Pada bab ini, disimpulkan perbedaan kompetensi interpersonal praja IPDN berdasarkan gender, perbedaan kompetensi interpersonal praja IPDN berdasarkan suku bangsa.
A.Simpulan
Secara eksplisit temuan penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Tidak terdapat perbedaan kompetensi interpersonal praja IPDN angkatan
XXIII tahun ajaran 2012/2013 berdasarkan gender.
2. Tidak terdapat perbedaan kompetensi interpersonal praja berdasarkan suku bangsa.
3. Program hipotetik bimbingan pribadi sosial direkomendasikan untuk meningkatkan dan mempertahankan kompetensi interpersonal praja. Tidak ada perbedaan fokus pengembangan kompetensi interpersonal praja berdasarkan gender maupun suku bangsa. Dengan kata lain program pribadi sosial dapat diimplemantasikan pada seluruh tingkatan praja.
B.Rekomendasi
Berdasarkan pembahasan temuan dan kesimpulan penelitian, rekomendasi utama penelitian ini adalah bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kompetensi interpersonal praja. Rekomendasi ditujukan kepada berbagai pihak terkait yang memiliki peran dan fungsi terhadap pelaksanaan program bimbingan dan konseling khususnya di IPDN diantaranya sebagai berikut:
146
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Pusat Bimbingan dan Konseling IPDN
Program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kompetensi interpersonal praja kiranya dapat digunakan sebagai alternatif pelaksanaan layanan program bimbingan dan konseling di IPDN sebagai upaya meningkatkan kompetensi interpersonal praja khususnya tingkat muda dalam melakukan hubungan interpersonal. Dalam implementasinya, pusat bimbingan dan konseling dapat bekerjasama dengan pihak-pihak yang terkait, seperti bidang pengasuhan, pakar bimbingan dan konseling, praktisi bimbingan dan konseling, lembaga swadaya masyarakat sebagai mentor pemberdayaan masyarakat. Sebagai pembuat program hipotetik bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kompetensi interpersonal praja, peneliti siap untuk mengakomodasi dalam pengaplikasian layanan program apabila diperlukan.
2. Bidang Pengasuhan IPDN
Data tentang kompetensi interpersonal praja dapat dijadikan pelengkap profil praja sebagai bahan need assessment dalam upaya pengembangan program di bidang pengasuhan.
3. Peneliti Selanjutnya
Dengan berpijak pada temuan-temuan dan keterbatasan-keterbatasan penelitian ini, maka direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk mengangkat tema-tema sebagai berikut:
a. Rumusan program hipotetik ini dapat diujicobakan dan diukur keefektifannya dalam meningkatkan kompetensi interpersonal praja tingkat muda.
147
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
b. Bentuk alat ukur kompetensi interpersonal yang komprehensif yang sejalan dengan makna kompetensi interpersonal yaitu mencakup pengetahuan, sikap dan skill.
c. Pengembangan program bimbingan pribadi sosial untuk lebih meningkatkan kompetensi interpersonal dengan melibatkan seluruh tingkatan praja (muda praja, madya praja, nindya praja dan wasana praja).
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Achmad, S. (2012). “Strategi Kesopanan Berbahasa Masyarakat bugis Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan”. Jurnal Bahasa dan Seni. 40, (1),1-13.
Afif. A. (2009). “Identitas Sosial orang Minangkabau yang keluar dari Islam”.
Jurnal Psikologi. 36, (2), 205-214.
Ali, R., Indrawati, S. dan Masykur, A.M. (2010) “Hubungan Antara Identitas
Etnik dengan Prasangka terhadap Etnik Tolaki pada Mahasiswa Muna di
Universitas Haluoleo Kendari Sulawesi tenggara” Jurnal Psikologi Undip.
7, (1), 18-26.
Almos, R. (2013) “Ujaran Pantang Salah Satu Budaya Tutur Masyarakat Minangkabau”. Jurnal Elektronik. Jilid 4.
Allport, G.W. (1960). Personality and social encounter. Boston: Beacon Press.
Amaluddin. (2010). “Nyanyian Rakyat Bugis Kajian Bentuk, Fungsi, Nilai, dan
Strategi Pelestariannya”. Jurnal Bahasa dan Seni. 38, (1), 51-62.
Anharudin dan Fatimah, S. (2012). “The Resistance Papua Province Toward Transmigration Program”. Jurnal Ketransmigrasian. 29 (1), 57-64.
