• Tidak ada hasil yang ditemukan

Simpulan

Dosis pupuk pada perlakuan 50% NPK (Urea 75 kg Ha-1, SP-36 50 kg Ha -1, KCl 45 kg Ha-1) dengan PHC (2L Ha-1) menghasilkan karakter agronomi (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan bobot biomasa) yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lain. Perlakuan pemupukan (Urea 150 kg Ha-1, SP-36 100 kg Ha-1, KCl 90 kg Ha-1 +PHC 2L Ha-1), (Urea 75 kg Ha-1, SP-36 50 kg Ha-1, KCl 45 kg Ha-1 +PHC 2L Ha-1) dan (Urea 150 kg Ha-1, SP-36 100 kg Ha -1, KCl 90 kg Ha-1) memperoleh unsur hara makro NPK paling baik. Perlakuan PHC saja tidak mampu meningkatkan produksi biomasa sorgum dan unsur hara. Perlakuan pupuk NPK pada dosis (Urea 56.5 kg Ha-1, SP-36 37.5 kg Ha-1, KCl 33.75 kg Ha-1), (Urea 75 kg Ha-1, SP-36 50 kg Ha-1, KCl 45 kg Ha-1) dan (Urea 112.5 kg Ha-1, SP-36 75 kg Ha-1, KCl 7.5 kg Ha-1) ditambah pupuk hayati menghasilkan bobot biomasa yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan NPK saja.

Saran

Penelitian lanjutan berdasarkan percobaan ini disarankan untuk menghitung laju pertumbuhan mikroba di dalam tanah dan kelarutan unsur hara penting (N, P, K, Ca, S, Mg) sebelum dan sesudah percobaan.

19

DAFTAR PUSTAKA

Akil M, Rauf M, Fadhly AF. 2003. Teknologi Budidaya Jagung untuk Pangan dan Pakan yang Efisien dan Berkelanjutan pada Lahan Marjinal. Laporan Penelitian Balitsereal.

Amalia Y. 2011. Penggunaan Pupuk Organik Cair untuk Mengurangi Dosis Penggunaan Pupuk Anorganik pada Padi Sawah (Oryza Sativa L.).[skripsi] Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.

Almodares A, Hadi R. 2009. Production of Bioethanol from Sweet Sorghum. African Journal of Agricultural Research.4(9): 772-780.

[BALITSEREAL] Balai Penelitian Serealia. 2002. Data Visitor Plot Jagung di KP Maros. [catatan penelitian].

[BALITSEREAL] Balai Penelitian Serealia. 2014. Varietas Super-1 (Sorgum). [internet]. [diunduh 2015 Oktober 16]. Tersedia pada : http://balitsereal.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_conten t&view=article&id=511:varietas-super-1-sorgum&catid=47:database-gandum-dan-sorgum.

[BALITTAN] Badan Litbang Pertanian. 2012. Teknologi Pakan Protein Rendah untuk Sapi Potong. Sinartani.Edisi 21-27 November 2012 No.3483 Tahun XLIII.

[BALITTANAH] Balai Penelitian Tanah. 2008. Pengujian Efektivitas PHC Sumber Subur Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada. Bogor (ID): Balittanah.

[BMKG]. Badan Meteorologi dan Geofisika. 2015. Data Iklim. Bogor (ID): BMKG.

Borrell A, Oosterom EV, Hammer G, Jordan D, Douglas A.2006. The Physiology of stay- green in Sorghum. Hermitage Research Station, University of Queensland.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015. Populasi Ternak. [internet]. [diunduh 2015

Oktober 16]. Tersedia pada :

http://www.bps.go.id/linktabelstatis/view/id/1506.

[Deptan] Departemen Pertanian. 1990. Teknologi Budidaya Sorgum. Jayapura (ID) : Balai Informasi Penelitian.

[DITJENNAK] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Silase.

[internet].[diunduh 2015 Februari 13]. Tersedia pada: http//www.ditjennak.pertanian.go.id/download.php?file=leaflet_silase.pdf

Crowder L, Chedda HR. 1982. Tropical Grassland Husbandry1st edition. London (UK): Longmans Green and CO. Ltd.

