• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan

LANDASAN TEORI

A.Definisi Laboratorium

Laboratoriumadalahsalahsatusaranapendidikan yang dapat di gunakansebagaitempatberlatih, siswadapatmengadakankontakdenganobjek yang di pelajarisecaralangsungbaikmelaluipengamatan, maupundenganmelakukanpercobaandarilaboratoriumitulahakanselalu

mengalirkanformasi-informasiilmiahbaru yang berasaldarihasil-hasilpenemuanparapeneliti di laboratium. Laboratoriummerupakanbagianpentingdanutamadalam proses pendidikan, artinyasiswasecaraindividuatau berkelompok dengan bimbingan guru belajarberlatihsecaraaktifmenggunakansegenappancaindra,

otakdantangannyamemecahkanberbgaimasalahnyasendiridaribuku-bukuperpustakaanataulembarkerjasiswa (LKS) kemudianmendiskusikanhasil-hasilpenelaahannya di dalamlaboratoriumuntukmemperolehpengetahuan (Dikbud,1999:5)

Ada juga yang

mengartikanlaboratoriumsebagaisuatutempatdilakukannyapercobaandanpenelit ian.Tempatinidapatmerupakansuaturuangantertutup, kamaratauruanganterbuka, kebunmisalnya.dalampengertian yang terbataslaboratoriumialahsuaturuangan yang tertutupdimanapercobaandanpenelitiandilakukan

B.FungsiLaboratoriumdalamPembelajaranSains

Fungsi utama laboratorium adalah untuk menyampaikan roh/jiwa metode inkuiri ilmiah. sedangkan menurut sharma ( 1981:205 ), bahwa salah satu fungsi yang penting laboratorium ilmu pengetahuan adalah memperdalam pemahaman siswa tentang konsep ilmiah dan aplikasinya berhubungan erat dengan lingkungan alam. Di laboratorium para siswa dapat diajar lebih siap

14

untuk melakukan pengamatan untuk dalam pengambilan pengukuran. Laboratorium harus mewakili sebagai suatu bagian integral pembelajaran sains. Maka, laboratorium, dalam formatnya, membantu tercapainya tujuan pembelajaran sains yang pada gilirannya membantu di masa yang akan datang dalam pengembangan bidang sains.

Fungsi dan peranan laboratorium lainnya diungkapkan Depdikbud (1999:12) adalah: (1) Laboratorium sebagai sumber belajar, (2) Laboratorium sebagi metode pendidikan, dan (3) Laboratorium sebagai prasarana pendidikan.

C. Tujuan Laboratorium dalam Pembelajaran Sains

Tujuan labolatorium adalah untuk melibatkan siswa dalam menggunakan strategi dan prosedur logis, untuk mempertunjukan (mendemonstrasikan) implikasi tentang hukum dan teori ilmiah, untuk menyediakan pengalaman dalam mempertanyakan yang baik tentang alam, untuk menyediakan praktek mengenai keteraturan, simetri, keanekaragaman dan penggunaan antar komponen pengamatan. Sehingga secara umum tujuan laboratorium adalah untuk membantu menentukan pesan intelektual pada data, keterampilan yang dibutuhkan bersifat intelektual

D. Jenis Laboratorium

- P e r u s a h a

Laboratorium

Laboratorium Non

Kependidikan

Laboratorium

Pendidikan

Laboratorium

Pendidikan

Menengah

Laboratorium

Pendidikan Tinggi

Laboratorium

Laboratorium

14 a n - I n d u s t r i

E.Organisasi Laboratorium

Kegiatan laboratorium akan berfungsi dengan baik bila terorganisasi dengan baik pula,yang melibatkan pimpinan yang bertanggung jawab terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan, penanggung jawab teknis, koordinator dan laporandengan tugas dan beban kerja yang diembankan pada masing-masing personal.Tugas yang paling sukar dan memerlukan waktu dan tenaga ialah mengorganisasi laboratorium. Termasuk di dalam tugas ini mengatur dan memelihara serta mengadakan/membeli alat dan bahan, menjaga disiplin laboratorium dan menjaga keselamatan di laboratorium. Untuk menjalankan tugas yang sangat berat ini diperlukan keahliah khusus.