Anindyajati, M. dan Karima, C.M. (2004) “ Peran Harga Diri terhadap Asertivitas Remaja Penyalahguna Narkoba di Tempat-tempat Rehabilitasi
Penyalahguna Narkoba”. Jurnal Psikologi. 2 (1), 49-73.
Aprilianti, A. (2013). Transformasi Identitas Mahasiswa Suku Sunda di Unikom
Bandung. Skripsi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Komputer Indonesia Bandung: tidak diterbitkan.
Arifin, Z. (2004). “Minangkabau dan Potensi Etnik dalam Paradigma Multikultural”. Seminar Internasional Kebudayaan: Padang.
Arkam, Liza Akmalia. (2007). Perbedaan Kompetensi Interpersonal Antara
Penyiar Radio laki-laki dan Perempuan. Skripsi pada Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarman: tidak diterbitkan.
Aronson, E. (1972). The Social Animal. San Francisco: W.H Freeman and Company.
Asteria. (2008). “Perkembangan Penataan Interior Rumah Betang Suku Dayak
149
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2005). Laporan Akhir Penelitian Hukum
Tentang Perkembangan Hukum Adat di Provinsi Sulawesi Selatan, Jakarta:
BAPENAS.
Bahri, S. (Tt). “Interferensi Sintaksis Bahasa Minangkabau dalam Bahasa
Indonesia pada Masyarakat Minang perantau di Medan” studi lapangan pada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan: Medan.
Baron, R.A., dan D. Byrne. (1979). Social Psychology:Understanding Human
Interaction. Boston: Allyn and Bacon, Inc
Baron, R.A., Byrne, D., & Branscombe, N. R. (2008). Social Psychology 12th Edition. Boston: Allyn and Bacon
Baron, R.A., Byrne, D., & Branscombe, N. R. (2006). Social Psychology 11th Edition. Boston: Allyn and Bacon
Bonivor, A.A. (Tt). “ Akulturasi Masyarakat Batak di Pontianak”. Studi Lapangan: Pontianak
Buber, M. (1957). I and Thou. Edinburg: T. and T. Clark.
Byrne, D. (1971). The Attraction Paradigm. New York: Academic Press.
Cavanagh, Michael E. dan Levitov, Justin E. (2002). The Counseling Experience,
A Theoretical and Practical Approach. Long Grove: Waveland.
Creswell, J W. (2010) Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan
Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Corey, G. (2013). Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.
Dahlan, Tina, H. (2011). Model Konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution
Focused Brief Counseling) dalam Setting Kelompok untuk Meningkatkan Daya Psikologis Mahasiswa. Disertasi pada Program Studi Bimbingan dan
Konseling Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan.
Departemen Komunikasi dan Informatika. (2009). Efektivitas Diseminasi
Informasi pengurangan Resiko bencana di Daerah Rawan Bencana.
Jakarta: Depkominfo.
Devito, J. A. (2003). Human Communication Ninth Edition. The Basic Course USA: Pearson Education Inc.
150
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Devito, Joseph A. (1989) The Interpersonal Communication Book, Fifth Edition, Harper & Row, new York: Publishers.
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Rambu-rambu Penyelenggaraan
Bimbingan dan Konselinng Dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta:
PMPTK.
Dovidio, J.F,. Ellyson, D. L,. Keating, C. F,. Heltman, K,. & Brown, C.E. (1988).
“The Relationship of Social Power to Visual Displays of Dominance Between Men and Women”. Journal of Personality and Social Psychology, 54,233-242.
Eliasa, Eva Imania. (2010). Program Bimbingan Pribadi Sosial Untuk
Meningkatkan Kompetensi Intrapersonal dan Interpersonal Siswa (Studi Pengembangan di Kelas X SMA Darul Hikam Bandung Tahun Ajaran 2009/2010. Tesis pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Sekolah
Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan. Ellis, A. (2007). Terapi R.E.B Agar Hidup Bebas Derita. Yogyakarta: B-First. Endarmoko, E. dan Erkelens, J. (Eds) (2001). Belanda di Irian Jaya. Jakarta:
Garba Budaya.
Fensterheim, H. dan Baer, J. (1980). Don`t Say Yes When You Want to Say No. Gunung Jati.
Fitrianto, H. (2013). Pola Komunikasi dalam Keluarga Etnis Minangkabau di
Perantauan dalam membentuk Kemandirian Anak. Skripsi pada Psikologi
Universitas Gunadarma Depok: tidak diterbitkan.
Fraenkel Jack R,. Wallen, E. dan Hyun, H. (2012). How to Design and Evaluate
Research in Education. New York: the McGraw-Hill.
