Simpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga contoh meliputi umur, pendidikan, pendapatan total keluarga, besar keluarga, dan lama kerja istri sebagai TKW. Persentase terbesar suami dan istri berada pada kategori dewasa awal (18-40 tahun). Rata-rata pendidikan suami dan istri berada pada jenjang pendidikan SD sampai SMP. Rata-rata pendapatan total keluarga saat istri menjadi TKW lebih tinggi daripada rata-rata pendapatan total keluarga sebelum istri berangkat menjadi TKW. Sebagian besar keluarga contoh berada pada kategori keluarga kecil. Hampir seluruh contoh termasuk ke dalam kategori keluarga inti. Lama kerja istri menjadi TKW berkisar antara satu sampai dua tahun. Hal yang memotivasi istri untuk menjadi TKW adalah untuk menambah penghasilan keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga, menjadi perempuan mandiri, dan untuk merubah status sosial ekonomi keluarga.
2. Dukungan sosial terbagi menjadi dukungan keluarga besar, keluarga inti, tetangga, dan PJTKI. Dukungan sosial yang diberikan keluarga besar kepada suami berada pada kategori tinggi dan sedang. Dukungan yang diberikan keluarga inti kepada suami berada pada kategori tinggi sedangkan dukungan dari tetangga berada pada kategori sedang. Dukungan yang diberikan PJTKI kepada contoh berada pada kategori rendah. Interaksi suami-istri dilihat dari dua hal yaitu komunikasi dan ikatan bonding antara suami-istri. Komunikasi di antara suami-istri yang dirasakan oleh suami berada pada kategori sedang, sedangkan ikatan bonding di antara suami-istri berada pada kategori tinggi. Kebahagiaan dan kepuasan dalam perkawinan yang dirasakan suami berada pada kategori sedang. Secara keseluruhan, dukungan sosial yang diberikan kepada suami berada pada kategori sedang, interaksi suami-istri yang dirasakan suami berada pada kategori tinggi, dan kualitas perkawinan dirasakan suami berada pada kategori sedang.
3. Umur ayah, umur ibu, dan jumlah keluarga memiliki hubungan nyata dan positif dengan dukungan yang diberikan dari keluarga inti. Pendapatan total keluarga memiliki hubungan nyata dan positif dengan komunikasi suami-istri. Kualitas perkawinan (kebahagiaan dan kepuasan) tidak
memiliki hubungan nyata dengan karakteristik contoh (pendidikan ayah, pendidikan ibu, dan pendapatan total keluarga).
4. Dukungan yang diberikan keluarga besar dan tetangga memiliki hubungan yang nyata dan positif dengan ikatan bonding di antara suami dan istri. Dukungan yang diberikan tetangga kepada suami memiliki hubungan nyata dengan interaksi suami-istri. Secara keseluruhan dukungan sosial (keluarga besar, keluarga inti, tetangga, dan PJTKI) memiliki hubungan nyata dan positif dengan ikatan bonding yang terjadi di antara suami-istri. Kebahagiaan dan kepuasan perkawinan tidak memiliki hubungan yang nyata dengan dukungan sosial baik dukungan sosial dari keluarga besar, keluarga inti, tetangga maupun dari PJTKI. Interaksi suami-istri yang ditinjau dari komunikasi dan ikatan bonding di antara suami-istri memiliki hubungan nyata dan positif dengan kualitas perkawinan (kebahagiaan dan kepuasan).
Saran
1. Berdasarkan temuan yang dihasilkan maka diperlukan penelitian lanjutan mengenai analisis hubungan dukungan sosial, interaksi suami-istri dan kualitas perkawinan sebelum dan sesudah istri menjadi TKW pada keluarga TKW. Selain itu, teknik pengambilan contoh menggunakan teknik random sampling agar didapat data yang lebih mewakili populasi.
