BAB V. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah
dilakukan dengan penerapan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) pada mata pelajaran dasar kepariwisataan kompetensi dasar organisasi
pariwisata, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Penerapan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) pada mata pelajaran dasar kepariwisataan kompetensi dasar organisasi pariwisata kelas
X JB 3 SMKN 3 Magelang dilakukan sebanyak 2 siklus. Secara teknis proses
penerapan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) adalah pemilihan tutor dari siswa yang memiliki nilai tinggi dan keaktifan belajar yang baik, dan terpilih 7 siswa yang ditunjuk menjadi tutor peer teaching, kemudian ke-7 siswa diberikan materi yang akan disampaikan pada saat
proses belajar-mengajar berlangsung. Ke-7 tutor kemudian menjelaskan
materi kepada peserta peer teaching untuk membahas materi yang diberikan. Sebelumnya di awal pertemuan, guru sudah melaksanakan pre- test guna mengetahui sejauh mana pemahaman siswa. Selanjutnya ke-7 tutor memimpin jalannya diskusi dan diakhiri dengan penguatan materi yang
disampaikan oleh guru, kemudian dilanjutkan post-test di akhir pertemuan guna mengetahui peningkatan hasil belajar siswa.
2. Dari hasil pengolahan data yang diperoleh dari penelitian penerapan metode
pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) sebagai upaya peningkatan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran dasar kepariwisataan
84
kompetensi dasar organisasi pariwisata di SMKN 3 Magelang terjadi
peningkatan aspek keaktifan belajar siswa yang menonjol peningkatannya
yaitu merangkum materi dengan memanfaatkan sumber belajar. Pada siklus
I keaktifan belajar siswa dari keseluruhan indikator baru mencapai 53,56%.
Dan pada siklus II tutor dipilih dari nilai tertinggi dan memiliki keaktifan belajar yang baik. Hasil yang baik setelah melaksanakan siklus II terjadi
peningkatan keaktifan belajar siswa dari keseluruhan indikator menjadi
79,03%. Rata-rata keaktifan belajar siswa meningkat sebesar 25,47%.
3. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar kepariwisataan kompetensi
dasar organisasi pariwisata kelas X JB 3 SMKN 3 Magelang dengan
penerapan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada pre-test
siklus I sebelum penerapan metode peer teaching sebesar 12,5% atau 4 dari 32 siswa sedangkan setelah penerapan metode pembelajaran peer teaching
pada post-test siklus II menjadi 100% atau keseluruhan siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Hasil belajar siswa meningkat
sebesar 87,5%.
B. IMPLIKASI
Berdasarkan pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan, bahwa
untuk memperoleh kualitas pembelajaran yang baik harus selalu diciptakan
interaksi langsung tiap individu maupun interaksi antar individu dengan
mengkondisikan proses belajar-mengajar yang melibatkan siswa dan
membangkitkan aktivitas belajar siswa. Penerapan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) dibantu oleh tutor yang berasal dari teman sekelas
85
bertujuan untuk mengungkapkan kesulitan belajar yang dialami oleh peserta
didik sehingga guru mampu mencarikan jalan keluarnya. Konsep belajar peer teaching (tutor sebaya) sangat membantu pembelajaran mata pelajaran dasar kepariwisataan karena siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya dan berdiskusi dengan tutor teman sebayanya tanpa ada rasa malu untuk mengungkapkan kesulitan belajar yang dialami masing-masing siswa.
Penerapan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pembelajaran mata pelajaran dasar
kepariwisataan di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena dapat
meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa.
C. KETERBATASAN PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini hanya mengamati kejadian yang terjadi dalam proses pembelajaran, namun peneliti menyadari bahwa hasilnya masih
jauh dari yang diharapkan karena keterbatasan pengamatan peneliti dan
keterbatasan dalam mendeskripsikan informasi secara lengkap dan tidak
menutup kemungkinan adanya kejadian yang luput dari kontrol. Sasaran
penelitian ini hanya satu kelas yang situasi dan kondisinya belum tentu sama
dengan kelas lain, sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan pada kelas lain.
D. SARAN
1. Untuk siswa, agar selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran metode peer teaching (tutor sebaya) untuk melatih dan mengembangkan hasil belajar, baik membantu memecahkan permasalahan belajar teman maupun
86
2. Untuk para guru mata pelajaran dasar kepariwisataan, agar mencoba
menerapkan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Untuk peneliti lain, agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan
referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pelaksanaan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) sehingga diperoleh hasil penelitian yang lebih maksimal lagi.
87
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Anggorowati (2011). Penerapan Model Pembelajaran Tutor Sebaya Pada Mata
Pelajaran Sosiologi. Jurnal Komunitas. (Nomor 3). Hlm. 105.
Asep Jihad & Abdul Haris. (2008). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Multi Press. Boud, D,. Cohen, R,. & Sampson, J. (2001). Peer learning in higher education:
Learning from and with each other. London: Kogan Press.
Budi Kristina. (2013). Penerapan Metode Pembelajaran Peer Teaching Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X MB Pada Standar Kompetensi Mengukur Dengan Alat Ukur Mekanik Di SMKN 2 Wonosari. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Dimyati & Mudjiyono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
Dwi Siswoyo, Suryati Sidharto, T. Sulistyono, Achmad Dardiri, L. Hendrowibowo, dan Arif Rohman. (2008). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Endang Mulyatiningsih. (2011). Riset Terapan. Yogyakarta: UNY Press.
Hamdani Hamid. (2013). Pengembangan Sistem Pendidikan Di Indonesia. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Muhibbin Syah. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Press.
Mulyasa. (2011). Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nana Sudjana. (2005). Penilaian Hasil Proses Belajara Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nove Adekayanti. (2011). Peningkatan Pencapaian Kompetensi Pembuatan Pola Rok Celana Melalui Metode Pembelajaran Tutor Sebaya Pada Mata Pelajaran Mulok PKK di SMP Negeri 2 Depok. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Oemar Hamalik. (2011). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Retno Sapto Rini Sudiasih. (2012). Penerapan Metode Pembelajaran Tutor
Sebaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menggambar Busana Di SMK
Ma’arif 2 Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: rajawali Press.
88
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Sugihartono, Kartika Nur Fathiyah, Farida Agus Setiawati, Farida Harahap, dan Siti Rohmah Nurhayati. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sugiyono. (2010). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Tim Tugas Akhir Skripsi. (2013). Pedoman Penyusunan Tugas Akhir Skripsi. Yogyakarta: FT. Universitas Negeri Yogyakarta.
89
LAMPIRAN:
LAMPIRAN 1. VALIDASI INSTRUMEN
LAMPIRAN 2. RPP PENELITIAN
LAMPIRAN 3. DATA MENTAH
LAMPIRAN 4. DOKUMENTASI
90