Franklin, J P. (2008). BuilingLeaders The West Point Way. Yogyakarta: Gradien Mediatama.
Fromm, E. (1962). The Art Of Loving. London: Allen and Unwin. Furqon. (2009). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Gani, E. (2009). “Kajian Terhadap Landasan Filosofi Pantun Minangkabau.
151
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gunawan, K. (2011) “Manajemen Konflik Atasi Dampak Masyarakat Multikultural di Indonesia”. Journal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis. 2, (2), 221-224.
Gusnawaty. (Tt). Pola Sapaan dalam Bahasa Bugis Ritual Harmoni yang
merekatkan. Studi lapangan pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Hasanuddin Makassar: tidak diterbitkan.
Hall, C.S,. dan Lindzey, G. (1993). Teori-teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta: Kanisius.
Happner, P. Paul, Kivlighan, Dennis M, dan Wampold, Bruce E. (2008). Research
Design In Counseling Third Edition. Belmon USA: Thonson Brook/Cole
Ipah Saripah. (2006). ” Program Bimbingan untuk Mengembangkan Perilaku
Prososial Anak”. Tesis pada Program Pasca Sarjana UPI Bandung : tidak diterbitkan
Heider, F. (1958). The Psychology of Interpersonal Relations, New York: John Wiley and Sons.
Herdiyanto, Y.K dan Yuniarti, K.W. (2012). “ Budaya dan Perdamaian Harmoni
dalam kearifan lokal Masyarakat Jawa Menghadapi perubahan Pasca
Gempa”. Jurnal Humanitas. 9, (1). 29-42.
Herimanto dan Winarno. (2010). Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Idrus, M. (2007). “Makna Agama dan Budaya bagi Orang Jawa”. Jurnal UNISIA.
30, (66). 391-401.
Ihwan, (2013). Sifat dan Karakter Orang Jawa online: blogspot [Online] Tersedia: http://ihwan42.blogspot.com [18,November 2013].
Ilfiandra. (2002). Program Pelatihan untuk Mambantu Guru yang Mengalami
Kejenuhan kerja (Burnout) Tesis pada Program Studi Bimbingan dan
Konseling Sekolah Pascasaarjana Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan
Januri, M.F. dan Alfan. M. (2011). Dialog Pemikiran Timur-Barat. Bandung: Pustaka Setia.
Jess, F & Gregory, J.F. (2008). Theories of Personality. Celeban Timur: Pustaka Pelajar.
152
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Karomani. (2011). “Persepsi dan Prasangka Antar Etnik di Lampung Selatan”.
Jurnal Sosiohumaniora, 13, (1) 39-57.
Kaufman, Roger A. (1972) Educational System Planning. New Jersey:Prentice Hall Inc., Engleewood Cliffs.
Khatimah, K. (2012). Pengamalan Nilai Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge di
Lingkungan Forum Komunitas Mahasiswa Bone Yogyakarta. Skripsi pada
FKMB-Y Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta: tidak diterbitkan.
Kinseng, R. dan Saharuddin. (2009). “Pola Penyebaran dan Mobilitas Sosial Nelayan bugis di Indonesia”. Prosiding Hasil-hasil Penelitian IPB.
Koentjaraningrat. (2004). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
___________. (2005). Pengantar Antropologi Pokok-pokok Etnografi II. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
___________. (2009). Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). (2004).
Laporan Penelitian Bisnis Militer di Boven Digoel Papua, Boven Digoel
Papua: Tim Peneliti Bisnis Militer.
Lamria, M. (2004). “ Analisis Penyebab Terjadinya Konflik Horizontal di Kalimantan Barat”…
Latipun. (2006). Psikologi Konseling. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Lesmana, J M. (2005). Dasar-dasar Konseling, Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
Lickona, T. (2012). Character Matters. Jakarta: Bumi Aksara.
Liliweri, A. (2009). Dasar-dasar Komunikasi Antar Budaya. Celeban Timur: Pustaka Pelajar.
Lind, E. A. & Tyler, T.R. (1988). The Social Psychology of Procedural Justice. Plenum Press, New York.
Manik, H.S. (2012). “Makna dan Fungsi Tradisi Sinamot dalam Adat Perkawinan Suku Bangsa Batak Toba di Perantauan Surabaya”. Jurnal Biokultur. 1 (1),
153
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Manurung, T.P. (2013). Ungkapan dalam Bahasa Batak Toba; Studi Bentuk,
Makna dan Pemakaian pada Masyarakat Batak Toba di Kota Jambi. Skripsi
pada FKIP Universitas Jambi: tidak diterbitkan.