Seorang guru IPA diharapkan tidak hanya tahu bagaimana mengajarkan IPA sesuai dengan bidangnya, tetapi juga harus tahu bagaimana mengelola alat

Laboratorium

Pendidikan IPA

Laboratorium

Pendidikan Non IPA

dan bahan pelajaran IPA. Kepala sekolah/madrasah sebagai penanggung jawab sekolah secara keseluruhan, baik administrasi kependidikan maupun teknis pendidikan, memerlukan beberapa orang pembantu untuk melaksanakan tugasnya. Pembantu-pembantu ini diantaranya ialah wakil kepala sekolah. Di samping wakil kepala sekolah biasanya juga terdapat koordinator mata pelajaran, misalnya koordinator mata pelajaran IPA, IPS, bahasa, dan lain-lainnya. Masing-masing koordinator ini bertanggung jawab atas kemajuan dan kelancaran pelajaran yang dikoordinasinya.

Siapa saja yang mengelola laabolatorium ini hendaknya mengusahakan agar suasana labolatorium ada dalam keadaan disiplin yang baik; pemakaian laboratorium merata dan teratur, dan keselamatan selalu tepelihara.

Di samping hal-hal di atas, hendaknya ditentukan juga cara-cara mengevaluasi hasil belajar, buku-buku apa saja yang di pakai oleh siswa dan peraturan peraturan pemakaian laboratorium. Peraturan-peraturan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan dengan baik dan peraturan-peraturan dan ada juga harus ditaati dengan baik pula. Di samping itu, tugas pegelola laboratorium akan berhasil baik jika para pemakai laboratorium (guru dan siswa) dapat bekerja sama dengan baik. Selain itu tugas dan tanggung jawab pengelola laboratorium ialah mengadministrasikan alat dan bahan.

Kepala Sekolah

Wakil Kepala Sekolah

Bidang Kurikulum

Wakil Kepala Sekolah

Bidang Sarana

14

F. Alur Laboratorium

Kegiatan laboratorium, khususnya laboratorium sekolah perlu perencanaan sistematis dan langkah-langkah praktis dalam pelaksanaannya agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. Berikut ini secara skematis langkah-langkah praktis yang dilakukan pada kegiatan laboratorium:

Koordinator Lab.

Penanggung

Jawab Teknis

Lab. Fisika

Penanggung

Jawab Teknis

Lab. Kimia

Penanggung

Jawab Teknis

Lab. Biologi

Guru Fisika Guru Kimia Guru Biologi

Laboran Teknisi

Fisika

Laboran Teknisi

Kimia

Laboran Teknisi

Biologi

Menyusun Program Pembelajaran Mengisi Formulir Peminjaman alat & bahan

Melaksanakan

kegiatan Lab. alat dan bahanMenyiapkan

yang diperlukan Menyusun Jadwal Kegiatan Lab & LKS Menyimpan dan merawat alat dan bahan

G.

Pengadministrasian Alat dan Bahan Laboratorium

Kegiatan yang dimaksud dengan pengadministrasian alat dan bahan ini ialah mendaftar alat dan bahan yang ada dalam kewenangannya dalam sistem tertentu. Yang termasuk dalam daftar ini ialah berupa jumlah alat dan bahan yang telah diterima atau dibeli, berapa yang hilang atau rusak atau habis dan berapa sisa. Dari administrasi alat dan bahan ini dan dari hasil laporan akhir tahun dibuatlah perencanaan untuk tahun berikutnya. Jadi, jika administrasi ini dikerjakan dengan baik, sekolah akan mudah merencanakan keperluan tahun berikutnya tentang jenis alat yang akan dibeli dan bahan-bahan yang harus ada untuk mengganti yang sudah habis atau rusak. Administrasi yang baik juga memudahkan kepala sekolah untuk memberikan laporan periodik kepada atasannya tentang alat dan bahan inventaris yang menjadi wewenang kepala sekolah.

