fananie, Z. (2009). Telaah sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press. Fraenkel, W. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education: Eighth

Edition. United States: Mc Graw Hill.

Harymawan, RMA. (1993). Dramaturgi. Bandung: BIT PT Remaja Rosdakarya. Hasanuddin. (2008). Drama karya dua dimensi kajian teori, sejarah, dan analisis.

Bandung : Angkasa.

Heryati, Y. (2009). Penerapan model pembelajaran siswa aktif (studen active

learning) bagi peningkatan keterampilan berbicara bahasa Indonesia.

82

Diah Rodhiyati Mardhiyah, 2015

PENERAPAN MODEL BELAJAR AKTIF TIPE ROTASI PERAN BERBASIS EFIKASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN DRAMA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Hisyam, Z. dkk. (2004). Strategi pembelajaran aktif. Jogjakarta: Institute Agama Islam Negri Sunan Kalijaga.

Jaedun, A. (2011). Metodologi penelitian eksperimen. Puslit Dikdasmen: Lemlit UNY.

Jalidu, M. A. (2010). Rahasia akting sempurna. Yogyakarta: Garudhawaca. Melani. dkk. (2003). Membaca sastra. Magelang: IndonesiaTera.

Mitter & Shevtsova. (2005). Fifty key theatre directors. London: Routledge.

Muhammad, Z. (2012). Penerapan model pengajaran pengalaman-langsung untuk

meningkatkan kemampuan memahami dan memeragakan drama:kuasi eksperimen terhadap siswa kelas v sd di kota Ternate. (Tesis). Sekolah

Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Nurgiyantoro, B. (2008). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: UGM Press.

Priyatni. (2010). Membaca sastra dengan ancangan literasi kritis. Jakarta : Bumi Aksara.

Saptaria. (2006). Acting handbook. Bandung: Rekayasa Sains.

Silberman, L. M. (2009). Active learning 101 cara belajar siswa aktif. Bandung: Nusamedia.

Siska, Y. (2011). Penerapan metode bermain peran (role playing) dalam

meningkatkan keterampilan social dan keterampilan berbicara anak usia dini.

Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia. Edisi Khusus No. 2.

Sitorus, E. D. (2002). The art of acting. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Slamet & Amir. (1996). Peningkatan keterampilan berbahasa indonesia (bahasa lisan dan bahasa tertulis). Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Soegeng , A.Y. (2012). Pengembangan sistem pembelajaran, Semarang: IKIP PGRI Semarang Press.

83

Diah Rodhiyati Mardhiyah, 2015

PENERAPAN MODEL BELAJAR AKTIF TIPE ROTASI PERAN BERBASIS EFIKASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN DRAMA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suhartono. (2005). Pengembanga keterampilan bicara anak usia dini. Jakarta: Departemen PendidikanNasional.

Sumiyadi & Durachman. (2013). Sanggar sastra. Bandung: Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Syamsuddin & Damaianti. (2006). Metode penelitian pendidikan bahasa. Bandung: Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT. Remaja Rosdakarya.

Talib, R. K. (2014) Meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui metode

bermain peran di kelas 2 sdn 2 Tilamuta kabupaten Boalemo. (TESIS).

Universitas Negeri Gorontalo.

Tarigan, dkk. (1998). Pengembangan keterampilan berbicara. Jakarta: Depdikbud Bagian Proyek Penataran Guru SLTP setara D III.

Tarigan, H. G. (1981). Berbicara. Bandung: Angkasa

Tarigan, H. G. (2011). Prinsi-prinsip dasar sastra. Bandung: Angkasa.

Waluyo, H. J. (2001). Drama “teori pembelajarannya”. Yogyakarta: PT. Hanindita Graha Widya Yogyakarta.

Waluyo, H. J. (2006). Teori dan apresiasi sastra. Jakarta: Rajawali.

Dokumen terkait