Marwan, I.A. (Tt) Peranan Perilaku Asertif dan Diosentrisme terhadap
Kesejahteraan Subyektif pada Orang Jawa dan Orang Batak. Skripsi
Membership pada Perpustakaan Universitas Indonesia: tidak diterbitkan.
Masturah, A.N. (2013). “Pengungkapan Diri Antara Remaja Jawa dan Madura”.
Jurnal Online Psikologi. 01, (01). 55-64
Mcleod, J .(2006). Pengantar Konseling Teori dan Studi Kasus. Jakarta: Prenada Media Group.
Mcleod, J .(2010). Pengantar Konseling Teori dan Studi Kasus. Jakarta: Prenada Media Group.
Miceli, M.P., Jung, I., Near, J.P. & Greenberg, D.B. (1991). “Predictors and Outcomes of Reactions to Pay- for-Performance Plans”. Journal of Applied
Psychology, 76, 508-521.
Miller., John, P. (2002). Cerdas di Kelas Sekolah Kepribadian. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Miller, R.S., & Perlman, D.,S. (2007). Intimate Relationship Fourth Edition.USA: McGraw-Hill.
Miller, R.S., & Perlman, D.,S.(2009). Intimate Relationship Firth Edition USA: McGraw-Hill.
Miharja, D. (2013). Integrasi Agama Islam dengan Budaya Sunda. Ringkasan Disertasi Doktor pada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung: tidak diterbitkan
Minton, J.W., Lewicki, R.J. & Sheppard, B.H. (1994). Unjust Dismissal in the Context of Organizational Justice. The Annals of The American Academy of
Political and Social Sciences,…135-148.
Moriyama, M. (2003) “Mencari Akar Pemikiran Sastra Sunda Modern Setelah Masuknya Pengaruh Belanda pada Paruh Kedua Abad Ke-19”. Makalah Pertemuan Ilmiah Nasional XIV Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, Surabaya.
Mulyana, D. (2003). Ilmu Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyanto, D. (2011). Antropologi Marx. Karl Marx Tentang Masyarakat dan
154
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Muro, James J & Kottman, Terry. (1995). Guidance and Counseling In The
Elementary and Middle School : A Practical Approaches. USA : Wm. C
Brown Communication, Inc.
Nasikun, (1974). Sebuah Pendekatan Untuk Mempelaiari Sistim Sosial Indonesia. Yogyakarta: Penerbitan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik UGM.
Oliva, Feter, F. (1992). Developing The Curriculum. New York: HarperCollins Publishes Inc.
Partini. (2013). Bias Gender Birokrasi. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Pines, A. M. (1999). Falling in love. Why we choose the lovers we choose. New york: Routledge. Dari E-Book.
Poerwanto, H. (2008). Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif
Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pradadimara, D. (2006). “ Tentang Manusia Bugis”. Makalah pada Kamasuka Muhammadiyah, Yogyakarta.
Pratiwi, M,M, Shinta. (1988). Kemampuan Hubungan Interpersonal Ditinjau dari
Konsep Diri pada Sisw Sekolah Perawat Kesehaatan R.S. Elizabeth. Skripsi
pada Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranoto. semarang: tidak diterbitkan.
Print, Murray. (1993). Curriculum Development And Design. Australia: Allen & Unwin Pty Ltd, St., Leonard.
Program Studi Bimbingan dan Konseling Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. (2012) Panduan Penulisan Karya Akademik. Bandung: SPs UPI.
Provinsi Papua. (2006). Profil Investasi Kabupaten Merauke Provinsi Papua. Merauke:
Purnomolastu, N., Wijaya, A., dan Aprilianto. (2012). Negosiasi Berkarakter
Lintas Budaya. Bandung: Karya Putra Darwati.
Purwadi. (Tt). Etika Komunikasi dalam Budaya Jawa. Penelitian pada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta: tidak diterbitkan.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan. (2007). Pengelolaan
155
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Puspitawati Harien. (2012) Konsep, Teori dan Analisis Gender, Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Rachmadiana, M. (2004) “Mencium Tangan, Membungkukkan Badan Etos Budaya Sunda, Yogyakarta, Madura”. Jurnal Psikologi. 1, (2), 33-44.
Rahmadani, D. (2013) Struktur dan Nilai Budaya Minangkabau dalam Naskah
Pasambahan Batagak Panghulu. Skripsi pada FBS Universitas Negeri
Padang: tidak diterbitkan.