Pengadministrasian alat dan bahan laboratorium meliputi: tersedianya administrasiyang lengkap (meliputi buku inventaris barang, kartu stok, kartu peminjaman, buku harian, kartu alat/bahan yang rusak, tata tertib laboratorium, dan lain-lain)

Sebagai tempat untuk melaksanakan IPA (sains), laboratorium memerlukan perlengkapan, perlengkapan perlengkapan itu ialah :

1. Perabot

Yang di maksud dengan perabot ini ialah:meja, kursi, (baik untuk siswa untuk guru), lemari dan rak.

14 2. Alat Peraga Pendidikan

Alat peragapendidikan ini berbagai atas instrumen, seperti alat-alat pengukur listrik, alat pengarah arus, alat dari kaca seperti gelas ukur, erlenmeyer,gelas kimia, charta atau gambar dinding yang memuat bagan seperti bagan mesin uap, model seperti model tata surya, atom bahan-bahan kimia, dan flim slide.

3. Perkakas

Yang dimaksud dengan perkakas ialah alat-alat yang di perlukan tidak langsung untuk belajar dan mengajar, diantara alat-alat itu ialah obeng, tang, pisau, catur, gergaji, kikir, gunting, pemotongan kaca, pelubang gabus dan lain sebagai.

4. Kota PPPK beserta lainnya

Digunakan sebagai alatnya untuk mengantisipasi dan melakukan pertolongan pertama seandainya ada kecelakaan dalam melakukan kegiatan laboratorium.

5. Alat pemadam kebakaran

Membantu dalam mengetasi bila terjadi kebakaran, baik kebakaran oleh api dari pembakar, hubungan arus pendek listrik ataupun dari akibat kebakaran zat kimia

6. Alat-alat untuk membersihkan dan membantu membersihkan: seperti sapu, lap, tempat sampah dan lain sebagainya.

7. Kumpulan buku: katalog buku petunjuk, kumpulan LKS.

Disamping laboratorium dalam arti ruangan tempat siswa melakukan pembelajarn IPA, terdapat pula ruangan-ruangan lain yang merupakan bagian

dari laboratorium. Ruangan ini sebagai ruangan penunjang kegiatan praktikum, ruangan tersebut adalah:

1. Ruang Persiapan

Ruang persiapan digunakan untuk mempersiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan dalam laboratorium baik untuk percobaan yang akan dilakukan oleh siswa maupun yang akan digunakan untuk demontrasi guru. Jika sekolah/madrasah tidak mempunyai ruang penyimpanan alat-alat, ruang ini juga dapat berfungsi sebagai ruang penyimpanan. Mengingat fungsinya maka biasanya ruang persiapan letaknya berdampingan dengan laboratorium dan dinding persekutuannya ialah dinding tempat papan tulis digantungkan.

2. Ruang Penyimpanan (Gudang)

Fungsinya sesusai dengan namanya, yaitu untuk menyimpan alat-alat dan bahan persediaan. Gudang hendaknya mempunyai pintu yang berkunci. Alat-alat yang disimpan dalam gudang ialah alat-alat dan bahan yang jarang digunakan. Alat-alat dan bahan yang sering digunakan disimpan dalam laboratorium supaya mudah mencari dan mengambilnya.

Perlu diingat bahwa penyimpanan alat-alat dan bahan-bahan kimia harus secara terpisah, sebab kalau tidak alat-alat akan mudah berkarat dan rusak. Disamping itu penyimpanan bahan-bahan yang berbahaya juga terpisah dari bahan-bahan yang lain. Disamping ruangan persiapan dan ruangan penyimpanan, sebuah laboratorium IPA akan sangat ideal kalau dilengkapi dengan ruang gelap dan ruang timbang.

