Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas III SD Negeri Dalembalar 2, dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gerak benda dengan menerapkan desain pembelajaran melalui model pembelajaran inkuiri dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Berdasarkan hasil dari repersonalisasi buku teks yang digunakan siswa pada materi gerak benda terdapat beberapa kesulitan yang dialami siswa ketika memahami materi dari buku teks tersebut, seperti halnya tidak memaparkan terlebih dahulu tentang pengertian gerak benda dan kalimat yang digunakan pada buku teks terlalu abstrak. Sehingga peneliti mengelompokan kesulitan belajar yang dialami siswa kelas III di SD Dalembalar 2 termasuk kedalam Learning Obstacle tipe didaktik yang merangkum kesulitan-kesulitan belajar dari unsur eksternal melalui analisis buku teks yang digunakan siswa.
2. Penerapan pembelajaran inkuiri mengalami peningkatan tiap siklus. Pada siklus 1 mencapai 71,15% belum maksimal, hal ini terjadi karena guru model belum dapat mengkondisikan kelas dengan baik dan belum dapat melaksanakan langkah-langkah pembelajaran inkuiri dengan baik. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 82,70%, peningkatan ini terjadi karena guru memperbaiki kekurangan tersebut. 3. Peningkatan skor hasil belajar siswa dengan menerapkan model
pembelajaran inkuiri.
Hasil belajar siswa semakin meningkat dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dari setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pra siklus siswa hanya mendapatkan nilai rata-rata 44,23 dan presentase 25% dari jumlah siswa 40 orang. Pada tindakan ini belum menghasilkan nilai yang cukup baik masih kurang dari kriteria ketuntasan minimal. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa mencapai 61,38
91
Adhi Octarini Hasanah, 2015
DESAIN PEMBELAJARAN GERAK BENDA BERBASIS MODEL INKUIRI BERDASARKAN ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dan presentase 55%. Pada tindakan ini juga masih ada siswa yang belum mencapai nilai yang baik. Karena masih belum maksimal, terdapat 18 orang siswa pada siklus 1 yang belum mencapai skor kategori baik, maka perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya yaitu siklus II. Pada tahap siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 75,59 dan presentase 100%. Pada siklus II mengalami peningkatan yang sangat baik dibanding dengan prasiklus dan siklus 1. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada pembelajaran IPA terhadap materi gerak benda dengan penerapan desain pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri. Karena pembelajaran inkuiri tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada pada siswa, termasuk pengembangan emosional dan pengembangan keterampilannya. Pada hakikatnya, model pembelajaran inkuiri merupakan suatu proses. Proses ini bermula dari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan. Semua tahap dalam proses pembelajaran dengan model inkuiri tersebut di atas merupakan kegiatan belajar dari siswa.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan temuan dari hasil penelitian, maka rekomendasi yang dapat peneliti sampaikan sebagai berikut:
1. Bagi guru
a. Dalam hasil penelitian khususnya pembelajaran IPA sebaiknya disosialisasikan melalui kegiatan KKG kepada para guru dalam merancang desain pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri agar pembelajaran menjadi lebih baik dan hasil belajar menjadi lebih meningkat.
b. Sebelum proses pembelajaran di kelas dimulai, sebaiknya guru mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran, baik sebelum pembelajaran dimulai, pada saat pembelajaran dimulai serta setelah pembelajaran selesai.
c. Dalam proses pembelajaran guru sebaiknya memilih model pembelajaran yang tepat bagi siswa. Karena model pembelajaran dapat memacu kemajuan hasil belajar siswa.
d. Dalam penggunaan media pembelajaran, guru sebaiknya menggunakan benda-benda yang konkrit khususnya untuk kelas rendah agar lebih jelas.
e. Guru sebaiknya mempunyai buku teks siswa lebih dari 1 dan menganalisis kekurangan dari buku teks yang digunakan. Hal ini juga dapat berperan penting dalam hasil belajar siswa.
f. Dalam merancang desain pembelajaran, sebaiknya guru lebih teliti kembali dalam merancang pembelajaran. Guru juga harus memikirkan respon siswa pada saat proses pembelajaran. Agar mengetahui kekurangan saat mengajar.
2. Peneliti selanjutnya
Untuk peneliti selanjutnya, dikarenakan dalam penelitian ini masih ditemukan kekurangan, diantaranya tahapan pada saat penerapan desain masih belum maksimal serta dalam mengkondisikan pembentukan kelompok guru masih mengikuti kemauan siswa. Maka hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan diskusi untuk diteliti lebih lanjut sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan pada pembelajara IPA dimasa yang akan datang.
Adhi Octarini Hasanah, 2015
DESAIN PEMBELAJARAN GERAK BENDA BERBASIS MODEL INKUIRI BERDASARKAN ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, M., Nurjhani, M., & Muslim. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkunganku. Jakarta: BSE.
Asmani, J.M. (2011). Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta: Laksana.
Barlia, L. (2009). Teori Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar. Subang: Royyan Press.
Dahar Ratna, W. (2011). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Dias. Desain Didaktis Konsep Garis Singgung Lingkaran Pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama Berdasarkan Learning Obstacle dan Learning Trajectory. (Skripsi). S1. UPI Bandung.
Hamalik, O. (2013). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Haryanto. (2007). Sains Jilid 3 untuk kelas III. Jakarta: Erlangga.
Hendri, H. (2010). Rumus Jitu Fisika SMP. Yogyakarta: Indonesia Tera.
Kunandar. (2013). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Makmun. S.A. (2009). Psikologi Kependidikan Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: Rosda.
Matraima. (2013). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Tentang Sifat Dan Perubahan Wujud Benda Melalui Metode Inquiry. (Skripsi) S1, Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Serang. Maulina. (2013). Upaya meningkatkan Pemahaman Siswa Melalui Metode
Inquiry Pada Pokok Bahasan Makhluk Hidup dan Lingkungannya. (Skripsi) S1, Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Serang.
Munazar. (2014). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Pesawat Sederhana Melalui Pendekatan Inkuiri. (Skripsi) S1, Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Serang.