Rahyono, F.X. (2009). Kearifan Budaya Dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Ranjabar, J. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia Richards George Maxwell (2003). The Gender Evolution of a Campus. Hindia
Barat. Pusat Studi Gender dan Pembangunan.
Rusmana, N. (2009). Konseling Kelompok Bagi Anak Berpenglaman Traumatis. Bandung: Rizqi Press.
Rusmana, N. (2009). Bimbingan dan Konseling Kelompok di Sekolah (Metode,
Teknik dan Aplikasi. Bandung: Rizqi Press.
Rakhmat Jalaluddin. (2011). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ranjabar, Jacobus. (2006). Sitem Sosial Budaya Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia
Richards George Maxwell. (1995) “The Gender Evolution of a Campus The CGDS’
First Ten Years.”. Pidato pada upacara pembukaan Resmi Pusat Studi Jender
dan Pembangunan, Hindia Barat, 12 Desember 1995.
Rees, S, dan Graham, R.S. (2006) Assertion Training How To Be Who You Really
Are.USA and Canada: Taylor & Francis e-Library.
Roberts, C.R. (1951). Client-Centered Theraphy. Boston: Houghton Mifflin. Rokeach, M. (1954). The Nature and Meaning of Dogmatism. Psychological
Review. 61,19-204.
Ruesch, J. dan G. Bateson. (1951). Communication: The Social Matrix of
156
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sasongko Sri Sundari. (2008). “Modul 2: Konsep dan Teori Gender”. Makalah
pada Pusat Pelatihan Gender dan Peningkatan Kualitas Perempuan, BKKBN.
Setiono, K. (2009). Psikologi Perkembangan. Bandung: Widya Padjadjaran
Siatang, N. (2007). “Budaya Siri Sebagai Aspek Kehidupan Profesional
Perempuan Bugis yang Berprofesi Pelayan Rumah Tangga di Kelurahan Tidung Makassar”. Jurnal Kajian Perempuan (Bunga Wellu)”. 10, (1),
18-25.
Silalahi, E.N. (2013). Corak Gemeinschaft Punguan Parsahutaon Dos Roha
dalam Relasi Sosial Masyarakat Batak Perantau di Tegal. Skripsi paada
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang: tidak diterbitkan.
Soeprapto, T. (2013) “Peran Kelompok Etnis dalam Kepemimpinan pada Pemda Provinsi Papua”. Jurnal Aplikasi Manajemen. 11, (2), 306-316.
Suherman dan Budiman, N. (2011) Pendidikan dalam Perspektif Bimbingan dan
Konseling. Bandung: UPI Press.
Sunarto dan Hartono, A. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
Supriatna, M. (2011). Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Surya, M .(2009). Psikologi Konseling”. Bandung: Maestro.
Tubbs, S L. (2005). Human Communication Konteks-konteks Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Uchjana Effendy Onong. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Vangelisti, A. L., & Perlman, D. (2006). The Cambridge Handbook of personal
Relationship. New York: Cambridge University Press.
Wahyu, R. (2008). Ilmu Budaya Dasar (IBD). Bandung: Pustaka Setia.
Walster, E., Walster GW & Bershcheid, E. (1978). Ekuitas Teori dan Penelitian Inc. Allyn: Bacon.
Waltzlawick, P., J.H. Beaven, dan D.D. Jackson. (1997). Pragmatics of Human
157
Muhamad Hamdi, 2014
Studi Komparatif Kompetensi Interpersonal Praja IPDN Berdasarkan Gender dan Suku Bangsa Serta Implikasinya Bagi Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Weintre, J. (2004). Beberapa Penggal Kehidupan Dayak Kenayatan. Makalah Studi Lapangan, Yogyakarta.
Widodo, B. dan Urafa, S.M. (2013) “Pola Komunikasi Pemakaian Bahasa Jawa
dan Sunda”. Jurnal Acta diurnal. 9, (1), 32-38.
Wijayanti, H. dan Nurwianti, F. (2010) “Kekuatan Karakter dan Kebahagiaan Pada Suku Jawa”. Jurnal Psikologi. 3, (2). 114-122.
Wisnuwardhani, D. dan Mashoedi, S. F. (2012). Hubungan Interpersonal, Jakarta: Salemba Humanika.
Yeny, I. dan Innah, H.S. (2007). “Kajian Pelaksanaan Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) di Papua”. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 4, (1), 73-91.
Yusuf, S. dan Nurihsan, A.J. (2010). Landasan Bimbingan & Konselin. Bandung: Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan PT Remaja Rosdakarya.