3. Ruang Gelap

Ruang gelap ialah ruangan yang disengaja dibuat gelap secara permanen. Ruang gelap sangat berguna untuk melakukan

percobaan-14

percobaan yang menghendaki sekatan-sekatan cahaya matahari. Misalnya percobaan untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pembentukan tepung, beberapa percobaan cahaya dan kegiatan fotografi. Dalam ruang gelap hendaknya disediakan fasilitas untuk aliran air, listrik dan lampu khusus untuk ruang gelap.Perlu di ingat bahwa dalam ruang gelap ventilasi (aliran udara) harus selalu dalam keadaan baik.

4. Ruang Timbang

Alangkah baiknya jika laboratorium sekolah dilengkapi juga dengan ruangan khusus untuk menyimpan neraca dan untuk menimbang. Neraca jangan disimpan di dalam laboratorium terutama di dalam laboratorium kimia. Dalam laboratorium itu banyak timbul uap yang menyebabkan neraca itu mudah berkarat dan mudah rusak. Ruangan khusus untuk menimbang dan menyimpan neraca, dapat memperpanjang umur neraca.

H. Penataan Laboratorium

Penataan alat dan bahan laboratorium meliputi: penataan yang disesuaikan dengan fasilitas yang ada di laboratorium, penyimpanan alat (pengelompokan alat dan penyimpanan alat yang memerlukan perhatian khusus), penyimpan zat (dikelompokan apalagi zat beracun). Tak kalah pentingnya lagi dalam kegiatan laboratorium adalah memperhatikan dan menjaga keamanan, keselamatan kerja, dan PPPK.

1. Tata Letak (Layout) Laboratorium

Dalam pendahuluan telah di jelaskan bahwa seorang guru IPA tidak hanya harus tahu bagaimana mengajarkan IPA saja, tetapi juga harus tahu tentang seluk beluk laboratorium. Karena itu, kepadanya tidak hanya diminta untuk mengajar IPA saja, tetapi biasanya diberi tugas mengelola

laboratorium. Disamping itu itu guru IPA juga diminta pendapat bagaimanakah suatu laboratorium harus di bangun. Saran-saran guru IPA dalam membangun laboratorium sangat diharapkan karena merekalah yang sebagian besar akan menggunakan laboratorium itu. Walaupun kepada guru IPA tidak diharapkan untuk mengetahui selukbeluk bangunan yang merupakan pengetahuan khusus para ahli bangunan (arsitek), tetapi ia diharapkan mengetahui tentang ukuran-ukuran laboratorium dan susunan laboratorium.

2. Lokasi dan Ukuran-ukuran

Sebelum laboratorium di bangun hendaknya dipikirkan secara matang lokasi bangunan laboratorium. Pada penentuan lokasi laboratorium hendaknyadipertimbangkan hal-hal berikut:arah angin,arah datangnya cahaya dan jarak antara bangunan yang satu dengan yang lain.Pertimbangan itu diberikan agar polusi yang disebabkan oleh percobaan-percobaan dalam laboratorium tidak mengganggu ruangan lain;agar diperoleh penerangan alami yang sebaik-baiknya agar laboratorium mudah dikontrol dan agar tidak terlalu jauh dari ruangan kelas lainnya.

Menurut buku penentuan perencanaan pembangunan yang diterbitkan oleh proyek penyediaan fasilitas laboratorium sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, departemen pendidikan dan kebudayaan, persyaratan umum lokasi laboratorium dalam hubungannya dengan bangunan sekolah yang telah ada ialah sebagai berikut:

a. Tidak terletak di arah angin untuk menghindarkan pencemaran udara.Gas sisa reaksi kimia yang kurang sedap agar tidak terbawa angin ke ruangan-ruangan lain.

b. Mempunyai jarak cukup jauh dari sumber air,untuk menghindari pencemaran sumber air.

14

c. Mempunyai saluran pembuangan limbah tersendiri,untuk menghindari pencemaran saluran air penduduk.

d. Mempunyai jarak cukup jauh dari bangunan yang lain,untuk mendapatkan ventilasi dan penerangan alarm yang optimum.Jarak minimal sama dengan tinggi bangunan terdekat,atau kira-kira 3 meter. e. Terletak pada bagian yang mudah dikontrol dalam kompleks,dalam

hubungannya dengan pencegahan terhadap pencurian,kebakaran dan sebagainya.

