Uraian yang perlu disampaikan dalam SARAN antara lain : 1. Saran bagi pemegang kebijakan program kesehatan
masyarakat terkait dengan hasil penelitian
2. Saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat memperbaiki kelemahan dalam metodologi penelitian yang telah dilakukan.
3.2.3 Bagian akhir
Bagian ini mencakup: a. Daftar Pustaka b. Lampiran-lampiran c. Ralat (bila ada)
Catatan
Proposal penelitian Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat terdiri dari:
Bab 1 : Pendahuluan, Bab 2 : Tinjauan Pustaka,
Bab 3 : Kerangka Konsep dan Definisi Operasional, Bab 4 : Metode Penelitian dan
Bagian akhir yang mencangkup daftar pustaka, lampiran-lampiran, dan ralat (bila ada).
3.3 Deskripsi Bagian Pendahuluan 3.3.1 Sampul skripsi
Warna sampul skripsi adalah biru muda dengan bahan karton tebal dilapisi kertas bufalo dan selubung plastik transparan. Huruf-huruf pada sampul dicetak dengan tinta cetak warna hitam, menyebutkan judul skripsi secara lengkap, nama penulis didahului kata oleh dan nomor pokok mahasiswa. Lambang Universitas Udayana (ukuran 4,5x4,5 cm) diikuti keterangan (ditulis di bawah lambang tersebut dengan ukuran huruf 12) “Universitas Udayana”. Sedangkan tulisan “Program Studi Kesehatan Masyarakat” dan tahun pembuatannya diletakkan di bawah. Semua huruf dicetak dengan huruf besar, dengan huruf judul utama yang dicetak tebal (bold).
Komposisi huruf dan letak masing-masing bagian diatur agar simetris, serasi dan rapi diatur sedemikian rupa sehingga berbentuk trapesium terbalik.
3.3.2 Halaman judul
Halaman judul sama dengan halaman sampul, dicetak pada kertas HVS putih dengan tinta cetak warna hitam.
3.3.3 Halaman judul dengan spesifikasi
Halaman judul dengan spesifikasi mempunyai perbedaan sedikit dengan halaman judul biasa. Perbedaan terletak pada kalimat di bawah judul yang berbunyi :
“Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Kesehatan Masyarakat”
Seperti halnya halaman judul dan sampul, halaman ini juga dicetak dengan komposisi huruf dan letak masing-masing bagian secara simetris.
3.3.4 Halaman persetujuan
Terdapat dua halaman persetujuan.
a Pernyataan persetujuan diketik di tengah-tengah yang kemudian diikuti dengan keterangan sebagai berikut:
“Skripsi ini telah disetujui dan diperiksa di hadapan Tim Penguji Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat
Universitas Udayana”
Tempat dan tanggal skripsi diuji, serta nama para pembimbing diikuti dengan tanda tangan diletakkan di bagian bawah dari pernyataan tersebut (lampiran 12)
b Pernyataan telah diuji oleh Panitia sidang ujian skripsi dilakukan setelah ujian skripsi selesai. Halaman ini diletakkan setelah halaman pernyataan persetujuan oleh pembimbing (lampiran 11)
3.3.5 Halaman kata pengantar
Halaman ini memuat uraian singkat tentang maksud penyusunan skripsi, penjelasan-penjelasan, dan ucapan terima kasih penulis kepada pihak-pihak tertentu yang telah
membantunya selama penulisan ataupun pendidikan. Dalam prakata tidak terdapat hal-hal yang bersifat ilmiah. Judul KATA PENGANTAR diketik simetris tanpa garis bawah dan titik di akhir kalimat. Pada akhir teks di sebelah kanan bawah dicantumkan tempat dan tanggal penulisan dan kata “Penulis”.
3.3.6 Abstrak
Abstrak atau ringkasan merupakan ringkasan atau ulasan singkat isi skripsi, tanpa tambahan penafsiran, kritik maupun tanggapan penulisannya. Setiap skripsi harus mempunyai abstrak yang membekali pembaca dengan inti tulisan yang bersangkutan, yang mencakup : (a) masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya; (b) metode yang digunakan; (c) hasil yang diperoleh; dan (d) kesimpulan utama dan saran yang diajukan.
Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris masing-masing tidak lebih dari 2 halaman. Abstrak ditempatkan pada halaman setelah Kata Pengantar. Kalimat pasif sedapat mungkin digunakan, baik abstrak berbahasa Indonesia maupun Inggris. Abstrak ditulis dengan sistem terstruktur atau sistem alinea. Contoh abstrak dapat dilihat pada lampiran 14 dan 15.
Cara pengetikan adalah, di sebelah kiri atas halaman disebutkan:
Nama Program Studi (huruf besar) Peminatan (huruf besar)
Tanggal ujian skripsi
Baris di bawahnya dimulai dengan menuliskan nama penulis dengan jarak 2 spasi dari tulisan di atasnya. Dua spasi setelah itu dituliskan judul skripsi (baris dalam judul jaraknya 1 spasi. Kata ABSTRAK di tengah berjarak 2 spasi dari tulisan di atasnya. Teks pada abstrak diketik dengan jarak 1 spasi. Pada akhir abstrak dicantumkan kata kunci dengan jarak 2 spasi dari teks yang terakhir.
3.3.7 Halaman daftar isi
Semua judul bab, judul sub-bab disusun secara vertikal dalam suatu daftar. Semua judul bab diketik dengan huruf besar, setiap kata dalam judul sub-bab diawali dengan huruf besar kecuali kata sambung, sedangkan anak sub-bab dan rinciannya hanya huruf awal kata pertama yang diketik dengan huruf besar.
Pada Daftar Isi dimasukkan halaman-halaman KATA PENGANTAR, ABSTRAK, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR ISTILAH/SINGKATAN, DAFTAR LAMPIRAN, dalam angka Romawi kecil, diikuti dengan rincian bab-bab bagian utama skripsi, dan diakhiri dengan DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN.
3.3.8 Halaman daftar tabel, daftar gambar, daftar istilah/singkatan, dan daftar lampiran
Daftar ini memberikan petunjuk kepada pembaca agar dapat dengan cepat mengetahui tabel, gambar, singkatan serta lampiran apa saja yang terdapat dalam skripsi tersebut berikut letak halamannya.
Daftar tabel disusun secara berurut sesuai dengan nomor tabel dan nomor halamannya. Tulisan: ‘DAFTAR
TABEL’ ditulis dengan huruf kapital, rata tengah, dan ditempatkan rata sembir atas. Tulisan: ‘Nomor’ ditulis rata dengan sembir kiri, dan tulisan ‘Halaman’ diketik rata dengan sembir kanan dengan jarak dua spasi di bawah tulisan DAFTAR TABEL. Contoh format daftar tabel tercantum pada Lampiran 17.
Format daftar gambar, daftar istilah dan daftar lampiran sama dengan daftar tabel. Daftar gambar berisi judul gambar dan nomor halaman, daftar lampiran berisi judul lampiran dan nomor halaman, sedangkan daftar istilah berisi istilah/singkatan dan penjelasannya. Urutan yang lazim ialah daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran dan terakhir daftar istilah/singkatan (lihat Lampiran 19 dan 20).
3.4 Deskripsi Bagian Utama
Bagian utama mencangkup teks yang secara ilmiah memaparkan penelitian, pengembangan model atau prototipe yang dilakukan serta hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. Penyajiannya lugas dan sistematis, menggunakan Bahasa Indonesia sesuai kaidah tata bahasa yang berlaku. Peng-Indonesiaan istilah mengikuti Pedoman Umum Pembentukan Istilah, sedangkan ragam bahasa baku mengikuti Kamus Umum Bahasa Indonesia.
