• Tidak ada hasil yang ditemukan

Simpulan

1. Ditemukan inbreeding pada harimau sumatera di Kebun Binatang Bandung dengan nilai koefisien inbreeding rata-rata 0,117 atau 11,7% yang termasuk ke dalam kategori sedang.

2. Manajemen Kebun Binatang Bandung melakukan pemberhentian pengawinan atau stop breeding terhadap harimau sumatera, namun sebelumnya mengawinkan satwa atas dasar kecocokan satwa.

3. Terdapat perbedaan antara perilaku dan ciri fisik antara harimau dengan koefisien inbreeding yang berbeda, dan beberapa kondisi abnormal pada obyek harimau yang diamati, namun dugaan terjadinya tekanan inbreeding masih harus dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut karena terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi harimau sumatera yaitu faktor lingkungan, kesehatan, stress, dan keadaan lainnya yang mungkin dialami satwa.

Saran

Berikut beberapa hal yang dapat disarankan dari penelitian ini, antara lain: 1. Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut menganai dampak inbreeding dari

segi kualitas genetik untuk mengetahui sejauh mana inbreeding dapat mempengaruhi satwa, terutama mengenai pengaruh inbreeding terhadap efek gen lethal pada satwa.

2. Perlu adanya penelitian serupa di lokasi lain dengan menggunakan obyek penelitian dengan jumlah lebih banyak dan variasi koefisien inbreeding yang lebih luas sebagai data pembanding dan untuk mendapatkan hasil data yang lebih valid.

3. Perlu adanya pengaturan sistem pengawinan harimau sumatera dengan individu yang memiliki tetua yang berbeda melalui sistem pertukaran atau peminjaman satwa dari penangkaran atau kebun binatang lain untuk mengatasi inbreeding.

21

DAFTAR PUSTAKA

Alikodra HS. 1983. Ekologi banteng (Bos javanicus d’Alton) di Taman Nasional

Ujung Kulon [disertasi]. Bogor (ID): Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Allendorf FW, Luikart G. 2008. Conservation and The Genetics of Population. Malden, Oxford (UK): Victoria Blackwell Publishing

Altmann J. 1974. Observational Study of Behavior: Sampling Method. Behavior. 49:227-267.

Armbruster P, Reed DH (2005). Inbreeding Depression in Benign and Stressful Environments. Heredity. 95: 235–242.

Aunurohim, Ganesa A. 2012. Perilaku Harian Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dalam Konservasi Ex-situ Kebun Binatang Surabaya. Jurnal Sains dan

Seni ITS.1(1): 48-53.

Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 1999. Biology. 5th ed. Menlo Park (US): Benjamin/Cummings Publishing Co.

Cervantes I, Molina A, Goyache, Gutterrez JP, Valera M. 2007. Population History and Genetic Variability in the Spanish Arab Horse Assessed via Pedigree Analysis. Elsevier B. V. Livestock Science 113: 24-33.

Dinarwati D. 2011. Evaluasi Koefisien dan Laju Inbreeding pada Kuda Militer di Detasemen Kavaleri Berkuda (DENKAVKUD) Parongpong, Bandung [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Felisia. 2014. Pengelolaan Penangkaran Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929) di Taman Safari Indonesia, Cisarua [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Geptner VG, Nasimovich AA, Bannikov AG. 1992. Mammals of the Soviet Union: Carnivora (Hyaenas and Cats). New Delhi (IN): Amerind Publishing.

[IUCN/SSC] The International Union for Conservation of Nature and Natural Resources. 1996. Status Survey and Conservation Action Plan Wild Cats. IUCN/SSC Cat Specialist Group. Cambridge (UK): IUCN Publication Service Unit.

Kitchener AC. 1991. The Natural History of Wild Cats. London (UK): Christopher Helm A & C Black.