Dalam buku petunjuk ini juga disebutkan persyaratan lain yang berhubungan dengan pemilihan lokasi laboratorium. Persyaratan itu adalah persyaratan pembangunan laboratorium terhadap sekolah yang telah ada. a. Tidak membongkar fasilitas lain yang masih berfungsi, sehingga

menghilangkan fungsi tersebut, kecuali bila fisik bangunan itu telah di nyatakan teknis tidak dapat memenuhi syarat-syarat keamanan (telah apuk/tua)

b. Tidak memakai tanah yang berfungsi lain, umpamanya lapangan olahraga, depan garis sepadan bangunan sebagai ventialasi alam.

Laboratorium dengan luas 90 m2 hendaknya mempunyai ruang persiapan seluas 20 m2, di samping itu diperlukan juga ruang penyimpanan (gudang) yang besarnya kira-kira 4x5 m, supaya cukup ruanagn untuk lemari dan rak-rak. Bila diperlukan ruang gelap hendaknya lebarnya tidak kurang dari 2 m. Dengan demikian, dua orang dapat bekerja dengan leluasa di dalam ruang gelap itu.

Di dalam ruang praktikum dengan luas Lantai 90 m2 dapat diletakan meja demonstrasi dan fasilitas-fasilitas lain

Laboratorium ini terdiri atas 2 buah ruang laboratorium dengan peruntukan laboratorium Fisika dan Kimia/Biologi seperti terlihat pada gambar 4 di atas. Seandainya terdapat keterbatasan lahan atau dana yang kurang memadai maka bisa membangun ruang laboratorium yang dapat digunakan bersama pada rumpun mata pelajaran IPA yang disebut laboratorium Aneka Guna dengan secermat mungkin dalam pengaturan jadwal penggunaannya. Adapun gambar denah bisa dilihat pada

Bentuk ruang laboratorium hendaknya jangan sampai mengakibatkan jarak yang jauh ke papan tulis bagi siswa yang duduk di belakang atau di tepi, karena sudut penglihatannya menjadi kurang menyenangkan. Sebaiknya ruang laboratorium mengambil ukuran 90 m2

luas lantai, lebar 8-9 m dan panjang 11 sampai 12 m. Kedua dinding yang melebar merupakan dinding yang penuh. Dinding itu digantungi papan tulis dan rak simpan. Papan tulis digantungkan pada dinding yang berdekatan dengan ruang persiapan. Kedua dinding di samping yang memanjang yang digunakan untuk penerangan dan ventilasi alami. Pada salah satu dinding tersebut dapat digantungkan rak penyimpanan.

Sekeliling laboratorium hendaknya diberi selasar yang luasnya kira-kira 20% dari luas seluruh laboratorium. Selasar sangat diperlukan untuk mencegah cahaya matahari langsung masuk ke dalam laboratorium,juga untuk mencegah air hujan masuk ke dalam laboratorium.

3. Susunan Laboratorium

Sebagian besar Sekolah Menengah Umum mendapat laboratorium yang terdiri dari dua atau tiga buah ruang praktek masing-masing dengan ruang persiapan dan gudang. Luas keseluruhannya termasuk selasar ialah 238 m untuk dua ruang praktek atau 381 m untuk tiga buah ruang praktek.

14

Seperti halnya laboratorium untuk SLTP maka laboratorium untuk SMU/MA ini juga ukurannya kecil,sehingga di dalamnya tidak dapat dipasang meja demonstrasi. Bagi yang membangun dua ruang praktek diharapkan satu untuk mata pelajaran fisika dan satu lagi untuk mata pelajaran kimia dan biologi.

Tetapi pembagian ini tidak mutlak,artinya mata pelajaran IPA lainnya boleh menggunakan laboratoriun yang sudah ditentukan. Misalnya,jika ruang fisika kosong,ruang itu diharapkan dapat dipakai untuk memberi pelajaran biologi atau kimia,demikian sebaliknya. Pembagian itu dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan dan administrasi serta pelaksanaan proses belajar mengajar. Mengenai alat-alat tidak hanya dimaksudkan untuk satu pelajaran saja,tetapi mata pelajaran yang lain dapat menggunakan alat-alat tersebut.