3.4.1 Pendahuluan
Bab PENDAHULUAN merupakan BAB 1 skripsi, dikemukakan dengan singkat dan jelas: (a) latar belakang masalah yang akan dibahas; (b) pertanyaan penelitian, rumusan masalah; (c) tujuan penelitian yang memuat tujuan umum, dan tujuan khusus yang bersifat dapat diukur; (d) alasan-alasan mengapa penelitian model/prototipe tersebut
perlu dilakukan, harapan dan manfaat yang diharapkan dapat diperoleh setelah penelitian/analisis dilakukan; (e) ruang lingkup bahasan yang meliputi area, substansi, wilayah geografis/topografi/administrasi, pendekatan penelitian, subjek dan level pembahasan (makro atau mikro).
3.4.2 Tinjauan pustaka
BAB 2 skripsi adalah TINJAUAN PUSTAKA diulas berbagai publikasi resmi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti atau direncanakan modelnya, mencakup antara lain: aspek masalah yang diteliti, pendekatan pemecahan masalah yang digunakan dan/atau model kerangka konsep yang dipakai, metode penelitian termasuk lokasi penelitian dilakukan, kondisi-kondisi penelitian, dan hasil yang diperoleh sebagaimana dipaparkan dalam sumber bersangkutan.
Pada umumnya untuk suatu masalah tertentu, berbagai pendekatan dan/atau model kerangka konsep dapat digunakan, yang kadangkala bertentangan baik model kerangka konsep maupun hasil penelitiannya. Pada bab ini diulas secara analitik kelebihan dan kekurangan setiap pendekatan dan desain penelitian, serta kendala yang dihadapi sehingga membatasi keleluasaan hasil dan manfaat penelitian tersebut.
Pengulasan berbagai publikasi yang dapat mengarah kepada analisa seperti di atas dapat dilakukan bila minimal diulas (sebagai suatu perkiraan kasar) 5 buku utama (text book) dan 10 artikel dari jurnal-jurnal yang terkait dengan topik penelitian, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Setelah menjelaskan berbagai pendekatan dengan kelebihan masing-masing, bagian akhir bab ini menjelaskan pendekatan mana yang akan dipakai untuk penelitian ini beserta alasan-alasannya. Pendekatan yang akan dipakai tersebut kemudian akan dijelaskan secara rinci dalam bab selanjutnya, yaitu bab KERANGKA KONSEP.
3.4.3 Kerangka konsep
Bab KERANGKA KONSEP merupakan BAB 3, dijelaskan secara rinci pendekatan pemecahan masalah dan/atau model yang digunakan dalam penelitian ini. Bab ini terdiri dari: (a) visualisasi hubungan berbagai konsep dan/atau model matematis dengan penjelasannya; (b) penjelasan secara terinci konsep dan/atau variabel serta definisi operasional setiap konsep/variabel; dan (c) hubungan antara berbagai konsep dan/atau variabel dalam model pemecahan masalah yang juga dijelaskan secara rinci.
3.4.4 Metode Penelitian
Untuk skripsi yang berdasarkan penelitian dalam bab METODE PENELITIAN, yang merupakan BAB 4, dijelaskan beberapa hal pokok, yaitu: (a) desain penelitian yang digunakan; (b) populasi, sampel dan unit analisis, serta cara pengambilan dan perlakuan sampel; (c) pengukuran dan cara pengamatan variabel dan/atau konsep yang diukur; (d) langkah-langkah dalam pengumpulan dan manajemen penelitian di lapangan dan (e) teknik dan analisis data yang dipakai. Semuanya dijelaskan secara cermat dan jelas, agar bila diulang orang lain dalam kondisi yang sama akan memberikan hasil yang sama pula.
Untuk skripsi berdasarkan laporan kegiatan ilmiah untuk menghasilkan suatu model atau prototipe, maka bagian ini perlu secara lengkap menjelaskan/diuraikan a) kerangka dasar pengembangan model, b) bagaimana langkah-langkah kegiatan dilaksanakan, c) cara pengukuran dan pengamatan variabel, d) langkah-langkah pengumpulan data atau informasi yang diperlukan serta, e) teknik analisis data atau informasi yang didapat sehingga pembaca dapat mengerti bahwa yang dilaksanakan bukanlah penelitian kuantitatif.
