A. Simpulan
1. Simpulan Umum
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa pola interaksi keluarga pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah di Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis terjadi melalui adanya komunikasi dan kontak sosial secara tidak langsung melalui media telepon seluler. Cara yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah dalam menjalankan fungsi keluarga adalah dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang senantiasa dilakukan. Dalam menghadapi setiap permasalahan yang muncul, pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah senantiasa menyelesaikan masalah dengan selalu melakukan komunikasi serta tidak mengedepankan ego masing-masing.
2. Simpulan Khusus
a. Pola interaksi pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah di Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis terjadi melalui adanya komunikasi dan kontak sosial secara tidak langsung. Komunikasi dilakukan berdasarkan adanya status, peran, serta tujuan dari masing-masing anggota keluarga terhadap anggota keluarga yang lainnya. Suami lebih sering menghubungi setiap anggota keluarga melalui telepon seluler dengan tujuan agar suami mengetahui setiap keadaan anggota keluarga di rumah. Istri menghubungi suami ketika istri mempunyai tujuan untuk menceritakan segala keluh kesah yang dialami istri ketika suami berada di perantauan, menceritakan segala kebutuhan rumah tangga, serta menceritakan segala kesulitan yang dialami istri saat segala sesuatu harus dijalani oleh seorang diri. Interaksi yang dilakukan antara suami dengan anak adalah dengan adanya peran ayah sebagai pemimpin keluarga dengan tujuan untuk menjaga keluarga agar tetap harmonis, maka suami atau ayah selalu memberi nasihat, pengarahan, perhatian, serta ingin
119
Emal Purnama, 2014
Pola Interaksi Keluarga Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
selalu mengetahui keadaan anak di rumah dengan cara meminta kepada istri untuk bisa berbicara langsung dengan anak melalui telepon. Berbeda ketika anak sudah remaja dan mempunyai telepon seluler sendiri, suami secara langsung selalu menghubungi anak jika suami akan melakukan interaksi dengan anak. Komunikasi yang terjalin mendukung terciptanya interaksi keluarga pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah. Kontak sosial secara tidak langsung yang dilakukan oleh suami terhadap setiap anggota keluarga mendukung terciptanya interaksi diantara anggota keluarga. Interaksi yang dilakukan antara ibu dengan anak maupun antara anak dengan anak senantiasa terjadi setiap hari karena semuanya berada dalam satu tempat yang sama sehingga dapat lebih mudah dalam melakukan kontak sosial secara langsung. Kerja sama yang dilakukan oleh keluarga pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah senantiasa dilakukan oleh suami dengan seluruh anggota keluarga melalui media telepon.
b. Keluarga yang bertempat tinggal terpisah masih bisa menjalankan fungsi keluarga. Didukung dengan adanya komunikasi dan kerja sama antara suami dan istri, terbukti keluarga yang bertempat tinggal terpisah masih bisa melakukan interaksi sosial dan menjalankan beberapa fungsi keluarga. Dengan menggunakan media telepon, suami bisa menghubungi istri beserta keluarga di rumah untuk menjalankan setiap fungsi keluarga. Ada lima fungsi keluarga yang harus selalu dijalankan oleh setiap keluarga. Berbagai cara dilakukan oleh suami dalam memenuhi setiap fungsi keluarga.
Pertama, suami menjalankan fungsi perlindungan melalui telepon dengan cara memberikan pengarahan terhadap setiap anggota keluarganya dengan meyakinkan setiap anggota keluarga bahwa lingkungan di sekitar tempat tinggalnya aman dan jarang terjadi tindakan kriminal. Istri menjalankan fungsi perlindungan terhadap anak adalah dengan cara melakukan pengawasan lebih ketat, memberikan perhatian yang lebih, serta lebih sering mengarahkan anak agar anak tidak melakukan hal-hal
120
Emal Purnama, 2014
Pola Interaksi Keluarga Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
di luar batas kewajaran, serta agar anak terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
Kedua, untuk menjalankan fungsi afeksi keluarga, cara yang dilakukan
oleh suami adalah dengan cara menelepon setiap anggota keluarga untuk mencurahkan rasa kasih sayang terhadap setiap anggota keluarga dengan membicarakan hal penting yang dibutuhkan oleh anak maupun istri. Ketika menelepon istri, suami selalu menanyakan tentang kesehatan istri, kebutuhan rumah tangga, kemudian mengungkapkan adanya rasa rindu yang dirasakan oleh suami ketika suami sudah lama tidak bertemu dengan istri. Ayah mencurahkan rasa kasih sayang terhadap anak dengan cara menelepon anak dengan membicarakan tentang kesehatan anak, pendidikan anak serta kebutuhan dan keinginan anak.
