• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdasarkan hasil penelitian pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada tema berbagai pekerjaan di SDN 3 Ciamis Kabupaten Ciamis, maka dapat diambil beberapa simpulan. Yang pertama, LKS yang digunakan di SDN 3 Ciamis susunannya kurang lengkap dan belum mengacu pada kurikulum 2013. Salah satunya ditandai dengan LKS yang digunakan masih menggunakan LKS dari buku ajar dan LKS yang beisi kumpulan soal.

Kedua, untuk mengatasi penggunaan LKS yang kurang efektif di SDN 3 Ciamis, dirancanglah LKS berbasis pendekatan scientific dengan menggunakan model pengembangan perangkat 4D karya Thiagarajan yang di modifikasi menjadi 3D, yaitu Define (pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (pengembangan). Dalam tahap perancangan ini dihasilkan rancangan LKS berbasis pendekatan scientific Draft 1 yang akan divalidasi oleh ahli untuk selanjutnya diuji coba di lapangan.

LKS ini disusun dengan mengacu pada Meril Physical Science dan kurikulum 2013. Sistematika LKS ini terdiri dari bagian judul, petunjuk umum, petunjuk khusus, tujuan, alat dan bahan, langkah kegiatan, data hasil pengamatan, pertanyaan dan simpulan. Dalam mengisi data hasil pengamatan, siswa dituntun dengan menggunakan teks cerita dan gambar yang dibuat semenarik mungkin.

Setelah dirancang, LKS berbasis pendekatan scientific draft 1 dilakukan penilaian validasi ahli. Hasil dari penilaian ahli terhadap LKS berbasis pendekatan scientific mempunyai total kevalidan sebesar 4.67. Hal ini berarti LKS yang dikembangkan berada dalam kategori sangat valid. Sehingga dapat dilakukan uji coba di lapangan.

Simpulan ketiga, proses implementasi LKS dalam uji coba berdasar dari pengamatan keterlaksanaan sintaks dapat terlaksana dengan baik. Respon siswa terhadap LKS yang dikembangkan, yaitu dari 21 siswa kelas IVB sebanyak 92,12% siswa menilai positif dan 7,88% menilai negative. Untuk kelas IVA dari

19 siswa 96,1% menilai positif dan 3,87% menilai negative. Sehingga respon siswa terhadap LKS yang dikembangkan adalah positif.

Selain itu, hasil belajar siswa kelas IV SDN 3 Ciamis pada materi yang terdapat dalam tema berbagai pekerjaan subtema barang dan jasa pertemuan pertama mengalami peningkatan setelah menggunakan LKS berbasis pendekatan scientific yang dirancang oleh peneliti. Hal ini menunjukkan bahwa LKS berbasis pendekatan scientific ini berpengaruh tehadap peningkatan hasil belajar siswa. Selain hasil belajar, kinerja dan produk yang dihasilkan selama kegiatan dapat dikategorikan baik. Adapun kriteria kinerja dan produk siswa yang dinilai dalam penelitian ini meliputi kegiatan mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Hal ini menunjukkan bahwa LKS berbasis pendekatan scientific yang dirancang oleh peneliti dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan ilmiah.

B. Saran

Dengan mengidentifikasi hasil dan pengalaman selama melaksanakan penelitian pengembangan LKS berbasis pendekatan scientific, peneliti memberikan beberapa saran berikut:

1. Proses penelitian pengembangan merupakan proses yang cukup rumit, sehingga diperlukan waktu penelitian yang cukup. Oleh karena itu, dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan dibutuhkan kesiapan yang matang, khususnya dalam instrumen penelitian yang digunakan agar waktu yang tersedia bisa digunakan dengan lebih efektif.

2. Untuk lebih meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan dengan menggunakan kurikulum 2013, sebaiknya perlu dilakukan monitoring terhadap pelaksanaan pembelajaran termasuk penilaian perangkat pembelajaran yang digunakan agar guru sebagai pelaksana pendidikan di lapangan bisa dengan tepat melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan scientific.

3. LKS ini hendaknya diuji cobakan juga pada kelas lain atau sekolah-sekolah lain, serta dikembangkan untuk pokok bahasan yang lain, karena berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada uji coba hasil belajar siswa meningkat serta dapat berpengaruh terhadap perkembangan berpikir ilmiah siswa.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, A. (2002). Media pengajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Borg, W. R, Gall, M. D. (1989). Educational Research. An Introductional (Third Ed.). New York: Longman.

Budiningsih, Asri. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Yogyakarta. Fitriani, Dwi. (2013). Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) IPA Terpadu

Berbasis Model Connected Materi Sistem Pencernaan Makanan dan Bahan Kimia dalam Makanan untuk Siswa SMP/MTs. Skripsi Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Diklat Guru Dalam Rangka Implementasi Kurikulum 2013.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Kurikulum 2013.

Komalasari, Kokom. (2008). Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung:Refika Aditama.

Mulyana, Edi Hendri. (2008). Pendidikan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar. Tasikmalaya:UPI

Mulyani, Sri. (2013). Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Berbasis Karakter Pada Materi Perubahan Kenampakan Bumi dan Benda Langit (Penelitian dan Pengembangan di Kelas IV SDN 1 Kawali Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis). Skripsi Sarjana pada Fakultas Ilmu Jurusan Pendidikan UPI Kampus Tasikmalaya: tidak diterbitkan.

Prastowo, A. (2011). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogyakarta: Diva Press

Rakhmat, C dan Solehuddin, M. (2006). Pengukuran dan Penilaian Hasil Belajar. Bandung: Andira

Riduwan. 2007. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Rohaeti, Eli dkk. (2011). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Mata Pelajaran Sains. Kimia untuk SMP Kelas VII, VIII, dan IX. Artikel Penelitian, Yogyakarta: FMIPA UNY.

Rusti, Shilvia Citra. (2012) Penelitian Pengembangan (Research and

Development/R&D) [online] Tersedia:

http://shilviacitrarusti.blogspot.com/2012/04/penelitian-pengembangan-r.html Sadulloh, Uyoh. 2010. Pedagogik. Bandung: Alfabeta

Sagala, Syaiful. (2012). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta Slamet Suyanto (2006). Pengenalan Sains untuk Anak TK dengan Pendekatan

“Open Inquiry”. Jurnal EduKid, vol 1. No.1. April 2006.

Subekti, Hasan. (2010). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sains SMP Berorientasi Pendidikan Berkarakter dengan Model Kooperatif pada Materi Sensitivitas Indera Peraba. Makalah pada Proceedings of The 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI, Bandung, Indonesia, 8-10 November 2010

Sudjana, Nana (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Thiagarajan, S. Semmel, D.S & Semmel, MI. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children. Indiana:Indiana University Bloomington.

Tim Penyusun. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah UPI. Bandung: UPI. Trianto. (2012). Model Pembelajaran Terpadu: konsep, strategi dan

implementasinya. Jakarta: Bumi aksara

Utami, S. D. (2013). Pengembangan Bahan Ajar IPA SD Tentang Perubahan Kenampakan Bumi dan Benda Langit. Skripsi Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan UPI Kampus Tasikmalaya: tidak diterbitkan.

Vandi. (2012). Tesis Pengembangan LKS berbasis TIK. Padang: Universitas Negeri Padang

Bahan Ajar. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.

Zuriah, N. (2007). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan: Teori-Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Dokumen terkait