2. Faktor ekonomi merupakan faktor yang mendorong para istri untuk ikut berpartisipasi dalam dunia kerja dalam mengatasi ketidakstabilan ekonomi yang disebabkan oleh kurangnya pendapatan keluarga, situasi perekonomian negara yang tidak stabil atau karena kebutuhan keluarga yang sangat banyak. Tidak jarang karena adanya desakan ekonomi, banyak istri yang berusaha rela berpisah dengan suami dengan harapan dapat memperbaiki nasib serta memperjuangkan hidup agar lebih mapan. Melihat hal itu, sebaiknya selain adanya kebijakan pemerintah untuk memberikan persiapan atau pelatihan kepada istri sebagai calon TKW perlu pula adanya kebijakan dari pemerintah untuk memberikan persiapan atau pelatihan terhadap keluarga yang ditinggalkan oleh istri untuk menjadi TKW. Hal ini guna meminimalisir kehancuran atau perpecahan dalam rumahtangga. 3. Sebaiknya ada peran serta dari organisasi perempuan maupun organisasi
lain agar dapat mengubah pola pikir masyarakat bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga bukan hanya dengan menjadi TKW/TKI saja. Selain
itu perlu ditekankan pula bahwa istri memiliki tanggung jawab terhadap suami dan anak.
4.
Kepergian istri memberikan dampak negatif terhadap keluarga yang ditinggalkan. Berbagai masalah akan timbul baik masalah fisik ataupun masalah psikologis. Oleh karena itu, perlu adanya konseling keluarga yang diadakan oleh aparat pemerintah setempat.
DAFTAR PUSTAKA
Alie, Marzuki. 2010. TKI, Permasalahan antara Beban dan Kewajiban. http://www.scribd.com/doc/60927605/TKI-marzuki-alie. [20 Agustus 2011]
Anonym. 2008. Kabupaten Sukabumi. http://www.kabupatensukabumi.go.id [diakses September 2011].
Antonnucci. 2001. Social relations: an examination of socoal networks, social support and sense of control. Didalam : Birren J E & Schale K W. Abeles R P, Gatz M & Salthouse, editor. Handbook of the Psychology of Aging. Ed ke-5. California: Elsevier Science USA Academic Press. Hlm 430-538.
Aprilianti, E. 2007. Analisis Tingkat Stres dan Strategi Koping pada Suami yang Istrinya Bekerja sebagai TKW di Luar Negeri [skripsi]. Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
BKKBN. 1996. Pemantapan Fungsi Keluarga menuju Terbentuknya Keluarga Sejahtera: Kajian Aplikasi dan Kriteria Implementasi Delapan Fungsi Keluarga. Jakarta.
[BPS] Badan Pusat Statsitik. 2008. Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. http://www.bps.go.id [diakses September 2011].
_______________________. 2010. Jumlah Calon TKI/TKW yang Sudah Diseleksi Per bulan Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Sukabumi, Tahun 2009. Jakarta, BPS.
_______________________. 2010. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin, Garis Kemiskinan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Menurut Provinsi, 2010. http://www.bps.go.id [diakses September 2011].
________________________. 2011. Selama 16 Hari GPK Tangani 955 TKI Bermasalah. http://www.bps.go.id [diakses September 2011].
________________________. 2011.Kepala BNP2TKI: Penempatan TKI Formal Sealam Agustus Meningkat 44 Persen. http://www.bps.go.id [diakses September 2011].
Burgess, E. W., Harvey, J. Locke. 1960. The Family Second Edition. New York: American Book Company.
BNP2TKI. 2010. Kabupaten Terbanyak TKI Jawa Barat dalam Peluncuran 1 Pintu. http://www.bnp2tki.go.id [diakses Januari 2011].
Cho, Eun, B., Shin, Hwa-Yong.1996. Marriage and Family Review: Family Research and Theory in Korea. International Journal of Marriage and Family, 22, 1-2 pg, 10-136, 35 pgs.
Cutrona. 1996. Social Support in Couples. USA: Sage Publications, Inc.
Dimas. 2010. Ditinggal Istri jadi TKW, Cabuli Gadis Tetangga. http://www.poskota.co.id [diakses September 2011].