• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka pada bagian akhir ini penulis dapat membuat beberapa simpulan mengenai pengaruh Total Quality Management terhadap kinerja perusahaan pada PT PLN (Persero) APJ Bandung, yaitu :

1. Hasil analisis Total Quality Management berdasarkan indikator yaitu terdiri dari fokus pada pelanggan, obsesi terhadap kualitas, pendekatan ilmiah, komitmen jangka panjang, kerja sama tim (teamwork), perbaikan sistem secara berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, kebebasan yang terkendali, kesatuan tujuan serta adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan secara keseluruhan termasuk kategori sangat baik. Hal ini didasarkan pada jawaban kuesioner penelitian, bahwa para responden menyetujui indikator mengenai TQM tersebut telah sesuai dan diterapkan dengan baik di PT PLN (Persero) APJ Bandung.

2. Hasil analisis kinerja perusahaan berdasarkan perspektif keuangan, dilihat dari pencapaian tingkat ROI dinyatakan tidak baik, dikarenakan belum konsistennya manajemen perusahaan dalam menggunakan dan mengelola aktiva secara efisien untuk menghasilkan laba. Net profit margin (NPM) mengalami fluktuatif selama tahun 2004 sampai dengan 2007, dilihat dari

pencapaian tingkat NPM dinyatakan tidak baik, dikarenakan manajemen perusahaan belum konsisten menerapkan efisiensi dalam menjalankan operasinya. Dilihat dari masih fluktuasinya nilai rasio operasi, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja finansial PT PLN (Persero) APJ Bandung belum dapat memanfaatkan seluruh operating asset dengan efisien, dikarenakan perusahaan dinilai belum bisa menekan biaya sekecil mungkin.

Pada perspektif pelanggan, jika dilihat dari trend SAIDI menunjukan hasil kinerja yang baik karena realisasi lebih kecil dari target perusahaan. Namun sebaliknya pencapaian SAIFI tidak menunjukan hasil yang baik, karena realisasi SAIFI lebih besar daripada target yang telah ditetapkan perusahaan. Maka hal ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan belum maksimal dan PT PLN (Persero) APJ Bandung belum berhasil memecahkan solusi untuk dapat mengurangi tingginya angka SAIFI/ frekuensi pemadaman rata-rata per tahun.

Pada perspektif proses bisnis internal, secara keseluruhan kinerja PT PLN (Persero) APJ Bandung tidak baik karena kinerja susut jaringan (losses) belum konsisten melaju kearah yang lebih baik sehingga berdampak kepada kurang baik kualitas jaringan yang diterima pelanggan sehingga masih terjadi pemborosan atau hilangnya energi listrik baik yang bersifat teknis dan non teknis.

Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, Dikarenakan adanya fluktuasi dari periode triwulan I tahun 2009 sampai dengan triwulan III tahun 2010 dalam pencapaian realisasi pengembangan SDM maka kinerja PT PLN

(Persero) APJ Bandung masih kurang baik, hal ini menyimpulkan bahwa masih rendahnya kesadaran para karyawan mengenai pentingnya mengikuti pelatihan dan pendidikan dalam menunjang proses pengembangan SDM.

3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diketahui bahwa Total Quality Management berpengaruh terhadap kinerja perusahaan sebesar 1,56%, hal ini

menunjukkan bahwa Total Quality Management memberikan konstribusi terhadap kinerja perusahaan sebesar 1,56%, artinya bahwa tanpa mengontrol pengaruh variabel lainnya 1,56% variansi yang terjadi pada kinerja perusahaan dipengaruhi oleh Total Quality Management dan sisanya sebesar 98,44% disebabkan oleh faktor-faktor lain diluar Total Quality Management. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh banyaknya faktor diluar TQM yang lebih dominan untuk mempengaruhi kinerja dari perusahaan PT. PLN (Persero) APJ Bandung, misalnya kebijakan pemerintah, pesaing, kekuatan hukum dan politik, dan sebagainya.

5.2 Saran

Berdasarkan simpulan yang telah dikemukakan dapat diajukan saran-saran sebagai berikut :

1. Pelaksanaan Total Quality Management di PLN (Persero) APJ Bandung dinilai sudah baik, namun perusahaan hendaknya selalu mengevaluasi apakah unsur- unsur dari TQM telah diterapkan secara terus menerus dan konsisten dalam jangka waktu yang panjang, sehingga penerapan TQM dapat

memberikan dampak positif yang sangat besar untuk perusahaan khususnya meningkatkan kinerja perusahaan menjadi lebih baik.

