SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada subtema pemanfaatan energi dalam tema selalu berhemat energi di kelas IV SDN Nagarasari 3 Tasikmalaya maka dapat diambil beberapa kesimpulan.
Pertama, penggunaan model pembelajaran yang ada di SDN Nagarasari 3 tidak terlalu berpariatif. Sehingga kegiatan pembelajaran tidak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain. Bahkan model pembelajaran kooperatif yang menekankan kepada pembelajaran kelompok, sangat sulit untuk diterapkan di sekolah karena beberapa alasan. Salah satunyaadalah faktor kemampuan guru yang belum memahami betul makna dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD seperti apa.
Kedua, karena Kurikulum 2013 sudah mulai diimplementasikan di beberapa sekolah dasar, sehingga untuk mengatasi poin pertama maka peneliti merancang model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang berlandaskan kepada Kurikulum 2013. Khususnya pada subtema “Pemanfaatan Energi”, dalam tema “Selalu Berhemat Energi” di dalam kegiatan pembelajaran kedua tentang konsep “Energi Alternatif” di kelas IV. Keterlaksanaan pengembangan model pembelajaran ini dikembangkan dalam bentuk RPP. Penelitian ini dikembangkan berdasarkan pada model pengembangan ADDIE. Tahap yang harus dilaksanakan dari mulai Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Dalam tahap perancangan (Design)dihasilkan rancangan model pembelajaran yang akan dikembangkan dalam bentuk RPP.
Ketiga, proses pengembangan pada produk di validasi oleh tim ahli dan hasilnya akan diaalisis oleh peneliti. Hasil dari penilaian tim ahli terhadap rancangan awal model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sebesar 4,25. Hasil ini menyatakan bahwa rancangan produk yang dibuat oleh peneliti sudah baik. Sehingga produk ini dapat digunakan dalam penelitian.
90
Keempat, kegiatan implementasi yang dilakukan adalah mengujicobakan produk di sekolah yang akan menjadi subjek penelitian. Uji coba dilakukan hingga dua kali pada kelas yang berbeda. Pada uji coba dilakukan tes belajar pretest dan posttest. Hasil dari uji coba I, mengalami peningkatan setelah diketahui nilai pretest, peningkatan tersebut sebesar 10%. Sedangkan pada uji coba II setelah mengalami revisi besaran peningkatan hasiltessiswasebesar 14,5%.
Maka, berdasarkan hasil uji coba yang dilengkapi revisi produk di lapangan dihasilkan produk akhir berupa sintaks pembelajaran yang dikembangkan dari model pembelajaran kooperatif oleh Slavin. Namun dalam pengembangan ini tidak hanya model pembelajaran saja yang dilampirkan tetapi model pembelajaran tersebut dibuat dalam bentuk keterlaksanaannya berupa RPP. Selain RPP dilengkapi dengan perangkat pembelajaran yang lain seperti LKS, soal evaluasi, kunci jawaban, media pembelajaran, materi dan penilaian. Untuklebihjelasnya, produkakhirinidapatdilihatdalamlampiran
B. Saran
Untuk perbaikan penelitian yang akan dilaksanakan selanjutnya, khususnya untuk melakukan penelitian pengembangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada subtema pemanfaatan energi, maka penelitimemberikanbeberapa saran berikut:
1. Prosedur penelitian pengembangan merupakan penelitian yang membutuhkan waktu yang sangat lama. Dan bahkan karena penelitian pengembangan ini bisa dikatakan penelitian yang jarang digunakan sehingga peneliti akan merasakan kesulitan dalam hal proses atau tahapan penelitiannya. Olehkarenaitu,
dalammelaksanakanpenelitiandanpengembangandibutuhkankesiapan yang matang, khususnya untuk mendalami karakteristik dari penelitian dan pengembangan itu sendiri. Selain itu, peneliti harus lebih memahami mengenai instrumen yang akan digunakan dalam penelitian itu sehingga waktu yang ada dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.
91
2. Untuklebihmeningkatkankualitaskegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah sebaiknya perlu dilakukan kegiatan uji coba model pembelajaran pada mata pelajaran tertentu, agar para siswa terbiasa belajar dengan metode diskusi. Sehingga pengunaan model pembelajaran koopeartif tipe STAD ini jika digunakan tidak akan sesulit yang dibayangkan.
3. Karena keterbatasan waktu, sehingga model pembelajaran yang dikembangkan ini tidak di uji secara luas. Produk ini hanya dilakukan uji coba di satu sekolah saja. Selain itu model pembelajran ini juga dapat dikembangkan untuk subtema yang lain, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan, nilai rata-rata keseluruhan kelas meningkat.
92
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Sa’dun. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Husamah dan Yanur Setyaningrum. (2013). Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi (Panduan Merancang Pembelajaran untuk
Mendukung Implementasi Kurikulum 2013). Jakarta: Prestasi
Pustakaraya.
Isjoni. (2012). Cooperative Learning (Efektifitas Pembelajaran Kelompok). Bandung: Alfabeta.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Permendikbud No. 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses. Jakarta: Kemendikbud.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Permendikbud No. 67 Tahun 2013 Tentang Kurikulum SD. Jakarta: Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Selalu Berhemat Energi (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013: Buku Guru SD/MI Kelas IV). Jakarta: Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Selalu Berhemat Energi (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013: Buku Siswa SD/MI Kelas IV). Jakarta: Kemendikbud.
Lie, Anita. (2005). Cooperative Learning (Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas). Jakarta: PT Grasindo.
Majid, Abdul. (2012). Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyani, Sri. (2013). Pengembangan Perangkat Pebelajaran IPA Berbasis Karakter pada Materi Perubahan Kenampakan Bumi dan Benda Langit. Skripsi pada Program Studi PGSD Tasikmalaya: tidak diterbitkan.
Nurbayanti, Enden. (2010). Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Tipe Make A Match terhadap Kemampuan Komunikasi Matematik siswa. Skripsi pada program studi pendidikan matematika. Tasikmalaya: tidak diterbitkan
Rahayu,Puji dan Siti Hallimah. (2012). “Penerapan Pendekatan Cooperative Learning Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Bangun Datar”. Jurnal Pendidikan Dasar. –
93
Rakhmat, Cece dan Solehudin. (2006). Pengukuran dan Penilaian Hasil Belajar. Bandung: Andira.
Slavin, Robert E.. (2005). Cooperative Learning (Toeri, Riset dan Praktik). Bandung: Nusa Media.
Subratha, Nyoman. (2007). “Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif dan Strategi Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII C SMP Negeri I Sukasada”. Jurnal Penelitian dan Pengembangan [Online], Vol 1(2), 12 halaman. Tersedia: -
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
---. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
---. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sukirman dan Nana Jumhana. (2006). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: UPI Press.
Suprijono, Agus. (2012). Cooperative Learning: Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana Perdana Media Group.
Widianingsih, Dede. (2009). Perencanaan Pembelajaran Matematika. Universitas Siliwangi.