3.4.5 Hasil
Bagian ini merupakan BAB 5 skripsi, yang memaparkan hasil penelitian secara obyektif. Untuk analisis data kuantitatif, analisis dilakukan secara bertahap dari distribusi frekuensi, kemudian analisis bivariat, dan terakhir (bila diperlukan) analisis multivariat. Pada tahap ini, analisis dilakukan dengan membaca dan menterjemahkan hasil penelitian di atas secara obyektif dan belum menampilkan pendapat/subyektivitas peneliti.
Untuk analisis data kualitatif, analisis dilakukan dengan menuliskan hasil penemuan lapangan secara sistematis topik demi topik. Pembuktian bahwa hasil lapangan tersebut didapat dari wawancara, observasi dari penelitian lapangan perlu ditekankan.
Untuk pembuatan model dan hasil kegiatan lapangan pada bagian ini dapat dipaparkan bagaimana model tersebut dapat dioperasikan. Hasil ini juga dapat digabungkan dengan pembahasan sehingga topik bab ini adalah HASIL DAN PEMBAHASAN.
3.4.6 Pembahasan
Bagian ini merupakan BAB 6 skripsi, yang membahas hasil penelitian secara menyeluruh. Di sini akan dilakukan perbandingan hasil penelitian tersebut dengan teori dan hasil penelitian terdahulu seperti yang dituliskan dalam tinjauan pustaka. Penekanan pada mekanisme “compare” (apa yang sama) dan “contrast” (apa yang berbeda) dari hal di atas amat ditekankan. Terakhir, pada pembahasan inilah mahasiswa diharuskan untuk mengutarakan bagaimana pendapatnya tentang masalah tersebut, setelah melakukan perbandingan antara apa yang ditemukannya di lapangan dengan teori dan hasil penelitian sebelumnya. Kemampuan mengutarakan analisis dan perspektif keilmuan menurut visi mahasiswa, amat dipentingkan dalam bab ini.
3.4.7 Simpulan dan saran
Bagian ini merupakan BAB 7 skripsi, yang memuat kesimpulan hasil penelitian secara sistematis yang berkaitan dengan upaya menjawab hipotesis dan/atau tujuan penelitian. Pada akhir bab ini dikemukakan saran-saran yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan maupun model/prototipe yang dihasilkan. Saran-saran tersebut dapat berupa bentuk kebijakan dan upaya praktis pemecahan masalah yang dihadapi, dan bahan atau aspek yang dapat diteliti lebih lanjut. Saran harus dibuat seoperasional mungkin sehingga bermanfaat bagi mereka yang menerima saran tersebut.
3.5 Deskripsi Bagian Akhir
Bagian ini merupakan bagian akhir skripsi yang tidak ditandai oleh judul BAB, namun penomoran halamannya melanjutkan nomor halaman sebelumnya. Bagian ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
1. Daftar Pustaka 2. Lampiran, dan 3. Ralat
3.5.1 Daftar pustaka
Sedapat mungkin menyitir 5 buah artikel ilmiah internasional yang berbahasa Inggris yang diterbitkan dalam jurnal dengan reputasi ilmiah yang baik. Pembahasan penyusunan Daftar Pustaka dapat dilihat pada BAB 4 buku panduan ini.
3.5.2 Lampiran
Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata LAMPIRAN di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor, tetapi ikut dihitung. Dalam LAMPIRAN disajikan keterangan-keterangan yang dianggap penting untuk skripsi, tetapi yang akan mengganggu kelancaran membaca bila dicantumkan di Bagian Utama skripsi. Nomor lampiran dinyatakan dengan angka Arab dan diketik di tengah bidang pengetikan.
3.5.3 Ralat
Apabila seluruh skripsi telah selesai diketik dan ternyata kemudian terdapat beberapa kesalahan, maka dapat dibuat suatu ralat. Namun apabila pada satu halaman
terdapat lebih dari tiga ralat, maka halaman tersebut diganti ulang seluruhnya.