Kurniawan HM. 2001. Koefisien Kawin-Dalam Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Empat Kebun Binatang di Jawa. Bogor (ID): Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Lasley JF. 1972. Genetics of Livestock Improvement 2nd ed. USA: Prentice-Hall Inc.

Lacy RC. 2000. Should We Select Genetic Alleles in Our Conservation Breeding Programs. Zoo Biol. 19: 279–282

Martin P, Bateson P. 1993. Measuring Behaviour. An Introductory Guide. Ed 2. Cambridge (UK): Cambridge University Press.

Noor RR. 1996. Genetika Ternak. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Nowell K, Breitenmoser U, Breitenmoser C, Jackson P. 2003. Panthera tigris sumatrae. Diunduh dari http://www.redlist.org [3 November 2015]

22

Nurana K. 1989. Studi Teknik Penangkaran Jalak Bali (Leocopsar rothschildi Stresemann 1912) di Taman Nasional Bali Barat dan Kebun Binatang Surabaya [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Partodihardjo S. 1977. Ilmu Reproduksi Hewan. Jakarta (ID): Mutiara.

Putra AE. 2011. Kajian Musim Kawin Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada Lembaga Konservasi di Indonesia. [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Ralls K, Harvey PH, Lyles AM. 1986. Inbreeding in Natural Populations of Bird and Mammals. Conservation Biology: The Science of Scarcity and Diversity. Massachussets (US): Sinaeur Association Inc. Publ. 1:35-36 [REI] Redaksi Ensiklopedi Indonesia. 1988. Ensiklopedi Indonesia Seri Fauna.

Jakarta (ID): Dai Nippon Printing Indonesia.

Schaller GB. 1967. The Deer and the Tiger: A Study of Wildlife in India. Chicago (US): The University of Chicago Press.

Seidensticker J. 1986. Large Carnivores and The Consequences of Habitat Insularization: Ecology and Conservation of Tigers in Indonesia and Bangladesh. Washington DC (US): National Zoological Park, Smithsonian Institution.

Seidensticker J, Chistie S, Jackson P. 1999. Introducing the Tiger. Cambridge (UK): Cambridge University Pres. Page 1-3

Semiadi G, Nugraha RPT. 2006. Profil Reproduksi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada Tingkat Penangkaran. Jurnal Biodiversitas volume 7 nomor 4: 368-371.

Senner JW 1980. Inbreeding Depression and The Survival of Zoo Populations. Conservation Biology: The Science of Scarcity and Diversity. Massachussets (US): Sinaeur Assoc.Inc. Publ. 1:209-242

Shepherd CR, Magnus N. 2004. Nowhere to Hide: The Trade in Sumatran Tiger. TRAFFIC Southeast Asia. Special Report.

Sherpa NM, Maskey TM. 1998. Year for The Tiger: Tiger Manual, Indirect Field Study Techniques for the Kingdom of Nepal. Nepal (NP): WWF Nepal Program

Siswomartono D, Samedi, Andalusi N, Hardjanti FI. 1994. Strategi Konservasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae Pocock 1929). Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam Departemen Kehutanan Republik Indonesia.

Smith DL. 1994. Population Viability Analysis Data Form-Mammals. Minnesota (US): Fisheries and Wildlife Department.

Stansfield WD. 1991. Genetika. Jakarta (ID): Erlangga.

Stevenson MF. 1983. The Captive Environment: Its Effect On Exploratory and Related Behavioural Responses in Wild Animals. Exploration in Animals and Man. Van Nostrand Rheinhold (UK) : J. Archer and L. Birke, eds. 1983: 176-197.

Tanudimadja K. 1978. Ethologi (diktat). Bogor (ID): Fakultas Kedokteran Veteriner, Institut Pertanian Bogor.

Teage RD. 1971. A Manual of Wildlife Conservation. Washington DC (US): The Wildlife Society.