Laboratorium kimia hendaknya dipilih dengan memperhatikan arah angin. Bila tidak demikian, gas-gas atau uap yang dihasilkan oleh laboratorium kimia akan terbawa angin dan mengganggu ruangan-ruangan lainnya. Jika laboratorium itu bertingkat maka laboratorium kimia biasanya dipilih yang atas. Pemilihan ini pun dimaksudkan untuk mencegah polusi udara bagi ruangan-ruangan lainnya, juga untuk mengurangi kemungkinana bahaya kecelakaan.

I. Fasilitas Pendukung Laboratorium dan Pemasangannya

1. Meja Demonstrasi

Meja demonstrasi sangat diperlukan bagi suatu laboratorium, terutama jika ruang praktek laboratorium itu digunakan juga untuk keperluan mengajar dan tidak hanya untuk praktikum siswa saja.

Ukuran meja demonstrasi kira-kira panjang 300-400 cm, lebar 80-90cm, dan tinggi 90 cm. Meja ini biasanya dipasang secara permanen dan dilengkapi dengan lemari-lemari dan atau rak-rak dibawah meja. Jarak

antara meja demonstrasi dan papan tulis hendaknya jangan terlalu sempit hingga mengurangi kebebasan guru untuk melakukan kegiatan demonstrasi dan tulis-menulis di papan tulis, tetapi jangan terlalu lebar.Jarak ini kira-kira 90 cm.

Meja demonstrasi bagian atas hendaknya terbuat dari kayu yang cukup baik dengan tebal kira-kira 2,5 – 3,0 cm. Meja demonstrasi dilengkapi dengan bak cuci dengan ukuran 54 x 35 x 20 cm (ukuran dalam) terbuat dari porselin.

2. Meja Kerja (Meja Praktikum) dan Kursi Siswa

Bentuk meja praktikum siswa yang digunakan bergantung pada jenis laboratorium. Laboraratorium kimia menghendaki meja praktikum dipasang secara permanen. Dengan meja yang permanen pemasangan pipa-pipa untuk aliran gas, listrik, dan air menjadi lebih mudah. Di samping itu, meja permanen tidak mudah tergeser oleh singgungan siswa yang sedang bekerja. Laboratorium fisika lebih banyak menghendaki bentuk meja yang tidak permanen., artinya bentuk meja yang mudah untuk dipindah-pindah. Bentuk meja demikian diperlukan bagi laboratorium fisika karena beberapa percobaan fisika menghendaki meja yang lebih panjang atau lebih lebar. Dengan meja yang mudah dipindah-pindahkan kebutuhan untuk percobaaan dapat dipenuhi. Sedangkan laboratorium biologi biasanya tidak memerlukan meja tertentu. Atas dasar uraian di atas, disarankan untuk menggunakan meja yang tidak permanen

Tinggi meja praktikum siswa bergantung juga pada jenis laboratoriumnya. Untuk laboratorium kimia diperlukan meja yang tingginya tidak kurang dari 80 cm, sedangkan untuk laboratorium fisika atau biologi meja dengan ukuran 80 cm itu terlalu tinggi lebih-lebih untuk keperluan mikroskopis dimana diperlukan meja dengan tinggi kira-kira 70 cm. Atas dasar ini, dapat digunakan meja yang seragam dengan tinggi 80 cm. Untuk keperluan mikroskopis dapat digunakan meja dinding dekat jendela. Seperti

14

juga meja demonstrasi, meja kerja siswa bagian atasnya terbuat dari kayu.Meja kerja siswa yang baik dengan tebal kira-kira 2,5 s.d 3 cm. Panjang meja kerja siswa bergantung pada lebar ruang laboratorium, sedang lebar meja bergantung pada cara menyusun meja.