Ralat dibuat di halaman tersendiri, tanpa diberi nomor halaman dan ditempatkan di Bagian Akhir, yaitu sebelum halaman kulit sampul belakang.
BAB 4
CARA MENGACU DAN MENULIS DAFTAR PUSTAKA
Suatu karya ilmiah yang baik harus dilengkapi dengan acuan kepada sumber informasi untuk menguatkan pernyataan penulis. Sumber informasi tersebut dikumpulkan dalam suatu daftar acuan yang disebut DAFTAR PUSTAKA. Daftar pustaka adalah suatu daftar sumber informasi yang telah digunakan dalam skripsi. Semua bahan pustaka yang dikutip penulis dicantumkan dalam daftar pustaka yang ditempatkan setelah bab terakhir skripsi. Penulisan daftar pustaka dalam skripsi mengacu pada sistem penulisan referensi Harvard.
Sumber data atau informasi yang tidak dipublikasikan, berasal dari komunikasi langsung ataupun catatan kuliah tidak dicantumkan dalam daftar pustaka. Untuk sumber informasi semacam itu, pengacuan dalam teks dicantumkan keterangan dalam tanda kurung siku. Sebagai contoh: [data tidak dipublikasikan] atau [Suprijanto, wawancara, 18 Februari 1991].
4.1 Kutipan dalam Naskah Skripsi
Di dalam naskah skripsi, pengacuan pada sumber informasi dapat merupakan bagian kalimat dengan mencantumkan nama penulis yang diacu, tahun serta halaman yang memuat informasi tersebut dalam tanda kurung. Sebagai contoh (Sampurno, 1992) atau Sampurno (1992) menyatakan bahwa “ ...” (dst).
Kutipan yang pendek dapat dimasukkan ke dalam naskah dengan diberi tanda kutip pada permulaan dan akhir
kutipan. Bila kutipan terdiri dari beberapa baris, maka kutipan tersebut harus dimulai pada alinea baru dan diketik satu spasi dengan satu tab ke dalam. Untuk beberapa bagian dari kutipan yang perlu dihilangkan, karena tidak dianggap penting maka bagian tersebut diberi tiga titik.
Penggunaan catatan kaki hanya dilakukan bila penulis merasa perlu mengacu pada suatu sumber informasi yang bila dimasukkan ke dalam naskah akan mengganggu alur pembahasan. Hal lain adalah bila penulis hendak membuat ulasan tambahan untuk menjelaskan pembahasan dalam naskah tanpa mengganggu pokok pikiran dalam naskah. Untuk menyebutkan sumber informasi yang tidak dipublikasikan juga perlu dibuatkan catatan kaki. Disarankan agar catatan kaki ini digunakan hanya bila perlu benar.
Catatan kaki dituliskan pada halaman yang sama dengan tempat kutipan dicantumkan dan diberi nomor dengan angka Arab yang diurutkan dari bab I sampai terakhir. Penempatan catatan kaki dipisahkan dari naskah oleh garis sepanjang 4 cm mulai dari batas kiri bawah naskah dan jarak antara baris terakhir naskah adalah 2 spasi.
4.2 Daftar Pustaka
Sumber informasi yang dicantumkan dalam daftar pustaka berupa:
1) Buku
2) Salah satu bab atau bagian dari buku 3) Monografi
4) Artikel dalam majalah
6) Laporan atau penerbitan resmi suatu badan/instansi 7) Naskah yang sedang dipersiapkan untuk diterbitkan
dengan mencantumkan keterangan (sedang dicetak).
Sumber informasi yang dimasukkan dalam daftar pustaka harus yang benar-benar dibaca secara langsung oleh penulisnya. Sumber informasi tersebut harus relevan dengan masalah penelitian. Penggunaan abstrak sebagai acuan sedapat mungkin dihindari, bila dianggap perlu benar, maka di akhir acuan dituliskan keterangan (abstrak).