Ketiga, suami menjalankan fungsi pendidikannya dengan cara
memberikan pendidikan dari tempat yang berbeda dengan cara selalu menasihati anak dengan tujuan agar anak dapat diarahkan ke arah yang benar dan mampu melaksanakan ajaran agama. Jika anak mampu melaksanakan apa yang diharapkan oleh orang tuanya dan bisa meraih prestasi di sekolah, suami atau ayah selalu menjanjikan hadiah kepada anak, hal ini dilakukan agar anak lebih termotivasi dan merasakan adanya perhatian dari ayah meskipun bertempat tinggal terpisah. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh istri atau ibu dalam memberikan pendidikan kepada anak. Ketika anak malas untuk di suruh belajar, ibu selalu memberikan peringatan kepada anak dengan akan melaporkannya kepada ayahnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar anak belajar dan tidak harus selalu diingatkan.
Keempat, untuk menjalankan fungsi rekreasi keluarga, saat suami berada
di perantauan, suami mempunyai inisiatif sendiri dengan memberi istri uang untuk pergi jalan-jalan bersama seluruh anggota keluarga. Saat suami berada di perantauan, istri menjalankan fungsi rekreasi keluarga dengan mengajak anak untuk sekedar makan bersama dan bersilaturahmi ke rumah saudara.
121
Emal Purnama, 2014
Pola Interaksi Keluarga Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kelima, bentuk pemenuhan akan fungsi ekonomi keluarga yang dilakukan
suami adalah dengan selalu mengirim uang setiap bulannya kepada istri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk keperluan anak.
Adanya usaha dan cara yang dilakukan pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah dalam menjalankan fungsinya menunjukkan bahwa pasangan suami dan istri yang bertempat tinggal terpisah dapat bertanggung jawab terhadap keluarga.
c. Masalah keluarga pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah muncul ketika peran dan fungsi keluarga kurang berjalan dengan maksimal. Masalah tersebut antara lain adalah istri merasa kesulitan ketika harus mengerjakan segala hal tanpa dibantu langsung oleh suami, merasa kesal saat suami tidak kunjung pulang ke rumah, anggota keluarga merasa takut apabila tidak ada suami di rumah, serta suami telat mengirim uang bulanan. Kemudian masalah anak muncul saat suami tidak ada di rumah dengan adanya perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh anak, seperti anak tidak menuruti nasihat orang tua, anak malas pergi belajar mengaji di mesjid, serta anak malas belajar di rumah. Suami selalu merasa kesepian ketika berada di perantauan tanpa didampingi oleh istri beserta seluruh anggota keluarga. Cara yang dilakukan oleh keluarga yang bertempat tinggal terpisah dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul dengan senantiasa melakukan komunikasi serta adanya pembagian peran yang adil dalam mendidik dan mengasuh anak. Ketika keluarga dilanda masalah, suami dan istri selalu menyelesaikannya dengan cara yang baik. Tanpa mengedepankan ego masing-masing, masalah diselesaikan dengan kepala dingin melalui diskusi yang diakukan oleh keduanya.
122
Emal Purnama, 2014
Pola Interaksi Keluarga Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu B. Saran
Melalui penelitian mengenai pola interaksi keluarga pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah di Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis diperoleh beberapa saran. Saran tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bagi suami pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah seharusnya lebih bisa bersikap adil terhadap setiap anggota keluarga agar tetap tercipta hubungan yang akrab diantara anggota keluarga.
2. Bagi istri pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah harus lebih bersabar dalam menjalankan perannya. Kita ketahui bersama bahwa istri kadang-kadang harus mengerjakan segala sesuatu tanpa didampingi oleh suami.
3. Setiap anggota keluarga harus mendukung suami ketika suami bekerja di perantauan. Karena ini adalah pilihan hidup yang harus dijalani oleh suami demi terpenuhinya setiap kebutuhan keluarga.
4. Bagi setiap keluarga di Indonesia agar mampu mempertahankan keutuhan keluarganya, melihat kenyataan yang ada bahwa pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah masih bisa menjaga keutuhan keluarganya meskipun jarang melakukan kontak sosial secara langsung.
5. Bagi penelitian selanjutnya harus ada kajian mendalam mengenai pola asuh yang diterapkan oleh pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah.
123 Emal Purnama, 2014
Pola Interaksi Keluarga Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, A. F. (2005). Ketika Suami Istri Hidup Bermasalah. Jakarta: Gema Insani.
Achmadi, A. dan Narbuko, C. (2007). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Amini, I. (1996). Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami-Istri. Bandung: al-Bayan.
Al-Faruqi, L.L. (1997). ‘Ailah Masa Depan Kaum Wanita; Model Masyarakat Ideal Tawaran Islam, Studi Kasus Amerika dan Masyarakat Modern, terj.
Masyhur Abadi. Surabaya: al-Fikr.
As-Subki, A. Y. (2010). Fiqh Keluarga. Jakarta: Amzah.
Bachtiar, W. (2006). Sosiologi Klasik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Bungin, Burhan H.M. 2008. Sosiologi Komunikasi Teori, Paradigma, dan
Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat Jakarta: Kencana Perdana
Media Group.
Burgess, E. W dan Locke, H. J. The Family. From Institution to Companionship. New York: American Book Company.
Creswell, J.W. (2010). Research Design Pendekatan Kulaitatif, Kuantitatif, dan
Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Davis, K. (1960). Human Society. New York: The Macmillan Company.