23 Thohari M. 1986. Gejala Inbreeding dalam Penangkaran Satwaliar. Media

Konservasi 1(4): 1-10

Warwick EJ, Astuti JM, Hardjosubroto W. 1990. Pemuliaan Ternak. Yogyakata: Gajah Mada University Press.

Wiener G. 1994. Animal Breeding, Centre or Tropical Veterinary Medicine. Edinburgh (UK): University of Edinburgh.

Wiggans GR, Van Raden PM, Zuurbier J. 1995. Calculation and Use of Inbreeding Coefficients for Genetic Evaluation of United States Dairy Cattle. J. Dairy Sci. 78:1584-1590.

[WWF] World Wildlife Fund. 2010. WWF Tiger Facts and Trivia. Diunduh dari: http://awsassets.wwf.or.id/downloads/tiger_facts_and_trivia_dec_09.pdf [26 Januari 2015]

24

Lampiran 1 Studbook Harimau Sumatera di Kebun Binatang Bandung No. Studbook Sex Nama Panggilan Tempat Tanggal Lahir Perolehan Tanggal Datang Induk Jantan Betina 942 Jantan Budi Gembira Loka 08/02/1992 Sumbangan KB. Gembira Loka 03/10/1996 532 887 953 Betina Wage Gembira Loka 20/Mei/1992 Sumbangan KB. Gembira Loka 03/10/1996 532 887 1125 Betina Oksi Bandung 03/ Oktober/ 1998 Captive

Breed 03/10/1998 Budi Wage 1126 Jantan Melino

Bandung 29/ Desember/ 1999

Captive

Breed 29/12/1999 Budi Wage 1187 Jantan Marta

Bandung 8/Maret /2001

Captive

Breed 08/03/2001 Budi Wage 1188 Betina Marti

Bandung 8/Maret/ 2001

Captive

Breed 08/03/2001 Budi Wage - Betina Fitra

Bandung 17/ Desember /2001

Captive

Breed 17-Des-01 Budi Wage - Betina Fitri

Bandung 17/ Desember /2001

Captive

Breed 17-Des-01 Budi Wage

1033 Jantan Oka Surabaya, 19/ November /1994 Pinjaman 12-Agu-04 - - - Betina Manik Bandung, 05 /Desember

/2003 Sumbangan 05-Des-03 Oka Oksi

- Betina Yopi

Bandung, 26/Mei/ 2011

Captive

25 Lampiran 2 Perhitungan Nilai Koefisien Inbreeding Harimau Sumatera di KBB a). Wage (953) : Betina (♀)

Fx Wage b). Melino (1126) : Jantan (♂) Fx Melino c). Marta (1187) : Jantan (♂) Fx Marta Lintasan N Kontribusi - - - Fx 0 Lintasan N Kontribusi 1126-953-532-942-1126 3 Fx 0,125 Lintasan n Kontribusi 1187-953-532-942-1187 3 Fx 0,125

26

Lampiran 2 Perhitungan Nilai Koefisien Inbreeding Harimau Sumatera di KBB (lanjutan)

d). Marti (1188) : Betina (♀)

Fx Marti

e). Fitra : Betina (♀)

Fx Fitra f). Fitri : Betina (♀) Fx Fitri Lintasan n Kontribusi 1188-953-532-942-1188 3 Fx 0,125 Lintasan N Kontribusi Fitra-953-532-942-Fitra 3 Fx 0,125 Lintasan N Kontribusi Fitri-953-532-942-Fitri 2 Fx 0,125

27 Lampiran 2 Perhitungan Nilai Koefisien Inbreeding Harimau Sumatera di KBB

(lanjutan) g). Manik : Betina (♀) Fx Manik h). Yopi : Betina (♀) Fx Yopi Lintasan n Kontribusi - - - Fx 0 Lintasan n Kontribusi Yopi-953-1126-Yopi 2 Yopi-953-532-942-1126-Yopi 4 Fx 0,313

28

Dokumen terkait