4.2.1 Kelengkapan daftar pustaka
Judul daftar pustaka diketik secara simetris di batas atas bidang pengetikan. Empat spasi di bawahnya, di batas kiri bidang pengetikan diketik nama pengarang dan tahun penerbitan. Di bawahnya diketik judul pustaka acuan dimulai 1 tab ke dalam dari batas kiri bidang pengetikan, dengan jarak baris 2 spasi. Pustaka acuan berikutnya dimulai di batas kiri bidang pengetikan. Tiap tanda baca diberi jarak satu ketukan bebas, kecuali antara kependekan nama depan pengarang. Judul buku dan majalah digarisbawahi atau dicetak miring. Sumber informasi dalam daftar pustaka tidak diberi nomor, tetapi dibuat menurut abjad berdasarkan nama akhir pengarang.
Setiap pustaka acuan dalam DAFTAR PUSTAKA sebaiknya dicantumkan data bibliografi sumber informasinya selengkap mungkin. Data yang perlu dicantumkan adalah: 1) Nama lengkap penulis, editor atau lembaga yang
bertanggung jawab atas penerbitan pustaka tersebut. 2) Judul buku, artikel, bab dari buku atau makalah.
3) Data penerbitan untuk buku, berikut jilid, edisi, tahun terbit, penerbit, kota dan halaman yang dikutip
4) Data penerbit untuk majalah adalah judul majalah, volume/tahun, nomor, tahun penerbitan dan halaman artikel tersebut.
Dalam daftar pustaka nama dituliskan dengan nama keluarga atau nama akhir mendahului nama kecil atau inisialnya. Sedangkan untuk catatan kaki nama penulis dituliskan seperti tertulis dalam judul. Untuk sumber informasi yang ditulis oleh 2 orang pengarang, maka kedua nama pengarang dituliskan dengan menambahkan tanda ampersand “&” di antara kedua nama pengarang tersebut, untuk menggantikan kata “dan”, “and” atau “und”. Sedangkan untuk sumber informasi yang ditulis oleh lebih dari 3 orang pengarang, hanya dituliskan nama pengarang pertama disertai kata “et al”.
Contoh:
Pencantuman daftar pustaka untuk buku:
Notoatmodjo, S. (1989). Dasar-dasar Pendidikan dan
Pelatihan. Badan Penerbit Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta: 100-114.
Phoon, W.O & Chen,W.H, P.C.Y (eds), (1986). Textbook of
Community Medicine in South East Asia. John Wiley &
Sons, Chichester: 609-620.
Bila seorang penulis menerbitkan dua buku di tahun 2005, tahun dari buku pertama (dalam urutan abjad dari urutan) dikutip sebagai 2005a, dan yang kedua sebagai 2005b.
Contoh:
Smith, J. (2005a). Harvard Referencing. London: Jolly Good Publishing.
Smith, J. (2005b). Dutch Citing Practices. The Hague: Holland Research Foundation.
Pencantuman daftar pustaka untuk buku yang ditulis oleh beberapa orang penulis atau sub bab buku:
Mercenier, A. (1999). Lactic acid bacteria as vaccines. In: Tannock, G.W. (Ed).Probiotics: A Critical Review. Horizon Scientific Press. Norfolkm UK:113-128.
Pencantuman daftar pustaka untuk jurnal ilmiah:
Sjaaf, A.C.(1991). Analisis biaya Layanan Kesehatan Rumah Sakit. Medika, 17 (10): 819-824.
Smith, J. M. (1998). The Origin of Altruism. Nature, 393: 639–640.
Thomson, M. P., Kingree, J. B. & Windle, M. (2008). Longitudinal Associations between Problem Alcohol Use and Violent Victimization in a National Sample of Adolescents. Journal of Adolescent Health,42:21-27. Jamison, D.T & Mosley, W.H. (1991).Disease Control
Priorities in Developing Countries. Health Policy Responses to Epidimeological Change. Am. J. Public
Health, 81(1):15-22.