4. Bak Cuci pada Meja

Air merupakan bahan yang sangat penting dalam laboratorium. Air tidak hanya dipakai untuk beberapa percobaan, tetapi juga untuk mencuci dan sebagai bahan pendingin. Air juga dipakai sebagai bahan pemadam kebakaran. Karena banyak manfaatnya, diperlukan bak cuci dan kran. Bak cuci yang bisa digunakan adalah yang terbuat dari teraso dan diglazuur.

Bak cuci yang baik dilengkapi dengan pencegah pelimpahan. Jika bak ditutupi lubang bawahnya dan diisi air sampai penuh, kelebihan air melimpah ke luar melalui lubang pencegahan dapat diganti dengan tutup dari ralon berbentuk silinder yang tingginya lebih rendah daripada bibir bak cuci (Gambar di atas). Untuk bak cuci adalah 54 X 35 X 20 cm (ukuran dalam).

Laboratorium yang hanya digunakan untuk praktikum fisika dan biologi tidak memerlukan bak cuci pada setiap meja praktikum siswa. Terutama untuk laboratorium fisika, bak cuci pada meja praktikum siswa justru lebih banyak mengganggu. Tetapi ini tidak berarti bahwa dalam laboratorium fisika tidak di perlukan bak cuci. Untuk laboratorium fisika bak cuci ini dapat di pasang pada meja demonstrasi dan meja dinding. 5. Rak Penyimpanan

Di samping lemari biasa dan lemari di bawah meja di perlukan rak-rak sebagai tempat menyimpan alat-alat dan bahan. Rak yang di gunakan untuk menyimpan botol-botol yang berisi larutan lebarnya kira-kira 20 cm.

Tinggi rak kira-kira 180 cm sedang panjangnya menurut panjang tempat yang ada atau menurut kebutuhan. Jarak dari rak terbawah sampai lantai kira-kira 40 cm. Jarak ini di perlukan agar bagian bawah rak dapat di pakai untuk menyimpan botol-botol yang besar. Jarak yang satu dengan rak berikutnya makin ke atas makin berkurang, sedangkan jarak rak teratas dan rak dibawanya kira-kira 20 cm.

6. Panggung

Panggung dalam hal ini adalah tempat yang di tinggikan untuk guru yang berdiri dan untuk meja demonstrasi. Tinggi panggung kira-kira 20 cm dan lebar tidak kurang dari 80 cm. Panggung ini hendaknya melebar ke kiri dan ke kanan melebihi panjang papan tulis. Jika panggung ini hanya sepanjang papan tulis saja, guru akan mendapat kesukaran berdiri jika akan menulis pada ujung papan.

7. Papan Tulis

Ukuran papan tulis hendaknya tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Ukuran panjang 300 cm dan lebar 100 cm sudah cukup. Papan tulis yang panjang hendaknya terdiri dari dua atau tiga bagian dengan bagian luarnya yang dapat di lipat ke dalam. Dengan papan tulis semacam ini, gambar yang penting dan sukar di buat atau di gambar grafik dapat di lukiskan pada bagian belakang papan tulis yang sewaktu akan di gunakan papan tulis itu d lipat ke bagian dalam. Papan tulis harus di pasang pada dinding yang tidak ada jendelanya yaitu dinding terpendek dari ruangan yang berbentuk persegi panjang. Jarak papan tulis bagian bawah sampai lantai kira-kira 90 cm.

8. Lemari Mikroskop

Suatu kelengkapan tambahan untuk laboratorium biologi yaitu adanya lemari khusus untuk mikroskop. Lemari mikroskop diperlukan karena

14

kelembapan udara di Indonesia umumnya cukup tinggi, sedangkan lensa mikroskop mudah berjamur dalam kondisi kelembapan tinggi. Oleh karena itu, disarankan mikroskop disimpan dalam lemari yang dilengkapi dengan lampu yang terus menyala. Lampu yang digunakan masing-masing cukup 5-10 watt..

9. Meja Demonstrasi Dorong

Dalam dokumen LAPORAN OBSERVASI LABORATORIUM FISIKA (Halaman 8-46)

Dokumen terkait