• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan

Dalam dokumen DISUSUN OLEH: INGGRID NOURMALYDZA (Halaman 43-48)

 Pada 92 responden di mahasiswa-mahasiswi yang menderita akne vulgaris angkatan 2013-2015 Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter UIN Jakarta, kelompok derajat keparahan akne ringan dan sedang (47,8% dan 50%) lebih umum dijumpai.

 Berdasarkan hasil interpretasi skor kuesioner Dermatology Life Quality Index (DLQI), tidak terganggu sama sekali dan sedikit terganggu (38% dan 29,3%) lebih banyak dijumpai pada Mahasiswa-Mahasiswi angkatan 2013-2015 Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter UIN Jakarta.

 Pada hasil penelitian, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara derajat keparahan akne vulgaris dengan kualitas hidup pada Mahasiswa-Mahasiswi angkatan 2013-2015 Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter UIN Jakarta.

5.2 Saran

1. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melibatkan populasi dan jumlah sampel yang lebih banyak untuk melihat hubungan derajat keparahan akne vulgaris dan kualitas hidup dalam lingkup luas.

2. Untuk mendapatkan proporsi derajat keparahan akne yang seimbang dapat dilakukan penelitian di klinik-klinik dermatologi.

3. Untuk penelitian lebih lanjut, dapat memperhatikan faktor-faktor lain (ekonomi, sosial, keluarga, dan sebagainya) yang diduga mempengaruhi kualitas hidup penderita akne vulgaris.

30

31

Daftar Pustaka

1. Adityan B, Kumari R, Thappa DM. Scoring systems in acne vulgaris.

Indian J Dermatol Venerol Leprol 2009;75:323-6.

2. Price, Sylvia A. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.

Jakarta: EGC. 2006

3. El-Akawi Z, Abdel-Latif Nemr N, Abdul-Razzak K, Al-Aboosi M. Factors believed by Jordanian acne patients to affect their acne condition. East Mediterr Health J 2006;12(6):840-6.

4. Movita, Theeresia. Continuing medical education: acne vulgaris. CDK-203 2013. Diunduh pada tanggal 11/11/2015 source www.kalbemed.com.

5. Tjekyan, RM Suryadi. Kejadian Dan Faktor Risiko Akne Vulgaris. M MedIndonesia. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro 2008;43(1):38-40.

6. Ayer J, Burrows N. Acne: More Than Skin Deep. Dalam: Postgrad Med J 2006;82:500-506.

7. Chen CL, Kuppermann M, Caughey AB, Zane LT. A community-based study of acne-related health preferences in adolescents. Arch Dermatol 2008;144(8):988-94.

8. Ghaderi R, Saadatjoo A, and Ghaderi F. Evaluating of life quality in patients with acne vulgaris using generic and specific questionnaires.

Dermatologi research and practice 2013;1-6.

9. Zip C. The impact of acne on quality of life. Skin Therapy Lett. 2007-2008;12 (10):7-9.

10. Ravi, T. Kualitas hidup pada pasien akne vulgaris. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2011.

11. Johansyah, RB. Hubungan antara derajat keparahan akne vulgaris dengan kualitas hidup mahasiswa pre-klinik program pendidikan dokter umum fakultas kedokteran universitas hasanuddin tahun ajaran 2015/2016.

Makassar: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. 2015

12. Bernadette I, Wasiaatmaja MS. Akne vulgaris. Dalam: Menaldi, Sri Linuwih. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin edisi ke-7. Jakarta: FKUI.

2015:288-291.

32

13. Cherukuri T, Murugaiyan R, Kaliaperumal K. Assessment of the quality of life indices in adolescents with Acne vulgaris. Int J Med Sci Public Health 2016; 5(11):-

14. Tahir, Muhammad. Pathogenesis of acne vulgaris: simplified. JPAD 2010;20:93-97

15. Zaenglein AL, Graber EM, Thiboutot DM. Acne vulgaris and acneiform eruptions. In: Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, Wolff K. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine 8th ed. New York:

McGraw-Hill; 2012: 897-905.

16. Andy. Pengetahuan dan sikap remaja sma santo thomas 1 medan terhadap jerawat. Skripsi: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2009.