Dobermann A, Fairhurst T. 2000. Rice : Nutrient Disorders and Nutrient Management. London (UK): Oxford Graphic Printers Pte Ltd.

Doggett H. 1970. Sorghum. London (UK): Longmans Green and CO. Ltd.

Efendi R, Aqil M, Pabendon M. 2013. Evaluasi Genotipe Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) Produksi Biomas dan Daya Ratun Tinggi. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 32 (2): 116-125.

Espinoza L. 2003. Fertilization and Liming Grain sorghum Production Handbook. Arkansas (US): Cooperative Extension Service University of Arkansas.

20

Fadiluddin M. 2009. Efektivitas Formula Pupuk Hayati dalam Memacu Unsur Hara, Produksi, dan Kualitas Hasil Jagung dan Padi Gogo di Lapang.[tesis] Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.

Gomez KA, Gomez AA. 2007.Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanianedisi kedua. Sjamsuddin E, Baharsjah JS, penerjemah. Jakarta (ID): UI press. Terjemahan dari: Statistical Procedures for Agriculture Research.

Ghosh TK, Singh RP, Yadav DS, Duhan JS. 2001. Review on Quality Control of Biofertilizer in India. Fertiliser MarketingNews. 32(8): 1-9.

Grundon NJ, Edwards DG, Takkar PN. 1987. Nutritional Disorder of Grain Sorghum. Canberra (AU) : Australian Centre for International Agriculture Research.

Hardjowigeno S. 2003. Ilmu Tanah. Jakarta (ID) : Akademika Presindo.

House LR. 1985. A Guide to Sorghum Breeding2nd Ed. Patancheru (IN) : International Crops Research Institut for Semi-Arid Tropics (ICRISAT). Howeler RH. 2002. Cassava: Biology,Production and Utilization.Hillocks RJ,

Thresh JM, Bellotti AC, ed. Bangkok (TH): CAB International.

Kushartono B. 2001. Teknik Penyimpanan dan Peningkatan Kualitas Jerami dengan Cara Anonisasi. Buletin Pertanian. Badan Penelitian Pengembangan Pertanian. 6(2) 81-83.

Leeson S, Summer SD. 2008. Commercial Poultry Nutrition Third Edition.Nottingham (UK): Nottingham Univ Press.

Lockman, Raymond B. 1972. Mineral Composition of Grain Sorghum Plant Samples Part III : Suggestes Nutrient Sufficiency Limits as Various Stages of Growth. Comm Soil Sci. Plant Anal. 3:295-304.

Mahalakshmi V. and F.R. Bidinger. 2002. Evaluation of stay-green Sorghum Germplasm Lines at ICRISAT. Crop Sci. 42: 965-974.

Marschner H. 1995. Mineral Nutrition of Higher Plants2nd Edition. London (UK): Academic Press.

McDonald P, Edwards RA, Greenhalg JFD, Morgan CA. 1995. Animal Nutrition Fifth edition. New York (US) : Longman Group Ltd.

Mukerji KG, Manoharachary. 2001. Microbial Activity in the Rhizosphere. Singh J, ed. Berlin (DE): Springer.

Mulyani A. 2004. Penyebaran Lahan Masam Potensi dan Ketersediannya untuk Pengembangan Pertanian. Bogor (ID):Badan Penelitian Tanah.

Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan Efektif. Jakarta (ID) : Agromedia Pustaka. [PERMENTAN]. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia. 2009. Pupuk

Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah. No 28/Permentan/SR. 130/5/2009. [internet].[diunduh 2015 Februari 13]. Tersedia pada

:http://ppvt.setjen.deptan.go.id/ppvtpp/files/96permentan-28-130-th-2009.pdf

Rukmana R. 2005. Budidaya Rumput Unggul, Hijauan Makanan Ternak. Yogyakarta (ID) : Kanisius.

Samac DA, Tesfaye M. 2003. Plant Improvement for Tolerance to Aluminum in Acid Soils. Plant Cell, Tissue and Organ Culture. 75: 189–207.