2. Dalam kinerja keuangan, manajemen harus dapat menekan biaya operasional sehingga dapat meningkatkan laba bersih dan pendapatan operasional sehingga sehingga diharapkan dapat membantu peningkatan dari tingkat ROI, NPM dan rasio operasi perusahaan. Pihak manajemen harus selalu memperhatikan kepuasan pelanggan dan selalu melakukan penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan dan penyebab banyaknya keluhan pelanggan, karena semakin tinggi tingkat kepuasan disertai dengan rendahnya keluhan dari pelanggan menunjukan bahwa semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Perusahaan harus senantiasa melakukan pemeliharaan pembangkit dan transmisi untuk berusaha mengurangi tingkat pemadaman agar tingkat SAIDI dan SAIFI selalu rendah, sehingga kinerja perusahaan dalam perspektif pelanggan dinyatakan baik. Dalam perspektif proses bisnis internal, perusahaan harus selalu melakukan proses inovasi- inovasi baru untuk dapat memberikan kemudahan bagi para pelanggan, sedangkan dalam proses operasi perusahaan, melakukan evaluasi dan memecahkan masalah mengenai penyebab adanya susut jaringan sehingga diharapkan dapat meminimalisir pemborosan energi listrik yang hilang sebelum listrik sampai ke tangan pelanggan disertai peningkatan mutu layanan purna jual dengan melakukan penanganan terhadap keluhan maupun pengaduan pelanggan yang dapat terselesaikan dengan cepat dan tuntas.

DAFTAR PUSTAKA

AA Anwar Prabu Mangkunegara. (2006). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Bandung: PT Refika Aditama.

Abdul Halim, et. al. (2000). Sistem Pengendalian Manajemen. Yogyakarta: Manajemen Perusahaan YKPN.

Achmad S. Ruky. (2001). Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Anthony, Robert. dan Vijay Govindarajan. (2003). Sistem Pengendalian Manajemen. (Penerjemah: Kurniawan Tjakrawala, Jakarta: Salemba Empat)

Dian Maya Finasari. (2006). Pengaruh Penerapan Konsep Total Quality Management (TQM) Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja. Skripsi. Malang: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana. (2003). Total Quality Management (TQM).

Yogyakarta: Andi Yogyakarta

Hansen dan Mowen. (1999). Akuntansi Manajemen Edisi-4. (Penerjemah: Ancella A. Hermawan, Jakarta: Erlangga)

Harnanto dan Zulkifli. (2003). Manajemen Biaya. Yogyakarta: UPP AMP YKPN Hessel Nogi S Tangkilisan. (2003). Manajemen Modern untuk Sektor Publik.

Yogyakarta: Balairung & CO Yogyakarta

Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar. (2003). Pengantar Statistika. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Jogiyanto. (2007). Metode Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-pengalaman. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

Kaplan, Robert S., dan David P Norton. (2000). Balance Scorecard Menerapkan Strategi menjadi Aksi. Jakarta: Erlangga

Lena Ellitan. dan Lina Anatan. (2008). Manajemen Operasi Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika Aditama

Lusthaus, Charles. et. al. (1999). Enhancing Organizational Performance: A Toolbox for Self-assessment. Canada: International Development Research Cenre.

Mulyadi. (2001). Akuntansi Manajemen, Edisi ketiga. Jakarta: Salemba Empat Munro, Lesley dan Malcolm. (1996). Menerapkan Manajemen Mutu Terpadu.

Jakarta: PT Gramedia.

Nasution. (2004). Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. (2002). Metode Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

Pabundu Tika. (2005). Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan. Jakarta: Bumi Aksara

Ridhuwan. (2006). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta. Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurahman. (2007). Analisis Korelasi, Regresi

dan Jalur dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia

Soewarso Hardjosoedarmo. (2004). Total Quality Management. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Sony Yuwono dan Edy Sukarno. (2004). Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard, Menuju Organisasi yang Berfokus pada Strategi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Sugiyono. (2004). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta _______ . (2010). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Suprantiningrum dan Zulaikha. (2003). Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Sistem Pengukuran Kinerja dan Sistem Penghargaan (Reward) Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Hotel di Indonesia). SNA 6 Surabaya

Suyadi Prawirosentono. (2004). Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu TQM Abad 21 Studi Kasus dan Analisis. Jakarta: Bumi Aksara.

Tenner, A.R dan J.A de Torro. 1995. Total Quality Management: Three steps to Continous Improvement. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company.

Uma Sekaran. (2006). Research Methods For Businesss “Metodologi Penelitian untuk Bisnis” Buku 2. Jakarta: Salemba Empat

Vincent Gasperzs. (2003). Sistem Manajemen Terintegrasi Balanced Scorecard dengan Six Sigma untuk Organisasi Bisnis dan Pemerintah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Wibowo. (2007). Manajemen Kinerja. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada Zulganef, (2008). Metode Penelitian Sosial & Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu

Dokumen terkait