Efendi, N. (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Goode. (2007). Sosiologi Keluarga. Jakarta: Bumi Aksara.
Gunawan, A. H. 2010. Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi Tentang
Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Huky, D.A.W. (1986). Pengantar Sosiologi. Surabaya: Usaha Nasional. Horton, P. B. dan Hunt, C. L. (1984) Sosiologi. Jakarta: Erlangga.
Junaedi, D. (2010). Bimbingan Perkawinan Membina Keluarga Sakinah menurut
124
Emal Purnama, 2014
Pola Interaksi Keluarga Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Khairuddin, H. (2008). Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta. Moleong, L. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Muhamad, Ali. M. 1980. Islamologi (Din al-Islam). terjemah Kaelani dan Bahrun. Jakarta: Ikhtiar Baru Van Houven.
Ramulyo, I. (1996). Hukum Perkawinan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi dari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan
Terakhir Postmodern Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Salim, A. (2008). Pengantar Sosiologi Mikro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Santoso, S. 1999. Dinamika Kelompok. Jakarta : Bumi Aksara.
Setiadi, Elly M. dan Kolip, Usman. (2011). Pengantar Sosiologi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Shochib M. (2010). Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Anak
Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.
Silalahi, K. dan Meinarno, E. A. (2010). Keluarga Indonesia: Aspek dan
Dinamika Zaman. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Silalahi, U. (2010). Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama. Soekanto, S. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajagrafindo Persada. (2009). Sosiologi Keluarga Tentang Ikhwal Keluarga, Remaja dan
Anak. Jakarta: Rineka Cipta.
Soyomukti, N. (2010). Pengantar Sosiologi: Dasar Analisis, Teori, & Pendekatan
Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial, & Kajian Strategis/Nurani.
Jakarta: Ar-Ruzz Media.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif R&D. Bandung: Alfabeta.
(2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kulitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
(2008). Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyanto, B. dan Sutinah. (2010). Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif
125
Emal Purnama, 2014
Pola Interaksi Keluarga Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Syam, N.W. (2012). Sosiologi Sebagai Akar Ilmu Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Vitalaya, A. H. S. (2010). Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa. Bogor: IPB Press.
Willis, Sofyan S. (2011). Konseling Keluarga (Family Konseling). Bandung: Alfabeta.
Wulansari, D.C. (2009). Sosiologi Konsep dan Teori. Bandung: Refika Aditama.
Sumber Artikel Jurnal
Djannah, W. dan Edy, K. D. (2013). Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Dengan Teman Sebaya. Counselium.
Jurnal FKIP UNS. 1 (2), hlm. 145 – 158.
Margiani, K. dan Ekayati, N. (2013). Stres, Dukungan Keluarga Dan Agresivitas Pada Istri Yang Menjalani Pernikahan Jarak Jauh. Persona. Jurnal Psikologi
Indonesia, 2 (3), hlm. 191 - 198.
Rahayu, N. T. (2010). Pembagian Peran Suami dan Isteri dalam Keluarga Perempuan Pelaku Usaha. Widyatama. Ejurnal Vetrean Bantara. 19 (2), hlm. 1-13.
Setiawan, D. (2012). Interaksi Sosial Antar Etnis di Pasar Gang Baru Pecinan Semarang Dalam Perspektif Multikultural. JESS. Journal of Educational
Social Studies, 1 (1), hlm. 42 – 47.
Sumber Selain Buku dan Artikel Jurnal
Anora, T. K. D. (2008). Strategi Keluarga Terpisah dalam Mengupayakan
Keutuhan Keluarga (Studi pada 5 Keluarga di Kel. Bungo Pasang Tabing).
Skripsi, Universitas Andalas. Padang.
Arida, P (2010). Gambaran Trust Pada Istri Yang Menjalani Commuter Marriage
Tipe Adjusting. Skripsi, Universitas Sumatera Utara. Medan.
Maylan, P (2010.) Faktor-Faktor yang Mendukung Kohesi Keluarga pada
Pasangan Suami Istri yang Bertempat Tinggal Terpisah (Studi Kasus Pada Karyawan PT. Domas Agrointi Prima di Desa Lalang Kecamatan Medang Deras Kuala Tanjung Kabupaten Batu Barat). Skripsi, Universitas
126
Emal Purnama, 2014
Pola Interaksi Keluarga Pada Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013.
Pemerintahan Desa Jalatrang. (2014). Profil Desa Jalatrang. Tidak Diterbitkan. Depdiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22
Tentang Standar Isi. [Online]. Tersedia:
http://www.google.co.id/download permendiknas no 22 tahun 2006 [Diakses 20 Agustus 2014].
Kuswan SP. (2013). Warga Daerah Otonom Baru (DOB). [Online]. Tersedia: http://www.kabar-priangan.com/news/detail/8954 [Diakses 8 November 2013].
Suherman M. (2013). Scientific Approach (Pendekatan Ilmiah) Dalam
Pendidikan. [Online]. Tersedia:
http://suhermanmaman.wordpress.com/2013/11/03/scientific-approach-pendekatan-ilmiah-dalam-pendidikan/ [Diakses 26 Agustus 2014].