Saraswati R, Husen E. 2007. Prospek Penggunaan Pupuk Hayati pada Sawah Bukaan Baru.Lahan Sawah Bukaan Baru. 151-173.

Simanungkalit RDM. 2001. Aplikasi PHCdan Pupuk Kimia: Suatu Pendekatan Terpadu. Buletin AgroBio 4(2):56-61.

21 Sirappa MP. 2003. Prospek Pengembangan Sorgum di Indonesia sebagai Komoditas Alternatif untuk pangan, pakan dan industri. J Litbang Pertanian 22 (4): 133-140.

Sitompul SM. Guritno B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta (ID) : Gadjah Mada University Press.

Subekti NA, Syafruddin, Efendi R, Sunarti S. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung. Maros (ID) : Balai Penelitian Tanaman Serealia. Suliasih , Widawati S , Muharam A. 2010. Aplikasi Pupuk Organik dan Bakteri

Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Tomat dan Aktivitas Mikroba Tanah. J Hortikultura. 20(3): 241-246.

Sungkono, Trikoesoemaningtyas, Wirnas D, Sopandie D, Human S, Yudiarto MA. 2009. Pendugaan Parameter Genetik dan Seleksi Galur Mutan Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) di Tanah Masam. J Agron Indonesia. 37 (3) : 220 – 225.

Sungkono. 2010. Seleksi Galur Mutan Sorgum [Sorghum bicolor(L.)Moench] untuk Produktivitas Biji dan Bioetanol Tinggi di Tanah Masam Melalui Pendekatan Participatory Plant Breeding. [skripsi]. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.

Sungkono. 2014. Laporan Hasil Analisa Proksimat Silase Sorgum dan Silase Jagung [komunikasi singkat]. Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan IPB.

Sopandie D, Agustina K, Trikoesoemaningtyas, Wirnas D. 2010.Tanggap Fisiologi Akar Sorgum (Sorghum bicolor(L.) Moench) terhadap Cekaman Aluminium dan Defisiensi Fosfor di dalam Rhizotron.J Agron Indonesia. 38 (2) : 88 – 94.

Sopandie D. 2014.Fisiologi Adaptasi Tanaman terhadap Cekaman Abiotik pada Agroekosistem Tropika. Bogor (ID): IPB Press.

Sopandie D.2014.Butir-butir diskusi pengembangan sorgum sebagai pakan ternak. Di dalam : Sopandie D, editor.Diskusi Pengembangan Sorgum sebagai Pakan Ternak; 2014 Agus 30; Lampung Tengah, Indonesia.

Sutanto R. 2002. Penerapan Pertanian Organik, Pemasyarakatan & Pengembangannya. Yogyakarta (ID): Kanisius.

Tangendjaja B, Wina E. 2007. Limbah Tanaman dan Produk Samping Industri Jagung untuk Pakan . Bogor (ID) : Balai Penelitian Ternak.

Tilak KVBR, Ranganayaki N, Pal KK, De R, Saxena AK. 2005. Diversity of plant growth and soil health supporting bacteria. Current Science.89 (1): 136-150.

Tsuchihashi N, Goto Y. 2008. Year-round Cultivation of Sweet Sorghum [Sorghum bicolor (L.) Moench] through A Combination of Seed and Ratoon Cropping in Indonesia Savanna. Plant Prod. Sci. 11(3): 377-384. Vanderlip RL. 1993. How A Grain Sorghum Plant Develops. Manhattan (US):

Kansas State University.

Vessey JK. 2003. Plant Growth Promoting Rhizobacteria as Biofertilizer. Plant Soil. 255:571-586.

Yunaini S.2009. Keberadaan Mikoriza Vesikular Arbuskular pada Pertanaman Jagungyang diberi Pupuk Organik dan NPK jangka panjang. J. TanahTrop.14(3): 253-260.