1. Singkatan nama jurnal ilmiah disesuaikan dengan peraturan internasional yang berlaku. Penulisan jurnal diatas mengacu pada sistem penulisan referensi Harvard.
2. Nama jurnal ilmiah dicetak miring atau digarisbawahi. Volume jurnal dalam jurnal Indonesia biasanya dinyatakan dengan tahun, nomor jurnal dicetak antara tanda kurung. Bila data volume tidak ada, maka nomor jurnal dicetak tanpa tanda kurung.
Pencantuman daftar pustaka dari halaman web atau perpustakaan elektronik
(eLibrary) :
Nama keluarga penulis/editor, nama awal penulis/editor. (eds) [bila cocok] (tanggal last update atau copyright), “Judul halaman”, (Judul site), Available: URL (Accessed: tanggal akses).
Contoh:
Dunn, J.T. (2001, August 23 – last update), “Iodine”, (Linus Pauling Institute),
Available:http://www.orst.edu/dept/Ipi/infocenter/minerals /iodine/iodine.html (Accessed: 2002, September 16)
Catatan: Tidak diperlukan (eds) karena hanya terdapat penulis saja.
Bila tidak dijumpai nama penulis maupun editor, pakailah format berikut. Ingat, cara penulisan harus konsisten:
“Judul halaman”, (tanggal last update atau copyright), (Judul site), Available: URL (Accessed: tanggal access)
Contoh:
“IQ linked with amount of grey matter”, (2001, November 5 – last update), (BBC News), Available:
http://news.bbc.co.uk/hi/english/sci/tech/default.stml (Accessed: 2001, March 26).
4.2.2 Penulisan nama pengarang
Berikut ini beberapa contoh untuk menentukan cara penulisan nama pengarang:
1. Untuk pengarang Indonesia yang menggunakan lebih dari satu bagian nama selain nama keluarga, maka penulisannya tetap nama akhirnya mendahului nama kecilnya.
2. Bagi nama pengarang yang bagian akhir namanya dituliskan dengan inisial dan tidak diketahui kepanjangannya, maka namanya diurutkan pada bagian pertama yang tertulis lengkap.
3. Nama yang dimulai dengan “Mc” atau “St” ditempatkan pada urutan nama dengan ejaan “Mac” atau “Saint”. 4. Sebutan “Sr” atau “Jr” atau urutan keturunan
dicantumkan setelah nama keluarga pengarang. Contoh: Hamengkubuwono IX, Sri Sultan
5. Nama ganda dituliskan berdasarkan nama pertamanya, contoh:
Wai-On Phoon menjadi Phoon, W
6. Nama China dituliskan berdasarkan nama keluarga yang dituliskan lebih dahulu, contoh: Kwik, K.G
Untuk penulisan nama selanjutnya dapat dilihat dari standar penentuan tajuk entri yang diterbitkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (1981).
Bila sumber informasi merupakan karya ilmiah yang dimuat dalam suatu kumpulan karya, maka acuan menuliskan nama penulis yang karyanya digunakan, disertai keterangan lengkap mengenai himpunan karya yang menjadi asal acuan tersebut.
Contoh:
Pratomo, H. (1991).Pengantar riset kualitatif vs kuantitatif.
Dalam: Jatipura, S & Yovsyah (eds). 1991. Prosiding
Lokakarya dan Pelatihan Metodologi Penelitian Kesehatan, 22/3 - 12/4, 1991. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta: 54-61.
Catatan:
Penulisan kata “Dalam” digarisbawahi atau dicetak miring dan diikuti tanda baca titik dua dan nama editor mendahului judul karya.
Bila sumber informasi yang digunakan tidak mencantumkan nama penulis maupun editor, maka acuan menggunakan nama tim penyusun, atau lembaga yang bertanggung jawab atau yang menerbitkan karya tersebut.
BAB 5
PEDOMAN PENULISAN MAKALAH PUBLIKASI
5.1 Penulisan Makalah
Makalah, termasuk tabel, daftar pustaka, dan gambar