Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai penerapan metode problem solving model Polya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis Matematika pada materi pecahan pada siswa kelas IV A SDN 6 Cikidang diperoleh simpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode
problem solving model Polya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis
Matematika pada materi pecahan telah berlangsung berlangsung sangat baik sesuai dengan langkah-langkah problem solving model Polya. Pada langkah pertama memahami masalah, siswa sudah dapat menentukan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Langkah kedua, merencanakan strategi penyelesaian, siswa sudah dapat menentukan operasi hitung yang digunakan untuk menyelesaikan soal. Langkah ketiga menerapkan strategi, siswa menyelesaikan soal dengan prosedur yang ada yaitu mencari Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) untuk pecahan yang berpenyebut berbeda dan menyimpulkan jawaban yang diperoleh. Langkah terakhir mengecek kembali jawaban, siswa memeriksa kembali jawaban yang diperolehnya. Selain dari langkah-langkah problem solving model Polya yang diterapkan sistematis oleh siswa berdasarkan hasil analisis kuantitatif persentase aktivitas guru dan siswa yang mengalami peningkatan dari Siklus I sampai Siklus III .
2. Respon siswa terhadap pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode problem solving model Polya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis Matematika pada materi pecahan siswa kelas IV A SDN 6 Cikidang menunjukkan respon positif. Dari sepuluh petanyaan dalam angket siswa menunjukkan respon positif, siswa menyukai pembelajaran Matematika, siswa tertantang dengan soal-soal yang diberikan, pembelajaran dengan menggunakan metode problem solving ini lebih menarik daripada
72
pembelajaran yang diberikan, pembelajaran dengan menggunakan metode
problem solving ini mengingat lebih lama konsep, siswa selalu siap jika
diminta ke depan untuk menyelesaikan soal dan siswa merasa senang dengan suasana yang baru saja berlangsung. Berdasarkan analisis kuantitatif respon siswa menunjukkan respon positif yang meningkat dari Siklus I sampai Siklus III.
3. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pecahan pada siswa kelas IV A SDN 6 Cikidang setelah pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode problem solving model Polya sudah baik. Hal tersebut terbukti dari indeks gain skor rata-rata dari Siklus I ke Siklus II dan indeks gain skor rata-rata dari Siklus II ke Siklus III menunjukkan interpretasi sedang. Namun rata-rata skor gain menunjukkan peningkatan dari 0,40 menjadi 0,48.
B. Saran
Melalui penelitian ini, penulis memberikan saran sebagai berikut: 1. Bagi Guru
Guru perlu mengubah pembelajaran konvensional dengan menerapkan metode pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Salah satunya dengan menggunakan metode problem solving. Metode ini terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis Matematika pada materi pecahan. Selain itu, perencanaan pembelajaran perlu dipersiapkan dengan matang agar pembelajaran berlangsung dengan efektif. Kompetensi guru pun harus lebih ditingkatkan agar kualitas pembelajaran meningkat.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian Tindakan Kelas mengenai penerapan metode problem solving model Polya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pecahan pada siswa kelas IV A SDN 6 Cikidang perlu dilanjutkan oleh peneliti selanjutnya untuk dapat memperoleh hasil yang benar-benar optimal.
Meilawati, Tia E. 2014
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING MODEL POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Adji, Nahrini dan Rostika, R. Deti. (2006). Konsep Dasar Matematika. Bandung : UPI PRESS
Alexander, Jesi Alim. (2008). Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan
Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Sekolah Dasar. Thesis Pascasarjana Pendidikan Dasar
UPI Bandung : Tidak diterbitkan.
Ardi. (2013). Penerapan Metode Improving Learning Melalui Teknik Inkuiri
untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran
Matematika Materi Bilangan Pecahan. Skripsi Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPI Bandung : Tidak diterbitkan
Ardimoviz. (2012). Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method). [online]. Tersedia : http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/metode-pemecahan-masalah-problem. html . [10 Maret 2014]
Arikunto,S. dkk. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas.
BintuNahel. (2012). Respon Siswa. Tersedia: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2253012-respon-siswa/ [18 Juni 2014]
BSNP. (2008). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Departemen Pendidikan Nasional. (2009). Bahan 02 Pendidikan & Pelatihan
KTSP Sekolah Dasar . Tidak diterbitkan.
Eagle. (2013). Konsep dan Definisi Respon. [online]. Tersedia: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2185068-konsep-dan-definisi-respon/ [18 Juni 2014]
74
Ernawati, Rena. (2013). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis
Siswa SMP Melalui Pembelajaran Metode Inkuiri . Skripsi Sarjana
Pendidikan Matematika UPI Bandung : Tidak diterbitkan.
Faizi, Mastur. (2013). Ragam Metode Mengajarkan Eksakta pada Murid. Yogyakarta : DIVA Press.
Fachrurazi. (2011). Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar. I hlm. 76-89.
Fisher, Alec. (2008). Berpikir Kritis : Sebuah Pengantar. Jakarta : Erlangga.
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV PUSTAKA SETIA.
Husni, Jumrida. (2013). Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving). [Online]. Tersedia : http://jumridahusni.blogspot.com/2013/06/metode-problem-solving.html?m=1. [25 Mei 2014].
Irpan, Ujang. (2010) Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Problem
Posing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP.
Skripsi Sarjana Pendidikan Matematika UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Karso, dkk. (2008). Pendidikan Matematika 1. Jakarta : Universitas Terbuka.
Kurniawan, Deni. (2011). Pembelajaran Terpadu : Teori, Praktik, dan
Penilaian. Bandung: CV PUSTAKA CENDIKIA UTAMA.
Mufliva, Rosiana. (2013). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata
Pelajaran Matematika Materi Operasi Hitung Bilangan Pecahan Melalui Pendekatan Problem Solving. Skripsi Sarjana Pendidikan Guru Sekolah
Dasar UPI Bandung : Tidak diterbitkan.
Muhsetyo, Gatot. (2011). Pembelajaran Matematika SD. Jakarta : Universitas Terbuka.
75
Mulyasa, E. (2010). Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Napitululu, S. (2011). Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Questions
Students Have pada Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA. Bandung: CV PUSTAKA
CENDIKIA UTAMA.
Oktaviandy, Navel. (2012). Hakikat berpikir Kritis dan Implementasinya
dalam Pembelajaran Matematika. [online]. Tersedia:
http://navelmangelep.wordpress.com/2011/11/08/hakikat-berpikir-kritis-dan-implementasinysa-dalam-pembelajaran-Matematika/ [10 Maret 2014].
Permatasari, Hana R. (2013). Penerapan Pendekatan Problem Solving untuk
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Operasi Hitung Bilangan Bulat. Skripsi Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPI Bandung :
Tidak diterbitkan.
Remaja,Kenakalan.(2013). Kemampuan Berpikir Kritis . [online]. Tersedia : http://lib.unnes.ac.id/17311/ . [11 Maret 2014].
Riduan. (2011). Belajar Mudah Penelitian. Bandung: ALFABETA.
Santoso, F.G.I. (2012). Keterampilan Berpikir Kreatif Matematis dalam
Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) pada Siswa SMP. I hlm.
453-459
Tim Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar. (2011). Pedoman Pembelajaran Matematika. Jakarta : Kementrian Pendidikan Nasional.
_________. (2010). Problem Solving. [Online]. Tersedia: http://bismillah36.wordpress.com/2010/05/30problem-solving/ [19 Juni 2014]