22

LAMPIRAN

Lampiran 1 Sidik ragam pengaruh perlakuan kombinasi dosis pupuk NPK dan PHC pada taraf 0.1 Sumber Keragaman db JK KT F hitung Pr > F KK (%) Bobot 17.47 Perlakuan 9 387186.17 43020.69 4.61 0.003 Ulangan 2 53098.87 26549.43 2.85 0.08 Error 18 167931.13 9329.51 Tinggi 7.54 Perlakuan 9 22436.28 2492.92 6.65 0.0003 Ulangan 2 1099.77 549.88 1.47 0.26 Error 18 6750.24 375.01 Diameter 5.33 Perlakuan 9 32.83 3.65 3.04 0.02 Ulangan 2 2.03 1.01 0.84 0.45 Error 18 21.61 1.20 Jumlah daun 8.05 Perlakuan 9 25.23 2.80 4.06 0.01 Ulangan 2 0.81 0.41 0.59 0.56 Error 18 12.42 0.69 Kadar N 1.95 Perlakuan 6 4.31 0.72 162.22 0.0000 Ulangan 2 0.02 0.0082 1.85 0.1992 Error 12 0.05 0.0044 Kadar P 2.86 Perlakuan 6 0.02 0.0035 66.27 0.000 Ulangan 2 0.0004 0.0002 3.55 0.06 Error 12 0.0006 0.0001 Kadar K 2.38 Perlakuan 6 0.03 0.0059 3.27 0.0381 Ulangan 2 0.0078 0.0039 2.19 0.1548 Error 12 0.03 0.0023

23 Lampiran 2. Data Iklim wilayah Dramaga

Bul-an Curah Hujan Hari Hujan Tempe-ratur

Temperatur Temperatur Kelem-baban (mm) (hari) Rata-Rata Maksimum (ºC) Minimum (ºC) Relatif (%) (ºC) Rata- Rata Abso lut Rata- Rata Abso lut Feb 346 18 25 29.8 33.1 22 19.2 88 Mar 374 24 25.6 31.4 33.6 22.3 21 85 Apr 206 22 25.8 31.7 33.8 22.9 21.6 86 Sumber : BMKG 2015

24

Lampiran 3 Deskripsi sorgum varietas Super-1 Karakteristik Super-1

Tahun dilepas 2013

Asal Pulau Sumba, NTT Umur Berbunga 50% 56 hari Panen 105 - 110 hari

Tinggi tanaman 201.65 cm

Sifat tanaman Menghasilkan ratun Kedudukan tangkai Di pucuk

Bentuk daun Pita Jumlah daun 12 helai Sifat malai Kompak Bentuk malai Elips Panjang malai 26.67 cm

Sifat sekam Setengah tertutup (depan), setengah tertutup (belakang) Warna sekam Coklat muda

Bentuk/sifat biji Bulat lonjong Ukuran biji Panjang 4.37 mm Lebar 4.03 mm

Diameter 2.60 mm Warna biji Putih

Bobot 1000 biji 32.10 g, k.a. 10% Rata-rata hasil 2.66 t ha-1 k.a. 10% Potensi Hasil 5.75 t ha-1 k.a. 10% Kerebahan Tahan

Ketahanan Agak tahan hama Aphis, tahan penyakit Antraknose, karat daun, dan hawar daun.

Kadar protein 12.96% Kadar lemak 2.21% Kadar karbohidrat 71.32% Kadar tanin 0.11% Kadar magnesium 90.33 Kadar phospor 249.88 Kadar gula brix 13.47% Produksi etanol 2851 L ha-1 Potensi etanol 4220 L ha-1 Bobot biomas batang 17.05 t ha-1 Potensi produksi biomas 38.70

Pemulia Marcia B. Pabendon, SigitBudi Santoso, Amir Nur M, Nuning Argosubekti, Sumarni Singgih, M. Azrai Pengusul Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Sumber : Balai Penelitian Tanaman Serealia 2014

25 Lampiran 4 Hasil analisa proksimat silase jagung dan silase sorgum di

Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan IPB. Parameter

Jagung

(Daun, batang, tongkol muda)

Sorgum (Daun, batang, malai)

Berat kering (%) 56.39 83.33 Abu (%) 4.12 4.25 Protein Kasar (%) 6.18 6.67 Serat Kasar (%) 16.20 19.15 Lemak Kasar (%) 1.25 1.21 Beta-N (%) 28.64 52.05 Sumber : Sungkono (2014)

26

Dokumen terkait