17. Ramli R, Malik AS, Hani AF, Jamil A. Acne analysis, grading and computational assessment methods: an overview. Skin Res Technol 2012;18(1):1-14.

18. Titus S, Hodge J. Diagnosis and treatment of acne. Am Fam Physician 2012;86(8):734-40.

19. Williams HC, Dellavalle RP, Garner S. Acne vulgaris. Lancet 2012;379:361-72.

20. Division of Mental Health and Prevention of Substance Abuse. WHOQOL Measuring Quality of Life. Geneva: World Health Organization; 1997.

21. CDC. Health-related quality of life (HRQL). 2011. Diakses melalui http://www.cdc.gov/hrqol/concept.htm (31/Oktober/2016)

22. Juczynski, Z. Health-related quality of life: theory and measurement. Folia Psychologica 2006;10:3‒15.

23. Hafez KA, Mahran AM, Hofny ER, et al. The impact of acne vulgaris on the quality of life and psychologic status in patient from upper Egypt. Int J Dermatol 2009r;48(3):280-5.

24. Fachry, MN. Kualitas hidup pasien akne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2011 fakultas kedokteran Sumatera Utara. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2015.

25. Ismail KH, Ali KBM. Quality if life in patients with acne in Erbil city.

Health Qual Life Outcomes 2012;10:60.

33

26. Yandi RA, Sibero HT, Fiana DN. Quality of Life of Acne Vulgaris Patient in DR.H.Abdul Moeloek Hospital at Lampung. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, lampung. 2013.

27. Dermatology Quality Of Life (DLQI) – Department of Dermatology.

Cardiff University. Diakses melalui

http://www.cardiff.ac.uk/dermatology/quality-of-life/dermatology-quality-of-life-index-dlqi/ (23/juli/2016)

28. Hazarika N, Rajaprabha RK. Assessment of life quality index among patients with acne vulgaris in a suburban population. Indian J Dermatol 2016;61(2): 163-168.

29. Vilar GN, Filho JDS. Quality of life, self-esteem and psychosocial factors in adolescents with acne vulgaris. An Bras Dermatol 2015; 90(5):622–629.

30. Jusuf, MI. Hubungan tingkat stres dengan keparahan akne vulgaris pada pelajar putri madrasah aliyah negeri 1 Yogyakarta. Jurnal Pelangi Ilmu 2009 Mei;2(5)1-19.

31. Hanisah A, Omar K, and Shah S. Prevalence of acne and its impact on the quality of life in school-aged adolescents in Malaysia. J Prim Health Care 2009;1(1):20-5.

32. Samanthula H, Kodali M. Acne and Quality of Life-A Study from a Tertiary Care Centre in South India. JDMS 2013;6(3):59–62.

33. Noorbala M, Mozaffary B, and Noorbala M. Prevalence of acne and its impact on the quality of life in high school-aged adolescents in Yazd, Iran.

JPAD 2013;23(2):168-172.

34

NASKAH PENJELASAN KEPADA PESERTA PENELITIAN

Saya, Inggrid Nourmalydza, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta semester VII, melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Derajat Keparahan Akne Vulgaris Dengan Kualitas Hidup”. Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi persyaratan penyelesaian studi di Fakultas Kedokteran.

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan akne vulgaris dengan kualitas hidup pasien. Akne vulgaris, atau yang biasa disebut dengan jerawat, merupakan penyakit kulit yang umum yang ditandai dengan bentuk yang bervariasi. Kualitas hidup merupakan derajat kepuasan yang dialami oleh seseorang dalam melakukan aktivitas seharian.

Data yang saya peroleh dari pemeriksaan saudara akan saya rahasiakan dan tidak akan saya sebarkan. Penelitian ini bersifat sukarela dan tidak memaksa.

Apabila saudara bersedia menjadi peserta penelitan, dengan senang hati kami mengharapkan untuk dapat kiranya mengisi formulir yang kami sediakan.

Atas partisipasi dan kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih

September, 2016 Peneliti

Inggrid Nourmalydza

Fak. Kedokteran UIN Jakarta Lampiran 1

35

Tanggal Pengambilan:

KUESIONER KUALITAS HIDUP PASIEN AKNE VULGARIS

Dalam dokumen DISUSUN OLEH: INGGRID NOURMALYDZA (Halaman 43-48)

Dokumen terkait